Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 50 : Tabir Ilusi (Boneka Kayu)


__ADS_3

"Dia adalah Guang Zhou, peringkat pertama murid luar."


Zhang Yu melirik Shi Guan, lalu secara bertahap menyatukan alisnya heran.


Guang Zhou yang terlihat begitu dominan tapi masih murid pelataran luar. Dia bahkan lebih cocok menjadi murid pelataran dalam. Auranya yang begitu kuat sepertinya dia berada di atas tingkat master bintang dua.


"Guang Zhou adalah murid angkatan 172. Dia masuk bersama denganku. Saat itu dia adalah yang terkuat dari lima puluh orang murid baru. Dia juga begitu terkenal di antara murid pelataran luar. Tapi karena menghabiskan sebagian besar waktunya di menara kultivasi, dia melewatkan ujian murid dalam dua kali berturut-turut," jelas Shi Guan setelah menyadari kebingungan di wajah Zhang Yu.


Zhang Yu hampir tidak bisa mengendalikan ekspresi wajahnya setelah mendengar tentang Guang Zhou. Pantas saja beberapa orang di sini meski adalah murid dalam tapi menunjukkan keseganan terhadap Guang Zhou.


"Zhang Yu, apa setelah ini kau berniat kembali?" tanya Shi Guan.


Pria bertubuh kurus dengan rambut sebahu itu berpikir Zhang Yu telah memecahkan rekor Guang Zhou yang bertahan enam tahun, jadi harusnya sudah puas untuk pencapaiannya.


Akan tetapi apa yang dipikirkannya salah besar ....


"Tidak. Aku hanya beristirahat beberapa lama lalu naik ke panggung kelima."


Jawaban Zhang Yu ini tak ayal membuat Shi Guan batuk dua kali.


Uhuk... Uhuk...


"Zhang Yu, sepertinya kau tidak tahu benar apa yang akan kau hadapi. Tangga menuju panggung kelima tidak sesederhana tangga di bawah. Coba kau perhatikan Guang Zhou, dia terjebak dalam tabir ilusi tangga pertama."


Zhang Yu mengangkat wajahnya menatap Guan Zhou yang bergeming di anak tangga seratus dua puluh satu.


Meski begitu aura kekuatannya terpancar keluar seperti sedang menghadapi sebuah pertarungan.


Tabir ilusi? Apa itu?


Zhang Yu kemudian mengingat tentang ucapan gurunya beberapa waktu lalu. Berkata dirinya akan menghadapi suatu yang berbeda. Apa mungkin tabir ilusi ini yang dimaksud?


Karena belum mengetahui secara pasti apa yang akan dihadapi saat naik tangga ke seratus dua puluh satu, Zhang Yu memutuskan untuk beristirahat sambil melihat bagaimana Guang Zhou mengatasi masalahnya.


Pada saat yang sama, lima sampai enam murid mencoba naik mengikuti langkah Guang Zhou. Mereka berjajar tepat di kanannya dan mulai memejamkan mata ketika tabir ilusi aktif.

__ADS_1


Namun dari sedikit murid itu, tak satu pun dari mereka bertahan lebih dari satu jam dan berakhir menyerah.


Berbeda dengan Guang Zhou yang masih bertahan meski keringat membasahi wajahnya dan tenaganya terus terkuras.


Zhang Yu tidak tahu apa yang mereka hadapi. Tapi dapat dipastikan untuk lolos tidaklah mudah.


Satu jam, dua jam ... Akhirnya setelah mengerahkan banyak tenaga Guang Zhou berhasil menyelesaikan masalahnya. Dia membuka mata perlahan lalu melanjutkan langkahnya ke tangga seratus dua puluh dua.


Kali ini tidak ada masalah. Hanya tekanan biasa seperti tangga penghubung panggung ketiga dan Guang Zhou dapat melewatinya dengan mudah.


Zhang Yu merasakan tenaganya telah terisi kembali. Dia mengayunkan kaki menuju anak tangga seratus dua puluh satu mengikuti langkah Guang Zhou.


Shi Guan tertegun untuk beberapa waktu yang lama. Dia mengikuti Zhang Yu tepat di belakangnya.


"Aku gagal dalam percobaan sebelumnya. Tapi mari coba sekali lagi."


Wush...


Zhang Yu baru menginjakkan kedua kakinya di bidang tangga ke seratus dua puluh satu. Tiba-tiba pandangan berubah menjadi gelap seolah ada kain hitam yang menutup matanya.


Berputar ke kanan dan kembali menghadap ke depan tapi tidak ada apapun kecuali kegelapan.


