
Delapan bulan kemudian.
"Tetua Zhuge Da, ruangan nomor dua puluh empat tidak aktif. Tolong kau periksa."
Tetua Zhuge Da baru saja bersantai setelah membuat laporan. Seorang murid dalam berjalan ke arahnya dan membuat laporan tidak mengenakan.
"Tidak aktif bagaimana? Apa kau melakukan sesuatu?" Tetua Zhuge Da langsung berdiri dan mengintrogasinya.
Tentu saja murid dalam itu langsung membantahnya. "Bukan aku yang melakukannya. Saat akan masuk ruangan itu sudah tak berfungsi. Padahal itu satu-satunya ruangan yang kosong. Aku ingin menggunakannya."
Raut wajah Tetua Zhuge Da menjadi rumit. Tanpa mengatakan apapun langsung berjalan menuju ruangan nomor dua puluh empat.
Sesampainya di sana Tetua Zhuge Da memeriksa dengan hati-hati, lalu menemukan masalahnya yang ternyata ada di biji petirnya.
"Lagi-lagi biji petir kehilangan energinya."
Ini sudah kali kedua dalam delapan bulan. Sebelumnya adalah ruangan nomor dua puluh sembilan, sekarang ruangan nomor dua puluh empat. Suatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi dalam seratus tahun terakhir. Ini benar-benar aneh.
Tetua Zhuge Da berlari ke meja penjagaan lalu mengambil buku laporan. Karena setiap tiga hari akan ada murid yang membantunya mencatat nama di setiap ruangan, jadi seharusnya dia memiliki nama orang yang terakhir menempatinya.
"Dua puluh empat, lantai kelima ...." Dia sangat serius membalikkan halaman. Kemudian menemukan satu nama yang familiar.
"Zhang Yu?!"
Percaya tidak percaya nama Zhang Yu yang tertulis di sana. Ekspresi Tetua Zhuge Da menjadi suram dan penuh tekanan.
Murid yang berdiri di sampingnya pun merasa khawatir. "Tetua Zhuge Da, apa ada masalah?"
"..."
"Tidak ada. Carilah ruangan lain yang kosong. Jika tidak ada, mengantre lah."
__ADS_1
Murid itu pergi dengan enggan. Tetua Zhuge Da memijat keningnya lalu berjalan kembali ke ruangan nomor dua puluh empat. "Lagi-lagi Zhang Yu. empat bulan lalu ruangan nomor dua puluh sembilan yang baru ditempatinya juga mengalami hal sama. Biji petir kehilangan energinya. Bahkan ruangan itu baru saja mendapat biji petir pengganti, sekarang satu ruangan rusak lagi."
"Aku sungguh tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Juga tidak tahu bagaimana dia bisa merusak biji petir itu. Yang pasti, aku tidak akan membiarkannya lagi. Aku akan menangkapnya saat baru keluar dan membuktikan jika dia pelakunya!"
Zhuge Da berdiri di depan ruangan nomor tujuh belas. Nama Zhang Yu terpampang di papan identitas. Jadi sudah dipastikan dia tidak salah ruangan.
Sayangnya terdapat peraturan tidak tertulis di dalam menara kultivasi. Orang yang berada di luar dilarang mengganggu orang yang ada di dalam. Jika melanggar akan mendapat hukuman dan denda.
"Aku akan berada di sini sampai kau keluar! Kau tidak akan lolos dari ku!" tekad Tetua Zhuge Da.
...
Di dalam ruangan, Zhang Yu baru saja mendudukkan tubuhnya di dalam garis merah. Dia mengangkat wajahnya sesaat untuk melihat ke arah pintu setelah merasakan aura permusuhan terpancar dari luar.
"Aku berhalusinasi jika seseorang sedang menungguku keluar," gumamnya.
Tapi bagaimana hal itu mungkin? Sudah enak bulan ia hanya menghabiskan waktu di lantai kelima menara kultivasi. Dia tidak mencari masalah juga tidak terlibat masalah dengan siapapun.
"Dari pada memikirkan hal lain, lebih baik aku berkultivasi."
Waktu pun berlalu dengan cepat. empat bulan kemudian.
