Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 239 : Surat Dari Guru


__ADS_3

Zhang Yu berpikir dia akan memiliki kesempatan untuk berlatih menempa setelah Xuan Yin melahirkan putra mereka. Namun, siapa yang mengira dirinya akan menjadi lebih sibuk bahkan berjaga semalaman ketika Zhang Chao kecil menangis dan sulit tidur.


"Yu Gege, sepertinya ada surat darimu." Pada saat itu Xuan Yin sedang membuka surat-surat yang datang dari keluarganya. Tidak hanya untuknya tapi ternyata juga ada yang mengirim untuk Zhang Yu.


Zhang Yu lekas mendekat. "Dari siapa?" tanyanya.


Xuan Yin mengedikkan bahu. "Buka saja jika ingin tahu. Aku juga penasaran."


Tidak membuang lebih banyak waktu Zhang Yu membukanya. Dia cukup terkejut saat menemukan lambang Akademi Kekaisaran di sana.


"Ini dari guru,"


Xuan Yin sejenak terdiam. Dia lalu bertanya, "Apa yang ditulis guru?"


Zhang Yu meletakkan gulungan itu di atas meja. "Guru ingin aku kembali ke akademi."


"Jika begitu pergilah. Guru mungkin memiliki sesuatu yang penting untuk disampaikan."


Meski sudah mendapat izin dari istrinya tapi Zhang Yu tetap seperti tidak bisa meninggalkannya mengurus Zhang Chao kecil sendirian.


"Pergi saja. Tidak perlu mengkhawatirkan kami di sini. Masih ada ibu, Yixue bahkan ayah pun sangat ingin menemani cucunya."


Setelah berpikir sangat lama akhirnya Zhang Yu meninggalkan Klan Xiao keesokan paginya. Tak lupa dia berpamitan pada semua orang terkhusus putra kecilnya.


"Chao'er, ayah mau pergi sebentar. Jadilah anak pintar dan jangan menyusahkan ibumu, mengerti?"


Baba...


Zhang Chao yang ada dalam gendongan ibunya segera menarik telunjuk Zhang Yu. Dia seperti mengerti dengan apa yang diinginkan ayahnya dan berjanji akan melakukannya.


Zhang Yu tersenyum sambil mencubit hidung putranya. "Jaga ibumu ya jagoan!"


Begitu Zhang Yu keluar dari ruangan, beberapa orang termasuk Song Yixue berada di sana untuk mengantar kepergiannya.


"Yu Gege, apa aku sungguh tak boleh ikut denganmu?"


"Tetaplah di sini dan bantu jaga Chao'er. Dia sangat suka saat bibinya datang dengan mainan. Jadi lain kali jika datang jangan dengan tangan kosong," ucap Zhang Yu.


Song Yixue langsung mencebik kesal dan berjalan ke arah Xuan Yin yang menggendong Zhang Chao. "Benar juga. Ada keponakan yang imut seperti ini bagaimana mungkin aku rela pergi. Aku akan tetap di sini. Yu Gege pergi saja sendiri," serunya.


Zhang Yu tidak mengatakan apapun. Dia pergi setelah mencium kening putra dan istrinya dengan menggunakan portal teleportasi yang ada di gerbang utara.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di Kota Dou Xi. Zhang Yu melewati bukit kemudian sampai di Gunung Tiankong, tempat berlangsungnya pertarungan surga beberapa tahun lalu. Tapi tempat itu sekarang cukup sepi karena hampir tidak ada orang yang datang.


"Anak muda, apa kau tersesat?"


Zhang Yu menghentikan langkahnya ketika berpapasan dengan seorang pria tua.

__ADS_1


"Tidak," ucapnya singkat.


Pria tua itu menganggukkan kepala. "Karena ini bukan jalan utama untuk keluar dari Kota Dou Xi, rasanya cukup aneh ketika melihat seseorang berjalan di jalan ini. Maafkan aku, kau bisa melanjutkan perjalananmu," kata pria tua itu.


Zhang Yu hanya bergumam. Long Shen yang berada di pundak berusaha menelisik kekuatan pria tua itu tapi tak menemukan apapun kecuali ruang gelap yang kosong.


"Zhang Yu, pria tua itu bukan orang biasa."


Kalimat Long Shen membuat Zhang Yu kembali menghentikan langkahnya dan berbalik mencari keberadaan pria tua. Namun dalam waktu yang sangat singkat pria itu sudah menghilang dari sana.


"Dia sudah menghilang. Dia benar-benar bukan pria biasa!" kata Long Shen.


Namun Zhang Yu tak berkomentar lebih lanjut tentang hal ini. Dia lebih memilih untuk melanjutkan langkahnya menuju hutan beku yang menjadi tujuan utama kenapa dirinya memilih jalan memutar.


Saat pertama memasuki wilayah hutan beku Zhang Yu sudah merasakan keberadaan binatang spiritual di mana-mana. Namun mungkin karena aura kekuatannya sehingga tak satu pun binatang spiritual berani mendekat kepadanya.


Zhang Yu berjalan lebih ke dalam. Beberapa binatang spiritual bahkan ketakutan saat bersimpangan dengannya. Lari tunggang langgang seperti mangsa bertemu pemangsa.


"Sampai kapan aku akan terus berjalan? Apa kau tidak bisa mendeteksi keberadaannya?" tanya Zhang Yu pada Long Shen.


Tetapi Long Shen diam karena tidak bisa memberikan jawaban.


Zhang Yu pun memutuskan untuk berjalan lebih ke dalam. Namun bukannya menemukan apa yang dirinya cari, dia malah didatangi segerombolan serigala yang menyalak ke arahnya. Mereka seolah tidak takut dengan aura yang terpancar dari tubuh Zhang Yu dan terus menyalak.