Pada saat ini sebuah tulisan terbentuk dari cahaya merah muncul dan mengambang tepat di depan wajahnya.


"Ujian pertama! Kalahkan manusia kayu."


Bersama dengan itu suasana gelap dan mencekam perlahan berubah menjadikan sebuah arena pertarungan.


Brak...


Suara langkah berat terdengar dari depan. Zhang Yu mengangkat wajahnya lalu menemukan satu boneka kayu dengan tinggi dua setengah meter.


"Jadi aku harus mengalahkannya untuk lanjut ke tangga selanjutnya." Zhang Yu masih menganalisis kekuatan boneka kayu.


Tapi sepertinya boneka kayu ini tidak bisa bersabar. Begitu menyadari keberadaan Zhang Yu dia langsung melesat menyerang.

__ADS_1


Kepalan tangannya menghantam pedang semesta yang baru keluar dari cincin penyimpanan.


Namun tidak berhenti di sana, boneka kayu menyerang ganas dan mengincar dengan tangan tumpulnya yang dingin.


Trank! Trank!


Suara dentingan terus mengalun seiring banyaknya jumlah gerakan pertarungan. Zhang Yu mengarahkan beberapa upaya dengan pedangnya, tapi gerakan seperti telah termonitor oleh boneka kayu.


"Tidak disangka boneka kayu ini memiliki reaksi yang begitu cepat. Aku harus memikirkan cara untuk mengalahkannya." Zhang Yu melompat sambil menarik pedangnya. Dari pertukaran serangan beberapa waktu lalu dia menyadari kekuatan boneka kayu ini setara dengan kultivator tingkat master bintang dua.


Namun itu murni kekuatan fisiknya. Dia tidak memiliki aura, tidak ada Qi dalam serangannya. Itu tandanya, kesempatan akan lebih besar jika memaksa pertarungan spiritual.


Senyum di wajah Zhang Yu terukir nyata setelah menemukan cara untuk mengalahkan boneka kayu. Dia mundur semakin jauh lalu mengarahkan pedangnya ke depan menciptakan bayangan cakar berwarna merah.


Ketika serangan itu menghantam boneka kayu, ledakan dahsyat terdengar diikuti dengan luapan kekuatan kacau yang menekan.


Boneka kayu hancur menjadi beberapa bagian. Perasaan senang menyelimuti hati Zhang Yu karena berpikir ujian telah selesai. Tapi itu tidak bertahan lama karena sejurus kemudian, bagian-bagian boneka kayu yang tercerai berai tiba-tiba kembali menyatu setelah benang cahaya berwarna biru mengumpulkan mereka.


"Keterlaluan! Bagaimana bisa trik ini dilakukan?!" Zhang Yu meraung geram melihat boneka kayu yang telah dikalahkan kembali baru seperti semula.


Ini sangat tidak adil. Susah payah menganalisis kelemahannya dan mengalahkannya, tapi boneka kayu memiliki kemampuan untuk menyatukan tubuhnya.


"Pantas saja semua begitu kesulitan menyelesaikan ujian ini." Zhang Yu mengingat beberapa murid yang menyerah setelah berusaha satu jam. Mereka pasti merasa frustrasi karena boneka kayu seperti tidak memiliki kelemahan dan tak bisa dikalahkan.


Di saat yang sama Zhang Yu juga memikirkan tentang Guang Zhou yang bisa melaju ke tangga seratus dua puluh dua. Selalu ada jalan untuk orang yang mau berusaha.


Dengan berpegang pada keyakinannya dan juga ambisi menyelesaikan tantangan Zhang Yu kembali menyerang boneka spiritual dengan teknik pedang pembunuh.


Namun yang terjadi tidak sesuai harapan. Berpikir boneka kayu akan terpisah seperti sebelumnya, kali ini mereka dapat menghindarinya.


Zhang Yu tak menyerah dan kembali menyerang. Sayangnya kemampuan menghindar boneka kayu bukan sebuah kebetulan atau keberuntungan. Dua bahkan tiga kali Zhang Yu mengeluarkan bayangan cakar berwarna merah tapi boneka kayu selalu bisa menghindarinya.


"Begaimana dia bisa melakukannya?! Apa dia bisa belajar dari kesalahan?" batin Zhang Yu.


Berikutnya Zhang Yu tak mau buang-buang tenaga dengan melakukan suatu yang sia-sia. Karena serangan seperti itu tidak berguna, jadi mari temukan cara lain untuk mengalahkannya.

__ADS_1


"Ah ... Mungkin cara ini dapat dicoba!"


__ADS_2