
Setelah meninggalkan aula Zhang Yu pergi ke ruangan isolasi untuk melihat Xuan Yin.
Meski sebelumnya ia sempat membawa Xuan Yin keluar dari sana, tapi karena pengaruh Xiao Lang dan beberapa tetua sehingga kakeknya pun tak bisa membantu saat Xuan Yin harus tinggal di dalam sana.
Pintu terbuka, Zhang Yu segera masuk dan menemui Xuan Yin. Pada saat itu Xuan Yin tampak termenung di tempat tidurnya, tapi begitu menyadar Zhang Yu datang dia segera mengubah raut wajahnya.
"Pertemuannya sudah selesai?" tanya Xuan Yin.
Zhang Yu hanya menganggukkan kepala. Dia masih merasa bersalah karena tidak bisa mengeluarkan Xuan Yin dari ruangan isolasi.
Seolah mengetahui apa yang ada dalam kepala Zhang Yu, Xuan Yin langsung memegang tangannya dan menatap matanya begitu lekat. "Aku baik-baik saja di sini," ucapnya.
Namun pernyataan ini malah membuat Zhang Yu semakin merasa jika dirinya sangat tidak bisa diandalkan.
"Bukankah kau akan mengeluarkanku dari sini? Aku akan menunggunya," tambahnya lagi.
Zhang Yu menjadi lebih tenang mendengar hal ini. Dia menarik nafas dalam lalu menggenggam tangan Xuan Yin erat. "Tunggu sampai tes darah selesai. Aku akan membawamu keluar dari ruangan ini."
Xuan Yin tidak mengatakan apapun. Dia masih memandang Zhang Yu dengan tatapan yang dalam, lalu tiba-tiba mendorong wajahnya mendekap bibir Zhang Yu yang seperti akan mengatakan sesuatu.
Dia tak membiarkan Zhang Yu bicara lebih banyak lagi. Terlebih hanya untuk menyalahkan dirinya sendiri. Dia melakukan tindakan agresif hingga keduanya larut dalam pergerakan pasif.
Zhang Yu benar-benar terkejut awalnya. Namun seiring berjalan waktu dia melakukan suatu yang harus dilakukan oleh pria normal pada umumnya.
Saat keduanya larut dalam perasaan, Zhang Yu merasakan air mata Xuan Yin yang menetes membasahi wajahnya. Seketika Zhang Yu membuka mata dan mengakhiri tautan bibir yang mereka lakukan.
"Aku berjanji akan mengeluarkanmu dari sini." Zhang Yu menghapus air mata di wajah Xuan Yin, kemudian menatap wajah cantik itu yang kini agak merona.
"Aku percaya," ucapnya.
Tidak ada penyesalan ataupun kekhawatiran dalam raut wajahnya. Dia seolah percaya dengan apa yang akan Zhang Yu lakukan dan menyerahkan semua harapan padanya.
Zhang Yu tersenyum. Dia mendapat semangatnya untuk menyelesaikan rencananya.
Karena hanya jika dia memiliki persentase darah lebih tinggi dari Xiao Yuze dalam tes darah, status Xuan Yin saat ini sebagai calon istri Xiao Yuze dapat dirubah. Pada saat itu tidak akan ada lagi yang dapat memisahkan mereka.
Cukup lama Zhang Yu begitu ada di ruangan isolasi. Zhang Yu meninggalkan ruangan itu untuk kembali ke kediamannya sembari menyiapkan beberapa persiapan tes darah.
"Sepupu!"
__ADS_1
Langkah Zhang Yu terhenti mendengar seruan Xiao Yuwen. Pria berusia dua puluh lima tahun itu berjalan begitu terburu-buru dan terlihat ingin menyampaikan sesuatu.
"Ada apa?"
Karena Xiao Yuwen adalah sebagian kelompok yang cukup menyambut kehadirannya, Zhang Yu merasa dapat memperlakukannya dengan baik. Terlebih Xiao Yuwen menjadi orang pertama selain Xiao Yujin yang akan menjelaskan segala hal yang ada di Klan Xiao. Hubungan mereka bisa dikatakan terjalin baik.
"Aku dengar dari tetua jika kau ingin melakukan tes darah. Itu benar?" tanyanya.
"Benar."
Xiao Yuwen manggut-manggut. Harus diakui dia terkejut saat pertama kali mendengarnya karena Zhang Yu masih sangat baru tinggal di klan. Namun mempertimbangkan bakatnya yang di atas rata-rata mungkin para tetua memiliki pertimbangan khusus.
Xiao Yuwen berpikir tes darah itu diajukan oleh tetua. Dia tidak tahu bahwa Zhang Yu sendiri yang memintanya, bahkan dengan memojokkan Xiao Lang dan tetua kedua.
"Zhang Yu, Xiao Yuwen, apa yang kalian lakukan di sini?" tegur Xiao Yujin yang kebetulan melintas.
"Tidak melakukan apapun. Kau sendiri akan pergi kemana? Terlihat buru-buru sekali," kata Xiao Yuwen penasaran.
"Mau ke menara langit. Dengar dengar ada ramuan kondensasi roh yang akan dijual hari ini."
"Benarkah? Aku juga ingin ramuan kondensasi roh." Mata Xiao Yuwen langsung berbinar mendengar ramuan kondensasi roh.
"Sepupu, ayo kita pergi juga ke menara langit. Ramuan kondensasi roh juga dapat membersihkan darah yang akan berguna untukmu sebelum tes darah."
