Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 101 : Lantai Kedua


__ADS_3

Pagoda naga adalah bangunan yang terdiri dari tujuh lantai. Memiliki tinggi lebih dari tiga puluh lima meter dan luas alas sepuluh ribu meter.


Semua orang bisa masuk ke lantai pertama, tapi untuk naik ke lantai dua dan seterusnya dibutuhkan usaha serta keberuntungan.


Hal itu tidak lain dikarenakan di dalam pagoda adalah ruangan seperti labirin. Ada begitu banyak jalur, tapi hanya sedikit yang mengantar ke pintu menuju lantai dua.


"Zhang Yu, menurutmu apa yang akan kita dapatkan jika berhasil mencapai lantai ketujuh?" Wu Zetian berjalan dengan semangat. Melangkahkan kaki sambil meletakkan tangan di belakang.


Dia tak menyadari tiga orang yang semula berada di belakangnya sekarang tak terlihat batang hidungnya.


Tapi karena kalimatnya terus diabaikan dia merasa kesal dan langsung membalikkan badan. Baru setelah itu Wu Zetian menyadari di sini, hanya ada dirinya sendiri.


Eh...


"Kemana mereka?" Dalam sekejap Wu Zetian menjadi panik. Diam beberapa saat, lalu berteriak memanggil Zhang Yu, Tang Yue dan He Jiao dengan suara yang gemetar.


"Keterlaluan! Apa mereka meninggalkanku sendirian di sini?!"


Di saat rasa panik semakin menyerang, Wu Zetian tidak bisa berpikir dengan tenang. Dia berlari seperti dikejar setan, bahkan tak peduli apa yang ada di sekitar, hanya mengayunkan kaki secepat kilat.


"Zhang Yu! Tang Yue! He Jiao!" Dia kembali berteriak berharap mendapat jawaban.


Sampai satu waktu, dia melihat siluet mereka bertiga dari kejauhan. Sejenak Wu Zetian tak ingin terkecoh, dia berkedip beberapa kali tapi sepertinya tidak ada yang salah dengan penglihatannya.


"Mereka ... Bukankah aku berjalan di depan mereka? Bagaimana bisa mereka ada di depanku?" Wu Zetian menggelengkan kepala lalu mempercepat langkahnya.


Begitu sampai di tempat hal pertama yang dilakukannya adalah memeriksa mereka. Benar asli atau tidak. Namun ....


Plak!


Tang Yue memukul punggung Wu Zetian agak keras. "Apa yang kau lakukan? Kau pikir kami patung kau putar balik sembarangan?!"


Bukannya kesal atau marah, Wu Zetian menghela nafas dan tampak lega. "Syukurlah aku bertemu kalian kembali. Tapi sungguh kalian sangat keterlaluan meninggalkanku sendiri."


"Wu Zetian, kami tidak meninggalkanmu. Kau lah yang berjalan begitu cepat tanpa menghiraukan kami," balas He Jiao.

__ADS_1


Tapi bagaimana mungkin Wu Zetian percaya dengan kalimatnya. Jelas-jelas dirinya yang tertinggal di belakang. Jadi sangat masuk akal dirinya yang ditinggal.


"Ini jalan buntu. Kita hanya terus berputar jika mengambil jalan yang sama."


"Ya, tentu ... A-apa maksudmu? Jalan buntu?" Wu Zetian memperhatikan jalan di depannya. "Maksudmu aku berjalan terus di jalan buntu hingga bertemu kalian kembali?"


Alih-alih menjelaskannya secara langsung, Zhang Yu meminta Wu Zetian membalikkan badan. Alhasil dia dapat melihat tiga cabang jalan.


"Kau berjalan begitu cepat sampai kami tak bisa menghentikanmu," kata He Jiao menyadari kerutan di wajah Wu Zetian.


Tang Yue menganggukkan kepala. "Benar, lagi pula salahmu sendiri yang berlagak seperti tahu jalan. Tapi tidak menyadari jika jalan yang benar baru bisa ditemukan dengan arah yang berlawanan."


"Sebenarnya ruangan ini menyerupai lingkaran. Kita masuk melalui jalur bagian dalam, jadi jalur keluar berada di sisi luar." Zhang Yu menjelaskan singkat.


Terlepas dari hal itu memang harus diakui mekanisme ruangan ini benar-benar unik. Jika mereka bergerak lurus mengikuti arah yang semestinya, tidak akan ada jalan keluar karena jalan yang terlihat hanya satu jalur utama. Tapi ketika berjalan berlawanan, dua jalur yang menyerupai cabang pohon di sisi jalur utama dapat dilihat pada satu titik berseberangan.


