Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 38 : Jangan Berpikir Untuk Kabur!


__ADS_3

"Patriark, mengapa kau ada di sini?"


Zhang Lei mengangkat alisnya mendengar pertanyaan Zhang Xu. "Bukankah kami yang seharusnya bertanya. Apa yang kalian lakukan di sini?"


Eh...


"Ka-kami ...."


"Tetua Wen Mo, kau seharusnya tidak berada di wilayah kami, kan? Apa yang kau lakukan?" Tatapan Zhang Lei menjadi lebih tajam pada sosok pria berpakaian merah di samping Zhang Xu.


Aura kekuatan tingkat senior bintang tujuh sudah cukup membuat dada terasa sesak.


"Patriark Zhang, ini bukan seperti yang kau pikirkan. Aku ...."


"Tetua Wen Mo, aku memberi waktu untuk membawa dua orangmu keluar dan tunggu di depan." Zhang Lei tidak mau mendengar alasan Wen Mo. Dia langsung mengusir keluar dengan tegas.


Wen Mo melirik Zhang Xu sekilas. Meski sebenarnya dia bukan orang yang meninggalkan rakan, tapi situasi ini sungguh berada di ujung tanduk. Tetap mengeyel hanya akan berakibat fatal. Lebih baik menyerah dan lihat apa yang akan dirinya dapatkan.


"Tetua Zhang Xu, jaga dirimu baik-baik." Wen Mo berpesan dengan suara lirih, kemudian berjalan keluar dari ruangan itu mengajak dua rekannya di dampingi Tetua Keempat Zhang San dan Tetua Kelima Zhang Lou.


Bersama dengan itu Du Xiong yang beberapa saat lalu keluar sekarang masuk lagi ke dalam. Wen Mo berhenti karena merasa familiar dengan wajahnya. Dia berkedip beberapa kali dan mulai mengingatnya.


"Kau Kasim Du dari Keluarga He, kan? Kau yang ada di pesta ulang tahun ... Ya tak salah, kau memang orang yang sama." Wen Mo membulatkan mata terkejut.


Bekingan yang dimaksud Zhang Xu ternyata adalah Kasim Du. Pria ini jelas-jelas memiliki hubungan dengan Zhang Yu putra Tetua Zhang Long. Zhang Xu tidak tahu hal ini dan mengira dia adalah bekingan yang akan mendukungnya. Benar-benar bodoh!


Sementara Zhang Xu di tempatnya menyimak sikap Wen Mo dan kedua rekannya setelah melihat Kasim Du.

__ADS_1


Apa mereka mengenal Kasim Du?


Zhang Xu memikirkan kalimat Wen Mo, kemudian di saat yang sama mengingat tentang berita seseorang dari keluarga He mengenal Zhang Yu dan langsung pada saat itu juga berpaling dari Klan Jiang. Apakah itu Kasim Du? Tapi bagaimana mungkin itu adalah Kasim Du?


Memikirkan hal ini wajah Zhang Xu semakin kusut dan kepalanya menjadi kosong. Sekarang dia sadar jika Du Xiong yang seolah berada di pihaknya ternyata adalah mata-mata yang dikirim untuknya. Semua rencana yang ia susun begitu matang, tak lebih hanya lelucon di hadapan semua orang.


"Paman Gendut, kau berakting cukup baik. Seseorang yang merasa sangat pintar pun dapat terkecoh olehmu." Dari arah lain, Zhang Yu menunjukkan diri dengan membawa dua buah obor.


"Ha-ha-ha ... Itu karena dia sebenarnya tidak begitu pintar hingga dapat terkecoh," sahut Du Xiong.


Percakapan ini benar-benar membuat wajah Zhang Xu memerah padam. Matanya menatap Zhang Yu nyalang, gigi menggertak penuh kemarahan.


"Zhang Yu!"


Zhang Xu yakin, semua masalah ini disebabkan oleh bocah busuk itu. Pantas saja beberapa hari ini selalu melihatnya datang ke gua tambang. Ternyata dia sudah mengawasinya dan telah menyusun rencana. Kurang ajar!


Zhang Xu menggertakkan gigi. Dia tahu tidak mungkin untuk menyangkal tuduhan itu pada saat ini. Jadi hanya bisa ....


