Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 69 : Penjara Rahasia


__ADS_3

Dari pagi hingga sore hari, penjagaan istana tidak dikendurkan. Zhang Yu yang masih mencari celah untuk keluar benar-benar mati kutu karena dipaksa tetap diam di tempatnya.


Namun, dari pada hanya diam tidak melakukan apapun Zhang Yu mengambil langkah untuk meninggalkan bagian halaman depan dan kembali ke dalam istana.


Melewati lorong dengan berjalan mengendap-endap, dia sudah sangat mirip dengan seorang pencuri. Sampai pada satu kesempatan Zhang Yu melihat Song Wejin yang baru saja keluar dari sebuah pintu rahasia.


Tentu saja hal ini membuat Zhang Yu melebarkan mata. Sangat tidak mengira jika dirinya memiliki kesempatan melihat suatu yang seharusnya menjadi rahasia.


Zhang Yu bertahan di tempatnya untuk beberapa lama, baru setelah memastikan Song Wejin benar-benar menjauh Zhang Yu perlahan keluar dari balik pilar lalu berjalan ke tempat pintu rahasia.


"Apa yang dilakukannya di sini? Apa dia menyimpan hartanya di dalam?" Tidak bisa menahan rasa penasaran membuat Zhang Yu mengambil keputusan untuk membuka pintu rahasia.


Namun, yang tidak dia mengerti, ternyata pintu rahasia membutuhkan mekanisme tertentu untuk dapat terbuka.


Zhang Yu menyentuh setiap permukaan dinding, tapi usahanya tidak membuahkan hasil.


Huum!


"Bagaimana aku dapat membuka pintu ini?" Di saat Zhang Yu sudah mulai kesal, Sun yang duduk di pundaknya melonpat turun menarik kakinya untuk menginjak lantai dengan gambar kepala naga.


"..."


Jglak!


Tidak disangka lantai yang berada tepat di bawah kaki kanannya sedikit amblas dan dinding polos di depannya perlahan terbuka.


Kajadian ini membuat Zhang Yu terdiam untuk beberapa saat. Dia menepis raut keterkejutan di wajahnya, lalu mengelus kepala Sun yang kembali ke pundaknya. "Kerja bagus kawan!"


Tidak membuang banyak waktu Zhang Yu masuk ke dalam. Seperti halnya pintu otomatis, pintu rahasia langsung tertutup begitu Zhang Yu berjalan beberapa langkah.


Namun Zhang Yu tidak begitu mempedulikan hal ini dan melanjutkan langkah kakinya menelusuri lorong.

__ADS_1


Beberapa waktu masih tidak menemukan suatu yang aneh. Akan tetapi begitu sudah berjalan puluhan langkah, dia samar-samar mendengar rintih kesakitan dari dalam.


Sontak Zhang Yu segera berhenti, telinganya mencoba mendengar lebih teliti. Seberapa banyak ia mengulang, tidak salah lagi jika itu adalah suara rintih orang kesakitan.


Zhang Yu mempercepat langkah kakinya. Melewati lorong yang semakin ke dalam menjadi lebih lebar. Kemudian dia sampai di ujung lorong yang ternyata adalah ruang berbentuk lingkaran dengan sembilan pintu tersebar. Tidak lagi gelap, terdapat banyak obor yang bertengger di samping setiap pintu.


"Apa ini semacam ruang tahanan?" Zhang Yu mendekat pada satu pintu ruangan yang terdapat celah kecil dengan logam besi sebagai ventilasi.


Mengintip dari celah kotak kecil itu ia melihat seorang pria yang cukup tak terawat dan dia sedang duduk memandang dengan tatapan datar.


Zhang Yu mengabaikan pria itu, dia berjalan ke pintu lain yang ada di dekatnya. Tapi langkah kakinya terhenti dengan suara batuk yang terdengar dari pintu kedelapan.


Huk... Huk...


Zhang Yu spontan melangkah menuju pintu nomor delapan. Dia mengintip dari celah dan dapat melihat seorang pria tua yang sedang terbaring dengan kulit pucat. Selain itu tubuhnya begitu kurus dan terlihat kedinginan.


Huk huk...


Brak!


Pintu terbuka, pria tua yang dalam keadaan sekarat tidak menyadari lagi keberadaan orang lain di sekitarnya. Dia seperti sedang menghadapi masa pra-kematian.