Mereka adalah setugala tingkat keempat. Sungguh bukan lawan yang sepadan untuk Zhang Yu. Ketika Zhang Yu berpikir untuk mengabaikan mereka, tiba-tiba bayangan coklat bergerak dari sisi dalam hutan dan menyerang gerombolan serigala.


Zhang Yu masih memperhatikan sosok yang baru datang ini. Senyum di wajahnya terlihat nyata ketika benar-benar memastikan jika itu adalah dia.


"Sun!"


Sun dengan wujudnya yang sekarang benar-benar berbeda. Dia tinggi, besar dan memiliki aura yang sangat kuat. Sepertinya dia sudah menjadi raja binatang spiritual di wilayah hutan beku.


Namun, Sun tetaplah Sun. Begitu melihat Zhang Yu dia langsung menghilangkan sifat buasnya dan menjadi kecil kemudian naik ke pundak sang tuan.


Ak!


Long Shen berdecak kagum ketika melihat peningkatan Sun. Dia berkata, "Dua tahun tidak bertemu ternyata dia sudah meningkat begitu pesat. Sekarang dia sudah menjadi binatang spiritual tingkat keenam yang setara dengan tingkat suci."


"Apa kita akan langsung ke Kekaisaran Xuan?" tanya Long Shen setelahnya.


Tujuan mereka datang ke hutan beku tak lain adalah mencari Sun. Karena sejak sembuh dari luka turbulensi ruang, Sun terlihat seperti binatang yang kehilangan keinginan untuk hidup. Dia juga kesepian yang membuat sangat ibu membuat keputusan untuk melepaskannya di hutan beku.


Setelah hampir dua tahun dia sudah menjadi penguasa hutan beku. Ini juga membuktikan jika keputusan yang diambil ibunya saat itu benar-benar tepat.


"Lihat dia, padahal sebelumnya masih begitu ganas. Sekarang menempel dan terlihat sangat jinak. Benar-benar tidak berwibawa," ucap Long Shen.


Setelah mereka keluar dari wilayah hutan beku, tujuan pertama adalah Kota Dou Ha lalu berlanjut ke Kota Dou Yan.

__ADS_1


Saat akan naik kapal, Zhang Yu bertemu dengan Guang Zhou yang juga naik kapal yang sama. Tidak disangka ternyata Guang Zhou dengan mudah mengenalinya.


"Tidak kusangka kita dapat bertemu lagi setelah sekian lama," ucapnya.


Zhang Yu melihat Guang Zhou yang memiliki begitu banyak barang bawaan. Dia seperti akan melakukan perjalanan jauh.


"Apa kau juga akan kembali ke Akademi?"


Guang Zhou diam sejenak sebelum menganggukkan kepala. "Benar. Sudah cukup lama aku meninggalkan akademi. Sudah waktunya untuk kembali."


"Bagaimana denganmu? Kenapa kau kembali?"


"Aku mendapat surat dari kepala akademi,"


Guang Zhou menyipitkan mata beberapa saat sebelum menganggukkan kepala. "Aku hampir lupa jika kau adalah murid kepala akademi. Ini pasti urusan yang penting sampai mengirim surat kepadamu."


Zhang Yu mengedikkan bahu. Jujur dia tak tahu seberapa penting masalah ini. Guru bahkan tidak memberinya sedikit petunjuk kenapa tiba-tiba memintanya kembali.


Setelah melakukan perjalanan empat hari tiga malam akhirnya mereka sampai di Kota Heishan. Zhang Yu turun bersama Guang Zhou, mereka kemudian bersama-sama melakukan perjalanan menuju Kota Xue He.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba mereka bertemu dengan sekelompok orang yang berlari dengan sangat terburu-buru.


Awalnya mengira ganyan orang yang memiliki suatu urusan penting. Tapi setelah diperhatikan mereka adalah sekelompok pencuri yang berusaha melarikan diri dari kejaran murid akademi kekaisaran.


"Zhang Yu, biarkan aku mengurus mereka," ucap Guang Zhou menahan Zhang Yu yang ingin turun tangan.


Dengan cepat Guang Zhou mengeluarkan pedangnya. Dia menciptakan lima bola api dengan pedangnya, kemudian menyerang kelompok pencuri hingga mereka terjatuh.


Murid akademi pun berhasil menangkap mereka.


"Terima kasih karena telah membantu kami menangkap kelompok pencuri ini," ucap seorang murid wanita pada Guang Zhou.


Guang Zhou menganggukkan kepala sambil tersenyum yang membuat murid wanita itu terpesona dengan wajah karismatiknya.


"Eh, apa kau juga murid akademi?" tanya murid wanita itu ketika menyadari jubah yang dikenakan Guang Zhou.


"Benar.aku juga murid akademi," jawab Guang Zhou.


Murid wanita itu pun pantas menjulurkan tangannya sambil menyebutkan namanya. "Namaku Zhang Ying, aku murid dalam angkatan terbaru."


Ketika mendengar namanya, Guang Zhou sontak memutar kepala mencari keberadaan Zhang Yu. Sama-sama marga Zhang, apa mereka berasal dari klan yang sama?


Namun Guang Zhou tak lagi melihat keberadaan Zhang Yu di tempatnya.


"Di mana dia? Bukankah tadi masih di sana?" batinnya.


"Apa yang kau cari?" tanya Zhang Ying.

__ADS_1


"Tidak ada. Aku akan kembali ke akademi," ucapnya lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


__ADS_2