Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 114 : Kembali ke Akademi


__ADS_3

"Saudara Ketujuh, bagaimana kau akan mengatasi orang ini?" tanya Xuan Wu sambil menunjuk Jiang Fu yang terikat.


Xuan Yin melihatnya sekilas dengan dingin. Sebenarnya tidak ada dendam di antara dirinya dengan Jiang Fu, hanya saja tidak tahu bagaimana hubungan di antara dia dengan Zhang Yu.


"Serahkan padaku," kata Xuan Yin lalu segera menghampirinya.


Jiang Fu langsung menundukkan kepala melihat Xuan Yin. "Pangeran Ketujuh, ini sungguh hanya kesalahpahaman. Aku tidak berniat menghancurkan pilar batu milikmu. Aku hanya ...."


"Kau bukan hanya berniat menghancurkan pilar batu, tapi juga menghasut orang lain untuk menargetkanku."


Kalimat Jiang Fu tertahan dengan kedatangan Zhang Yu. Tubuhnya gemetar menahan tekanan yang terpancar darinya. "Apa maksudmu? Kenapa kau tiba-tiba menuduh ku? Memangnya aku mengenalmu?"


Setelah melakukan semua ini Jiang Fu malah berpura-pura budak mengenalnya. Sungguh konyol. Zhang Yu tak bisa menahan tawa melihat sikapnya.


"Jiang Fu! Putra tinggal Patriark Klan Jiang yang pergi ke ibukota tujuh tahun lalu. Kau pikir aku tidak bisa mengenalimu?"


Wajah Jiang Fu mendadak pucat. Dia diam untuk beberapa saat sebelum tertawa seperti orang gila.


Hahahaha!


"Ya! Aku Jiang Fu! Memangnya kenapa?"


Zhang Yu mencemooh. Awalnya dia tidak tahu jika Jiang Fu berada di Akademi Kekaisaran. Dia baru tahu saat berada di lantai kedua setelah berhadapan dengan kelompok Wen Bailou. Saat itu Jiang Fu bersembunyi di salah satu bilik. Meski berpura-pura tidak melihatnya, tapi sebenarnya dia melihat cukup jelas dia ada di sana.


Bahkan saat itu Zhang Yu masih ragu jika itu benar-benar Jiang Fu. Namun setelah mempertimbangkan informasi tentang kepergian Jiang Fu sejak tujuh tahun lalu membuatnya yakin jika itu memang lah dirinya.


"Zhang Yu, jika kau berani lepas ikatan ku. Kita bertarung satu lawan satu. Jangan merasa hebat jika kau hanya berani berdiri di belakang Pangeran Ketujuh!"


Shut...


Tali yang mengikat Jiang Fu langsung lepas dengan hanya menggerakkan satu tangan.


"Seperti ini yang kau inginkan?"


Jiang Fu tak mengira akan jadi seperti ini. Tapi dengan harga diri yang tinggi dia menarik tubuhnya bangkit lalu mengeluarkan senjata. "Jangan berpikir aku takut dengan mu! Aku akan menghadapimu!"


Meski berkata seperti itu Jiang Fu sebenarnya adalah seorang pengecut. Dia tahu Zhang Yu memiliki kekuatan di atas tingkatannya jadi keberaniannya untuk maju sudah lenyap bahkan hanya dengan bertatapan dengannya.


"Sekarang apa? Aku memberiku kesempatan untuk menyerang terlebih dahulu. Kau tidak mau maju?"


Wen Bailou yang berada di tingkat master saja terbunuh olehnya. Bagaimana bisa dirinya yang hanya di tingkat ahli mengalahkannya? Itu mimpi di siang bolong.


"Aku memberiku kesempatan. Bahkan aku tak mengeluarkan senjata. Apa yang kau tunggu?"


Setiap kata berhasil membuat kepala Jiang Fu berdengung. Dia mencengkram kuat pedangnya dan matanya menjadi agak kemerahan.


"Zhang Yu!"

__ADS_1


Zhang Yu menaikkan sebelah alisnya dan menantikan hal ini. Jiang Fu menatap tajam seperti elang, dia juga secara pasti mengalirkan Qi ke pedangnya.


"Aku akan membunuhmu, Zhang Yu!" teriaknya lalu berkelebat cukup cepat.


Pedang besar menyapu tanah hingga meninggalkan goresan memanjang. Zhang Yu tak tinggal diam, melihat Jiang Fu bergerak dia juga melesat ke arahnya.


Blam!


Meski hanya tangan kosong, Zhang Yu masih terlalu kuat untuk Jiang Fu. Begitu dua energi kekuatan bertemu, pedang di tangan Jiang Fu langsung terlepas dan tubuhnya terbanting dengan keras.


Darah mengalir di sudut bibirnya, dia bangkit sambil mengusap dengan jempolnya. "Zhang Yu brengsek! Kau sudah menghancurkan Klan Jiang, aku tidak akan melepaskanmu bahkan jika aku mati di sini!"


Hum...


Zhang Yu menarik sedikit senyum sinis di bibir tipisnya, lalu melesat ke arah Jiang Fu dan membunuhnya.


Blam!


Pukulan itu tepat mengenai dadanya. Tubuh Jiang Fu tenggelam dalam reruntuhan hanya menyisakan kepalanya. Dia memuntahkan seteguk darah segar, lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


"Kau sudah melakukan terlalu banyak hal untuk mencapai tujuanmu. Kau pantas menerimanya!" Zhang Yu mengusap tangannya dengan secarik kain lalu membuangnya.


