Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 205 : Penyusup Tidak Layak Diampuni


__ADS_3

Bukit wilayah tenggara Kota Xue He. Sekelompok orang berpakaian hitam berdiri sambil melipat tangan seolah menunggu sesuatu.


Mereka terlihat sangat tenang seraya memperhati satu gulungan yang dipegang pria berambut gimbal.


"Yan Baufan, apa kau sudah menerima pesan dari Yu Dha?"


Sontak Yan Baufan mengedikkan bahunya mendengar pertanyaan Gao Fengshui. "Sejauh ini belum. Tapi mungkin sebentar lagi akan ada seseorang yang datang."


Gao Fengshui menutup gulungan di tangannya. Itu tak lain berisi tata cara ritual pengorbanan darah yang menjadi rencana utamanya mendatangi Kekaisaran Xuan.


"Bagaimana dengan teknik pengendali jiwa? Apa orang utusan Song Wejin itu sudah mendapatkannya?"


Tidak satupun yang berani buka suara ketika mereka tidak memiliki jawaban atas pertanyaan tersebut. Bahkan Yan Baufan yang biasanya terlihat garang dan sangar, tapi di hadapan Gao Fengshui sama sekali tidak berani membantahnya.


Tepat saat ini seorang pria berpakaian hitam datang dengan tergesa-gesa. Wajahnya pucat dan berkeringat terlihat seperti baru saja menyaksikan pembantaian. Dia tak lain adalah satu-satunya yang tersisa dari anggota Istana Roh yang pergi ke wilayah perbatasan selatan.


"Pemimpin Gao! Pemimpin Yan!" Pria itu segera mengambil nafas besar setelah sampai di depan dua pemimpinnya.


Gao Fengshui dan Yan Baufan hanya menatapnya penuh rasa penasaran.


"Ada apa? Katakan," pinta Gao Fengshui. Entah kenapa dia merasa jika sesuatu yang buruk telah terjadi.


Pria itu kembali menarik nafas. "Pemimpin Yu, di-dia terbunuh."


Untuk beberapa waktu yang singkat belasan orang yang berkumpul di sana tidak ada yang bereaksi. Namun secara bertahap raut wajah mereka memburuk ketika menyimak dengan benar ucapan pria tersebut.


Gao Fengshui juga tidak langsung membantah apa yang disampaikan pria itu karena mengenalinya sebagai anggota fraksi gorila di bawah kepemimpinan Yu Dha. "Bagaimana hal itu bisa terjadi? Katakan dengan jelas,"


Pria itu mengeluarkan sebuah batu berwarna biru muda dari saku jubahnya. Itu adalah batu perekam. Mampu menyimpan kejadian yang dilihat pemiliknya dengan menggunakan Qi sebagai daya.


Di Kekaisaran Xuan dan Kekaisaran Yang keberadaan batu ini sangat langka. Tapi di Kekaisaran Long batu perekam dapat ditemukan di setiap toko sumber daya.


Gao Fengshui mengambil batu itu lalu menghancurkannya. Tidak lama setelah itu dari pecahan batu yang jatuh ke tanah, muncul proyeksi gambar yang sangat jelas menunjukkan bagaimana sebuah pertarungan berlangsung sengit dan mengerikan.


"Siapa pemuda itu? Tidak disangka di Kekaisaran Xuan ada bakat yang sangat mengerikan," gumam beberapa orang.


Gao Fengshui masih menatap proyeksi itu dengan serius. Dia dapat melihat Yu Dha sangat dominan dalam pertarungannya. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena beberapa saat kemudian, Yu Dha tiba-tiba tidak bisa bergerak seolah ada yang mengikat kakinya.

__ADS_1


"Jarum spiritual?!" gumam Gao Fengshui melihat teknik yang berhasil membunuh Yu Dha.


"Apa itu sungguh jarum spiritual Klan Xiao?" tanya Yan Baufan. Meski sudah mendengar tentang teknik serangan jiwa yang terkenal itu tapi dia belum sekalipun melihatnya secara langsung.


Namun berbeda dengan Gao Fengshui yang pernah menghadapi teknik tersebut. "Itu sungguh teknik jarum jiwa penakluk milik Klan Xiao. Bocah itu pasti memiliki hubungan dengan Klan Xiao."


Yan Baufan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Setelah proyeksi itu berakhir dia segera bertanya pada Gao Fengshui. "Jadi bagaimana kelanjutan rencana kita?"


"Pemimpin! Pemimpin!"


Sebelum Gao Fengshui menjawab pertanyaan Yan Baufan, dua orang yang sebelumnya bertugas mengawasi wilayah sekitar Akademi Kekaisaran telah kembali. Tentu saja seluruh mata langsung tertuju pada mereka dan berharap mendapat kabar gembira.


Sayangnya itu hanya akan menjadi harapan yang tak pernah terwujud.


