Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 134 : Tiga Orang Tidak Tahu Diri


__ADS_3

"Hei teman, mau ambil ruangan ku? Hanya sepuluh koin emas," tawar seorang pria sambil berjalan menghampiri Zhang Yu.


Pada saat itu Zhang Yu sedang berdiri di geladak depan sambil menikmati pemandangan. Dia sebelumnya sudah mencari ruangan di kapal ini tapi seluruh ruangan sudah ditempati penumpang lain.


Siapa yang mengira sekarang datang seorang pria yang menjual sewa ruangannya.


"Aku hanya menggunakan ruangan itu untuk istirahat beberapa saat, sekarang aku tidak membutuhkannya jadi menyewakannya saja agar mendapat kembalian koin emas," kata pria itu lagi.


Harga normal sewa ruangan selama perjalanan kurang lebih lima belas koin emas. Jadi sepuluh koin emas juga termasuk murah. Zhang Yu tak berpikir lagi langsung mengeluarkan sepuluh koin emas dan mengambil kunci ruangannya dari pria itu.


"Senang berbisnis denganmu, Teman." Pria itu melambaikan tangan laku pindah ke geladak belakang.


Zhang Yu bersiul pelan, Sun yang berdiri di atas tiang bendera pun segera turun mendengar tanda dari tuannya.


Sesampainya di ruangan Zhang Yu langsung berbaring di atas kasur. Karena perjalanan ini membutuhkan waktu paling cepat satu hari, kemungkinan mereka akan sampai pagi keesokan harinya.


"Kau lapar?" Melihat gelagat Sun yang gelisah, Zhang Yu mengeluarkan satu kristal sumber daya dan menyerahkannya pada Sun.


Namun bukannya langsung melahapnya seperti biasa, kera kecil itu seperti kehilangan nafsu makannya.


"Ada yang tidak beres," gumamnya kemudian mengangkat tangan mencoba mendeteksi dengan kekuatannya.


Eh...


Apa ini?


Zhang Yu menemukan sebuah potongan kain berwarna merah. Seperti bekas pembungkus.


Tanpa banyak bicara Zhang Yu mengambil dan menelisik nya. Baru setelah itu mengetahui itu bekas pembungkus racun.


"Pantas saja Sun langsung tak nafsu memakan kristalnya. Ternyata ruangan ini sudah ditabur racun." Zhang Yu menggelengkan kepala, lalu kembali berkata dengan nada mengeluh. "Sayang sekali racunnya terlalu lemah. Jika tidak aku bisa menyerapnya juga."

__ADS_1


...


Di luar ruangan, tiga orang pria berpakaian senada berusaha menempelkan telinga untuk menguping.


"Bagaimana? Apa racunnya sudah bekerja?"


"Tenang dulu. Aku tidak mendengar apapun dari dalam."


Ketiganya berdebat dengan suara lirih, kemudian mereka mencapai keputusan untuk masuk setelah memastikan target di dalam ruangan sudah terbius oleh racun yang telah disiapkan.


"Cepat keluarkan kunci cadangannya. Aku yakin target ini bukan sembarang target. Kita mendapat buruan yang segar dan subur. Cepat cepat!" desak salah satu dari mereka.


Pria berambut pirang mengeluarkan kunci duplikat lalu membuka pintu ruangan. Mereka bertiga masuk bersama-sama untuk beraksi.


"Lakukan dengan cepat sebelum efek racun itu menghilang."


Mereka masuk ke dalam ruangan, mencari keberadaan pria yang harusnya ada di dalam. Namun, secara tidak terduga ruangan ini kosong.


"Di mana orangnya? Kemana dia pergi?" Tiga orang itu seperti orang bodoh yang kebingungan. Menatap ke kasur tapi tidak ada apapun selain selimut dan bantal.


Tiga orang membulatkan mata secara bersamaan. Membalikkan badan secepat kilat lalu perlahan bergerak mundur hingga bertumpu pada dinding ruangan.


"Kau ... Bagaimana mungkin kau masih baik-baik saja?!" raung pria berambut pirang. Dia yang sebelumnya menjual sewa ruangan ini pada Zhang Yu.


Zhang Yu tersenyum sinis. Detik berikutnya mendorong tangannya menghajar ketiganya hingga terhempas menghantam dinding di sisi kanan.


Blam!


Ketiganya berteriak kesakitan. Namun Zhang Yu tidak menghiraukan mereka dan bersiap memberi pelajaran untuk kedua kalinya.


Seketika wajah ketiganya pucat dan berkeringat. Terlihat jelas sekali ketakutan itu, mereka berusaha sekuat tenaga untuk lari tapi sayang Zhang Yu lebih cepat.

__ADS_1


"Kemana kalian pergi? Aku masih belum puas melampiaskan kekesalan."


Ketiga pria ini langsung bersimpuh dan bersujud. "Tuan, kami menyesal. Kami menyesal dan berjanji tidak akan melakukannya lagi." Memohon dan terus memohon. Hanya itu yang dapat mereka lakukan.


Akan tetapi bagaimana mungkin Zhang Yu melepaskan mereka dengan mudah. Orang seperti mereka adalah sampah masyarakat yang tak perlu diberi kesempatan kedua.


Zhang Yu membuka telapak tangannya lalu menggerakkannya seperti membawa pedang semesta.


Shut...


Bruk! Bruk! Bruk!


Ketiganya jatuh langsung menghadap malaikat maut. Zhang Yu menatap sekilas, lalu memanggil awak kapal untuk membuang mayat tiga perusuh ini.


Awalnya menang awak kapal terkejut. Mereka curiga Zhang Yu penjahat, tapi setelah mendengar ceritanya, dan pengakuan beberapa orang, awak kapal pun membuang tiga mayat itu ke danau.


Zhang Yu kembali masuk ke dalam ruangan dan mengunci diri sampai pagi. Saat pagi datang dan kapal berlabuh di dermaga Kota Dou Ha, dia menjadi penumpang pertama yang turun.


"Roti daging, daging roti, hanya satu koin emas!"


Suasana dermaga sangat ramai. Banyak sekali orang berjualan, entah itu kios kecil di pinggir jalan ataupun pedagang asongan yang memanggul dagangannya.


Zhang Yu berjalan masuk ke sebuah rumah makan, dia mencari tempat duduk di pojokan lalu mengeluarkan gulungan dari Tong Ziyan setelah memesan beberapa hidangan.


"Pertarungan Surga, ...."


Diketahui pertarungan surga adalah kompetisi antar kekuatan besar di Kekaisaran Yang yang digelar setiap tujuh tahun sekali. Kompetisi tersebut hanya diperuntukkan bagi kultivator di bawah usia tiga puluh tahun atau setidaknya baru berusia tiga puluh tahun.


Siapapun yang menjadi pemenang akan mendapat pengakuan dari kaisar dan berhak mendapat token surga yang setara dengan dekrit kaisar. Selain itu kemenangan juga pastinya akan mengangkat derajat kelompok yang diwakilinya. Membuat semua kekuatan di Kekaisaran Yang memandangnya.


Ketika membaca informasi yang tertuang dalam gulungan tersebut. Zhang Yu tak bisa menahan diri untuk memukul meja ketika sampai pada persyaratan ikut dalam pertarungan surga.

__ADS_1


"Harus mewakili kekuatan besar? Yang benar saja! Jadi aku tidak bisa ikut pertarungan itu?"


Tidak boleh dibiarkan. Jika tidak ikut serta bagaimana mungkin bisa melancarkan rencananya? Dengan mengikuti pertarungan surga Zhang Yu akan lebih dekat dengan tujuannya.


__ADS_2