
"Bagaimana? Apa mereka sudah di dalam?" Seorang pria setengah baya mencegat pelayan yang baru saja kembali mengantar Xiao Nie. Pelayan itu segera memberi hormat begitu menyadari siapa yang berdiri di hadapannya.
"Sudah Tuan Ketiga. Mereka sudah ada di ruang tamu."
Mendengar ini pria setengah baya itu tersenyum puas. "Bagus! Kita hanya perlu menyerahkan mereka pada Menara Iblis dan melimpahkan seluruh kesalahan pada mereka. Dengan begitu hubungan yang sudah lama renggang dapat kembali seperti semula."
"Benar sekali Tuan Ketiga, ide ini benar-benar luar biasa."
Pria itu tertawa. "Tentu saja. Aku, Gong Yuxiang memiliki banyak ide cemerlang. Jika itu kakakku, mustahil dia akan mengambil keputusan ini. Dia terlalu lurus dan kaku."
"Benar benar, Tuan Ketiga memang luar biasa," sahut pelayan tersebut.
Gong Yuxiang sejenak menjadi serius, lalu memperingatkan pelayan yang hendak pergi. "Ingat, jangan sampai kau melakukan kesalahan. Jika rencana ini gagal, kau yang akan bertanggung jawab."
"Ba-baik Tuan Ketiga," ucap pelayan dengan suara bergetar.
Gong Yuxiang pun pergi setelah mendengar jawaban pelayan itu. Dia bersiap menghubungi Menara Iblis untuk babak baru dalam hubungan mereka.
Tidak ada yang menyadari jika bukan hanya ada dua orang di lorong tersebut. Tak lama setelah pelayan pergi menyusul kepergian Gong Yuxiang, Zhang Yu keluar dari balik pilar besar yang ada di ujung lorong.
"Kau benar, pelayan itu bermasalah," kata Long Shen.
"Sejak awal aku sudah curiga dengan gelagatnya yang mencurigakan. Sekarang terbukti, dia benar-benar memiliki rencana tersembunyi."
"Apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Long Shen.
Zhang Yu sebelumnya berpikir untuk mengikuti pelayan itu. Tetapi setelah tahu tujuan mereka, mungkin sebaiknya ia kembali ke ruangan.
Yang mengejutkan adalah di depan ruangan sekarang sudah ada dua penjaga yang bertugas. Bukan seperti tamu, mereka benar-benar diperlakukan seperti tahanan ruangan.
"Kau dari mana?" tanya penjaga itu.
Langkah Zhang Yu terhenti di depan mereka. Dia tersenyum sekilas lalu menjawab dengan tenang. "Udara di sini cukup bagus, jadi aku berkeliling sebentar."
Dua penjaga saling memandang. Detik berikutnya mereka membuka pintu dan meminta Zhang Yu masuk ke dalam.
"Jangan berkeliaran seenaknya, itu adalah perintah dari Tuan Besar," tambahnya.
Zhang Yu tak mengatakan apapun atau mencoba berkomentar. Karena berkata harus di dalam maka dirinya hanya akan di dalam.
"Kau dari mana?" tanya Xiao Nie.
__ADS_1
Zhang Yu segera menarik tangan Xiao Nie ke sudut ruangan. "Kakek ...." Zhang Yu mengatakan semua yang ia dengar sebelumnya. Tidak menyembunyikan apapun termasuk rencana dari pria yang dipanggil Tuan Ketiga.
Seketika Xiao Nie tercengang mendengar cerita Zhang Yu. "Zhang Yu, apa kau benar-benar sudah memastikannya?" tanyanya seakan tidak percaya.
"Itu benar Kakek. Jika kau masih ragu lihatlah di depan, ada dua penjaga yang bertugas untuk memastikan kita di dalam."
Xiao Nie langsung berlari ke arah jendela yang ada di samping pintu. Melihat dari balik tirai dan membuktikan sendiri keberadaan penjaga yang dimaksud.
"Mereka sungguh mengkhianati kita?! Gong Zihao, dia ...."
"Kakek, sepertinya Tuan Besar Gong tidak tahu tentang hal ini. Jika tidak salah ini adalah rencana adik Tuan Besar Gong sendiri."
Hem?
Xiao Nie mengerutkan kening. "Apa maksudmu? Apa Gong Zihao sungguh tidak tahu?"
"Aku tidak dapat memastikannya. Tapi memang seperti itu jika menyimpulkan dari percakapan Gong Yuxiang dengan pelayan itu," jelas Zhang Yu.
Xiao Nie mengangguk paham lalu berjalan ke tempat duduknya. "Aku cukup mengenal karakter Gong Zihao. Meski dia sangat keras, tapi sifatnya sangat baik. Namun adiknya, Gong Yuxiang memang sedikit licik. Dia bisa melakukan apapun demi mendapatkan keuntungan."
"Kita harus pergi dari sini," ucap Xiao Nie lagi.
"Kita bisa mengalahkan mereka. Tapi jika semakin banyak yang datang juga akan merepotkan," kata Zhang Yu.
"Kakek, Yu Gege, sepertinya aku menemukan jalan rahasia!"
