
"Nona Liu, apa kau tidak salah?!" Yan Xue dan Tetua Ketujuh membelalakkan mata mendengar kalimat Liu Mengqi.
Mereka berpikir jika Liu Mengqi akan mengusir Zhang Yu. Tapi bukan hanya tidak mengusirnya, Liu Mengqi malah mengusir mereka yang jelas-jelas berasal dari Klan Yan. Memangnya apa yang dia punya dibanding mereka berdua?
Liu Mengqi mengarahkan tangannya ke arah tangga. Kemudian kembali berkata dengan suara datar, "Tetua Yan, Tuan Muda Yan, silakan pergi."
Wajah keduanya memerah menahan marah. Tapi juga tidak bisa melakukan apapun karena sadar masih berada di wilayah Saturnus. Mereka hanya bisa pergi dari sana untuk menghindari konflik yang lebih serius.
Saturnus di kota ini mungkin bukan kekuatan yang bisa dibanding dengan Klan Yan. Tapi akan berbeda dengan Saturnus pusat yang berada di ibukota. Dengan kata lain, bertahan di sana hanya akan berdampak buruk bagi Klan Yan. Jadi keputusan yang tepat adalah pergi meski dengan perasaan malu.
"Terima kasih atas bantuan Nona Liu," kata Zhang Yu setelah melihat kepergian dua orang bermarga Yan.
"Aku hanya menjalankan peraturan. Jadi tidak perlu terlalu sungkan," balasnya.
Di sisi lain dewa naga masih begitu fokus dengan rak besar yang ada di samping kanannya. Terus memperhatikannya hingga menyadari pancaran aura itu bukan berasal dari barang yang ada di rak, melainkan berasal dari balik rak.
"Zhang Yu ...." Dewa naga pun memberitahu Zhang Yu yang kemudian setelah itu ikut menatap rak seolah dapat melihat menembus penghalang.
"Nona Liu, apa semua barang di lantai dua ini dijual?" tanya Zhang Yu.
Entah kenapa Liu Mengqi merasa pertanyaan ini memiliki maksud tertentu. Dia dengan ragu menganggukkan kepala untuk menjawabnya. "Semua yang ada di sini, termasuk lantai pertama adalah barang untuk dijual. Apa ada barang yang menarik perhatianmu?"
Zhang Yu berjalan sambil mengulurkan tangan menelusuri rak. Ketika dia menyentuh dan merasakannya, dewa naga berusaha memastikan di mana lokasi barang tersembunyi ini.
"Berhenti! Mundur satu langkah, petakan nomor tiga dari atas."
Zhang Yu melihat sebuah kotak kayu di petakan yang dimaksud.
"Apa kau tertarik dengan isi kotak kayu itu?" tanya Liu Mengqi yang menyadari tatapan Zhang Yu.
Namun Zhang Yu menggelengkan kepala. "Bukan kotak kayu itu, tapi sesuatu di baliknya."
Tentu saja Liu Mengqi menyipitkan mata mendengar kalimat Zhang Yu. Dia sebagai pengelola tentu saja tahu sistem penataan, setiap barang akan menempati tempat masing-masing, tidak saling tindih seperti pada sebuah toko barang biasa.
"Apa Nona Liu dapat membantu ku mengeluarkan kotak kayu itu?" tanya Zhang Yu lagi.
Liu Mengqi sungguh tidak mengerti. Dalam hati sangat yakin tidak ada apapun di belakang kotak kayu itu. Meski begitu tetap menurunkan kotak kayu itu dan akan membuktikan sendiri dengan mata kepalanya.
Ternyata, begitu kotak kayu diturunkan, terlihat ruang kecil seukuran setengah dari kotak kayu yang tersembunyi di belakangnya.
__ADS_1
"Be-benar benar ada ...." Liu Mengqi terkejut hingga membeku di tempat. Dia menurunkan kotak kayu itu kemudian menatap kayu balok yang tidak terlalu besar di sana.
"Hati kayu!" Zhang Yu dan dewa naga bergumam bersamaan. Pandangan mereka bertemu dan menatap kayu balok itu yang terlihat retak.
"Sayang sekali hati kayu ini rusak. Tapi meski begitu kekuatan spiritualnya masih cukup kuat." Dewa naga mengatakannya dengan dua ekspresi berbeda. Pertama sedih, lalu menjadi semangat dalam waktu singkat.
"Zhang Yu, kau harus mendapatkannya untukku."
Zhang Yu mengangguk samar. Dia tahu manfaat hati kayu adalah memperkuat jiwa. Meski cukup bagus baginya, tapi lebih berguna untuk dewa naga. Setelah menggunakan sebagian kekuatan jiwanya untuk membantu dirinya, anggap saja ini sebagai balasan untuknya.
Pada saat yang sama manajer Wan datang.
"Nona Muda, ternyata kau di sini." Dia mencari Liu Mengqi di ruangannya tapi karena tidak menemukannya membuatnya datang ke gedung kedua.
"Paman Wan, kebetulan kau datang. Ada yang ingin aku tanyakan." Liu Mengqi melambaikan tangan meminta Wan Ran cepat cepat mendekat.
Manajer Wan mendekat tanpa banyak bertanya. Tapi saat perhatiannya tertuju pada kotak kayu di lantai, dia mengangkat wajahnya dengan cepat melihat ke arah balok kayu yang masih di tempatnya.
