
Siang menjelang sore kapal tiba di Kita Xing Zou. Zhang Yu berpikir dia adalah orang terakhir yang meninggalkan kapal. Tapi tidak disangka Duan Jian juga baru keluar dari ruangan.
"Tuan Muda, kebetulan sekali," ucapnya dengan senyum yang mengembang.
Padahal, Duan Jian sudah bersiaga di depan ruangan sejak kapal memasuki wilayah Kota Xing Zou. Dia memang sengaja menunggu Zhang Yu, bahkan berpura-pura kembali ke ruangan ketika mendengar suara langkah kakinya mendekat.
"Tuan Muda, kau akan kemana?" tanya Duan Jian setelah mereka sampai di bawah.
Zhang Yu tidak begitu menghiraukannya. Tetapi karena Duan Jian terus mengikutinya membuat Zhang Yu memiliki sesuatu untuk disampaikan kepadanya. "Karena kau begitu ingin melakukan sesuatu, bisakah bantu aku mencari tahu daftar akademi yang akan berpartisipasi dalam turnamen antar akademi?"
Zhang Yu benar-benar lupa bertanya tentang hal ini pada gurunya. Karena ada Duan Jian yang sangat ingin melakukan sesuatu untuknya jadi sekalian saja memintanya mencari tahu.
Dengan posisinya sebagai wakil kepala cabang Saturnus, seharusnya bukan hal sulit mendapatkan informasi itu.
"Baiklah. Tapi ...."
"Aku tunggu kau di sana," ucap Zhang Yu sambil menunjuk salah satu penginapan.
Baru juga ingin mengajak Zhang Yu ke gadung cabang, tapi sebelum bisa mengatakannya sepertinya niatnya itu sudah terbaca.
Haih...
Duan Jian menghela nafas. "Baik. Tuan Muda tunggu saja di sana. Saat malam aku akan datang dan memberi semua informasi yang kau butuhkan."
Zhang Yu cukup melambaikan tangan sambil berjalan ke arah penginapan.
Saat malam, Duan Jian benar-benar datang. Bahkan dia datang tepat saat matahari baru tenggelam.
"Semua informasi yang Tuan Muda inginkan ada di sini. Tuan Muda dapat melihatnya terlebih dahulu."
Namun Zhang Yu tidak begitu terburu-buru, jadi langsung menyimpan gulungan itu dalam cincinnya penyimpanannya.
"Kau belum makan kan? Bagaimana jika ikut makan denganku?"
Duan Jian terkejut sampai terbengong. Tanpa banyak bicara dia segera menganggukinya.
Zhang Yu tak bisa berkata-kata melihat respon Duan Jian. Hanya makan malam bersama tapi dia sudah terlihat sangat senang.
Zhang Yu jadi curiga jika Saturnus tidak memberi pekerjanya makanan yang layak. Konyol sekali.
Tapi inilah hidup. Tingkat kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Maka dari itu, jangan pernah menganggap kebahagiaan orang lain karena hal sepele adalah suatu yang berlebihan. Karena kita tidak pernah tahu apa yang sudah dilaluinya.
"Tuan Muda, lain kali jika ada waktu datanglah ke gedung cabang. Aku sendiri yang akan melayanimu dan tidak aku biarkan pergi sebelum puas."
__ADS_1
Zhang Yu menganggukkan kepala. "Aku akan mempertimbangkannya,"
Setelah makan malam Zhang Yu segera kembali ke ruangannya. Dia membuka gulungan yang diberikan Duan Jian dan melihat informasi apa saja yang telah dia siapkan untuknya.
Awalnya Zhang Yu berpikir itu benar-benar hanya nama akademi yang akan berpartisipasi dalam turnamen akademi. Tapi Duan Jian juga mengikutsertakan semua informasi yang berhubungan dengan turnamen tersebut. Bahkan peraturan dan sistem turnamen yang diadakan survival.
Jadi dari lima belas perwakilan akademi akan di kirim ke tempat yang tidak ada orang lain selain mereka. Hanya itu. Untuk peraturan lebih lengkapnya mungkin masih menjadi rahasia.
Zhang Yu merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan mata. Dia melihat liontin di kalungnya yang terdapat nama sang putra di sana.
"Jika dipikir aku pergi terlalu tiba-tiba," gumam Zhang Yu. Meski sebelumnya Zhang Yu sudah memberi tahu melalui surat pada orang-orang di klan termasuk istrinya jika dia akan menjalankan tugas dari guru untuk mewakili akademi. Tapi perasaan meninggalkan mereka benar-benar masih belum terbiasa. Apalagi Zhang Yu dalam satu tahun belakangan tidak pernah meninggalkan klan dan selalu berada di sisi mereka.
Keesokan paginya Zhang Yu memutuskan untuk berkeliling Kota Xing Zou sambil menunggu hari turnamen tiba yakni tiga hari lagi. Dapat dilihat keadaan kota menjadi lebih ramai seiring semakin dekatnya turnamen akan diadakan.
Enam akademi dari Kekaisaran Long, lalu tiga akademi dari Kekaisaran Yang. Ada beberapa dari mereka yang memiliki dua kuota peserta, sementara yang lain hanya satu termasuk juga akademi kekaisaran yang hanya memiliki satu kuota.
Zhang Yu tak menjadi sebagai masalah. Lagi pula guru tidak membebankan kemenangan untuk di bawa pulang. Entah bagaimana hasilnya yang pasti dia hanya berusaha.
"Lihat! Bukankah mereka dari akademi pulau selatan? Mereka yang biasanya sangat tertutup sekarang datang untuk mengikuti turnamen. Ini akan menjadi sangat menarik ketika murid perwakilan mereka berhadapan dengan lima akademi yang lebih terkenal di Kekaisaran Long."