"Karena jalan keluar sudah ditemukan. Apa yang kalian tunggu? Ayo cepat!" Wu Zetian tidak lagi mempedulikan perasaan canggungnya. Dia berjalan seperti tidak terjadi apa-apa dan sangat percaya diri.


Tang Yue benar-benar tak tahan dan bertahap memutar matanya dengan malas. Namun dia tak mengatakan apapun. Mengikuti Zhang Yu dan He Jiao yang juga sudah bergerak.


Beberapa menit kemudian mereka sudah naik ke lantai dua. Menemukan beberapa peti harta dan sumber daya langka di bilik bilik yang dijumpai di sekitar lorong.


"Wah! Bunga kristal yang sudah melar sempurna. Bagaimana kau bisa mendapatkannya?" tanya He Jiao antusias.


Tang Yue pun cerita sedikit saat memeriksa salah satu bilik dan menemukan bunga kristal dewasa. Tak lupa juga menunjukkan bilik yang baru diperiksa nya itu.


"Aku sendiri juga tidak menyangka akan mendapatkan bunga kristal yang sudah mekar seperti ini. Sepertinya hari ini adalah keberuntunganku."


"Beruntung? Sepertinya keberuntungan itu milik kami."


Suara ini datang tidak terduga. Tang Yue dan He Jiao spontan membalikkan badan melihat sekelompok orang yang mengenakan pakaian senada dengan mereka berdua.


Mereka juga berasal dari Akademi Kekaisaran!


Baik kelompok lima orang ini, ataupun Tang Yue dan He Jiao tidak menyangka jika mereka masih satu akademi.

__ADS_1


Ehem...


Satu pria yang berdiri paling kanan mengambil nafas dan berdehem dengan suara nyaring. "Kalian berdua sepertinya murid pelataran luar."


"Benar,"


Senyum pria itu tertahan, tapi sesaat kembali mengembang. "Kami sebagai senior tidak ingin menindas sesama murid akademi. Jadi kami memberi kalian pilihan. Serahkan bunga kristal itu dan kami akan mengajak kalian bergabung dalam kelompok kami."


Tang Yue dan He Jiao terdiam. Ekor mata saling melirik kemudian mulai menertawakan mereka.


Sikap Tang Yue dan He Jiao membuat kelima murid dalam meradang. Wajah mereka merah dan terlihat jelas kemarahan yang masih tertahan.


"Kalian tidak tahu siapa kami? Kami adalah ...."


"Tidak ada yang peduli siapa kalian. Mereka juga tak membutuhkan kelompok yang lemah."


Seluruh mata tertuju pada Wu Zetian yang baru keluar dari salah satu bilik. Tubuhnya yang gemuk seakan bersinar dan setiap kalimatnya sangat tajam.


Kalimat Wu Zetian berhasil membuat kelima orang ini semakin marah. "Babi gendut kurang ajar! Aku akan memberimu pelajaran!"


Melihat lima orang datang bersama tentu saja Wu Zetian tidak berani menghadapinya. "Keterlaluan! Jika kalian benar-benar pria, mari berhadapan satu lawan satu!"


"Kau mengatakan kami kelompok lemah. Tentu saja kami harus menunjukkan kekuatan kami kepadamu," kata salah satu dari mereka.


Wajah Wu Zetian pucat. Dia melangkah mundur dan tanpa sengaja menabrak Zhang Yu yang baru saja datang.


"Zhang Yu, akhirnya kau datang juga." Wu Zetian mengubah raut wajahnya begitu cepat. Yang tadinya takut dan panik sekarang kembali percaya diri.


Kelima murid dalam menyipitkan mata dengan ragu. Meski belum pernah melihat wajah Zhang Yu secara langsung, tapi namanya sudah sangat terkenal di kalangan murid dalam dan luar. Jadi bukan hal aneh begitu mereka mendengar namanya, ekspresi langsung berubah seratus delapan puluh derajat.


"Ada apa ini? ...."


Wu Zetian jelas ingin mengatakan sesuatu. Tapi kelima murid dalam langsung menyerobotnya.


"Tidak ada apa-apa. Ini hanya kesalahpahaman. Kami akan pergi sekarang juga. Sampai jumpa."

__ADS_1


Mereka berlari lebih cepat daripada kelinci yang dikejar serigala. Tidak berhenti atau bahkan sekadar menoleh ke belakang.


Zhang Yu mengedikkan bahu. Aku bukan monster. Kenapa mereka lari terbirit-birit?"


__ADS_2