
Di bawah reruntuhan.
Uh...
"Di mana aku?" Xuan Yin perlahan membuka mata sembari menarik tubuhnya untuk duduk.
Dia melihat ke sekitar tapi tak menemukan apapun kecuali lautan api yang membara.
Nafas tertahan, tubuhnya merinding menyaksikan penampakan tak biasa yang ada di depan matanya.
"Ini di mana?" gumamnya lagi.
"Kita berada di bawah reruntuhan."
Mata Xuan Yin melebar mendengar suara tersebut. Dia segera membalikkan badan lalu menemukan Zhang Yu yang sedang duduk bersila dua meter dari tempatnya.
"Apa yang terjadi? Kenapa kita bisa di tempat seperti ini?"
"Kau tak mengingatnya?" tanya balik Zhang Yu.
Xuan Yin pun merenung. Dia ingat pada saat itu lantai keenam masih diguncang getaran yang kuat. Tapi dia memaksa berada di sana untuk menunggu Zhang Yu. Bahkan melindungi pilar batu besar dari puing-puing yang berjatuhan.
Dia mengeluarkan seluruh kekuatannya, tapi sampai seluruh kekuatan habis tak bersisa Zhang Yu masih tidak turun dari lantai ketujuh.
Dia mulai kehilangan kesadaran karena terlalu memaksakan diri. Kemudian dia jatuh dan seperti ada seseorang yang menangkapnya dari belakang.
Eh...
Mata Xuan Yin membulat dan wajahnya agak memerah. Dia bertanya dengan suara lirih. "Apa itu kau?"
"Dasar bodoh! Tentu saja itu aku. Lagi pula, kenapa kau bertaruh nyawa dengan tetap berada di sana? Kau bisa pergi tanpa mempedulikanku." Zhang Yu menggeser tubuhnya mendekat lalu menusuk kening Xuan Yin dengan telunjuknya.
"Kau benar-benar wanita bodoh," ucapnya lagi.
Xuan Yin menepis tangan Zhang Yu. "Aku memang bodoh karena begitu peduli dengan mu. Tapi yang lebih bodoh lagi aku tidak tahu bagaimana cara untuk tidak peduli melihatmu belum kembali dari lantai ketujuh."
"Tapi syukurlah kau baik-baik saja," tambahnya pelan kemudian langsung memalingkan kepala ke kanan.
Melihat sikap Xuan Yin yang seperti ini Zhang Yu segera berdehem dua kali sambil menggaruk tengkuk kepala yang tak gatal.
"Aku tak sadarkan diri setelah itu. Bagaimana kita berada di sini, maksudku, apa tempat ini benar-benar berada di bawah pagoda naga?" Xuan Yin kembali melihat ke sekitar. Jelas dia sulit menerima kenyataan ini. Pagoda naga terlihat sangat megah dari luar dan tinggi menjulang. Bagaimana mungkin di bawahnya adalah lautan api. Bahkan tempat ini mirip seperti gunung berapi.
"Tempat ini tidak seperti bayanganmu. Saat kita jatuh dari lantai keenam tanpa sengaja memicu sebuah formasi yang ada di dasar pagoda naga."
"... Jadi maksudmu kita terjebak dalam sebuah ruang formasi?"
Zhang Yu mengedikkan bahu. "Kurang lebih seperti itu."
Xuan Yin manggut-manggut dan mulai memahaminya situasi. Saat dirinya sibuk memperhatikan sekitar tanpa sengaja perhatiannya tertuju pada luka di tubuh Zhang Yu. Matanya berkedut, dia langsung merangkak mendekat seperti seorang istri yang mengkhawatirkan suaminya.
__ADS_1
"Luka ini, bagaimana kau terluka seperti ini?"
Zhang Yu menggigit bibirnya menahan rasa perih ketika Xuan Yin menyentuh lukanya.
"Terjatuh dari ketinggian dengan puing-puing besar melesat dari atas. Beruntung kita berdua tidak mati."
Xuan Yin spontan memeriksa tubuhnya. Tapi selain kehabisan tenaga dia tak mendapati satu pun luka. Tentu saja ini terasa aneh melihat Zhang Yu yang sangat berbanding terbalik dengan kondisinya.
"Apa dia melindungiku dengan mengorbankan tubuhnya?" Ketika memikirkan ini Xuan Yin merasakan sebuah kehangatan. Dia menarik tangan Zhang Yu lalu memegangnya dengan erat.
Zhang Yu terkejut hingga matanya membulat. Tapi sedetik kemudian dia ikut mengeratkan pegangan itu sambil tersenyum padanya.
"Aku menyadari selain dapat memulihkan kekuatan, ketika berkontak fisik kita juga dapat memulihkan luka." Xuan Yin menarik lengan Zhang Yu dan menunjukkan hasilnya.
Itu benar-benar sembuh. Meski tidak secara langsung, tapi luka perlahan tertutup dan menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.
"Lihat! Benar kan yang aku katakan?" seru Xuan Yin senang.
Ehem...
"Tapi sayangnya membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan seluruh luka. Mungkin membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar berpegangan tangan."
Xuan Yin langsung melepaskan tangan Zhang Yu dan berdiri. "Jangan keterlaluan! Kau pikir dirimu siapa dapat memerintah ku?"
"..."
"Pejamkan matamu,"
"Kenapa kau malah melebarkan matamu? Bukankah aku bilang pejamkan?"
Secara naluri Zhang Yu langsung memejamkan mata. Satu detik, dua detik masih tidak ada yang terjadi. Tapi saat akan membuka mata dia merasakan sensasi hangat di bibir dinginnya. Begitu lembut dan candu.
