Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 257


__ADS_3

Setelah menghancurkan Istana Roh, Zhang Yu langsung meninggalkan Kekaisaran Long untuk pulang ke Kekaisaran Yang. Tak lupa Zhang Yu mengirim surat untuk gurunya tentang pembatalan turnamen walau mungkin informasi itu juga sudah sampai pada di Akademi Kekaisaran.


Perjalanan pulang terasa lebih cepat. Zhang Yu pun sampai di klan dan segera mencari istri dan anaknya yang sangat ia rindukan.


...


Sembilan bulan kemudian.


Tepat hari ini adalah ulang tahun kedua si kecil Zhang Chao. Tapi parayaan tidak dapat dilakukan karena mereka harus pergi ke Kekaisaran Xuan untuk menghindari undangan pernikahan.


"Chao'er, sampai jumpa di istana, Nenek pasti merindukanmu," ucap Xiao Mei pada cucu tunggalnya.


Pernikahan antara pangeran kelima Xuan Wu dan Liu Mengqi akan dilaksanakan beberapa minggu lagi. Sebagai kerabat, Xiao Mei dan Zhang Long pastinya akan datang. Tetapi mereka berangkat saat benar-benar mendekati hari pernikahan. Sementara Zhang Yu dan Xuan Yin akan pergi hari ini karena permintaan kakek nenek Zhang Chao yang ada di sana.


"Chao'er, dada pada kakek nenek," kata Xuan Yin sambil menggoyangkan tangannya agar Zhang Chao juga mengikutinya.


Bocah menggemaskan itu duduk dengan tenang di gendongan ayahnya. Matanya yang bulat, sangat menggemaskan. Terlebih pipinya yang tembem membuat semua orang akan dibuat gemas olehnya.


"Ibu, Ayah, kami berangkat."


Setelah keluar dari domain klan Xiao, mereka melakukan perjalanan menuju Kota Dou Yan sebelum naik kapal menuju Kota Heishan.


Perjalanan awalnya sangat tenang. Zhang Chao sangat suka ketika berada di bagian depan kapal sambil melihat hamparan air.


Namun, suasana yang tenang ini tiba-tiba terusik dengan kelompok orang berpakaian kuning yang sangat berisik.


Xuan Yin hendak menghampiri mereka untuk membuat mereka diam. Tapi sebelum melangkah lebih jauh, Zhang Yu sudah berjalan ke kelompok itu sambil menggendong Zhang Chao.


"Apa kalian tidak bisa diam?" tanya Zhang Yu dengan suara rendah.


Kelompok orang berpakaian kuning itu serentak mengangkat wajah mereka dan menatap Zhang Yu. Satu dari mereka berkata, "Ada apa denganmu? Urus saja urusanmu sendiri!"


Zhang Yu menatap mereka satu persatu. Lalu tanpa sengaja melihat ada satu orang yang ada di tengah mereka mengenakan pakaian berbeda. Pakaian yang cukup akrab dengannya.


"Kau dari keluarga Yi Kota Dou Xi?"

__ADS_1


Merasa ada yang mengenalinya, pria yang berada di tengah sontak mengangkat wajahnya. "Be-benar, aku dari keluarga Yi. Namaku Yi Wei."


Keluarga Yi memiliki hubungan bisnis dengan Klan Xiao. Klan Xiao memiliki beberapa aset di Kota Dou Xi dan sebagian di urus oleh keluarga Yi.


Zhang Yu juga beberapa kali mengunjungi kediaman Keluarga Yi. Hubungannya dengan kepala keluarga Yi cukup baik.


"Hei! Apa urusanmu! Kenapa kau ikut campur!" bentak pria berpakaian kuning. Kemudian dia menyepak Yi Wei dan memintanya kembali meringkuk.


Zhang Yu menyipitkan mata. Apa mereka sedang merampok? pikirnya.


"Kau, Yi Wei, cepat ke sini. Jangan jongkok di sana." Zhang Yu menarik tangan Yi Wei pergi. Tetapi kelompok berpakaian kuning ini tak terima.


"Sial! Kau terlalu ikut campur!" Satu pria datang dengan tangan terkepal.


Dia tidak tahu siapa yang ada di hadapannya. Dia berpikir Zhang Yu hanya penumpang kapal biasa. Ketika dia sudah akan memukul, Zhang Yu mengangkat kakinya dan menendang perut pria itu.


