Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 145 : Babak Kedua


__ADS_3

"Aku akan menjelaskan bagaimana sistem babak kedua akan dimulai. Tapi terlebih dahulu silakan sepuluh peserta ke atas arena." Jendral Ji Han mengangkat tangannya mengarahkan ke tempat duduk peserta.


Sepuluh nama yang sebelumnya telah dipastikan lolos ke babak kedua sekarang turun ke arena. Setelah jeda istirahat yang cukup lama sekarang mereka akan berhadapan satu sama lain untuk memperebutkan posisi pertama dalam pertarungan surga.


Jendral Ji Han mengeluarkan lima tali berwarna merah. Dia menyatukan setiap ujungnya, lalu menggenggam agak ke bawah. Jadi lima tali itu sekarang terlihat seperti sepuluh tali.


"Kalian maju bersama lalu mengambil satu ujung tali."


Mendengar hal ini sepuluh peserta segera mengambil satu ujung tali. Jendral Ji Han memperhatikan mereka, lalu menjelaskan maksudnya.


"Kalian sudah lihat jika tadinya hanya ada lima tali. Kalian sudah membawa setiap ujungnya. Jadi, barang siapa yang berpasangan nantinya akan saling berhadapan dalam babak kedua." Penjelasan Jendral Ji Han sangat jelas. Sepuluh peserta termasuk Zhang Yu menganggukkan kepala.


Mereka kemudian saling melirik seolah berharap mendapat lawan yang diinginkan.


"Zhang Yu, berharaplah kita tidak mengambil tali yang sama atau kau akan menyesalinya." Yan Xou melirik dengan sinis. Dia mencoba menggerakkan ujung tali di tangannya untuk mencari tahu lawannya, tapi sepertinya Jendral Ji Han menggunakan kekuatannya untuk memegangnya.


"Ingat apa yang aku katakan. Berharaplah kita tidak mengambil tali yang sama."


Zhang Yu menatap dengan acuh tak acuh. Jika dirinya dua tahun lalu mungkin akan khawatir dengan peringatannya, tapi sekarang dia sudah berada di tingkat grand master bintang lima, grand master bintang tiga tidak akan membuatnya takut.


"Kalian siap? Aku akan berhitung satu sampai tiga, kalian mundur perlahan langkah demi langkah, mengerti?"


"Satu, ...."


Sepuluh peserta mulai melangkah mundur. Tali menjadi panjang, tapi sisa tali yang ada di bawah genggaman tangan Jendral Ji Han menyusut.


"Dua, ...."


Sekarang tali sudah menegang. Jendral Ji Han masih menggenggam dengan erat tak membiarkan hal ini terungkap dengan cepat.


Tentu saja rasa penasaran penonton menggebu-gebu. Mereka mulai menebak dan berasumsi siapa yang akan jadi lawan siapa.


"Tiga!"


Bersamaan dengan suaranya, Jendral Ji Han melepaskan cengkeraman tangannya yang membuat tali-tali berwarna merah itu terhempas lalu menggantung menunjukkan lima pasang peserta yang memilih tali yang sama.


"Buruk! Kenapa aku berhadapan dengan Xiao Yuze?!"

__ADS_1


"Xiu'er, bagaimana jika kau menyerah dan membiarkan kakak yang lanjut ke babak ketiga?"


"Guang Zhou, aku akan membalaskan dendam Guang Liao!"


"Xiao Yuwen, aku menantikan pertarungan ini."


Pasangan pertama, Xiao Yuze dengan Ban Yuetai. Pasangan kedua, Hong Xiu dengan Hong Shen. Pasangan ketiga, Guang Zhou dengan Guang Mo. Pasangan keempat, Xiao Yuwen dengan Zhao Ran. Dan pasangan kelima, Zhang Yu dengan Yan Xou.


"Sepertinya kau sangat sial. Harapanmu tidak terkabul untuk tidak berhadapan denganku." Yan Xou tertawa cukup percaya diri. Zhang Yu yang mendengar hanya memberinya tatapan datar.


"Aku beruntung karena harapanku terkabul. Aku berharap kau mengambil taki yang sama denganku, agar aku bisa menghajarmu."


Tenang tapi sangat menusuk. Tubuh Yan Xou menegang dan matanya menjadi merah. "Kurang ajar! Tunggu saja, aku akan membuatmu lumpuh!"


Pada waktu itu lima tali tiba-tiba terbakar kemudian lenyap.


"Kalian harus ingat, pemenanglah yang akan lanjut ke babak ketiga. Namun ada sedikit kabar bahagia bagi kalian yang kalah. Kalian masih bisa memperebutkan satu jatah nama terakhir setelah melalui babak tambahan."