Harusnya dengan begini masalah yang muncul di akademi tidak akan muncul lagi. Sumber masalah sudah disingkirkan dan dia akan menjalani hidup dengan nyaman.


...


Sepuluh hari kemudian. Hutan Belakang Akademi Kekaisaran.


"Mungkin sebentar lagi, Kepala Akademi. Karena memang kadang waktu kemunculannya tidak begitu pasti," kata Ouyang Jun yang berdiri di samping Wang Chen.


Wang Zhen tak berhenti cemas sejak hari pertama penjelajahan. Dia merasa ada yang salah di dalam Alam Zhen Yang. Saat itu dia berpikir hanya perasaannya, tapi semakin hari dia menjadi semakin gelisah memikirkan kejanggalan tersebut.


Oleh karena itu, dia menjadi orang pertama yang datang di hari kepulangan mereka.


Satu jam, dua jam ... Waktu terus berlalu. Dari pagi sekarang menjadi sore. Wang Chen semakin gelisah. Tetua yang awalnya tenang juga mulai khawatir.


"Kepala Akademi, ...."


"Sudah keluar! Sudah keluar!"


Mendengar ini semua orang langsung berdiri di tempat masing-masing dan mulai menyatukan kekuatan untuk membuka sobekan ruang itu membentuk pintu layaknya sebuah gerbang.


Dari dalam portal ratusan murid kembali dari penjelajahan. Satu persatu keluar dan berkumpul di depan para tetua.


Namun ekspresi tetua masih terlihat bingung. Jumlah murid yang tadinya mencapai tiga ratusan orang sekarang hanya tersisa separuhnya.


"Ada apa ini? Kemana yang lain? Apa hanya ini yang kembali?" tanya Guru Besar Ouyang Jun.

__ADS_1


"Maaf Guru! Telah terjadi sesuatu tak terduga di dalam sana. Selain murid Akademi Kekaisaran, ternyata ada kelompok lain yang datang." Xuan Yang mencoba menjelaskan.


Tentu saja penjelasannya ini membuat para tetua menautkan alis dengan terkejut. "Kelompok lain? Bagaimana itu mungkin?"


"Benar yang dikatakan Saudara Pertama. Ada pintu lain untuk memasuki Alam Zhen Yang. Itu berada di Kekaisaran Yang. Mereka yang masuk ke sana adalah Klan Yan dan Klan Hong."


Tidak ada tetua yang tidak terkejut dengan ucapan Xuan Liang.


Kekaisaran Yang? Klan Yan? Klan Hong?


"Banyak murid yang tiada di tangan Klan Yan. Kemudian ada insiden pagoda ambruk yang merenggut nyawa puluhan murid."


Lagi-lagi para tetua tercengang. Wang Chen menghela nafas berat. "Ternyata inilah yang aku rasakan sebelumnya."


Pantas saja Alam Zhen Yang terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tak lain karena ada pintu lain yang tercipta selain yang ada di hutan belakang.


"Baiklah, karena penjelajahan sudah berakhir, kalian dapat kembali kediaman masing-masing."


Semua berjalan pergi meninggalkan hutan belakang setelah mendengar kalimat dari kepala akademi.


Zhang Yu juga hendak kembali bersama Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao. Tapi mendadak dia berhenti mendengar suara dalam benaknya.


"Bocah, datanglah ke tempatku, aku menunggumu."


Guru?


Zhang Yu melirik ke arah Xuan Yin. Agaknya dia juga mendapat pesan dari guru untuk pergi ke kediamannya. Hal ini cukup membuatnya penasaran dengan apa tujuan guru memanggilnya.


"Ada apa! Apa kau melupakan sesuatu?" tanya Wu Zetian.


"Tidak ada. Hanya saja aku harus pergi untuk melakukan sesuatu dan aku perlu bantuanmu untuk menjaga Sun sampai aku kembali." Zhang Yu memberi tanda pada Sun. Kera kecil itu dengan cepat mengerti dan langsung melompat ke pundak Wu Zetian.


"Sebenarnya ada urusan apa? Sangat mendesak kah?"


"Benar. Sangat mendesak. Jadi aku perlu bantuanmu."


Wu Zetian tidak sempat mengatakan kalimatnya, Zhang Yu sudah melesat pergi dari hadapan mereka bertiga.


"Keterlaluan! Dia mulai lagi." Wu Zetian sangat membenci sikap Zhang Yu yang pergi tanpa membiarkannya menyelesaikan ucapannya. Dia bahkan masih menitipkan kera kecilnya pada dirinya.


"Memangnya aku tempat penampungan!" dengus Wu Zetian kesal.


Eh...


"Kalian berdua tidak akan melakukan apapun kan? Jika begitu aku titip kera kecil ini ya? Aku harus pergi ke tempat penukaran untuk menukar beberapa barang dengan poin kontribusi." Wu Zetian menarik tangan Tang Yue dan He Jiao lalu meletakkan Sun di atasnya.


"Aku pergi dulu! Kalian harus menjaganya dengan baik. Jangan lupa beri dia makan." Dia pergi tanpa rasa bersalah. Tang Yue dan He Jiao menatap Sun dengan bingung. Butuh beberapa detik sebelum mer ka menyadari hal ini.

__ADS_1


Tang Yue mengepalkan tangan dan meminta Wu Zetian kembali. "Gendut! Kembali kau! Jangan seenaknya melempar tanggung jawab!"


Tapi Wu Zetian hanya melambaikan tangan dan menunjukkan senyum tak berdosa. "Urus saja dia. Aku akan mengambilnya sebelum Zhang Yu kembali."


__ADS_2