"Nona Muda, kau menemukannya?" Wan Ran terlihat terkejut. Sikapnya ini tentu saja sangat mengherankan. Liu Mengqi menatapnya, kemudian bertanya padanya.
"Paman, kau tahu ada kayu itu di balik rak?"
"Ini adalah hati kayu. Sumber daya langka yang sangat berharga. Namun karena rusak kami memutuskan untuk menyembunyikannya. Siapa yang mengira Nona Muda menemukannya."
Mendengar nama ini Liu Mengqi langsung memiliki gambaran. Dia juga sangat suka membaca, pernah membaca informasi tentang hati kayu, sumber daya langka yang dapat menguatkan jiwa. Tidak disangka sumber daya ini sekarang berada di depan matanya.
Eh...
"Paman, kau berkata hati kayu ini rusak. Jadi tidak bisa digunakan?" tanya Liu Mengqi.
Wan Ran menggelengkan kepala dengan pasrah. "Tidak bisa. Itulah kenapa kami memutuskan untuk menyembunyikannya."
Zhang Yu hanya diam sejak kedatangan Manajer Wan. Dia berdehem untuk mendapat perhatian dua orang di sekitarnya dan menawar hati kayu itu dengan harga sepuluh ribu koin emas.
"Kau yakin ingin membelinya? Hati kayu ini rusak. Tidak ada gunanya, sekarang hati kayu ini tak lebih dari kayu biasa," kata Wan Ran.
Dewa naga yang berada di pundak Zhang Yu mencibir perkataan Wan Ran. "Dasar konyol! Hati kayu bagaimana mungkin serendah itu? Bahkan jika hancur menjadi kepingan, tetap dapat berguna selama mengetahui teknik mengolahnya."
"Tidak apa. Meski rusak, aku tetap akan membelinya." Zhang Yu mengeluarkan sepuluh ribu koin emas.
__ADS_1
Wan Ran tanpa ragu ingin menjualnya. Tapi Liu Mengqi tiba-tiba mengambil hati kayu itu dan menahannya.
"Lima puluh ribu koin emas, jika kau menginginkannya," ucap gadis itu.
Zhang Yu yang sudah mengeluarkan sepuluh ribu koin emas pun menyimpannya kembali. "Karena Nona Liu tidak ingin menjualnya aku tidak akan memaksa. Bagaimana mungkin aku membeli sampah itu dengan harga sangat mahal. Lebih baik gunakan untuk membeli barang lain."
Dewa naga yang mendengar ini langsung berseru marah. "Apa yang kau lakukan! Lima puluh ribu masih sangat murah. Dapatkan sekarang juga!"
Namun Zhang Yu bething tanpa menghiraukannya. Dia berjalan melewatinya seolah ingin memilih barang lain.
Pada saat ini Liu Mengqi mengulurkan tangannya menyerahkan hati kayu kepadanya. "Sepuluh ribu, aku akan memberikannya kepadamu."
Zhang Yu tersenyum. Mengeluarkan kembali sepuluh ribu koin emas dan menyimpan hati kayu dalam cincin penyimpanannya.
Zhang Yu langsung pergi dari sana setelah mendapatkan keuntungan penjualan bunga anggrek hitam.
Melihat punggungnya yang kian menjauh, Liu Mengqi masih bergeming di tempatnya.
"Pria tua ini berpikir Nona Muda tidak akan menjual hati kayu itu, tapi ternyata Nona Muda tetap menjualnya."
Liu Mengqi melirik sekilas. "Aku pikir hati kayu itu masih berguna karena dia ingin mendapatkannya. Aku sengaja menaikkan harga untuk mencari tahu nilai hati kayu yang sudah rusak itu. Tapi karena dia tidak lagi menawarnya, mungkin memang benar hati kayu itu tidak lagi dapat digunakan."
Wan Ran manggut-manggut. "Ternyata seperti itu. Nona Muda hanya mengetesnya."
Sementara di lantai pertama Zhang Yu tak bisa menyembunyikannya senyum indahnya saat mendapatkan hati kayu dengan harga sepuluh ribu koin emas.
"Bagaimana? Rencanaku sangat luar biasa, bukan?" kata Zhang Yu dengan bangga.
Dewa naga tidak bisa mengatakan apa-apa. Meski ingin menolak juga tak bisa menyangkal cara Zhang Yu mendapatkan hati kayu cukup brilian.
"Sekarang berikan hati kayu itu padaku. Aku ingin segera mengolahnya dan menstabilkan kondisi jiwaku."
Zhang Yu memberikan hati kayu itu, kemudian dewa naga masuk ke dalam gelang naga untuk mulai mengolahnya. Sebelum benar-benar memulainya, dewa naga mengingatkan jika dirinya akan tertidur dalam beberapa waktu. Jadi jangan memanggil atau mencoba mengganggu dirinya.
Zhang Yu menarik nafas cukup dalam sebelum mengayunkan kaki meninggalkan gedung Saturnus.
Seratus meter, tiga ratus meter, semua masih baik-baik saja. Namun sesuatu yang aneh dirasakan Zhang Yu setelah sampai di sebuah jalan kosong.
"Sun, apa kau juga merasakannya?"
__ADS_1
Ak ak...
Kera kecil itu berseru cukup nyaring. Zhang Yu mengedarkan pandangan, lalu secara bertahap mengeluarkan pedang semesta dari cincin penyimpanan.