Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 271


__ADS_3

"Kurang ajar! Aku akan membalas serangan itu!"


"Pedang Kolosal!"


Heng Hao Cun bersetu lantang sambil mengayunkan pedangnya. Tak lama kemudian dari percikan api yang keluar dari goresan udara, satu siluet pedang raksasa berwarna merah kekuningan muncul tepat di atas kapal.


"Rasakan ini!" teriak Heng Hao Cun.


Pedang kolosal melesat mengikuti perintah Heng Hao Cun menuju benteng di pinggir pantai. Dengan ukuran yang sangat besar, pedang itu mengeluarkan uap panas dapat membuat apapun di sekitarnya menguap bahkan itu air laut.


Woosh!


Sing...


DHUAR!!


Matahari seperti terbit dari barat. Ledakan yang yang hebat disertai dengan cahaya yang sangat terang, melahap sebagian daratan yang tampak dari kejauhan.


"Berhasil!" sorak beberapa orang di atas kapal dengan gembira.


Mereka berpikir serangan pedang kolosal milik Heng Hao Cun berhasil menghancurkan benteng setengah jadi itu beserta orang-orang di atasnya.


Namun ketika kepulan asap yang tebal itu mulai menghilang, wajah senang mereka sungguh digantikan dengan keterkejutan.


"A-apa?"


"Tidak mungkin!"


Suara mereka bergetar saat mengatakannya. Pandangan mata hanya tertuju pada lapisan Qi yang membentuk perisai dari atas benteng.


"Serangan Senior di tahan? Ba-bagaimana mungkin ...."


Heng Hao Cun sendiri terkejut saat melihat perisai Qi tersebut. Mulutnya sampai terbuka dan tak bicara untuk beberapa saat setelah menyaksikan serangannya benar-benar dapat ditahan.


"Cih! Pasti satu di antara mereka yang juga berada di tingkat setengah abadi." Heng Hao Cun berusaha mencari sosok yang menahan serangannya dengan menelisik wajah orang-orang yang berdiri di atas benteng.


Pada saat itu perhatiannya hanya tertuju pada Zhang Yu.


"Dia! Sudah pasti dia yang menahan serangan ku. Kemungkinan juga dia orang yang sudah menciptakan pembatas." Heng Hao Cun kemudian memberi perintah pada pengendali kapal untuk berhenti.


Setidaknya ada sekitar lima puluh orang untuk setiap kapal dan sekarang mereka semua berdiri di bagian paling depan dengan senjata di tangan masing-masing.


"Senior Heng, beri kami perintah untuk bertarung," ucap salah seorang bawahannya.

__ADS_1


Heng Hao Cun perlahan kembali mengangkat pedangnya, dia melirik sekilas ke kapal kedua dan ketiga, kemudian membuka mulutnya dengan suara yang cukup lantang.


"Seraaaang!"


Dengan suara itu ratusan orang dari tiga kapal terlihat berapi-api. Puluhan serangan dengan cepat muncul di atas air laut dan segera meluncur ke arah benteng.


Zhang Yu dengan kekuatannya menahan serangan itu. Meski berhasil, tetapi serangan gelombang kedua datang dan kali ini jauh lebih banyak dan kuat.


"Kalian semua, dengar!" Ketika Zhang Yu masih diam, suara Xuan Yin berkumandang membuat semua orang, baik dari anggota klan Zhang, anggota klan tingkat kedua, keluarga bangsawan, pasukan istana, bahkan Zhang Yu sekalipun dengan spontan menatap ke arahnya.


"Kota Qian Gu sekarang berada dalam ancaman. Kita sebagai orang yang tinggal di atasnya harus membersihkan kota dari penjajah asing. Kerahkan kekuatan kalian, jangan biarkan mereka masuk ke wilayah kita dan membuat kekacauan!"


Sejenak masih tidak ada yang merespon ucapan Xuan Yin. Tapi setelah satu suara memberi semangat, yang lain segera mengikutinya dengan suara lantang.


"Pertahanan kota! Bunuh musuh yang datang!"


Semua orang berseru dengan suara yang keras. Zhang Yu yang menyaksikannya hanya bisa tersenyum pada istrinya.


"Kharismanya tidak berubah sedikitpun. Dia tetap adalah pangeran ketujuh yang disegani seluruh penduduk kekaisaran."


Zhang Yu tak mau ketinggalan saat semua orang mengeluarkan serangan terkuat untuk menghadapi serangan kelompok menara iblis. Dia segera menggunakan teknik pedang pembunuh yang selalu menjadi serangan andalannya.


