
Sekarang Zhang Yu berada di menara kultivasi. Setelah memberi keputusan jika dewa naga akan membimbing Sun dalam perkembangannya, dia meninggalkan mereka berdua tetap berada di kediaman.
Tidak perlu khawatir dewa naga akan mencelakai Sun karena dia sudah kehilangan kekuatannya. Juga tidak perlu khawatir dewa naga kabur karena jiwanya sudah terikat dengan gelang naga dan tak bisa pergi jauh dari posisi gelang naga.
Zhang Yu naik ke lantai lima. Dia menghadap tetua yang menjaga. "Anak muda, kenapa kau bisa sampai ke lantai ini? Kau pasti tersesat. Segeralah turun menuju lantai tiga atau empat."
Nama tetua ini adalah Zhuge Da. Dia penjaga lantai ke lima dalam menara kultivasi.
"Maaf Tetua, tapi aku memang datang untuk ke lantai lima. Bukan lantai yang lain."
Tetua Zhuge Da mengerutkan kening. Dia melihat penampilan Zhang Yu yang ternyata hanya murid luar. Dia semakin tak percaya dengan ucapannya.
"Kau tahu bukan, untuk masuk ke lantai kelima membutuhkan token khusus ...."
"Aku memilikinya. Silakan Tetua memeriksanya." Zhang Yu mengeluarkan token yang baru saja didapatkan dari gurunya.
Begitu Tetua Zhuge Da melihat token coklat itu, raut wajahnya menjadi rumit. "Kau masih murid pelataran luar. Bagaimana bisa memiliki token ini?"
Zhang Yu diam ketika Tetua Zhuge Da bertanya tentang hal ini. Dia tidak mungkin mengatakan mendapatkannya dari gurunya yang adalah kepala akademi.
Tetua Zhuge Da menghela nafas. Dia tak bertanya lebih banyak karena Zhang Yu diam. Dia membuka jalan untuknya masuk wilayah lantai kelima.
"Terima kasih Tetua,"
Zhang Yu melangkah melewati lorong dan mulai mencari ruangan yang akan ditempatinya. Tidak jauh berbeda dengan lantai di bawahnya, lantai kelima juga terdiri dari begitu banyak ruangan. Namun ada perbedaan kontras yang dapat dilihat, yakni tidak adanya murid yang mengantre di depan pintu salah satu ruangan untuk menunggu giliran. Bahkan beberapa ruangan terlihat kosong, sementara enam puluh persen dari tiga puluh ruangan tertutup lengkap dengan identitas di samping pintunya.
Zhang Yu berkeliling untuk memilih ruangannya. Setelah menyadari tidak ada perbedaan yang nyata di antara dua belas ruangan yang tersisa dia masuk ke ruangan yang paling dekat dengan posisinya saat ini.
Dengan menggunakan token khusus Zhang Yu tak perlu mengeluarkan biaya. Pintu tertutup setelah dia masuk ke dalamnya.
Tetua Zhuge Da ternyata mengikuti dari kejauhan. Dia masih penasaran dengan siapa murid luar dengan token khusus itu.
Melihat Zhang Yu telah masuk ke salah satu ruangan dia bergegas mempercepat langkah.
__ADS_1
"Zhang Yu, murid luar angkatan 175 ...."
Kening Tetua Zhuge Da mengernyit. "Angkatan 175? Bukankah itu berarti dia murid baru!"
Beberapa saat Tetua Zhuge Da diam di depan ruangan Zhang Yu. Melihat dengan benar papan yang menunjukkan identitas murid luar yang membuatnya penasaran.
Siapa yang menduga jika murid ini adalah murid baru. Tentu saja Tetua Zhuge Da sangat terkejut. Masalahnya adalah token khusus hanya bisa dikeluarkan oleh tetua murid dalam dengan persetujuan guru besar dan juga kepala akademi.
Zhang Yu yang masih murid luar bahkan murid baru, bagaimana bisa memilikinya?
"Tetua Zhuge Da, kami mencarimu di tempatmu berjaga ternyata ada di sini."
Zhuge Da langsung membalikkan badan mendengar seseorang memanggilnya. "Pangeran Keempat, Pangeran Kelima?"
"Tidak biasanya Tetua Zhuge Da meninggalkan tempat di jam seperti ini. Apa ada masalah?" tanya Xuan Si.