Wajah peserta yang murung seketika kembali memiliki harapan mendengar penjelasan Jendral Ji Han. Sedikitnya hal ini menambah semangat dalam menjalani babak kedua. Karena tidak yakin dapat menang secara langsung, maka satu-satunya jalan adalah berharap dalam babak tambahan.


Kedua peserta yang akan bertarung mengeluarkan senjata masing-masing. Xiao Yuze dengan pedangnya sementara Ban Yuetai dengan tombaknya.


"Kalian sudah siap?" tanya Jendral Ji Han pada kedua peserta. Setelah mendapat anggukan dia berhitung satu sampai tiga dan pertarungan babak ketiga dimulai.


Woosh!


Baru satu detik pertarungan dimulai tapi Xiao Yuze menghilang dari tempatnya kemudian muncul di belakang Ban Yuetai.


Hal ini sangat mengejutkan. Ban Yuetai mengarahkan segenap kemampuannya untuk menghindari, tapi kecepatannya tidak bisa menandingi Xiao Yuze.


"Celaka! Aku tidak cukup kuat untuk mengimbanginya!" Ban Yuetai mengeluarkan teknik pertahanan karena sadar tidak bisa menghindar. Sebuah kerangka manusia raksasa yang menyelimuti tubuhnya.


Namun, pertahanan yang terlihat kuat itu pada akhirnya hancur dengan pedang kelas atas milik Xiao Yuze.


"Apa hanya segini kemampuanmu? Mengecewakan sekali!" dengus Xiao Yuze. Dia melirik sinis Ban Yuetai yang sudah memegangi perutnya dengan mulut mengeluarkan darah.


"Aku menyerah," ucapnya sambil mengusap sudut bibirnya.

__ADS_1


Ban Yuetai sebenarnya masih bisa berdiri dan bertarung lebih lama. Namun mempertimbangkan kondisinya dan peluang untuk babak tambahan, dia memilih untuk menyerah.


Xiao Yuze mendengus kemudian menyimpan pedangnya. Sorakan yang menggema menyerukan namanya. Itu sangat menyenangkan, membuatnya puas dan merasa tak terkalahkan.


"Xiao Yuze,"


Zhang Yu menatap Xiao Yuze begitu dalam dan penuh makna. Siapapun yang memperhatikan pasti dapat melihat ada yang berbeda dengan tatapannya. Tak terkecuali Xiao Yuze sendiri.


"Ada apa dengannya? Apa dia menantang ku?" batin Xiao Yuze. Dengan sifatnya yang angkuh dan keras kepala, dia membalas tatapan Zhang Yu dengan tatapan yang sama seperti Zhang Yu menatapnya.


"Hong Shen perwakilan Klan Hong dan Hong Xiu perwakilan Klan Hong silakan turun ke arena." Jendral Ji Han berseru dari tempatnya mengarahkan dua pemilik nama untuk maju.


Dua peserta dari satu perwakilan, kejadian ini sangat jarang dan mungkin ini pertama kali terjadi. Peserta heboh dan menjadi antusias. Mereka bertanya-tanya siapa yang akan lolos ke babak ketiga di antara adik-kakak ini.


"Aku pikir Hong Shen yang akan lolos."


"Tidak. Hong Xiu meskipun lebih muda tapi dia memiliki basis kultivasi lebih tinggi. Aku yakin Hong Xiu yang akan lolos."


Saat penonton masih berdebat. Hong Shen dan Hong Xiu sudah berada di atas arena. Keduanya juga sudah menggenggam pedang seperti siap untuk bertarung.


"Xiu'er, bagaimana jika kau yang menyerah?" tanya Hong Shen pada adiknya.


Namun Hong Xiu menggelengkan kepala. "Kenapa tidak kau saja? Sebagai kakak seharusnya kau memberi jalan untuk adikmu."


Hong Shen tiba-tiba menyimpan kembali pedangnya. Dia berkata, "Karena kau bicara begitu. Sebagai kakak yang baik aku akan menyerah."


"Apa?" Hong Xiu terkejut. Begitu pula dengan penonton dan pengamat yang ada di sekitar.


"Hong Shen, apa kau benar akan menyerah?" tanya Jendral Ji Han memastikan.


"Benar, aku menyerah."


Semua orang seketika menghela nafas kecewa. Padahal mereka sudah menantikan pertarungan saudara ini tapi malah Hong Shen menyerah tanpa bertarung.


"Harusnya itu keputusan yang tepat. Jika bertarung dia juga tidak akan menang dari adiknya." Dewa naga berbicara dari dalam gelang.


Zhang Yu mengangguk samar. "Dengan cara seperti itu dia akan bertarung dalam babak tambahan. Cukup menguntungkan karena dia tidak menerima luka bekas pertarungan," ucapnya pelan.

__ADS_1


__ADS_2