Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 242 : Menjalankan Misi Khusus


__ADS_3

Zhang Yu sedang berkumpul dengan Tang Yue dan He Jiao, Wu Zetian yang terjebak dalam situasinya sendiri batu saja datang dengan lingkaran mata menghitam.


"Ada apa dengan matamu?" tanya Zhang Yu seolah tak itu sama sekali tidak berkaitan dengannya.


Wu Zetian mendengus. "Benar-benar teman terburuk. Seharusnya aku tinggalkan kau saja di sana. Bukannya berterima kasih malah mengejek. Menjengkelkan!"


Zhang Yu tak bisa menahan tawa mendengar ucapan Wu Zetian. Tapi dia tidak bisa bersama mereka terlalu lama karena harus segera pergi ke Kekaisaran Long untuk mengikuti turnamen antar akademi. Dia segera beranjak dari tempatnya begitu menghabiskan makanannya.


"Apa kau sungguh akan pergi sekarang?" tanya He Jiao.


Wu Zetian yang bahkan tidak tahu tentang hal ini pun hanya menatap Zhang Yu dengan kosong. Sedetik kemudian dia berkata, "Kau akan pergi lagi? Aku sungguh tidak mengerti bagaimana kau bisa begitu bebas pergi dan kembali ke akademi."


Zhang Yu hanya terkekeh. Dia tidak mengatakan apapun setelah itu dan meninggalkan mereka.


"Dia benar-benar terlalu jauh untuk dijangkau. Berada di sisi orang sepertinya hanya akan membuatku terlihat menyedihkan." Wu Zetian meminum teh di meja. Meletakkan gelasnya dengan senyum yang pasrah. "Tapi aku tidak akan menyerah. Suatu saat nanti aku akan mengejarnya."


"Tang Yue, He Jiao, apa kalian setuju denganku?" Wu Zetian baru saja menemukan semangatnya. Tapi dia baru sadar jika dua temannya sudah pergi tanpa mendengarkan ucapannya.


Brak!


Wu Zetian menggebrak meja. Dia pergi sambil bersungut-sungut marah. "Keterlaluan! Kalian membuatku semakin terlihat menyedihkan. Ini membuat lapar dan ingin makan sebanyak-banyaknya."


...


Di sisi lain. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh hari, Zhang Yu akhirnya sampai di Kekaisaran Long. Tepatnya Kota Shin Hua yang menjadi wilayah paling timur dan berbatasan langsung dengan Kekaisaran Yang.


Perlu diketahui, turnamen antar akademi akan dilakukan di Kota Xing Zou. Jadi Zhang Yu tak berlama-lama di wilayah Kota Shin Hua dan menuju ibukota Kekaisaran Long itu yang ada di wilayah paling utara.


Namun, untuk sampai di sana Zhang Yu harus menggunakan kapal. Oleh karena itu Zhang Yu berhenti di dermaga untuk menunggu kapal datang.


Siapa yang mengira kapal akan datang cukup cepat. Itu membuat Zhang Yu tak perlu membuang waktu di sana dan segera naik ke atas kapal.


Zhang Yu pergi ke geladak depan sambil menunggu penumpang penuh. Dia melihat permukaan air yang selalu bergerak tidak menentu karena tiupan angin. Pada saat yang sama, dia melihat seseorang yang tak asing dalam ingatannya.


Ketika Zhang Yu semakin memperhatikannya, sepertinya itu benar orang yang dikenalnya.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


Pria yang mengenakan pakaian merah maroon itu terlihat mengerutkan kening. Bertahap dia memutar wajahnya ke arah Zhang Yu. Begitu dia mengenali siapa yang berbicara padanya, pria itu menelan ludahnya dengan kasar.

__ADS_1


"Tuan Muda! Apa yang kau lakukan di sini."


Zhang Yu tak berpikir Duan Jian masih memanggilnya seperti itu. Dia menaikkan alisnya dan membuat Duan Jian gugup.


"Tuan Muda, sejak kau merekomendasikanku ke Kelompok Dagang Saturnus, sekarang aku menjadi wakil kepala cabang yang baru saja dibuka di Kota Xing Zou."


Saturnus membuka cabang?


Zhang Yu tidak begitu mengikuti perkembangan ini. Jadi tidak tahu jika Saturnus baru saja membuka cabang di Kekaisaran Long. Harus diakui, kemampuan keluarga Liu menjalankan bisnis benar-benar menjadi panutan.


"Tuan Muda, apa kau bersedia mampir ke toko cabang? Aku akan memastikan kau tidak akan menyesal setelah pergi dari sana."


"Aku akan memikirkannya," ucap Zhang Yu.


Bersama dengan itu kapal penumpang sudah penuh sehingga awal kapal segera membentangkan layar dan memulai perjalanan.


Setidaknya butuh waktu lima sampai enam jam untuk sampai di kota Xing Zou. Zhang Yu memutuskan untuk menyewa ruangan dan menikmati waktunya di sana.


Zhang Yu berpikir dia akan bisa benar-benar menikmati waktunya. Tetapi belum juga ia memejamkan mata, kapal tiba-tiba berhenti diikuti dengan suara dentuman yang keras.