Zhang Yu mengintip sedikit, melihat wajahnya Xuan Yin sangat-sangat dekat dengannya. Polesan wajahnya yang halus dengan kulit putih bersih benar-benar menjadi daya tarik bagi semua orang yang melihatnya.
"Bukankah dia bilang tidak mau? Tapi sekarang ...."
Xuan Yin merasakan tatapan yang tidak biasa tertuju padanya. Dia perlahan membuka mata lalu mendapati Zhang Yu yang ternyata memperhatikannya. Wajahnya langsung merah merona.
"Sudah aku bilang pejamkan mata. Jangan buka sebelum aku memintanya."
Xuan Yin hendak menarik wajahnya, tapi Zhang Yu menahan tengkuknya. "Lukaku belum sembuh. Masih membutuhkan bantuan untuk memulihkannya."
"Siapa yang peduli! Lepaskan aku!" Xuan Yin memukul Zhang Yu pelan memaksa tangannya untuk lepas.
Namun alih-alih melepaskannya. Zhang Yu menahan tengkuk Xuan Yin sambil mendorong wajahnya.
Beberapa jam kemudian.
"Cara penyembuhan seperti ini benar-benar ampuh. Mungkin kita dapat melakukannya lebih sering jika ada kesempatan." Zhang Yu melipat lengan pakaiannya dan melihat bekas luka yang sudah memudar.
__ADS_1
Xuan Yin membalikkan badan. "Mimpi sana! Siapa bilang akan ada lain kali?! Aku tidak akan melakukannya lagi bahkan jika kau sekarat!"
Zhang Yu hanya mengulum senyum. Kemudian mengangkat wajahnya melihat ke atas. "Kita perlu memikirkan cara untuk keluar dari ruang formasi ini."
"Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menemukan posisi inti formasi. Namun dari mana kita akan memulainya?"
Xuan Yin mengusap bibirnya perlahan lalu menunjuk ke salah satu daratan di antara lautan api. "Bagaimana dengan di sana?"
"Boleh juga, kita dapat pergi ke sana untuk memeriksanya."
Setelah bicara Zhang Yu dan Xuan Yun melompat berpindah ke permukaan batu yang tidak terlalu luas.
Berbekal dengan pengetahuan mentah mereka tak menyerah untuk terus mencari inti formasi.
Tidak ada yang pernah melihat secara langsung titik formasi seperti apa. Juga tidak pernah terjebak dalam ruang formasi sebelumnya. Hanya mengingat dalam sebuah kitab yang pernah dipelajari jika inti formasi tidak mudah ditemukan.
Oleh karena itu Zhang Yu dan Xuan Yin terus mengedarkan Qi untuk memeriksa sembari mata mereka berusaha menemukan kejanggalan yang ada di sekitar.
"Bagaimana jika inti formasi itu sebenarnya berada di dasar kolam api?" tanya Xuan Yin tiba-tiba.
Zhang Yu menatap lurus ke permukaan kolam api. Karena mereka tidak bisa merasakan keberadaan inti formasi itu di sekitar, sangat masuk akal inti formasi itu berada di dasar kolam.
"Apa yang kau lakukan? Kau akan masuk ke dalam kolam api? Jangan gila!" Xuan Yin berdiri di depan Zhang Yu ketika menyadari gelagat anehnya.
"Jika kita tidak menemukan inti formasi itu, kita akan terjebak di tempat ini selamanya."
Kalimat Zhang Yu tidak dapat dibantah. Xuan Yin juga mengetahui hal ini. Tapi apa benar-benar harus masuk ke dalam kolam api?
"Tidak adakah cara lain? Selain itu inti formasi belum tentu ada di dasar kolam. Jadi mungkin kita harus mencarinya kembali di sekitar sini."
Zhang Yu meletakkan tangannya di puncak kepala Xuan Yin. "Tenang saja. Aku pasti akan kembali."
Begitu menyelesaikan kalimatnya Zhang Yu langsung menyelimuti tubuhnya dengan lapisan Qi. Dia memandang permukaan kolam cukup lama, sebelum melompat dan menyelam ke dalamnya.
Lima meter, sepuluh meter. Dia terus masuk menahan tekanan kuat yang mencoba menghancurkan pelindungnya.
Meski tekanan itu membuat dadanya terasa sesak dan tubuhnya semakin berat, Zhang Yu tak menghiraukannya.
Dalam hati terus mengingat tujuannya. Mencari Klan Xiao untuk bertemu dengan ibunya.
Saat memikirkan hal itu Zhang Yu seperti membangkitkan kekuatan tersembunyi dalam tubuhnya. Dia menjadi semakin bertenaga, berenang semakin ke dalam untuk menemukan inti formasi.
"Perasaan apa ini? Aku merasakannya ...." Zhang Yu masih belum yakin jadi dia terus berenang ke dasar.
Satu waktu Zhang Yu merasakan gelombang energi yang memancar dari satu arah. Dia mengedarkan Qi untuk memeriksa. Walau hal itu membuat panas api menyerang tubuhnya, tapi tidak ada pilihan lain demi menemukan inti formasi.
Semakin ke dasar Zhang Yu semakin merasakannya. Dia mulai menemukan arah, mulai mengikutinya.
Beberapa meter kemudian, Zhang Yu berhasil menemukannya. Kurang lebih tiga puluh meter dari permukaan. Satu riak cahaya yang cukup terang juga memancarkan energi fluktuatif.
__ADS_1
"Tidak salah lagi! Cahaya itu adalah inti formasi."