Sling!


Detik berikutnya Zhang Xu mengeluarkan pedang dan menghunusnya ke depan. Bahkan dia tak segan mengeluarkan auranya dan Qi menyebar dari tubuhnya. "Kalian tidak bisa menghukum orang sembarangan. Walau bagaimanapun aku tetap adalah tetua pertama klan Zhang. Kalian tidak punya wewenang untuk memberi hukuman."


"Tetua Pertama, apa kau yakin ingin memberontak?" Zhang Lei memberi peringatan. Zhang Long, dan belasan orang yang berdiri di belakang Zhang Lei sudah mengangkat senjata.


Zhang Xu menjadi ragu. Tapi setelah diam beberapa saat dia menyerang dengan teknik pedang pembunuh.


Bayangan cakar berwarna merah muncul di atas kepalanya lalu melesat ke tempat Zhang Lei, Zhang Long dan belasan orang lainnya.

__ADS_1


Namun serangan itu dapat ditahan dengan mudah oleh Zhang Lei yang memiliki basis kultivasi lebih tinggi.


Zhang Lei mendengus dan berkata dengan nada memperingatkan. "Tetua Pertama, sebaiknya kau menyerah dan terima hukumanmu."


"Tidak akan! Aku tidak akan menyerah!" Zhang Xu tahu apa yang akan mereka dapatkan jika menyerah. Itu adalah hukuman kurungan di ruang penjara bawah tanah. Tanpa cahaya dan terisolasi.


Pertarungan pun tidak terelakkan. Zhang Xu mengeluarkan teknik yang sama dan Zhang Lei menahannya seperti sebelumnya. Zhang Long dan belasan orang lain ikut mengerahkan kekuatan dan menyerang Zhang Xu.


Perhatian semua orang sepenuhnya berpusat pada pria tua itu. Memanfaatkan kekacauan ini, Zhang Feng diam-diam meninggalkan gudang penyimpanan setelah mengetahui tanda yang diberikan ayahnya.


Itu adalah rencana dadakan. Ayahnya sengaja memberinya waktu dengan mengorbankan diri agar dirinya bisa pergi meninggalkan klan. Tapi sayang sekali, Zhang Yu bisa melihat rencana ini dan segera membuntuti Zhang Feng.


Zhang Feng sudah tidak punya kultivasi. Dia berlari dalam kegelapan berharap bisa melesat lebih cepat.


Lima ratus meter dari bangunan pusat ekstraksi dia menoleh ke belakang. Awalnya masih biasa, tapi sosok yang tiba-tiba muncul dalam jarak belasan langkah membuat bulu kuduk seketika berdiri.


"Zha-Zhang Yu ...."


Zhang Yu tersenyum menanggapi Zhang Feng yang mengenali dirinya. Senyum yang ramah, tapi di mata Zhang Feng seperti iblis pembunuh yang kejam. Dia menarik wajahnya ke depan lalu berlari sekuat tenaga!


Namun bagaimana mungkin bisa lolos jika yang mengejar menggunakan Qi untuk berlari lebih cepat. Dalam tiga tarikan nafas Zhang Yu sudah berada di depan dan memasang badan.


Zhang Feng terkejut lalu berusaha memutar badan untuk melarikan diri ke arah lain. Benar-benar menyedihkan dan malang. Dia tak lebih dari seekor mangsa yang berusaha kabur dari pemburu. Tapi kemana arah yang diambil, dalam hitungan detik Zhang Yu muncul di depan jalannya. Tidak ada kebebasan.


Pada titik ini Zhang Feng sadar tidak ada jalan untuknya lari. Dia berdiri diam dan menatap Zhang Yu dengan perasaan takut.


"Zhang Yu, kita sudah tidak ada dendam satu sama lain. Biarkan aku pergi dari sini dan jangan saling mengganggu."

__ADS_1


Zhang Yu tertawa sinis. Dahulu saat dirinya belum bisa berkultivasi Zhang Feng selalu mengganggu dan menindas nya. Tak jarang memukul sampai babak belur. Bukankah pada saat itu juga tidak ada dendam di antara mereka? Lantas kenapa hal itu boleh dilakukan sementara dirinya tidak? Ini sedikit ironi.


__ADS_2