Suara Song Yixue langsung menarik perhatian Zhang Yu dan Xiao Nie. Di depan gadis itu tampak lantai yang terbuka menunjukkan akses ke sebuah lorong bawah tanah.
"Yixue, bagaimana kau menemukannya? Bagus sekali!"
Mendapat pujian seperti itu Song Yixue sangat senang. Dia sebelumnya tanpa sengaja menjatuhkan gelas ke lantai. Suara lantai yang cukup nyaring membuatnya curiga ada ruang rahasia di bawahnya. Siapa yang mengira ketika diperhatikan dia menemukan pintu rahasia di sana.
"Ayo kita pergi dari sini," ajak Xiao Nie.
Song Yixue dan Xiao Nie turun pertama. Ketika Zhang Yu akan turun, dia melihat pintu dan memikirkan sesuatu.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Long Shen yang heran.
"Tidak ada yang tahu kapan mereka akan masuk memeriksa. Jadi untuk berjaga-jaga, harus mengunci pintu dari dalam." Namun bukan hanya mengunci pintu dari dalam, Zhang Yu menggeser rak untuk menambah beban dan memastikan pintu tidak akan dapat dibuka dengan mudah.
Long Shen menggelengkan kepala tak berdaya. "Seharusnya bukan hanya rak. Tapi juga semua barang kau pindahkan sekalian," ucapnya.
__ADS_1
"Aku ingin sekali melakukannya. Tapi terlalu membuang waktu, jadi rak saja sudah cukup."
Cih!
Long Shen mendengus mendengar ucapan Zhang Yu. Tapi Zhang Yu tak menghiraukan dan segera masuk ke lorong sebelum menutup pintu rahasia itu kembali.
Tidak ada yang tahu kemana arah lorong itu akan membawa mereka. Xiao Nie memegang obor sambil terus berjalan memimpin perjalanan.
Setidaknya sudah sepuluh menit mereka berjalan. Beberapa belokan dan persimpangan, akhirnya mereka berakhir di sebuah ruangan luas yang mirip dengan tempat persembunyian.
"Ada seseorang di sana!" tunjuk Song Yixue ke arah cahaya. Tampak juga bayangan seseorang yang sedang duduk bersila dalam posisi membelakangi mereka.
"Siapa?" Pria itu berdiri lalu membalikkan badan.
Xiao Nie yang melihat siapa sosok di depannya pun tak bisa menahan keterkejutan. "Tuan Besar Gong!"
"Xiao Nie! Kau sudah kembali?" Pria ini adalah Gong Zihao, Kepala Keluarga Gong. Sama seperti Xiao Nie, dia juga terkejut melihat Xiao Nie berdiri di hadapannya.
"Sudah aku katakan berkali-kali, jangan memanggilku dengan formal. Cukup Gong Zihao," ucap pria tua itu.
"Keterkejutan di wajahnya tidak dibuat-buat. Dia tidak tahu kedatangan kakekmu. Itu berarti dia memang tidak terlibat dalam rencana adiknya." Si pakar ekspresi, Long Shen mulai bekerja. Dengan matanya yang bulat mengamati ekspresi Gong Zihao tanpa celah.
Zhang Yu pun tak banyak berkata, melihat kakeknya sudah mengatakan apa yang terjadi di luar sana dia hanya perlu menunggu respon Gong Zihao setelah mendengarnya.
Dan ternyata Gong Zihao juga sudah curiga dengan gelagat adiknya beberapa hari ini. "Pantas saja dua hari ini dia memintaku untuk fokus kultivasi. Dia sungguh bertindak terlalu jauh. Aku benar-benar harus memberinya peringatan."
"Tunggu. Tidak perlu seperti itu." Sebelum Gong Zihao mengambil keputusan Xiao Nie dengan sengaja menghentikannya.
Tentu saja ini membuat Gong Zihao mengerutkan keningnya heran.
"Aku tidak mau hanya karena masalah ini kalian menjadi bermusuhan. Aku hanya perlu pergi dari sini. Kedatanganku ke sini hanya karena kesepakatan kita sebelumnya."
Gong Zihao langsung teringat sesuatu. Dia mengeluarkan sobekan kertas dari cincin penyimpanan dan menyerahkannya pada Xiao Nie.
"Aku menemukannya dari satu catatan yang ada di perpustakaan kami. Aku tidak dapat memastikan kebenarannya. Tapi hanya ini yang dapat kulakukan untuk membantumu."
Xiao Nie melihat sobekan kertas itu sekilas lalu tersenyum dengan penuh harapan. "Tidak masalah. Aku sangat berterima kasih."
"Tidak tidak. Aku yang seharusnya meminta maaf karena tindakan adikku. Aku harap kau bersedia memaafkannya," ucap Gong Zihao.
Xiao Nie kembali mengangguk. Karena Gong Yuxiang belum membuat masalah yang begitu besar, dia juga tidak masalah untuk melupakan masalah ini. Lagipula tujuan mereka sudah tercapai. Dengan peta tersebut, mereka dapat kembali ke Daratan Zhen Yang.
__ADS_1