Brak!


Pria itu mungkin benar-benar akan terjatuh dari kapal jika bukan karena pembatas.


Zhang Yu tersenyum sinis. Dia memegang tangan Zhang Chao dan berbicara lembut padanya, "Chao'er, tutup mata terlebih dahulu. Ayah akan menangkap kupu-kupu."


Dengan patuh bocah kecil itu memejamkan mata. Dia juga menempatkan tangannya jika menutup mata saja dirasa tidak cukup untuknya.


Pria berpakaian kuning yang sebelumnya berbicara sekarang mulai melipat lengan pakaiannya. "Kau benar-benar mencari masalah dengan kami!"


Dia maju menyerang dan memukul Zhang Yu. Tapi setiap pukulan selalu dapat ditahan dengan hanya satu tangan. Bahkan tak butuh waktu lama bagi Zhang Yu membuat pria jatuh dengan menendang perutnya yang buncit.


Melihat satu teman lain dikalahkan, lima orang yang masih berdiri sekarang menyerang bersama-sama. Tetapi hal itu tidak mengubah hasil pertarungan. Zhang Yu mengalahkan mereka dengan mudah.


Tidak cukup membuat mereka terbaring di atas kapal, Zhang Yu membuang mereka ke laut.


Dari tujuh orang tersisa satu orang yang ada di atas kapal. Tapi Zhang Yu sudah beraiap menendangnya juga seperti enam teman lainnya.


"De-dengar, aku berasal dari Keluarga Ning. Kami adalah kerabat jauh anggota Kekaisaran Xuan. Kau ...."

__ADS_1


Pria itu terus bicara yang membuat Zhang Yu kesal. Tanpa banyak membuang waktu Zhang Yu pun memandangnya jatuh ke laut untuk menyusul ke enam temannya.


"Berisik!" dengus Zhang Yu.


Yi Wei sangat berterima kasih pada Zhang Yu. Dia sungguh tak tahu lagi harus berbuat apa saat orang-orang keluarga Ning itu merundung dan ingin merampas barang-barangnya.


Zhang Yu hanya menganggukkan kepala singkat, dia berjalan ke arah tiang layar lalu mengambil kupu-kupu kertas yang menempel di sana.


"Chao'er, lihat apa yang ayah tangkap?"


Zhang Chao membuka matanya tapi tidak menurunkan tangannya. Dia mengintip dari celah jari mungilnya dan menatap kupu-kupu kertas di tangan ayahnya.


"Kupu-kupu ini bisa terbang," kata Zhang Yu kemudian menggunakan Qinya untuk meniup kupu-kupu kertas itu terbang beberapa meter.


Zhang Chao tertawa dan bertepuk tangan. Dia terlihat menyukai kupu-kupu kertas itu.


Zhang Yu kembali ke sisi Xuan Yin, dia memberitahu istrinya itu tentang siapa kelompok orang berpakaian kuning sebelumnya.


Saat tahu itu berasal dari keluarga Ning, Xuan Yin sempatembuka mulut nya karena terkejut. Tapi kemudian tertawa memikirkan kembali bagaimana Zhang Yu menendang mereka jatuh ke sungai.


"Keluarga Ning adalah keluarga jauh ibu ketiga. Mereka datang ke Kekaisaran Xuan sudah pasti ingin menghadiri pernikahan kakak kelima."


"Apa kau akan marah?" tanya Zhang Yu setelah Xuan Yin memastikan jika keluarga Ning memang kerabat jauh keluarga istana.


"Tidak. Lagi pula aku tidak terlalu mengenal mereka. Selain itu, apa yang mereka juga sangat memalukan. Mereka pantas dibuang dari kapal."


Zhang Yu tertawa, lalu mengadu pada putranya, "Lihat Chao'er, ibumu sudah menemukan kembali watak aslinya. Sepertinya perjalanan kembali ini membangunkan kembali karakter pangeran ketujuh."


"Jadi, apakah itu sebuah masalah?" kerling mata Xuan Yin.


Zhang Yu melirik ke beberapa tempat sebelum mencium bibir istrinya.


"Jangan membuat ekspresi seperti itu. Aku tidak rela jika ada orang lain yang melihatnya," ucapnya.


Raut wajah Xuan Yin langsung berubah merah. Dia segera memalingkan wajahnya kembali menghadap ke depan menatap permukaan air.

__ADS_1


__ADS_2