
"Dewi, sebelum pergi bisakah kau membantu kami lagi?"
Seketika Song Yixue menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Luo, pria yang menggendong pangeran Suku Niao. "Apa masih ada yang sakit?" tanyanya.
Luo menganggukkan kepala. Dia berkata, "Hampir separuh dari kami terjangkit penyakit ini. Meski tidak terasa sakit, tapi perlahan keadaan tubuh terus melemah hingga tak bisa bergerak sama sekali."
"Tolong Dewi!" Luo berlutut. Belasan Suku Niao lainnya juga berlutut.
Namun, Song Yixue tidak berani memutuskan. Dia bertanya terlebih dahulu pada Zhang Yu dan Xiao Nie tentang apa yang harus dilakukan.
Setelah saling lirik beberapa saat, Xiao Nie berdehem dengan suara nyaring.
Ehem...
"Daratan Zhen Yang tidak akan pernah menjauh. Kita mempunyai waktu yang cukup banyak sehingga tidak terburu-buru. Bantulah mereka jika kau bisa melakukannya."
Song Yixue tersenyum senang. Hal bahagia baginya adalah dapat memanfaatkan kemampuannya agar berguna bagi orang lain.
"Aku akan mencoba membantu. Jadi bisakah kalian menunjukkan tempat di mana orang-orang yang sakit?"
Luo menganggukkan kepala. Dia segera memanggil burung tunggangannya sambil mengajak Song Yixue. Zhang Yu dan Xiao Nie juga naik burung tunggangan mereka. Menyimpan kapal ke bentuk semula kemudian pergi ke tempat tinggal Suku Niao.
Begitu mereka sampai, ratusan anggota suku menyambut di luar. Mungkin karena mereka melihat adanya sosok asing yang kembali bersama pasukan patroli sehingga muncul rasa penasaran dalam benak mereka.
"Ikut kami Dewi untuk bertemu raja," kata Luo sambil turun menggendong pangerannya.
Berempat dengan Song Yixue, Zhang Yu dan Xiao Nie, mereka berjalan sambil di ikuti pasukan patroli di belakang.
"Sin!"
Pria Suku Niao yang mengenakan mahkota keluar dari gua besarnya sambil setengah berlari.
Luo dan seluruh anggota Suku Niao langsung membungkuk melihat kedatangan raja mereka.
"Yang Mulia, ...."
"Apa yang terjadi pada Sin?" tanya Cao, raja Suku Niao.
__ADS_1
Luo pun menjelaskan apa yang terjadi tanpa mengurangi atau mengubah ceritanya. Termasuk pertarungan dan bagaimana Song Yixue menyembuhkan penyakit pangeran.
Tentu saja Raja Cao tak langsung percaya saat Luo mengatakan penyakit putranya sembuh. Dia melihat kondisinya secara langsung, lalu terkejut dengan perubahannya.
"Sin! Dia sembuh?" Setelah tertegun beberapa saat, Raja Cao yang merupakan raja Suku Niao pun berlutut di depan Song Yixue sambil memanggilnya dewi.
"Dewi, kau dapat menyembuhkan Sin. Tolong sembuhkan anggota kami yang lain," ucapnya dengan sopan.
Song Yixue membalas dengan anggukan ringan. "Aku akan berusaha melakukannya. Jadi, di mana orang-orang yang sakit?"
Raja Cao segera bangkit berdiri. Dia berbisik pada Luo untuk mengantar Sin ke kamarnya, lalu mengantar langsung sang dewi ke tempat anggota Suku Niao yang sakit.
Zhang Yu terus menatap ke sekitar sejak memasuki gua. Setidaknya ada dua puluh orang yang terbaring dengan kulit yang sangat pucat.
"Mereka adalah orang-orang yang terjangkit pada masa-masa pertama. Sekarang mereka tidak bergerak sedikitpun, bahkan membuka mulutnya untuk makan pun susah dilakukan." Raja Cao menunjukkan secara langsung bagaimana keadaan mereka.
Song Yixue segera memeriksa. Tetapi yang tidak terpikir olehnya, keadaan orang-orang ini jauh lebih buruk dari yang ia pikirkan sebelumnya.
"Apa Dewi dapat menyembuhkan mereka?" tanya Raja Cao ketika melihat ekspresi Song Yixue.
Namun Song Yixue malah menggelengkan kepala. "Aku bisa membantu mereka. Tapi mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama."
