Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 272


__ADS_3

"Lempar!!"


Suara yang lantang menarik cukup banyak perhatian. Heng Hao Cun dan kedua temannya segera menengadahkan wajah ke atas lalu menemukan sekelompok orang berkulit hijau yang mengendarai burung besar.


"Suku Niao!" An Ming menyipitkan mata setelah mengenali mereka.


"Mereka mengincar pasukan di bawah!" teriak Chyou. Dia berniat melakukan sesuatu, tetapi sebelum hal itu terjadi Suku Niao sudah melempar batu dari atas dan menimpa pasukan menara iblis.


Blam!


Blam!


Blam!


Meskipun sebagian pasukan menara iblis cukup waspada dan berhasil menghindarinya, tetapi kelompok Kota Qian Gu segera memanfaatkan kesempatan dan melukai mereka bahkan mengambil nyawa mereka.


"Kerja bagus!" teriak Xuan Yang.


Shin yang ada di atas burung besar tersenyum lebar sambil mengepalkan tangannya di dada. "Pertahankan kota! Bunuh musuh yang datang!"


Xuan Yin juga tak menyia-nyiakan kesempatan. Melihat tiga sampai empat musuh yang terluka, dia segera menggenggam pedang kelas atasnya dan membunuh mereka dengan sekali tebasan.


Slash!


Tiga kepala terjatuh dari tempatnya.


Kekacauan di pihak menara iblis jelas membuat pasukan merasa kesal. Seorang pria berambut keriting, sambil menggertakkan gigi mulai mengayunkan pedangnya mengincar Suku Niao yang menyerang dari udara.


"Kalian makhluk rendahan! Rasakan ini!"


Kilatan cahaya tampak dari bilah pedangnya. Bayangan tanduk muncul dan dengan cepat melesat seperti tombak.


Whus...


Jleb!


Tubuh burung besar yang terbang langsung terbelah menjadi dua. Orang Suku Niao yang ada di atasnya pun tak bisa menghindar dan hanya bisa pasrah saat tanduk besar itu menghantam dirinya dari bawah.


"Bunuh orang-orang Suku Niao! Jangan biarkan mereka datang membawa batu untuk menyerang!"


teriakan ini membuat sebagian besar pasukan menara iblis yang ada di bawah memusatkan perhatian pada orang-orang Suku Niao. Berbagai macam serangan dikerahkan untuk menjatuhkan mereka semua.


Shin mengepalkan tangan. Dia menarik pedangnya lalu melompat mengincar pada orang-orang yang terus menyerang kelompoknya.

__ADS_1


"Bunuh!"


Meskipun orang-orang Suku Niao tidak bisa mengolah Qi, tetapi mereka diberkati fisik yang tangguh seperti binatang spiritual. Ditambah dengan senjata yang dibuat Zhang Yu, kekuatan setiap orang dari mereka sekarang tak lebih lemah dari pasukan menara iblis.


Slash!


Shin berhasil mendapatkan korban pertamanya. Dia melihat pedang di tangannya yang berlumuran darah, kemudian mengangkat wajahnya menatap pasukan menara iblis yang sudah menghancurkan rumahnya.


"Aku akan membalaskan dendammu, Ayah!" Shin berteriak lalu berlari sambil menebas pasukan menara iblis yang datang kepadanya.


Bukan hanya Shin. Tetapi juga puluhan orang Suku Niao termasuk Yi. Pria itu tak melupakan apa yang sudah dilakukan menara iblis. Sekarang tiba waktunya untuk menghitung dendam di antara mereka.


Kembali ke atas benteng. Heng Hao Cun memandang orang-orang Suku Niao dan berkata dalam benaknya. "Dugaan kami benar. Suku Niao ada di pulau ini, dan kunci rahasia itu ...."


Heng Hao Cun mencoba mencari ke beberapa orang Suku Niao di bawah. Ketika dia menemukan Shin, raut wajahnya menjadi bersemangat.


"Chyou! An Ming! Tangkap dia. Kunci rahasia itu pasti ada padanya!"


Chyou dan An Ming mengikuti telunjuk Heng Hao Cun. Kedua pria tua itu lantas menganggukkan kepala dan segera turun dari atas benteng untuk menangkap Shin.


Zhang Yu tidak tahu apa yang mereka maksud dengan kunci rahasia. Tetapi jika dipikirkan seharusnya itu adalah satu alasan kenapa mereka terus mengejar orang-orang Suku Niao.


"Tidak boleh dibiarkan!" Zhang Yu mencoba mengejar An Ming dan Chyou. Tetapi Heng Hao Cun menghentikannya.