"Pemimpin, sepertinya Akademi Kekaisaran sudah mengetahui keberadaan penyusup yang dikirim Perdana Menteri Song Wejin. Terlihat saat ini mereka menutup semua akses masuk keluar dan melakukan penjagaan yang cukup ketat."


Berita ini seperti menghantam kepala Gao Fengshui dengan keras.


Bahkan belum setengah jam berita kematian Yu Dha sampai di telinganya, sekarang ada lagi masalah yang membuat rencananya berantakan.


Gao Fengshui menginjak tanah dengan kuat sambil menggertakkan gigi.


Tanpa tubuh dewi bulan dan teknik pengendali jiwa, ritual pengorbanan darah tidak dapat dilakukan. Itu berarti semua rencana yang telah disusun matang selama ini benar-benar hancur berantakan.


"Pemimpin, ...."


"Kita kembali ke Kekaisaran Long."


Jawaban Gao Fengshui sontak mengejutkan seluruh anggotanya yang ada di sekitarnya. Termasuk Yan Baufan yang menatap tak percaya.


"Kembali? Bagaimana mungkin kita kembali?" tanya Yan Baufan berturut-turut.


Namun Gao Fengshui telah membuat pertimbangan sendiri. "Kita kembali ke Kekaisaran Long."


Gao Fengshui bukan tidak ingin melanjutkan rencananya. Tetapi Gao Fengshui merasa keadaan sudah tidak berpihak padanya. Terlebih mereka sudah terlalu lama meninggalkan Kekaisaran Long. Dia hanya khawatir situasi kosong Istana Roh akan dimanfaatkan musuh-musuh yang mengincar mereka sejak lama. Itu sungguh harga yang terlalu mahal hanya rencana yang semakin tidak pasti ini.


Kelompok Istana Roh benar-benar meninggalkan wilayah bukit itu tanpa berpikir untuk masuk lebih jauh ke pusat kota. Mereka melupakan rencana mereka untuk melakukan ritual pengorbanan darah karena semua telah menjadi kacau.

__ADS_1


Tetapi mereka, terkhusus Gao Fengshui tidak akan lupa wajah pemuda yang sudah membunuh Yu Dha.


"Kau bukan hanya mengacaukan rencanaku, tapi juga membunuh temanku. Lain kali jika bertemu, aku tidak akan melepaskanmu!"


...


Sementara itu di dalam wilayah Akademi Kekaisaran, Rong Liuwen masih setia menunggu datangnya bantuan yang sudah dijanjikan akan datang.


Sayangnya wanita itu tidak tahu jika kelompok bantuan yang seharusnya datang baru saja pergi meninggalkan Kekaisaran Xuan.


Sekarang Rong Liuwen tidak memiliki bantuan dan dia semakin cemas lantaran pencarian terus dilakukan oleh tetua pelataran luar demi menemukan keberadaannya.


"Apa aku akan berakhir seperti ini? Bagaimana bisa Perdana Menteri benar-benar tidak datang menyelamatkanku? Apa mereka lupa, atau sesuatu telah terjadi?"


Rong Liuwen bersembunyi di kediaman salah satu tetua pelataran luar. Memanfaatkan kediaman yang kosong dia menjadikan tempat itu sebagai tempat perlindungan.


Tetapi sungguh sial nasibnya karena saat dia masuk ke kediaman itu ada seorang murid yang melihatnya. Jadi ketika tetua tetua bertanya pada mutus tersebut, mereka langsung mengepung kediaman tetua yang dimaksud.


"Keluarlah. Sudah tidak ada jalan keluar untukmu. Kau ingin keluar sendiri atau kami yang paksa keluar?" seru Tetua Xin Fei dengan lantang.


Wang Chen melipat tangannya di depan dada sambil mendengus samar. "Masuk dan tangkap dia!" ucapnya.


Di waktu yang sama Zhang Yu batu saja sampai di akademi. Dia bergegas datang begitu mendengar keributan dari salah satu kediaman tetua. Tidak disangka banyak sekali orang yang berkumpul termasuk gurunya yang juga ada di sana.


"Guru, apa yang terjadi?" tanya Zhang Yu.


Wang Chen perlahan memutar wajahnya menoleh kepada Zhang Yu dan Xuan Yin yang baru datang. Dia menghela nafas lega setelah melihat dua muridnya kembali dengan selamat.


"..."


Namun sebelum sempat menjawabnya perhatian Wang Chen teralihkan dengan sosok wanita berpakaian tetua pelataran luar yang diseret keluar oleh tetua Xin Fei.


Tong Liuwen berteriak dan memohon belas kasihan ketika ditarik paksa keluar. Wajahnya terlihat sangat ketakutan.


Namun Wang Chen hanya mendengus dengan tatapan yang sangat tajam.


"Seorang penyusup tidak layak diampuni!"

__ADS_1


__ADS_2