Pada saat itu Zhang Yu spontan melirik sang kekek di sampingnya. Mereka sama-sama mengangguk sebagai tanda persetujuan untuk Song Yixue.
"Lakukanlah," ucap mereka bersama-sama.
Song Yixue menjadi lebih tenang setelah mendengar respon Zhang Yu dan Xiao Nie. Dia berjalan menghampiri Raja Cao lalu meminta dibuatkan kolam di sini.
Tanpa banyak berpikir Raja Cao memanggil orang-orang Suku Niao yang ada di luar untuk membuatkan kolam.
Walau tanah hitam sangat keras, tapi kekuatan fisik mereka benar-benar kuat. Dalam waktu yang relatif singkat, kolam persegi dengan volume lima kali lima kali satu meter selesai dibuat.
"Dewi, sekarang apa yang harus kami lakukan?" tanya Raja Cao.
"Isilah dengan air, lalu tempatkan mereka yang sakit dalam posisi berendam di kolam."
"Baik!"
__ADS_1
Raja Cao benar-benar mempercayai apa yang dikatakan Song Yixue. Dia melakukan apapun tanpa banyak bertanya atau mencoba menyangkal kalimatnya.
Setelah mengisi kolam dengan air dan menempatkan orang-orang yang sakit, Raja Cao kembali bertanya apa yang harus dilakukan.
"Untuk sekarang serahkan semua kepadaku." Sambil berkata Song Yixue ikut masuk ke dalam kolam. Dia menggigit jempolnya, lalu membiarkan darahnya bercampur dengan air kolam.
Secara ajaib air kolam bersinar. Raja Cao yang melihat benar-benar terpukau. Begitu pula dengan orang-orang Suku Niao yang menyaksikan secara langsung. Mereka dibuat takjub dengan cara pengobatan yang dilakukan Song Yixue.
"Zhang Yu, lihat! Kapal yang mereka gunakan untuk menggali sebelumnya adalah senjata kelas atas yang langka."
Zhang Yu yang awalnya memperhatikan proses pengobatan pun tak lagi fokus setelah mendengar ucapan Long Shen yang mengungkit senjata kelas atas.
Terlebih bukan kelas atas biasa, melainkan kelas atas yang langka. Benar-benar tidak biasa karena Long Shen tidak pernah se tertarik ini dengan senjata.
Namun ketika Zhang Yu melihat kapak yang dimaksud, kapak itu terlihat seperti potongan batu biasa yang diikat pada sebuah tongkat.
"Apa kau yakin itu senjata kelas atas yang langka?" tanya Zhang Yu ragu.
Masalahnya pedang semesta miliknya saja merupakan senjata tingkat atas biasa. Meski di Kekaisaran Xuan masih termasuk langka tapi di beberapa tempat seperti Kekaisaran Yang dan Benua Naga cukup mudah ditemukan.
Sangat meragukan jika kapak itu memiliki kualitas yang lebih baik dari pedangnya.
"Kau tidak percaya? Aku dapat membuktikannya." Zhang Yu masih diam yang membuat Long Shen sedikit kesal. Tanpa basa-basi lagi Long Shen menggunakan sedikit kekuatan jiwa nya untuk memancing kekuatan kapak tersebut.
Sing...
Mata Zhang Yu terbelalak menyaksikan seberkas cahaya memantul dari kapak. Bukan hanya satu, tapi semua kapak di tangan orang-orang Suku Niao adalah senjata kelas atas yang langka.
"Mustahil! Bagaimana mungkin mereka memiliki begitu banyak senjata kelas atas yang langka." Zhang Yu menggelengkan kepala samar. Kenyataan lebih mengejutkan ketika beberapa orang Suku Niao baru saja memasuki gua dan membawa kapak yang sama.
"..."
"Sepertinya aku benar-benar bermimpi!" batin Zhang Yu. Beberapa waktu lalu dia masih begitu bangga dengan pedang semesta yang dimilikinya. Tapi sekarang, di kelilingi kapak-kapak kelas atas yang langka pedang semesta seperti tidak berbeda dengan pedang pada umumnya.
"Zhang Yu, jika kau perhatikan kapak mereka masihlah senjata mentah. Di pulau ini pasti memiliki tempat penghasil bahan kualitas tinggi. Jika kau mendapatkannya dan melebur pedangmu, itu akan membuat pedangmu juga naik kelas menjadi kelas atas yang langka."
Hanya memikirkan hal itu sudah membuat Zhang Yu bersemangat. Kesempatan seperti ini sungguh tidak boleh dilewatkan.
__ADS_1