
"Kenapa kau begitu muram? Bukankah masih ada waktu untuk membatalkan pernikahan itu? Bibi akan membantumu."
Bertahap Xuan Yin mengangkat wajahnya ketika mendengar ucapan Xiao Mei. Dia tersenyum untuk berterima kasih, tapi tampak dalam raut wajahnya ketidakyakinan. "Pertarungan Surga harusnya sudah berakhir. Xiao Yuze dan orang-orang Klan Xiao pastinya sekarang dalam perjalanan kembali. Bahkan jika Bibi membantu, sepertinya sudah tidak ada waktu."
Xuan Yin merasa tidak berdaya. Entah dirinya mau atau tidak itu tidak penting. Pernikahan ini tetap akan berlangsung. Dia hanya menyesal karena tidak bisa bertemu dengan Zhang Yu dan mengungkap perasaan dirinya padanya.
Tepat pada waktu itu terdengar suara pintu terbuka. Dua orang penjaga masuk sambil membawakan makanan. Mereka meletakkan makanan di meja, kemudian bersiap keluar.
"Tidak disangka, kemenangan yang sudah ada di depan mata pada akhirnya harus direlakan begitu saja."
"Dengar dengar juga Xiao Yuze terluka cukup parah. Dia mungkin membutuhkan beberapa hari untuk memulihkan diri."
Bisik-bisik dua penjaga ini menarik perhatian Xiao Mei. Dia segera menghentikan mereka. "Tunggu sebentar!"
Kedua penjaga langsung berhenti. Bahkan jika Xiao Mei adalah tahanan, kedudukannya masih berada di atas mereka. Oleh karena itu begitu dia meminta untuk berhenti, mereka dengan spontan mengikuti ucapannya.
"Apa Xiao Yuze benar-benar kalah? Dia terluka?" tanya Xiao Mei.
"Menurut informasi yang ada saat ini m mang begitu. Xiao Yuze kalah dalam babak final dan cukup parah," jawab salah seorang penjaga.
Xiao Mei seperti mendapat kabar gembira mendengar berita tersebut. Dia kembali bertanya, "Siapa yang mengalahkannya? Apa itu generasi muda Klan Hong? Atau Klan Guang?"
Dia penjaga sejenak terdiam. "Kami tidak yakin. Tapi jika tidak salah nama orang yang mengalahkannya dalam babak final adalah Zhang Yu."
"Apa?! Zhang Yu?! Apa kalian yakin namanya Zhang Yu?"
Xiao Mei dan Xuan Yin bertanya begitu antusias dan kompak. Yang tadinya masih duduk di pojokan dengan wajah murung, sekarang menjadi bersemangat. Hal ini tentu saja membuat kedua penjaga merasa heran. Mereka menjawabnya dengan ragu.
"Be-benar, namanya Zhang Yu."
Baik Xiao Mei ataupun Xuan Yin masih tidak sadar. Namun secara bertahap setelah kepergian dua penjaga, mereka saling menatap penasaran.
__ADS_1
"Kau mengenal Zhang Yu?"
"Apa Bibi mengenal Zhang Yu?"
Mereka kembali bertanya secara bersamaan. Kemudian Xiao Mei lebih dulu menyadarinya, dia mulai tersenyum dan memegang tangan Xuan Yin.
"Jangan bilang, Zhang Yu adalah pria yang kau tunggu. Alasan kenapa kau sangat menentang pernikahan dengan Xiao Yuze. Benar begitu?" tanya Xiao Mei yang membuat wajah Xuan Yin bersemu merah. Xuan Yin bahkan seolah lupa dengan apa yang dialami nya selama ini. Dia benar-benar lupa dan mengganti semua itu dengan ingatannya bersama Zhang Yu.
"Benar. Nama pria itu adalah Zhang Yu. Tapi apakah Bibi juga mengenalnya?" tanya Xuan Yin.
"Mungkin ini terdengar tidak nyata. Tapi kemungkinan jika kita menunggu orang yang sama."
Xuan Yin menyipitkan mata saat mendengar kalimat Xiao Mei. Dia lalu bertanya, "Bukankah Bibi menunggu putra Bibi datang? Bagaimana mungkin dia orang yang sama?"
"Bukankah Zhang Yu tinggal di Kota Qian Gu, Kekaisaran Xuan? Umurnya sekarang dua puluh dua tahun. Ayahnya bernama Zhang Long, tetua kedua Klan Zhang."
Xuan Yin benar-benar terkejut mendengar apa yang dikatakan Xiao Mei. Mungkin dia tidak tahu secara pasti umur Zhang Yu saat ini. Tapi jika tidak salah memang sama seperti dirinya, dua puluh dua tahun. Kemudian informasi lain mulai dari kota, bahkan tentang tetua kedua. Tidak mungkin hal itu hanya tebakan beruntung.
"Kau tahu kenapa Bibi berada di sini?" tanya Xiao Mei lagi.
