
"Karena tiga puluh peserta sudah berkumpul, aku akan menjelaskan peraturan dan sistem pertarungan babak pertama." Jendral Ji Han menggemakan suaranya agar terdengar hingga ke penjuru.
Matanya yang hitam legam menatap secara bergantian tiga puluh generasi muda di bawah tiga puluh tahun yang berdiri di depannya. Dia mengambil nafas, kemudian melanjutkan kalimatnya.
"Dalam babak pertama, setiap tiga orang akan bertarung bersama menghadapi manusia kayu. Peserta yang bertahan paling dialah yang akan maju ke babak kedua." Jendral Ji Han melirik sekilas, melihat tidak ada yang bertanya dia berpikir semua telah paham jadi segera mengeluarkan daftar tiga nama sesuai pembagian pot yang telah dilakukan.
"Tiga peserta pertama. Ren Ma, perwakilan Keluarga Ren! Shu Yang, perwakilan Klan Shu! Ban Yuetai, perwakilan Menara Api!"
Tiga pemilik nama yang disebut keluar dari barisan. Satu pria putih dengan rambut ikal, satu pria gemuk membawa kapak dan satu pria berotot bertubuh tegap.
"Yang lain silakan ke tempat tunggu," ucap Jendral Ji Han sambil menunjukkan tempat duduk khusus peserta yang berada tepat di sisi pembatas arena.
Sekarang di atas arena hanya tersisa tiga orang peserta.
"Babak pertama dimulai dalam hitungan ketiga." Jendral Ji Han mulai menghitung, ketiga peserta sudah mengeluarkan senjata masing-masing untuk bersiap.
"Satu, dua, tiga!"
Seketika di bagian pembatas muncul cahaya yang kemudian membentuk kubah samar. Tak lama setelah itu manusia kayu muncul di tengah-tengah arena dengan kekuatan yang tidak biasa.
Ketiga peserta terkejut setelah merasakan tekanan dari manusia kayu. Mereka bersikap waspada. Namun manusia kayu telah mendeteksi keberadaan mereka dan mengeluarkan tiga peluru yang terbentuk dari energi kekuatan.
Blam!
Begitu meledak kepulan asap meluap dengan cepat. Ketiga peserta berhasil menahannya, tapi terlihat mereka juga tidak mudah untuk melakukannya.
Zhang Yu di sisi lain mengamati pertarungan pembuka ini dengan serius. Dia cukup terkejut dengan manusia kayu yang sanggup mengeluarkan serangan seperti itu.
Mungkin sebelumnya dia pernah menghadapi boneka kayu yang mirip dari segi bentuknya. Tapi boneka kayu hanya bisa menggunakan serangan fisik. Berbeda dengan manusia kayu yang dapat mengeluarkan serangan spiritual.
"Dari mana sumber kekuatannya?" gumam Zhang Yu penasaran.
"Kekuatannya berasal dari sampel jiwa yang diambil. Memiliki kekuatan yang sama, juga teknik dan kapasitas yang sama."
Zhang Yu menyipitkan mata mendengar ucapan dewa naga. "Ada hal seperti itu juga?"
"Ternyata pengetahuanmu tidak sebanyak yang aku pikirkan. Kau masih sangat dangkal," ejek dewa naga.
__ADS_1
Zhang Yu tak membalasnya. Dia kembali fokus pada pertarungan, melihat bagaimana ketiga peserta itu bertahan dari serangan manusia kayu.
Harus diakui mereka tidak bisa mengalahkan manusia kayu. Jadi mereka bertahan sambil berusaha mengambil jarak selebar mungkin.
Tidak ada yang menyangka, pada kesempatan ini Ban Yuetai perwakilan menara api alih-alih menyerang manusia kayu malah menyerang dua pesaingnya.
Ren Ma dan Shu Yang yang tidak menduga hal ini tentu tidak bisa berbuat banyak saat serangan menghempaskan tubuh mereka keluar pembatas.
Hanya tersisa satu peserta, manusia kayu terbang ke tempat semula dan kehilangan kesadaran.
"Ban Yuetai lolos ke babak kedua!" Suara Jendral Ji Han menyadarkan semua orang yang masih ter bengong. Mereka menatap ke arah Ban Yuetai yang baru saja disahkan lolos ke babak berikutnya.
"Licik sekali! Dia tidak yakin dapat bertahan sampai akhir jadi menyerang diam diam pesaingnya!"