Blam!


"Menjengkelkan! Kita bertemu bandit. Mereka benar-benar berpikir dapat menjadi penguasa perairan ini karena memiliki kapal yang lebih besar," ucap Duan Jian yang bersungut-sungut sambil menatap kapal bandit yang mencegat kapal mereka.


Zhang Yu di samping hanya melirik Duan Jian dengan tatapan rumit.


Mantan bandit sekarang bisa berkata begitu terang-terangan. Apa dia tidak merasa ucapannya ini berlebihan?


Seolah mengerti dengan lirikan Zhang Yu, Duan Jian langsung menutup mulutnya dan tertawa canggung. "Hehe ... Tuan Muda, itu adalah masa lalu. Aku sudah tobat, dan seiring berjalannya waktu aku menyadari jika kelompok bandit sebenarnya sangat menyebalkan."


"Biarkan aku yang menghadapi mereka, aku ...." Sebelum Duan Jian menyelesaikan kalimatnya, siluet bayangan berkelebat dari belakang lalu ke kapal kelompok bandit sambil mengayunkan pedang besarnya.


Blam!


Dengan hantaman yang keras itu kapal kelompok bandit meledak dan terbakar. Namun, hal itu tidak membuat kelompok bandit menyerah. Mereka yang berjumlah lima belas orang langsung mengepung sosok pria berpakaian putih yang telah menghancurkan kapal mereka.


Sial bagi pria berpakaian putih itu karena pemimpin bandit itu berada di tingkat surgawi. Pria tua yang mana adalah kakek pria berpakaian putih dengan segera berseru meminta sang cucu kembali ketika menyadari kekuatan pemimpin bandit.


"Lou Xian! Cepat kembali! Dia bukan lawanmu!" teriak kakek itu.

__ADS_1


Andai peringatan itu diberikan beberapa saat lebih awal, mungkin pria bernama Lou Xian tidak akan terjebak di sana. Tapi sekarang, tidak mungkin untuk pergi tanpa bertarung dalam keadaan kelompok bandit yang mengepung.


"Aku hanya bisa menghadapi separuh dari mereka. Aku tidak mungkin lolos jika pemimpin bandit itu ikut bertarung."


Ketika Lou Xian sedang berpikir, tiba-tiba satu siluet tebasan menghantam pemimpin bandit.


Blam!


Serangan sangat cepat hingga tak ada yang bereaksi termasuk pemimpin bandit. Dalam satu waktu, pemimpin bandit yang jatuh ke danau ditemukan mengambang tepat tiga meter di tempatnya semula.


Semua orang terkejut tak terkecuali Lou Xian. Tetapi pria itu dapat segera mengendalikan diri kemudian membunuh belasan bandit yang tersisa.


Alhasil pertarungan ini dimenangkan oleh kapal penumpang.


Masih menjadi misteri siapa yang mengeluarkan serangan itu. Tapi beberapa orang dan Lou Xian mencurigai orang itu adalah sosok pria berjubah hitam yang memiliki monyet di pundaknya.


Bahkan ketika kembali ke kapal, tatapan Lou Xian hanya tertuju pada Zhang Yu. "Aku tahu itu kau," Mungkin itulah maksud tatapannya.


"Tuan Muda, itu sangat luar biasa. Bagaimana kau melakukannya?" tanya Duan Jian saat mereka dalam perjalanan kembali ke ruangan.


"Tuan Muda, angkat aku jadi muridmu," ucap Duan Jian lagi sambil mengekor Zhang Yu. Tapi Zhang Yu benar-benar malas untuk meladeninya.


Baru setelah sampai di depan pintu ruangan, Duan Jian tak lagi mengikuti Zhang Yu yang masuk ke dalam. Tentu saja dia tidak berani, karena Zhang Yu memberitahunya akan melemparnya ke danau jika terus berisik dan mengganggunya.


Duan Jian pun hanya bisa menghela nafas. Mau tak mau dia pun kembali ke ruangan yang tak begitu jauh dari tempat Zhang Yu. Tetapi ketika akan masuk, pria berpakaian putih yang mengalahkan bandit sebelumnya, sejarang datang mencarinya.


"Tunggu! Aku melihatmu selalu bersama pria itu. Apa kau bisa memberitahuku namanya?" tanya Lou Xian.


Duan Jian menatap dari atas ke bawah lalu menyipitkan mata. "Ada urusan apa? Kenapa kau bertanya tentang Tuan Muda?"


"Oh, jadi dia adalah keturunan keluarga bangsawan? Apa dia berasal dari ibukota?" tanya Lou Xian.


Duan Jian berpikir sejenak kemudian tersenyum dengan penuh makna. "Kau bertanya nama Tuan Muda kan?"


Lou Xian mengangguk. "Benar, siapa namanya?"


"Namanya adalah Yu Zhang."


Lou Xian terlihat ragu saat mendengar jawaban tersebut. Namun dia pergi tanpa mengatakan apapun setelah mendapat apa yang diinginkannya.

__ADS_1


Duan Jian tertawa. "Ingin mendapat informasi Tuan Muda dariku? Kau harus cukup pintar untuk melakukannya."


__ADS_2