Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 297 : He Jiao Diculik


__ADS_3

"Naga Hitam!"


Gao Ran tiba-tiba mengangkat pedangnya sambil berseru cukup lantang. Tak lama kemudian muncul siluet seekor naga berwarna hitam yang berputar di atas kepalanya. Ukurannya cukup besar dengan mata merah menyala.


Zhang Yu yang menyaksikan tentu terkejut dengan penampakan teknik tersebut. Dia tak mungkin lupa dengan serangan naga yang dikeluarkan oleh Gao Feng Shui, pemimpin Istana Roh.


"Sudah jelas! Dia yang membunuh Gao Feng Shui!" batin Gao Ran. Dia sengaja mengeluarkan teknik yang menjadi andalan Gao Feng Shui, Naga Hitam, untuk melihat respon Zhang Yu. Setelah melihat reaksinya, sudah dapat dipastikan jika pria di depannya ini adalah orang yang sudah membunuh adiknya.


"Mati kau!"


Gao Ran mengalirkan Qi nya yang mengandung kekuatan api pada naga hitam. Seketika seluruh tubuh naga hitam itu menjadi kobaran api. Lalu, tak membuang banyak waktu naga api itu bergerak ke tempat Zhang Yu dengan cepat.


Blam!


Kepala naga api itu hancur ketika Zhang Yu mengeluarkan teknik tinju batu. Namun, hanya butuh waktu singkat untuk membentuknya kembali sehingga wujudnya kembali sempurna.


Groar!


Naga api mengeluarkan suara yang menggema. Mulutnya yang terbuka mengeluarkan hawa panas mengerikan. Bahkan tanaman yang ada di sekitar, mulai dari rumput ataupun pohon, langsung kering kerontang.


"..."


"Teknik Pedang Pembunuh!" Zhang Yu dapat melihat jika bukan hanya dirinya yang akan terkena dampak hawa panas itu. Jadi prioritas utamanya saat ini adalah menghancurkannya. Dia mengayunkan pedang semesta, menciptakan bayangan cakar raksasa yang kemudian melesat ke arah naga api yang masih menyemburkan hawa panas.


Jleb...


Mulut naga api langsung tertutup saat bayangan cakar menghunjam dengan sangat keras. Akan tetapi seolah tak ingin hilang begitu saja, naga api menyebarkan hawa panas di saat tubuhnya tak bisa bertahan.

__ADS_1


Blaar!


Hawa panas ini bahkan dua kali lebih kuat dari sebelumnya. Ada juga tekanan uap yang seketika menghempaskan puluhan orang yang ada di sekitar.


"Di mana dia?" Zhang Yu menyipitkan mata saat Gao Ran kembali menghilang. Dia berpikir akan ada serangan kejutan lagi, tapi siapa yang mengira jika aura keberadaannya pun menghilang.


"Zhang Yu, apakah dia pergi?" tanya Wang Chen yang juga tak bisa menemukan keberadaan Gao Ran.


Sejenak Zhang Yu menelisik ke sekitar, melihat bagaimana pertarungan masih berlangsung, bukanlah seharusnya dia masih di sini?


"Guru, apa kau tahu di mana He Jiao dan Ibunya saat ini?" tanya Zhang Yu.


Wang Chen yang tidak mengerti tentu bingung dengan pertanyaan Zhang Yu. Namun, matanya langsung terbuka ketika mengingat percakapan antara ketiga orang sebelumnya.


"Benar! Hanya mereka pasangan ibu dan anak di akademi!"


"Zhang Yu, mereka ada di pelataran dalam! Segeralah pergi ke sana karena sebelumnya sudah ada dua orang yang pergi mencari mereka."


Sayang sekali, ketika Zhang Yu sampai di pelataran dalam, tempat tinggal He Jiao sudah hancur dan terbakar.


"He Jiao!" teriak Zhang Yu.


Beberapa langkah memasuki halaman Zhang Yu melihat seseorang yang tergeletak. "Bibi Han Rui!"


Zhang Yu menghampirinya. Mencoba memeriksa nafasnya tapi sangat lemah dengan luka berat di bagian perutnya.


"..."

__ADS_1


"He Jiao ...." Perlahan Han Rui membuka mata. Dia memegang tangan Zhang Yu sambil terus bergumam nama anaknya.


"Me-mereka menangkap He Jiao! He Jiao ...."


Zhang Yu bahkan belum mengatakan sesuatu sampai mendengar suara ledakan dari tempat pertarungan. Bukan hanya sekali, tapi belasan bahkan puluhan ledakan dari tempat yang sama.


Wajah Zhang Yu membeku. Tanpa berpikir panjang dia menggendong Han Rui dan pergi kembali ke tempat pertarungan.


Begitu sampai di pelataran luar, Zhang Yu menyaksikan sendiri bagaimana puluhan kelompok pemberantas yang sedang bertarung tiba-tiba meledak dan mati. Mereka seolah tidak menyadari hal itu, mereka bukan pasukan biasa, mereka pasukan yang telah disiapkan untuk dijadikan pengalihan.


Meskipun ledakan itu tidak sekuat serangan tingkat setengah abadi, tapi jumlah yang sangat banyak dan terdapat di setiap tempat benar-benar membuat sebagian wilayah rusak parah.


Bahkan tak sedikit murid yang meninggal karena berada terlalu dekat dengan pasukan kelompok pemberantas yang meledak.


"Guru," Zhang Yu mendekati sang guru yang terlihat bersimbah darah. Tapi bukan darahnya sendiri, melainkan darah kelompok pemberantas.


"Bagaimana? Apa kau dapat mencegah mereka?"


Mendengar pertanyaan sang guru membuat Zhang Yu terdiam. Dia melirik ke arah punggungnya yang hanya terdapat Han Rui. Sementara He Jiao kemungkinan sudah di bawa oleh Gao Ran. Itulah kenapa Gao Ran tiba-tiba pergi dalam pertarungan. Dia sudah mendapatkan tujuannya.


Zhang Yu juga menjelaskan pada Wang Chen yang terlihat penasaran. Siapa kelompok berpakaian hitam dan alasan mereka datang ke akademi.


Sontak wajah Wang Chen memucat ketika mendengarnya. "Jadi mereka masih memiliki hubungan dengan Istana Roh yang kau hancurkan beberapa tahun lalu? Sekarang mereka kembali berniat memulai rencana yang gagal itu?"


"Tidak berguna!" decak Zhang Yu menyalahkan dirinya sendiri.


Dia menyalahkan dirinya kenapa tidak menyadari masalah ini sejak pertama kali menerima surat tetua ketiga. Dia menyalahkan dirinya kenapa tidak bisa menghentikan mereka mendapatkan teknik pengendali jiwa.

__ADS_1


"Bocah. Ini bukan salahmu. Kenapa kau terus menyalahkan diri sendiri? Kau sudah berusaha sangat keras. Kau setidaknya berhasil mencegah akademi ini hancur dari tangan kelompok pemberantas." Long Shen yang ada di saku jubah berusaha menenangkan Zhang Yu. Long Shen sendiri dapat melihat langsung bagaimana usaha Zhang Yu yang bahkan tak beristirahat sejak perjalanan dari Kekaisaran Ning. Itu bukan suatu yang dapat dilakukan setiap orang. Zhang Yu sudah berusaha sekuat yang dirinya bisa.


Namun, Zhang Yu masih merasa jika semua ini adalah tanggung jawabnya. Rasa penyesalan dan rasa bersalah sangat jelas terlihat dari ekspresi wajahnya.


__ADS_2