Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 273


__ADS_3

Setelah membunuh Heng Hao Cun, perlahan Zhang Yu melangkah ke sisi tepi benteng melihat pertarungan dari atas. Matanya yang hitam bergerak mencari dua pemimpin regu yang sebelumnya turun mengejar Shin.


Blar!


Suara ledakan terdengar dari bibir pantai. Zhang Yu spontan mengarahkan pandangannya ke sana, kemudian menemukan Shin bersama puluhan anggota Suku Niao yang berhadapan dengan Chyou dan An Ming.


Meskipun menang dalam jumlah, tapi terlihat sekali jika kekuatan mereka tak bisa menandingi dua orang tingkat setengah abadi. Sebagian dari mereka sudah terluka, bahkan Yi yang ada di samping Shin pun menerima luka berat.


"Kenapa kalian begitu keras kepala? Serahkan kunci rahasia itu dan kami akan membuat kalian mati dengan tenang." An Ming menodongkan pedangnya yang dialiri Qi, menyentuh air laut yang kemudian menyalurkan energi petir dan menyambar puluhan orang Suku Niao.


Arg!


Jeritan menggema. Setidaknya lima orang jatuh tak sadarkan diri. Shin, Yi dan puluhan orang Suku Niao yang lain segera menjauh area tersebut untuk menghindari aliran petir di air.


Namun, serangan belum berakhir. Setelah An Ming yang beraksi sebelumnya, sekarang giliran Chyou. Pria itu mencengkeram pedangnya dengan kuat sambil berlari ke arah Shin.


Orang-orang Suku Niao berpikir sang pangeran telah menjadi sasaran. Oleh karena itu mereka dengan spontan berdiri membentuk perisai menghalangi Chyou.


Tidak ada yang mengira jika itu adalah pengalihan. Chyou memberi kesempatan untuk menyerang pada An Ming. Sekarang, di posisinya, An Ming dapat melihat celah yang dapat dimanfaatkannya.


"Dasar makhluk rendahan! Bahkan jika kalian menggunakan senjata kelas atas juga tidak akan sebanding dengan kami."


"Rasakan ini!"


Aliran petir keluar dari padang di tangan An Ming. Aliran petir itu menjalar seperti sulur dan menyerang Shin dari arah samping.


Sesh...


Tidak ada yang menyadari serangan itu. Bahkan Yi sekalipun. Namun, ketika aliran petir itu akan menusuk tubuh Shin, tiba-tiba bayangan hitam berkelebat sangat cepat dan menebas aliran petir itu hingga terputus.


Sling!


Mata An Ming dan Chyou terbelalak. Shin dan orang-orang Suku Niao yang tak menyangka dengan serangan diam-diam itu pun langsung tercengang.


"Kakak Yu, kau ...." Shin tak bisa berkata-kata lagi dengan pertolongan Zhang Yu. Andai tidak datang tepat waktu, kemungkinan dirinya sudah mati dengan serangan itu.


"Kalian yang terluka kembalilah ke sisi dalam benteng. Sisanya bantu pasukan kota menghadapi musuh."


"Apa?" Shin menengadahkan kepala mendengar ucapan Zhang Yu. Saat dia akan mengatakan sesuatu, Zhang Yu sudah tahu apa yang ingin disampaikannya.


"Tidak perlu mengkhawatirkan mereka karena aku yang akan menghadapi mereka."

__ADS_1


Perlahan Shin menganggukkan kepala. Dia pergi dari area itu dengan Shin dan orang-orang Suku Niao. Tak lupa juga mengevakuasi beberapa rekan yang tak sadarkan diri sebelumnya.


"Kakak Yu, kau harus berhati-hati."


Heem...


Zhang Yu hanya berdehem pelan. Setelah kepergian mereka, di area itu sekarang hanya ada tiga orang, yakni Zhang Yu dan dua pemimpin regu.


"Kurang ajar! Bagaimana bisa kau sampai di sini? Di mana Heng Hao Cun?" An Ming mencari ke beberapa titik tapi tak juga menemukan keberadaan temannya itu.


Begitu pula dengan Chyou. Namun, pria itu sedikit memiliki prasangka dan perasaannya tak nyaman ketika melihat bagian benteng yang mengalami rusak parah.


"Dia sudah mati."


Deg!


Wajah An Ming dan Chyou membeku. Mereka berdua menatap Zhang Yu dengan sorot mata yang tajam, lalu menekan dengan aura yang mereka keluarkan.


"Pembual! Kau bicara omong kosong!" teriak An Ming.