"Karena tidak ada larangan untuk menyerang peserta lain jadi apa yang Ban Yuetai lakukan tidak salah. Dia hanya memanfaatkan celah dari peraturan dan sistem pertarungan."
Beberapa kubu mencemooh cara Ban Yuetai. Tapi tak sedikit yang memuji cara berpikirnya yang logis dan cermat.
Gelombang kedua, babak pertama, tiga nama lain disebutkan secara bergantian.
Begitu nama Zhang Yu disebutkan, beberapa pasang mata langsung menatap ke arahnya.
"Beruntung kau tidak bertemu denganku," ujar Yan Xou sambil melipat tangannya dengan angkuh.
Zhang Yu mendengus pelan. Dia maju ke arena bersama dengan dua peserta lainnya.
"Siapa Zhang Yu ini? Dari mana Saturnus mendapat orang sepertinya, sepertinya tidak meyakinkan," kata beberapa orang dari tempat duduk penonton.
"Tujuh tahun lalu Saturnus menempati urutan terakhir. Padahal Saturnus adalah kekuatan yang cukup diperhatikan, tapi sepertinya mereka kekurangan generasi muda berbakat."
Liu Bei yang mendengar ucapan mereka hanya bisa mengeratkan kepalan tangannya. Dia kesal tapi tidak bisa menyangkal.
"Zhang Yu, jangan kecewakan aku. Kau harus lolos babak pertama!"
"Kalian sudah siap?" tanya Jendral Ji Han yang berdiri di dekat manusia kayu. Setelah mendapat tanda dari ketiga peserta dia mulai menghitung.
"Satu, dua, tiga!"
__ADS_1
Seperti sebelumnya, kubah pembatas langsung tercipta begitu Jendral Ji Han meninggalkan arena. Manusia kayu bangkit, kemudian menyerang mengincar mereka bertiga secara bergantian.
Kekuatannya tidak bisa dipastikan. Zhang Yu mencoba menahan pukulannya dengan pedang semesta tapi malah tangannya yang bergetar. Dari sana Zhang Yu mengambil keputusan untuk mengambil jarak terlebih dahulu.
Namun sepertinya dua peserta lain telah sepakat untuk menyingkirkannya lebih dahulu. Mereka bergerak seirama, kemudian memancing manusia kayu agar menyerangnya.
Sungguh sial karena manusia kayu sekarang menghadap ke arahnya. Zhang Yu membentang pedang, lalu ikut maju saat manusia kayu melesat.
Prang!
Lengan manusia kayu ini sangat keras. Suara dentingan itu memekak telinga.
Zhang Yu berhasil bertahan dari serangan tersebut. Tapi Lan Yin dan Chi Xu memiliki rencana yang lebih komplek. Setelah tak berhasil menggunakan manusia kayu mereka menyerang dari dua arah yang berbeda. Berpikir dapat menyingkir Zhang Yu dalam kondisi lemahnya.
"Rasakan ini!"
"Menyingkir dari jalan kami!"
Dua serangan datang bersamaan. Zhang Yu membuka matanya lebar, lalu menaruh pedang semesta di depan tubuhnya.
"Pedang pembunuh!"
Bayangan cakar yang baru tercipta langsung melesat lurus. Ketika bertemu dengan dua energi kekuatan milik Lan Yin dan Chi Xu, ledakan yang cukup dahsyat terjadi hingga membuat pembatas cahaya bergetar.
Penonton terpaku, begitu pula dengan sang pengadil Jendral Ji Han. Mereka berpikir Zhang Yu perwakilan Saturnus telah gugur, tersisa dua nama yang akan bersaing.
Namun saat kepulan asap mereda, terlihat di atas arena hanya ada Zhang Yu seorang. Manusia kayu telah kembali ke tempatnya, sedang Lan Yin dan Chi Xu ditemukan terbaring di luar pembatas.
Bagaimana hal ini terjadi?
Saat semua orang berpikir perwakilan Saturnus akan gugur, tapi kenyataan berbicara sebaliknya. Hasil gelombang kedua ini benar-benar mengejutkan!
Jendral Ji Han segera mendatangi Zhang Yu dan mengesankannya sebagai pemenang gelombang kedua. Liu Bei berdiri dari kursinya dan berseru dengan gembira.
"Zhang Yu! Bagus sekali!"
Tetua yang duduk di sebelah Liu Bei pun juga senang. Mereka melakukan tos untuk merayakan kemenangan.
__ADS_1