Zhang Yu mengulurkan tangan dan menyentuh tubuh pria tua yang terbaring miring sembari merangkul lututnya.


Ah?!


Zhang Yu tanpa sadar menarik kembali tangannya. Padahal dia baru saja menyentuh sedikit kulit pria tua itu, tapi jarinya seperti menyentuh api yang sangat panas.


"Apa yang terjadi kepadanya? Dia terlihat kedinginan tapi tubuhnya sangat panas." Zhang Yu memperhatikan lebih seksama keadaan pria tua di depannya. Keringat yang muncul dan pria tua yang tampak tersiksa, tidak lama kemudian matanya perlahan melebar.


"A-apa mungkin ini adalah racun es dan api?!" Raut wajah keterkejutan tidak bisa disembunyikan lagi. Zhang Yu tidak percaya dapat melihat secara langsung racun yang sangat langka tersebut.

__ADS_1


Zhang Yu menarik tubuh pria tua itu dan mendudukkannya. Tidak peduli dengan panas yang menyerang tangannya, Zhang Yu hanya fokus untuk membantu pria tua itu duduk.


Setelah berhasil mendudukkannya, Zhang Yu meletakkan tangannya di pundak pria tua. "Kau sungguh beruntung. Jika tidak bertemu dengan ku, kau mungkin hanya akan bertahan tiga sampai lima hari lagi."


Zhang Yu menyalurkan Qi miliknya ke tubuh pria tua itu, kemudian menekan beberapa titik pada tubuhnya.


Pria tua yang duduk di depan Zhang Yu keadaannya sudah lebih baik sejak aliran Qi memasuki tubuhnya. Tidak lagi merasakan kedinginan atau juga rasa terbakar di waktu yang sama.


Beberapa lama kemudian, Zhang Yu menarik tangannya dari pundak pria tua lalu bangkit berdiri. "Racun es dan api dalam tubuhmu memang belum dihilangkan, tapi setidaknya kau dapat bertahan hidup lebih lama."


Zhang Yu tahu pria tua di depannya telah mendapatkan kembali kesadarannya. Karena sebelumnya pria tua itu tampak menghembuskan nafas lega saat ia menelan beberapa bagian tubuhnya.


"Terima kasih banyak anak muda. Aku sungguh tidak tahu bagaimana jadinya jika tidak ada kau yang menolongku." Pria tua itu bangkit dan memutar tubuhnya memandang Zhang Yu.


Tidak terlalu lalu, pria tua itu kemudian berjalan keluar dan menuju ruang penjara lainnya. "Bisa kau membantu ku untuk membebaskan mereka?" mohonnya dengan suara rendah.


Zhang Yu tanpa berkata berjalan keluar meninggalkan ruang penjara. "Pak tua, aku tidak tahu siapa kau sebenarnya. Juga alasanmu ada di sini, tidak ada yang dapat menjamin jika kau bukan orang jahat."


Pria tua itu tidak menghiraukan perkataan Zhang Yu, dia menuju ruangan nomor sembilan dan mengangkat matanya untuk menatap ke dalam sana. "Aku sangat berterima kasih karena telah menyelamatkanku, tapi mereka juga terkena racun es dan api. Jika tidak segera diatasi mereka akan tiada."


Zhang Yu ikut melihat ke ruang nomor tujuh dan enam. Benar saja, mereka semua dalam keadaan yang sama. Meski kondisi pria tua sebelumnya yang paling parah, tapi mereka yang ada di ruang tahanan juga tidak bisa dikatakan baik-baik saja.


Zhang Yu kembali memandang pria tua, lalu membuka semua pintu ruang tahanan dan mengeluarkan delapan orang yang ada di dalamnya.


Pria tua membantu mereka semua untuk duduk berjajar, memudahkan Zhang Yu untuk menghentikan efek racun sementara waktu.


Kurang lebih satu setengah jam, Zhang Yu berhasil menuntaskan tugasnya. Delapan orang yang duduk berjajar tampak memiliki wajah lebih berseri.


Pria tua yang melihat Zhang Yu berhasil dengan segera menyatukan tangannya. "Aku sangat berterima kasih kepadamu. Siapa namamu anak muda?"


Zhang Yu perlahan mengangkat wajahnya.

__ADS_1


"Zhang Yu."


__ADS_2