Tidak ada kewajiban yang paten bagi Zhang Yu untuk menjelaskan hal itu. Percaya atau tidak juga bukan urusannya. Sekarang, yang harus dipikirkannya adalah cara untuk mengalahkan mereka.


Tetapi dengan pedang semesta, Zhang Yu menahan serangan mereka tanpa kesulitan setelah mengambil langkah ke belakang.


Trank!


Chyou dan An Ming mundur menjaga jarak setelah mengetahui serangan mereka tidak berhasil. Keduanya saling melirik, kemudian menganggukkan kepala.


Tak lama setelahnya, Chyou berlari ke tempat Zhang Yu dengan pedangnya. Dia berniat melakukan pengalihan sehingga An Ming akan memiliki celah untuk menyerang.


Namun siapa yang mengira jika hal itu sudah ditebak oleh Zhang Yu. Bukan mengincar Chyou yang sedang melesat ke tempatnya, Zhang Yu malah mengincar An Ming.


"Apa?!" Mata Chyou melotot sempurna. Dia menggigit ujung bibirnya lalu segera mengingatkan An Ming untuk waspada.


"An Ming! Hati-hati!"


Pada saat itu An Ming baru saja mengumpulkan Qi ke pedangnya untuk mengeluarkan serangan. Dia akan memanfaatkan ruang yang diberikan Chyou untuk membunuh Zhang Yu dalam satu serangan.


Sial baginya karena Zhang Yu tak terkecoh. Padahal dia sudah menempatkan seluruh Qi nya untuk serangan itu, dan sudah terlambat baginya untuk menariknya kembali.


Blar!

__ADS_1


Ledakan terjadi di sana. Pasir pantai yang basah terangkat berantakan dan air laut berceceran seperti hujan.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Chyou pada An Ming.


Spontan An Ming melihat ke perutnya yang terluka, juga lengan kanannya yang berdarah. Dia menggertakkan gigi, lalu menatap Zhang Yu dengan marah.


"Situasi ini jelas di luar perkiraan kita. Aku tak mengira jika pulau ini memiliki seorang yang sangat kuat." Chyou memapah An Ming. Dia memegang pedangnya, lalu kembali berkata, "Tunggulah di sini, aku akan menghadapinya."


An Ming tidak dapat mengatakan apapun. Dia sadar jika kondisi tubuhnya saat ini terlalu lemah untuk bertarung. Setidaknya membutuhkan beberapa waktu untuk memulihkan kekuatan nya. Tapi apakah Chyou dapat bertahan sampai waktu itu?


"Cih!" An Ming mencengkram pedangnya sangat erat hingga telapak tangannya berdarah. Dia benar-benar merasa tidak berguna.


Sementara itu di sisi lain, Chyou bertarung satu lawan satu dengan Zhang Yu.


Meskipun keduanya berada di tingkat setengah abadi, tapi Chyou hanya menerima satu anugerah surga yang membuatnya satu tingkat di bawah Zhang Yu.


Zhang Yu mengetahui kelebihannya. Oleh karena itu dia terus menggempur Chyou dengan teknik bertarungnya.


Perlahan tapi pasti Chyou mulai menerima luka di tubuhnya. Sayatan, bahkan tusukan. Ketajaman pedang semesta benar-benar telah mengoyak tubuhnya.


Chyou, meski memiliki tekad dan juga keberanian, tapi di depan kekuatan semua itu tidaklah berguna.


Bruk!


Tubuh Chyou terjatuh terlentang setelah Zhang Yu menarik pedang semesta dari tubuhnya. Darah mengalir dan tatapan matanya terlihat putus asa.


Kematian Chyou tentu saja disaksikan langsung oleh An Ming. Pria tua yang juga dalam keadaan tak berdaya itu meraung dan memaki dengan marah.


"Kurang ajar! Aku akan membunuhmu!"


Setelah berkata An Ming langsung berdiri dengan memaksa tubuhnya yang terluka. Dia berjalan tertatih-tatih sambil memegang pedangnya berniat membalaskan dendam kedua temannya.


Namun, sebelum sepuluh langkah dia berjalan, sebuah perang menembus tubuhnya dari belakang.


Jleb!


"A-apa ...." Mata An Ming memerah. Perlahan dia mengangkat wajahnya ke belakang dan menemukan sosok pangeran Suku Niao, Shin, yang sudah menusuknya dari belakang.


"Ku- ...."


An Ming ingin mencela. Tapi tubuhnya sudah tidak dalam kendalinya. Dia pun jatuh terjungkal ke depan dan mati di tangan orang yang ingin dibunuhnya.

__ADS_1


__ADS_2