Tentu saja tinggal diam. Dia membentangkan pedangnya untuk bertahan, lalu memberi setangan belasan dengan mendorong pedangnya ke depan.


Sret...


Jubah Heng Hao Cun sobek. Tetapi dalam sebuah pertarungan jubah tidaklah berarti. Heng Hao Cun melompat ke samping sambil membuang jubahnya, ketika kakinya baru menyentuh lantai, dia segera mengubah arah geraknya lalu menyerang Zhang Yu dengan melakukan tebasan diagonal.


Trank!


Hampir saja pedangnya mampu menggores luka di tubuh Zhang Yu. Namun sekali lagi Zhang Yu berhasil mengangkat pedangnya untuk menghalau pedang Heng Hao Cun.


Tidak sampai di sana. Zhang Yu bergerak cepat seperti bayangan, berpindah dari posisinya kemudian tiba-tiba muncul di belakang Heng Hao Cun dengan pedang terhunus ke depan.


Jleb!


"Arg!"


Heng Hao Cun meraung kesakitan saat pundak kirinya ditembus dari belakang. Dia segera berputar lalu menghentakkan pedangnya untuk memaksa Zhang Yu mundur darinya.


Namun, luka di pundaknya sudah cukup dalam dan darah mengalir deras membasahi pakaiannya.

__ADS_1


"Bocah kurang ajar! Aku tak akan membiarkanmu!" Heng Hao Cun menarik lengan pakaiannya hingga robek. Dia menekan luka di pundaknya dengan teknik khusus untuk menghentikan pendarahan.


Setelah selesai, Heng Hao Cun kembali mengaliri pedangnya dengan Qi seraya mata hanya tertuju pada Zhang Yu.


"Pedang Kolosal!"


Satu siluet pedang raksasa berwarna merah kekuningan muncul di atas benteng. Heng Hai Cun masih mengendalikan kekuatannya, lalu dengan kedua tangan yang memegang pedang dia melakukan tebasan vertikal sebagai perintah untuk siluet pedang tersebut.


"Mati kau!"


Dalam jarak yang jelas lebih dekat dari sebelumnya, Zhang Yu tidak berpikir menghindar adalah langkah yang tepat. Itu karena di belakangnya terdapat pasukan kota yang sedang bertarung, dan kemungkinan untuk selamat sangat rendah jika mereka terkena serangan itu.


"Pedang Pembunuh!"


Pedang semesta mengeluarkan cahaya. Bayangan cakar raksasa segera tercipta dan melesat menghadapi pedang kolosal.


Dua serangan yang besar dan kuat itu sekarang saling berhadapan. Ketika keduanya berada di titik yang sama, ledakan yang sangat dahsyat membuat suara-suara dalam pertarungan tertelan dan hening.


Cahaya yang terang muncul tepat di titik yang sama, lalu setelah bunga api meledak, suara ledakan yang keras diikuti dengan luapan energi yang menakutkan.


BLAAR!!


Siapapun yang berada dalam radius lima puluh meter terkena dampaknya. Bahkan benteng pun hancur dan hampir roboh karena luapan kekuatan tersebut.


Tubuh Heng Hao Cun terhempas. Dia memuntahkan seteguk darah dan telah kehilangan pedang kelas atasnya yang hancur.


"..."


Pria tua itu menatap jauh ke arah kumpulan asap mencoba menerawang dari jauh bagaimana keadaan sang lawan.


Namun, ketika dia menemukan sosok masih berdiri di tempat semula, seketika tubuhnya berkeringat dingin dengan tangan bergetar.


"Ba-bagaimana mungkin! Aku sudah mengerahkan semua kekuatanku, tapi ...." Sebelum Heng Hao Cun memiliki kesempatan untuk menyelesaikan ucapannya, Zhang Yu berkelebat cepat menembus kumparan asap.


Heng Hao Cun berdiri berusaha menegakkan tubuhnya. Dia mengangkat pedang yang hanya tersisa separuh, berpikir untuk kembali bertarung.


Sayangnya Heng Hao Cun telah menggunakan sebagian besar kenyataannya. Terlebih dengan luka di pundaknya yang semakin parah, dia tidak lagi memiliki kemampuan untuk bertarung.


Dengan begitu, Zhang Yu dengan sangat leluasa mengakhiri pertarungan dengan memenggal kepala Heng Hao Cun.


Sling...


Bruk!

__ADS_1


Tubuh Heng Hao Cun langsung tergeletak.


__ADS_2