Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 233 : Boneka Batu


__ADS_3

"Yixue, apa itu?" tanya Xiao Nie melirik benda di tangan Song Yixue.


Sontak Song Yixue mengangkatnya dengan senyum indah di wajahnya. "Ini kenang-kenangan yang mereka berikan tadi," ucapnya.


Sebuah boneka batu lengkap dengan mata dan mulut seperti benar-benar hidup.


Xiao Nie mencoba menelisiknya karena merasakan ada yang aneh dari boneka batu itu. Namun, dia tak menemukan apapun selain bentuknya yang kecil dan keras.


Zhang Yu yang sedang mengendalikan kapal hanya menatap dua orang yang sedang bicara di depannya. Tetapi Long Shen yang semula tenang berada di dalam gelang tiba-tiba keluar tanpa memberi tanda.


"Ada apa?" tanya Zhang Yu.


Tetapi Long Shen bahkan tak menghiraukan pertanyaan Zhang Yu. Matanya hanya tertuju pada boneka batu di tangan Song Yixue.


"Zhang Yu, sepertinya kalian menemukan sesuatu yang hebat."


Zhang Yu mengernyitkan kening tidak mengerti.


Sesuatu yang hebat? Apa yang dimaksud boneka batu itu?


"Apa kau masih ingat pernah bertarung dengan boneka kayu?" tanya Long Shen. Dia diam sejenak sebelum melanjutkan kembali kalimatnya, "Boneka batu memiliki konsep yang sama. Bahkan bisa dikatakan berada satu tingkat lebih tinggi."


"Jika boneka kayu harus dikendalikan sepanjang waktu, tapi boneka batu hanya perlu menyalurkan Qi dan satu prajurit hebat baru saja diaktifkan."


Mendengar Long Shen membicarakan tentang boneka batu membuat Zhang Yu merasa tertarik. Sayangnya dia harus menahan diri karena masih fokus mengendalikan kapal angkasa.


Baru setelah waktunya berganti tugas, Zhang Yu segera pergi mencari Song Yixue yang saat itu berada di ruangannya.


"Yu Gege, kenapa kau datang ke sini? Apa ada sesuatu yang kau butuhkan?" tanyanya.


Zhang Yu melihat-lihat ke sekitar untuk mencari boneka batu. Tetapi cukup sulit untuk menemukannya di ruangan tersebut.


"Di mana boneka batu itu?" gumam Zhang Yu.


Song Yixue seolah memahami apa yang sedang dilakukan Zhang Yu. Jadi berjalan ke arah tempat tidur mengambil boneka batu yang berada di atas kasur.


"Yu Gege mencari ini?"


Ah...

__ADS_1


"Benar," angguk Zhang Yu agak canggung.


Song Yixue segera membawa boneka batu itu ke depan Zhang Yu. Dia berkata, "Meski sangat kecil tapi ini diberikan dengan tulus. Dan jika diperhatikan penampakan boneka batu ini cukup menggemaskan."


Zhang Yu menebak Song Yixue tidak tahu potensi boneka batu. Menganggapnya sebagai batu ukuran biasa, padahal itu adalah suatu barang yang sangat berharga.


"Aku dapat menghidupkan boneka batu ini. Apa kau mau melihatnya?"


Sontak Song Yixue mengerutkan kening mendengar ucapan Zhang Yu.


"Menghidupkannya? Yang benar saja. Yu Gege, apa kau ingin mempermainkanku?" kata gadis itu.


Zhang Yu melirik Long Shen untuk memastikan. Walau bagaimanapun Zhang Yu juga tidak tahu jelas tentang boneka batu. Jika yang dikatakan Long Shen benar, itu sangat kuat biasa. Tapi jika salah bukanlah akan sangat memalukan? "


"Cih! Kau masih saja meragukan kemampuan dewa ini. Jika tidak percaya, langsung buktikan saja. Aku bersedia bertaruh!" tegas Long Shen.


Zhang Yu mendengus pelan. "Karena kau sangat percaya diri, aku akan mempercayaimu."


Setelah berkata Zhang Yu mengalirkan Qi ke boneka batu. Tidak ada yang menduga boneka batu akan merespon dengan sangat cepat. Tapi boneka batu itu benar-benar merasakan fluktuasi energi yang mengalir di sekitarnya.