Lagi dan lagi Xuan Yin sulit mempercayai hal ini. Tidak pernah terbayang dalam mimpi sekalipun, wanita yang selama ini bersamanya adalah ibu dari pria yang dicintainya. Wajahnya berubah merah saat mengingat dirinya pernah bercerita tentang Zhang Yu. Dia sangat malu sampai tak berani mengangkat wajahnya.
"Bibi ...."
Xiao Mei tahu Xuan Yin pasti merasa sangat malu. Dia sendiri juga tidak menyangka Xuan Yin ternyata memiliki hubungan dengan putranya. Ini mungkin takdir dan tanda jika mereka akan segera berkumpul kembali.
"Xuan Yin, eh tidak. Yin'er, bisakah kau menceritakan tentang Zhang Yu lebih banyak? Bibi meninggalkannya saat berusia beberapa minggu. Bibi sangat rindu dan ingin mendengar banyak hal tentangnya."
Xuan Yin masih tidak terbiasa dengan situasi ini. Dia berdehem untuk menenangkan kegugupannya lalu mengajak Xiao Mei duduk sambil menyantap makanan. "Aku juga tidak banyak tahu Zhang Yu. Tapi aku akan menceritakan semua yang aku ketahui tentangnya."
Sementara Xiao Mei dan Xuan Yin sedang membangun hubungan dengan bercerita tentang Zhang Yu, Zhang Yu sendiri kini sudah kembali ke gedung pusat Saturnus bersama rombongan keluarga Liu.
__ADS_1
"Kau kenapa? Sakit?" tanya Liu Mengqi melihat Zhang Yu terus menggosok hidungnya.
"Apa kau percaya jika hidung gatal adalah tanda ada orang yang membicarakanmu di belakang?" tanya balik Zhang Yu pada gadis itu.
"Mungkin saja. Kau baru saja mendapatkan tempat pertama dalam pertarungan surga. Sekarang, di wilayah Kekaisaran Yang, siapa yang tidak tahu namamu? Malah akan aneh jika tidak ada yang membicarakanmu," timpalnya sambil menganggukkan kepala.
Zhang Yu tersenyum. Dia memang telah memenangkan pertarungan surga. Namanya juga banyak dikenal orang. Bahkan dalam perjalanan kembali, di sepanjang jalan selalu ada yang membicarakannya.
"Zhang Yu, kakakku ingin bicara denganmu." Saat akan masuk ruangannya, tiba-tiba Liu Cang datang sambil berlari cukup kencang.
"Kenapa ayah mencarinya?" tanya Liu Mengqi pada pamannya. Namun Liu Cang hanya mengedikkan bahu karena dia tidak tahu apa yang ingin disampaikan Liu Bei pada Zhang Yu.
"Cepatlah. Jika tidak dia akan marah-marah padaku," desaknya.
Zhang Yu pun segera pergi menemui Liu Bei di ruangannya. Sepertinya pria tua itu memang sudah menunggu kedatangannya. Terbukti begitu dirinya mengetuk pintu dia sendiri yang datang membukanya.
"Duduk. Ayo duduklah."
Setelah Zhang Yu duduk, Liu Bei mengeluarkan sebuah kotak kayu yang berisi token. Penampilan token yang sangat kuno sangat menarik perhatian Zhang Yu hingga tak bisa mengalihkan pandangannya.
"Apa itu token surga?" tanyanya.
"Benar. Ini token surga, hadiah atas kemenanganmu."
Mendengar hal itu Zhang Yu mengambilnya tanpa ragu. Dia memandang token itu lebih seksama dan menelisiknya beberapa saat.
Token yang setara dengan dekrit kaisar. Itu jelas keuntungan bagi siapapun yang memilikinya. Terlepas kapan akan digunakan, yang jelas token itu akan sangat berguna.
"Zhang Yu, apa rencanamu setelah ini?" tanya Liu Bei. Dia tidak akan menahan Zhang Yu setelah mengetahui identitasnya. Terlebih setelah apa yang diberikannya pada Saturnus.
Dengan memenangkan pertarungan surga dia bukan hanya mengangkat namanya sendiri, tapi mengangkat kelompok yang diwakilinya yakni Saturnus. Sekarang dengan predikat pemenang pertarungan surga, Saturnus memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh. Mempersingkat waktu yang harusnya perlu ditempuh sepuluh tahun untuk mencapai tingkat yang sama.
__ADS_1
"Belum tahu. Mungkin aku akan tinggal beberapa waktu di sini. Apa Tuan Besar Liu tidak keberatan?"
"Tentu saja tidak keberatan. Aku juga berniat mengadakan pesta untukmu malam ini. Kau bisa tinggal lebih lama. Satu tahun, dua tahun, bahkan selamanya, aku tidak akan melarang keinginanmu," canda Liu Bei dengan tawa mengikuti kalimatnya.