Membersihkan darah? Selama akan berguna maka ia harus mendapatkannya.
"Kalian tunjukkan jalannya," kata Zhang Yu lalu mengikuti Xiao Yuwen dan Xiao Yujin.
Beberapa waktu kemudian mereka bertiga sampai di sebuah gedung tiga lantai yang berada di pusat wilayah klan Xiao.
Manara Langit, nama yang tertera di atas pintu masuk lantai pertama. Zhang Yu dan kedua orang lainnya segera masuk ke sana. Namun begitu masuk keadaan lantai pertama cukup sesak dipenuhi generasi muda Klan Xiao.
"Kakak Xiao Yuwen, apa kau juga datang untuk mendapatkan ramuan kondensasi roh?" tanya satu dari mereka. Perlu diketahui Xiao Yuwen cukup populer di kalangan generasi muda Klan Xiao yang berusia sepuluh sampai lima belas tahun. Selain karena bakatnya, sifatnya yang ramah dan mudah bergaul membuatnya cukup digandrungi.
"Benar, kami datang untuk ramuan kondensasi roh."
Saat mengatakan kami, mereka baru sadar jika Xiao Yuwen datang dengan beberapa orang.
"Oh, apakah ini Kakak Zhang Yu?" tanya bocah belasan tahun itu. Sebelumnya mereka sudah mendengar namanya, tapi baru punya kesempatan ini untuk bertemu dengannya.
__ADS_1
Xiao Yuwen membelah kerumunan lalu berjalan ke tempat penatua untuk mendapatkan ramuan kondensasi roh.
"Penatua Yuan, kami menginginkan ramuan kondensasi roh. Apa ramuan itu masih ada?" tanya Xiao Yuwen.
Xiao Yuan, penatua yang bertugas menjaga menara langit itu terlihat mengamati tiga sosok di depannya. Dia tersenyum saat menatap Zhang Yu sebelum menganggukkan kepalanya. "Masih ada beberapa. Tapi harganya lebih mahal dari biasanya karena ramuan ini sedikit berbeda."
"Lebih mahal?" Xiao Yuwen yang masih menghitung koin emas pun langsung mengangkat wajahnya tak percaya.
Dia hanya membawa seratus lima puluh ribu koin emas. Itu adalah harga ramuan kondensasi roh sebelumnya. Tapi karena ramuan itu sekarang lebih mahal, bukankah dia tidak bisa membelinya?
"Aku yang akan membayarnya." Tanpa basa-basi Zhang Yu mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan.
Xiao Yujin dan Xiao Yuwen terdiam. Keduanya cukup senang mendengarnya. "Benarkah? Kau akan membayarnya untuk kami?" tanya Xiao Yujin.
Zhang Yu tidak menjawab pertanyaan Xiao Yujin. Dia segera meminta Penatua Yuan untuk memeriksa koin emas dalam cincin penyimpanan yang baru diserahkannya.
"Bagaimana penatua? Apa itu cukup untuk membeli semua ramuan kondensasi roh yang tersisa?" tanya Xiao Yujin. Seandainya tidak cukup dia bersedia menambahkan koin emas pribadinya.
Penatua Yuan mengeluarkan empat botol ramuan. "Hanya ini yang tersisa. Dengan harga dua ratus ribu koin emas setiap botolnya, maka harga keseluruhan adalah delapan ratus ribu koin emas."
Pada saat Penatua Yuan masih memeriksa cincin penyimpanan Zhang Yu, Xiao Yuze yang tiga hari ini tidak terlihat akhirnya menampakkan dirinya.
"Penatua Yuan, aku ingin mengambil empat ramuan kondensasi roh ini. Berapa yang harus aku bayar?"
Zhang Yu, Xiao Yujin dan Xiao Yuwen terdiam untuk beberapa saat mendengar ucapan Xiao Yuze.
"Kak Yuze, kami sudah membelinya terlebih dahulu. Jika kau menginginkannya, kau harus menunggu sampai menara langit menyediakan ramuan di waktu lain."
Xiao Yuze mendengus. Matanya melirik sinis ke arah Xiao Yuwen. "Jangan memanggilku dengan sebutan 'Kak' saat kau pergi dengannya," ucapnya dingin sambil menatap Zhang Yu.
"Selain itu, aku menginginkan ramuan kondensasi roh saat ini juga. Hak apa yang kalian punya sehingga aku harus memberikannya pada kalian?"
Zhang Yu yang sebenarnya sangat malas tapi tidak tahan hanya diam. Dia membalikkan badan membuat dirinya dan Xiao Yuze saling berhadapan. "Kau datang terlambat. Kami sudah membeli ramuannya. Kau boleh pergi dari sini jika tidak ada yang ingin kau beli."
Seketika wajah Xiao Yuze memerah. Tangannya terkepal, sementara matanya menjadi sangat keruh.
Sebelum hal ini berlanjut, Penatua Yuan yang memiliki tanggung jawab penuh atas menara langit dengan segera menengahi situasi.
"Begini saja. Karena tersisa empat ramuan kondensasi roh, kalian masing-masing mendapatkan satu botol. Bagaimana?"
__ADS_1
Xiao Yuze terlihat kesal. Namun dia mengingat kondisinya yang belum pulih sepenuhnya. Jadi untuk sekarang dia harus menjaga tubuhnya.
"Zhang Yu, aku tidak akan membiarkan rencanamu berhasil. Ingat itu!" ucapnya, kemudian meletakkan sekantong koin emas sebelum mengambil satu botol ramuan dan pergi meninggalkan menara langit.