Wush...


Setelah perputaran energi semakin cepat, udara di sekitar berkumpul kemudian meledak dalam satu waktu.


"Zhang Yu! Yixue! Apa yang terjadi?" teriak Xiao Nie dari tempat kendali.


Namun tidak ada jawaban dari keduanya karena pada saat itu ruangan dipenuhi dengan asap.


Uhuk uhuk!


Song Yixue membuka pintu ruangan sambil mengibas asap keluar.


Zhang Yu berniat meminta maaf karena membuat ruangan berantakan. Tapi saat dia akan mengatakan sesuatu, ada sosok kecil yang berusaha membersihkan kekacauan di sekitar mereka.


Eh...


"Apa ini?!" Song Yixue mundur bebelangkah kemudian memperhatikan makhluk kecil itu. Butuh beberapa waktu sampai dia sadar jika yang ada di hadapannya adalah boneka batu.


Begitu pula dengan Zhang Yu yang tak mengira boneka batu itu benar-benar hidup.

__ADS_1


"Lihat! Benar kan yang aku katakan?" ucapnya dengan bangga.


Zhang Yu menatap Long Shen sekilas. Ketika dia melangkahkan kakinya ke depan, tanpa sengaja menginjak genangan air di lantai.


"Ahh, mungkinkah aku harus membersihkannya?"


Padahal kalimat itu hanya dikatakan Zhang Yu dalam hati. Tetapi boneka batu seperti dapat membaca pikiran dan sudah bergerak membersihkan tumpahan air di lantai.


"Karena boneka batu sudah menyerap Qi-mu, maka setiap tindakan boneka batu akan menyesuaikan denganmu. Dia akan melakukan apapun hanya dengan kau memberinya perintah."


Untuk memastikan ucapan Long Shen, Zhang Yu sengaja memberi perintah pada boneka batu untuk membersihkan pecahan gelas yang jatuh.


"Ambilkan gelas itu,"


Ternyata boneka batu melakukannya tanpa banyak membuang waktu.


Tentu, kejadian ini membuat Song Yixue benar-benar terpukau.


"Yu Gege, aku ingin mencobanya," katanya. Song Yixue menyuruh boneka batu untuk menata isi rak yang hampir jatuh. Tetapi sayang boneka batu mengabaikannya.


"Boneka batu hanya mengikuti perintah orang yang memberinya Qi. Dan kau harus memutus ikatan terlebih dahulu agar boneka batu dapat menjalin hubungan dengan tuan yang lain."


Zhang Yu melakukan seperti yang dikatakan Long Shen. Meski setiap ucapannya terdengar seperti sedang menyombongkan diri, tapi tidak ada informasi darinya yang tidak berguna. Song Yixue berhasil mengendalikan boneka batu tepat setelah menyalurkan Qi miliknya.


"Yu Gege, ini kuat biasa!" ucapnya.


Zhang Yu memberi waktu bagi Wong Yixue untuk lebih mendalami karakter boneka batu. Dia pergi ke ruangannya sambil mengeluarkan beberapa keping batu besi hitam.


"Apa menurutmu aku dapat menemukan orang yang bisa menempa senjata?" gumamnya.


Menemukan penempa senjata jauh lebih sulit dari menemukan senjata kelas atas. Jika pun ada, pasti kemampuan mereka malah sangat rendah sehingga tak bisa membuat atau mengolah senjata kelas menengah ke atas.


Pada saat Zhang Yu sedang sibuk melamun, Ling Shen berkata dengan sungguh-sungguh. "Karena.kau tidak bisa menemukannya, kenapa tidak belajar sendiri dan membuat senjatamu sendiri?"


Zhang Yu langsung menatap Long Shen. "Tidak semudah itu membuat senjata. Jika benar sangat mudah, pastinya akan banyak orang yang menjadi penempa hebat."


"Tapi aku dapat membantumu," kata Long Shen yang membuat Zhang Yu terdiam.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Tentu saja. Kau pikir aku akan membohongimu? Jangan panggil aku dewa naga jika tidak memiliki kemampuan itu."


__ADS_2