"Hahaha... Tidak. Aku hanya penasaran dengan seorang murid. Dia murid baru, tapi memiliki token khusus untuk memasuki lantai kelima."
Xuan Si dan Xuan Wu saling memandang. Dia juga ikut penasaran ketika mendengar cerita Tetua Zhuge Da. "Tetua, siapa murid itu? Apa kau mengenalnya?"
Tentu saja raut wajah Xuan Si dan Xuan Wu langsung berubah melihat nama yang terpampang di sana. "Zhang Yu?"
"Apa kalian tahu murid bernama Zhang Yu ini?" tanya Tetua Zhuge Da menunggu jawaban dari mereka.
"Bukan hanya tahu, kami pernah bertemu dengannya. Dia murid yang mencapai lantai kelima di tangga naga."
"Apa?!" Mulut Tetua Zhuge Da terbuka sempurna. Wajahnya menunjukkan keterkejutan.
Berita tentang murid baru yang mencapai lantai kelima tangga naga memang sempat menjadi pemberitaan di seluruh akademi. Tapi ia mengira ada kesalahan dalam berita itu. Siapa yang menyangka sekarang murid yang luar biasa itu baru saja lewat di depannya dan berbicara dengannya.
"Zhang Yu. Sekarang aku semakin yakin murid yang berjalan dengan saudara ketujuh memasuki kediaman kepala akademi adalah Zhang Yu," gumam Xuan Wu.
"Ini juga menjadi lebih masuk akal dengan tindakan saudara ketujuh yang rela mempertaruhkan nyawa menunggu Zhang Yu di lantai keenam," sahut Xuan Si dengan suara lirih.
__ADS_1
Mereka berdua saling mengangguk. Misteri yang sempat menjadi lubang dalam kepala mereka sudah terpecahnya.
"Apa kalian mengatakan sesuatu?"
"Tidak. Tidak ada. Silakan Tetua Zhuge Da melanjutkan bertugas." Xuan Si dan Xuan Wu berjalan pergi dari sana mencari ruangan untuk mereka.
Tetua Zhuge Da agak memiringkan kepalanya. Dia yakin mendengar kedua pangeran bicara, hanya saja tak mendengar jelas apa yang mereka bicarakan.
"Mungkin lebih baik aku kembali ke tempat berjaga," ucap pria tua itu seraya menggaruk kepalanya.
...
Di dalam ruangan.
Ruangan di lantai kelima yang terlihat biasa dari luar ternyata menyimpan energi yang sangat pekat di dalamnya.
Zhang Yu berdiri tepat di tengah-tengahnya. Melihat sebuah bola berwarna hitam yang mengandung kekuatan petir berada di salah satu sudut bagian atas ruangan.
"Mungkinkah itu adalah biji petir yang telah menerima kekuatan petir bertahun-tahun?" Zhang Yu pernah mendengar tentang biji petir. Metode mengumpulkan inti kekuatan petir yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi kekuatan.
Pandangan Zhang Yu beralih pada pita merah di lantai yang membentuk garis seperempat lingkaran dengan titik pusatnya berada di salah satu sudut ruangan.
"Garis merah ini harusnya adalah pembatas yang tak boleh dilewati untuk mencegah terkena racun petir."
Racun petir adalah reaksi pasif yang selalu ada di setiap biji petir. Sangat berbahaya bahkan dapat mengancam keselamatan nyawa. Itulah kenapa dipasang garis pembatas agar murid atau siapapun yang masuk selalu memperhatikan jarak aman.
Namun, garis pembatas ini tidak berarti bagi Zhang Yu. Racun petir yang diwaspadai orang lain, di matanya terlihat seperti sebuah harta tak ternilai.
Tanpa membuang banyak waktu Zhang Yu menggeser tubuhnya lebih mendekat. Melangkahi garis pembatas dan secara nyata merasakan serangan racun petir di setiap jengkal kulitnya.
"Ini geli. Tapi tidak sakit," gumamnya.
Jika itu orang lain, pasti sudah berteriak kesakitan sambil meronta ingin keluar. Tapi racun petir sama sekali tidak berbahaya bagi Zhang Yu. Bahkan tubuhnya mulai memproses racun petir itu menjadi kekuatannya.
__ADS_1
"Mari lihat seberapa banyak yang akan aku dapatkan dengan berada di sini."