Zhang Yu melihat orang-orang berpakaian putih. Ketika perhatiannya tanpa sengaja tertuju pada satu sosok pria yang juga memperhatikannya, dia langsung mengingat kejadian di kapal kemarin siang.
"Jadi mereka berasal dari akademi pulau selatan."
Zhang Yu mengangguk sekilas. Ketika dia mencoba mengalihkan pandangan, tapi Lou Xian sama sekali tidak berniat menarik tatapannya yang tajam itu darinya.
Zhang Yu mengedikkan bahu. "Entahlah. Itu tidak penting."
Zhang Yu pergi dari sana untuk melanjutkan kembali kegiatan berkelilingnya. Selain akademi pulau selatan, Zhang Yu juga melihat kedatangan beberapa akademi lain seperti akademi bulan sabit dan akademi bintang jendral yang sama-sama berasal dari Kekaisaran Yang.
"Tuan Muda, kebetulan lagi kita dapat bertemu kembali."
Zhang Yu menatap lekat Dian Jian.
Seolah merasakan tatapan penuh kecurigaan Dian Jian segera menjelaskan jika ini murni kebetulan. "Tuan Muda, aku benar-benar tidak tahu kau di sini. Aku datang bersama Nona Liu Mengqi untuk meninjau beberapa tempat."
"Dia tidak berbohong. Dia bahkan tidak berencana datang ke sini jika bukan untuk menemaniku." Suara yang lembut tapi terkesan tegas ini datang dari balik punggung Duan Jian.
Duan Jian segera menundukkan kepala dan mundur satu langkah untuk berdiri di belakang Liu Mengqi.
"Lama tidak bertemu Zhang Yu," ucap Liu Mengqi sambil mengulurkan tangan.
Zhang Yu sekedar membalasnya dan menganggukkan kepala. "Sepertinya Saturnus sudah semakin maju. Aku sungguh terpukau."
__ADS_1
Liu Mengqi tersenyum kecut. Tidak mau membahas hal itu dia pun mengubah topik dengan cepat. "Selamat untukmu. Aku dengar kalian sudah menikah dan memiliki anak."
Butuh beberapa detik untuk Zhang Yu membalas kalimat tersebut. "Semoga Nona Liu dapat segera bertemu dengan pria yang baik dan menikah lalu juga memiliki anak."
Tidak ada kata yang dapat dikatakan Liu Mengqi. Dia menahan raut wajahnya agar tetap tenang lalu perlahan menganggukkan kepala sambil mengucapkan terima kasih.
"Aku akan mengingatnya. Duan Jian, ayo pergi."
Duan Jian menundukkan kepala kepada Zhang Yu. "Tuan Muda, sampai jumpa. Aku menunggumu untuk datang ke gedung cabang."
Melihat kepergian dua orang itu Long Shen menggelengkan kepala. "Payah! Kenapa kau malah mengatakan hal itu padanya?"
Zhang Yu mengerutkan kening. "Apa yang salah dengan perkataanku?"
"Tidakkah kau melihat jika dia menyukaimu? Seharusnya kau menjadikannya istri kedua alih-alih membiarkan pergi dengan kata-kata seperti itu," kata Long Shen.
Namun Zhang Yu tidak sependapat untuk hal ini. Bahkan jika ucapannya barusan telah menyakitinya, itu akan lebih baik karena perlahan dia akan melupakannya. Andai Zhang Yu mengatakan hal-hal yang membuatnya berharap, itu akan lebih merepotkan untuk kedepannya dan pastinya itu akan lebih menyakitinya karena telah berharap lebih.
"Zhang Yu, pria yang menatapmu sekarang berusaha mengikutimu."
Zhang Yu segera merasakan kehadirannya karena dia menatap begitu tajam dengan maksud tertentu. Namun berpikir untuk membiarkannya lebih lama. Ketika dia terus mengikuti bahkan sampai masuk ke gang sempit, Zhang Yu mulai tidak tahan dengannya.
Zhang Yu sengaja berjalan menjauh dari keramaian dan segera memintanya keluar.
"Tunjukkan dirimu. Tak perlu bersembunyi karena kau sudah sejauh ini."
Langsung setelah itu Lou Xian keluar dari persembunyiannya. Masih dengan tatapan yang tajam, seolah Zhang Yu sudah merebut suatu yang sangat berharga baginya.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Zhang Yu langsung pada intinya.
Namun Lou Xian malah tertawa meremehkan. "Yu Zhang! Kau jangan berlagak tidak tahu! Masalah di kapal. Bukankah itu kau yang melakukannya?!"
Yu Zhang?
Alih-alih fokus dengan pernyataan Lou Xian, Zhang Yu malah lebih fokus dengan cara dia menyebut namanya.
Zhang Yu menghela nafas. "Aku hanya melihat jika kau tidak akan mampu mengalahkan pemimpin bandit. Oleh karena itu aku membantumu dengan mengalahkannya."
"Tutup mulutmu!" teriak Lou Xian.
"Siapa yang membutuhkan bantuanmu? Kau bisa mengalahkannya, jadi apa menurutmu aku tidak bisa?! Kau hanya ingin pamer di depan banyak orang. Hal itu sungguh membuatku kesal."
Zhang Yu tidak menyangka jika pria yang terlihat dewasa ini memiliki pemikir yang sangat bocah. Pamer? Itu bahkan tak ada dalam benaknya saat menyerang pemimpin bandit. Bahkan, jika dirinya tidak segera menghabisi pemimpin bandit, kemungkinan dia sudah tidak ada di sini saat ini.
__ADS_1
Tidak terima kasih bukan masalah. Tapi secara sengaja datang dan membuat masalah adalah suatu yang dibiarkan.
"Jadi apa maumu?"