Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 225 : Benar-Benar Menghabisi Mereka


__ADS_3

"Lepas tudung kalian!"


Tengah malam beberapa anggota Kedai Bulan Merah sedang menjaga di depan pintu masuk. Mereka mengawasi setiap orang yang mengunjungi tempat mereka. Tapi ada dua orang yang sangat mencurigakan karena mengenakan pakaian tertutup.


Memang tidak ada aturan yang memuat jelas tentang tata cara berpakaian. Namun mereka melakukannya untuk menjaga keamanan.


Zhang Yu melirik kakeknya sekilas setelah mendengar ucapan dua anggota kedai bulan merah. Sedetik kemudian dia melepas tudungnya memperlihatkan wajahnya pada mereka.


"..."


Dua anggota kedai bulan merah itu terdiam. Saling pandang lalu mengeluarkan selembar kertas dengan sketsa wajah Zhang Yu. Raut wajah mereka membeku saat memastikan jika pria di depan mereka adalah orang yang sama.


"Ka-kau ... Bukankah kau ada di lembah?" kata satu dari dua pria tersebut.


Namun Zhang Yu hanya membalasnya dengan senyuman.


Tentu saja dua pria itu berusaha memanggil teman-temannya. Zhang Yu yang menyadari niat mereka segera memukul dari belakang hingga keduanya jatuh terjerembab.


Tidak sampai di sana, Zhang Yu mengakhiri hidup mereka dengan pedang di tangannya.


Sreg...


Satu tebasan dua leher terpotong.


"Kalian tidak perlu memanggil mereka. Aku sendiri yang akan mencari mereka ke dalam." Setelah berkata Zhang Yu masuk bersama Xiao Nie.


Pintu dibuka dengan keras. Seketika seluruh pengunjung dan pelayan menatap ke arah mereka.

__ADS_1


Awalnya masih tenang, tetapi ketika melihat dua mayat teronggok di depan pintu semua langsung histeris. Suasana pun menjadi lebih mencekam dan tidak ada yang berani bergerak karena ketakutan.


"Kalian bisa pergi dari sini," ucap Xiao Nie pada pengunjung dan pelayan.


Walau bagaimanapun nyawa jauh lebih berharga daripada apapun. Mereka berbondong-bondong melarikan diri karena mengira akan terjadi pertarungan.


Keriuhan yang terjadi di lantai pertama tak elak terdengar sampai ke lantai dua. Satu per satu anggota kedai bulan merah turun, dalam sekejap jumlah mereka sudah lebih dari dua puluh orang.


Pria bertubuh gempal berkepala plontos menatap Zhang Yu dengan lekat sambil memperhatikan kertas sketsa wajah di tangannya. Senyumnya perlahan mengembang saat memastikan sosok pria di hadapannya.


"Zhang Yu! Apa kau datang untuk menyerahkan nyawa?"


"Gu Bo! Kau selalu banyak bicara." Bukan Zhang Yu tapi Xiao Nie yang berbicara.


Pandangan pria bertubuh gempal itu pun langsung tertuju pada Xiao Nie. Keningnya mengerut saat mengenali suara itu. "Nie Xiao. Itu kau!"


Xiao Nie menurunkan tudungnya. "Ya, ini aku. Apa kau ada masalah?"


Xiao Nie tersenyum sinis. "Gu Bo, kau bukan hanya lemah. Tapi juga sangat bodoh. Apa kau pikir dalam dua pertarungan sebelumnya aku benar-benar kalah darimu? Aku hanya mengalah."


Gu Bo mendengus. "Omong kosong! Kalah ya kalah, jangan banyak alasan."


Dengan amarah yang menggebu pria bernama Gu Bo itu menyerang Xiao Nie. Tapi terpaut jarak yang cukup jauh di antara mereka. Begitu Xiao Nie mengeluarkan teknik mata pedang, Gu Bo langsung terpental dan menghancurkan meja-meja di lantai pertama.


"Kurang ajar!" Gu Bo marah. Matanya yang bulat sekarang berubah merah. Dia berseru pada rekan-rekannya.


"Apa yang kalian lakukan! Cepat tangkap pembuat onar itu! Ketika pemimpin kembali, kita akan mendapat hadiah yang besar."

__ADS_1


Xiao Nie tak mengatakan apapun mendengar ucapan Gu Bo. Dia hanya tersenyum dalam diam seolah menertawakan apa yang baru saja dikatakannya.


"Fu Shuang tidak akan kembali. Dan mereka sebanyak itu tetap tidak akan bisa mengalahkan Zhang Yu," batin Xiao Nie.


Itu benar. Zhang Yu terlalu kuat untuk mereka yang hanya di tingkat surgawi. Sebagaimana mereka mengeluarkan serangan, tapi serangan itu selalu dapat dipatahkan. Bahkan ketika Zhang Yu hanya menggunakan teknik tinju batu, dua sampai tiga orang menjadi korban.


Tetapi tidak semua dari dia puluh orang ini tidak berguna. Di antara mereka ada yang berada di tingkat surgawi bintang delapan dan mereka cukup tangguh dalam menahan serangan Zhang Yu meski harus kepayahan.


"Apa yang harus kita lakukan? Pemimpin tidak ada di sini, kita mungkin akan terbunuh jika terus bertarung melawannya," kata salah seorang anggota.


Mendengar hal ini yang lain segera menjawabnya, "Kita tidak mungkin pergi meninggalkan markas. Pilihan kita saat ini hanya menunggu pemimpin kembali dan memberi serangan balasan untuk pembuat onar ini."


Mereka berlima menganggukkan kepala. Zhang Yu yang mendengar benar-benar tak bisa menahan tawa. Dia berkata, "Jika kalian ingin sekali bertemu dengan mereka, aku akan mengabulkannya."


"Apa maksudmu?"


"Matilah dan bertemu dengan mereka di neraka!" Zhang Yu mengayunkan pedang dengan kuat mengeluarkan siluet tebasan.


Kekuatan penghancur yang sangat kuat. Kelima orang yang tak bereaksi cukup cepat hanya bisa bertahan. Tapi bahkan ketika mereka menyatukan kekuatan, siluet tebasan itu terlalu kuat dan menghantam tubuh mereka.


Blar!


Kelima pria itu terpelanting dengan luka yang sangat parah. Tidak perlu untuk Zhang Yu turun tangan kembali sampai mereka menghembuskan nafas terakhirnya.


Menyaksikan kematian rekan-rekannya, Gu Bo menahan nafasnya secara spontan. Dia menatap Zhang Yu lalu beralih pada Xiao Nie.


"Tak perlu khawatir, kau akan kembali berkumpul dengan mereka."

__ADS_1


Jleb!


Pedang Xiao Nie menembus tubuh Gu Bo. Mata pria itu melotot marah, tapi tidak ada kata yang dapat dikatakan olehnya. Tubuhnya pun segera ambruk menyusul kematian rekan-rekannya.


__ADS_2