Shing...


Bayangan cakar muncul di atas langit. Zhang Yu menegaskan pedangnya dengan kuat sehingga cakar raksasa itu melesat menghancurkan serangan-serangan yang datang.


Entah berapa kali suara ledakan terdengar. Kekacauan tampak lebih buruk dari pertarungan waktu itu. Tapi yang membuatnya berbeda adalah kekuatan musuh sekarang yang jelas lebih kuat dari sebelumnya.


Heng Hao Cun menyadari serangan pasukannya tidak membuahkan hasil. Dia menggertakkan gigi lalu melompat dari atas kapal diikuti seluruh bawahannya.


"Serang! Bunuh mereka semua!"


Pergerakan kelompok menara iblis jelas dapat dideteksi dari atas benteng. Zhang Lei, sambil membawa cukup banyak pasukan menerjang keluar benteng.


"Pertahankan Kota! Bunuh musuh yang datang!"


Mereka kembali berteriak secara serentak. Pertarungan tak dapat dihindari. Akan tetapi saat Zhang Yu juga ingin turun dari atas benteng, di hadapannya sudah berdiri tiga pria tua yang masing-masing di tingkat setengah abadi.


"Kau ingin kemana? Kami adalah lawanmu," kata An Ming.


Zhang Yu mencari keberadaan Xuan Yin di antara kelompok pasukan kota. Terlihat dari atas istrinya itu sedang bertarung bersama kakak pertamanya.


Heng Hao Cun, An Ming dan Chyou mengerutkan kening melihat Zhang Yu malah mengabaikan mereka. "Yang benar saja. Apa kita baru saja diabaikan olehnya?"

__ADS_1


"Aku akan membunuhmu bocah kurang ajar!" An Ming menjadi orang pertama yang tersulut amarah. Dia langsung menyerang Zhang Yu dengan pedangnya, tapi setangan itu dapat dengan mudah ditahan.


Trank!


Zhang Yu berdecak. Dia segera bergerak dari atas benteng sambil memanfaatkan lebar benteng untuk memudahkan nya dalam pertarungan jarak dekat.


Dia menyerang ketiga musuh secara bersamaan. Dengan teknik pedang utara, tak ayal ketiganya kerepotan dalam mengimbangi kecepatannya.


Meski mereka cukup kuat, tapi juga sangat merepotkan bertarung di tempat yang sempit.


Heng Hao Cun kembali menggertakkan gigi. Dia mengambil langkah mundur setelah tahu kemungkinan menang sangat kecil dalam pertarungan jarak dekat. Dia memasang kuda-kuda, lalu menggunakan teknik pedang kolosal untuk kedua kalinya.


"An Ming, Chyou, jaga jarak!"


An Ming dan Chyou yang masih bertarung langsung mundur menerima tanda dari Heng Hao Cun.


Ledakan sangat kuat. Benteng yang masih dalam tahap pengerjaan itu hancur dengan puing-puing yang jatuh ke tanah.


Heng Hao Cun segera mengayunkan tangannya untuk menyingkirkan kabut asap. Tetapi dia tidak menemukan keberadaan Zhang Yu yang sungguh membuatnya bingung.


"Apa?! Di mana dia?" Heng Hao Cun memutar tubuhnya berusaha mencari Zhang Yu.


Pada saat itu An Ming dan Chyou menyadari sesuatu yang aneh dari sisi tepi benteng.


"Heng Hao Cun! Awan, di sampingmu!"


Mata Heng Hao Cun terbuka sepenuhnya. Dia segera berpaling ke arah kanan, lalu mendengar suara goresan pedang yang cukup nyaring.


Sling...


Sling...


Seketika Heng Hao Cun melompat sambil menjatuhkan diri. Zhang Yu yang berusaha menebas kepalanya tak ayal kehilangan kesempatan sempurna untuk melakukannya.


Klang...


Pedangnya hanya membentur lantai. Zhang Yu melompat kembali ke posisinya, dia menempatkan pedang di depan dada sambil menatap ketiga sosok yang perlahan kembali berdiri seperti sebelumnya.


"Padahal hanya pemimpin ragu pencari. Tapi kekuatan kalian tidak lemah. Sepertinya aku mulai memahami sebatas kuat menara iblis."


Kalimat Zhang Yu membuat ketiga pria tua itu mengerutkan kening terheran. "Bagaimana kau tahu kami adalah regu pencari?" tanya Heng Hao Cun.


Bukannya menjawab Zhang Yu hanya tersenyum yang membuat mereka semakin penasaran.

__ADS_1


__ADS_2