Tetua Zhuge Da sama seperti hari-hari sebelumnya selalu berjaga di depan ruangan Zhang Yu. Dia menatap dengan serius sama sekali tak bergeming bahkan jika ada murid yang menyapanya.
"Aku tidak akan pergi bahkan jika ini adalah panggilan dari kepala akademi. Aku harus menangkap basah Zhang Yu dan memaksanya mengakui perbuatannya!"
"Tetua Zhuge Da, kepala akademi memintamu datang menemuinya."
Ah.. Apa?
Tetua Zhuge Da seperti tidak mampu bicara setelah mendengar apa yang disampaikan murid ini. Bahkan membutuhkan tiga sampai empat detik baru setelah itu Tetua Zhuge Da membuka mulutnya.
__ADS_1
"Kepala Akademi? Kenapa Kepala Akademi memanggilku?"
"Kami tidak tahu Tetua. Silakan Tetua pergi ke kediaman Kepala Akademi untuk menemuinya."
Tetua Zhuge Da kembali menatap pintu ruangan yang masih tertutup. Padahal baru saja dia berkata tidak akan pergi bahkan jika itu adalah Kepala Akademi. Sekarang Kepala Akademi benar-benar memanggil, bagaimana mungkin ia berani mengabaikannya.
"Cih! Aku akan kembali dengan cepat! Kau tunggu saja!"
Setelah itu Tetua Zhuge Da pergi secepat kilat untuk menemui Kepala Akademi. Secara kebetulan pintu ruangan itu terbuka. Zhang Yu keluar dan bertemu dengan dua murid yang baru saja menyampaikan pesan pada Tetua Zhuge Da.
Zhang Yu menelisik mereka dari atas sampai ke bawah lalu kembali lagi ke atas. "Apa kalian sedang mencari ruangan?"
"Tidak. Kami datang hanya karena satu urusan. Kami tidak memiliki akses untuk masuk ke ruangan lantai lima," kata dua murid tersebut.
"Kebetulan jika begitu. Andai kalian ingin mengincar ruangan ini, kalian harus kecewa karena ruangan ini sudah tidak bisa digunakan." Zhang Yu melenggang pergi ke arah lain untuk mencari ruangan lain yang kosong.
Tiga puluh menit kemudian. Tetua Zhuge Da berlari memasuki menara kultivasi dengan terburu-buru. Dia naik ke lantai kelima lalu segera pergi ke depan ruangan nomor tujuh belas.
Namun yang tidak terpikir olehnya, ruangan itu sudah terbuka dan tidak ada orang di dalamnya.
Retua Zhuge Da tercengang. Dia menghentikan dua murid yang melintas dan bertanya pada mereka. "Kalian yang tadi memberitahuku kan? Apa kalian tahu di mana murid yang menempati ruangan ini sebelumnya?"
Dua murid itu menunjuk ke ruangan nomor tiga puluh. "Itu dia! Dia akan masuk ke ruangan tiga puluh!"
Mata Tetua Zhuge Da terbelalak sempurna. Dia segera berlari dari tempatnya sambil berseru lantang. "Zhang Yu! Tunggu di luar! Jangan masuk!"
Zhang Yu tidak mendengar. Tetua Zhuge da mempetcelag langkahnya berusaha menyusul, tapi sebelum dirinya sampai Zhang Yu sudah menutup pintu ruangan. Tetua Zhuge Da berdecak pelan, kemudian memutar haluan kembali ke ruangan tujuh belas dengan tergesa-gesa.
"Jika biji petir ini rusak. Jadi memang dia penyebabnya!"
Dan benar saja. Biji petir kehilangan energinya. Tubuh Tetua Zhuge Da langsung bergoyang seakan mau pingsan.
__ADS_1
Sudah tiga biji petir dirusak olehnya. Sudah juga mencoba menghentikannya dengan menunggu di depan ruangan setiap pagi dan sore tapi masih melewatkannya. Saat ini Zhang Yu sudah kembali masuk ke ruangan lain. Kedepannya dia yakin sekali akan ada tambahan biji petir yang kehilangan kekuatan.
"Arg ... Keterlaluan! Siapa sebenarnya yang memberinya token khusus itu. Aku benar-benar ingin memarahinya secara langsung!"