
Dari siang hingga malam Zhang Yu berada di dalam batang pohon. Dia menyerap pecahan jiwa dewa naga yang terjebak dalam pohon tua itu setelah mendapat persetujuan pemiliknya.
Meski merasakan rasa sakit saat penempaan, tapi semua terbayar kontan dengan perubahan jiwanya yang sehat terlahir kembali dan menjadi lebih lebih kuat.
"Tak disangka kau menyerap pecahan jiwaku dengan cepat. Sepertinya hal ini memang sudah ditakdirkan," kata dewa naga.
Zhang Yu mengedarkan pandangan ke sekitar. "Energi kekuatan itu sekarang tidak ada lagi. Tapi apa ada kemungkinan terdapat pecahan jiwamu yang lain di gunung ini?"
"Kau pikir aku ini apa?! Bagaimana kau bisa bicara seperti itu. Jika kau masih kurang juga, kenapa tidak menyerap ku saja?!" dengus dewa naga yang masih berada dalam gelang naga.
"Andai bisa pasti sudah kulakukan sejak awal. Sayangnya aku tak bisa menyerap jiwamu."
Kalimat Zhang Yu membuat dewa naga tercengang. Dia memaki dengan marah dan merajuk. "Bocah gila! Aku sungguh tak berpikir kau punya niat seperti itu. Jangan ganggu aku lagi, lebih baik aku kembali fokus memulihkan kondisi jiwaku."
Gelang naga yang beberapa saat berkedip sekarang benar-benar padam. Dewa naga yang semula masih begitu cerewet sekarang tak lagi terdengar.
Di waktu yang sama Zhang Yu mendengar suara langkah kaki dari luar. Mendekat dan terus mendekat hingga tersisa beberapa meter saja.
Zhang Yu keluar. Kebetulan setelah beberapa langkah berpapasan dengan seorang pria mengenakan pakaian coklat. Mata mereka bertemu tapi pria itu hanya menatapnya remeh lalu melewatinya.
Tidak lama datang pemuda lain dengan pakaian serupa. Ketika bertemu dengannya, pemuda itu sempat berhenti sebelum melangkah mencari temannya.
"Xiao Yuze! Jangan pergi sembarangan. Ayahmu memintaku mengajalmu kembali ke penginapan."
Deg!
Jantung Zhang Yu seakan berhenti ketika mendengar nama ini. Xiao Yuze, itu adalah salah satu dari generasi muda yang akan berpartisipasi dalam pertarungan surga mewakili Klan Xiao. Juga jika tidak salah, mendengar dari Liu Mengqi, Xiao Yuze ini adalah anak patriark klan.
"Zhang Yu!"
Suara Liu Mengqi menggema dari kejauhan. Terlihat siluet gadis itu yang berlari sambil mengedarkan mata mencari keberadaannya. Saat melihatnya ada di depan matanya, Liu Mengqi dengan segera mempercepat langkah kakinya.
"Aku sejak sore mencarimu dari ujung ke ujung puncak Gunung Tiankong tapi ternyata kau ada di sini! Dari mana saja kau sebenarnya?!" tanya Liu Mengqi sedikit meninggikan suaranya.
__ADS_1
Liu Mengqi bertanggung jawab atas Zhang Yu karena dia adalah perwakilan Saturnus. Jadi ketika Zhang Yu tak kunjung kembali ke penginapan Liu Mengqi diminta ayahnya pergi mencarinya.
Zhang Yu hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal. Lalu mengayunkan kaki sambil mengajak Liu Mengqi kembali.
"Bukankah Ayahmu mencariku, jadi jangan buang waktu di sini. Ayo pergi," ajaknya.
Liu Mengqi mendengus. "Apa kau tidak sadar karena siapa situasi ini terjadi?"
"Baiklah, ini salahku. Jadi bisakah tidak membahasnya sekarang? Aku benar-benar ada urusan beberapa waktu lalu."
Liu Mengqi tidak mengatakan apapun selain dengusan. Namun meski begitu dia juga tidak mau mengurusi masalah ini lagi dan kembali ke penginapan.
Setelah sampai di penginapan tempat keluarga Liu bermalam. Zhang Yu pergi ke ruangan Liu Bei atas pesan yang disampaikan Liu Mengqi. Tapi sepertinya saat ini di dalam ruangannya sedang ada tamu.
"Liu Mengqi memintaku langsung masuk untuk bertemu ayahnya. Tapi apa ini baik-baik saja dalam situasi ini?"
Zhang Yu sejenak diam tidak melakukan apapun. Dia terus melirik ke arah pintu berharap seseorang akan membukakan pintu untuknya. Namun sepertinya pembicaraan di dalam masih berlangsung.
"Zhang Yu, apa itu kau?"
"Zhang Yu, masuk saja,"
Dengan kalimat ini Zhang Yu mendorong pintu ragu. Dia melangkah masuk saat pintu terbuka. Ternyata di dalam ruangan terdapat seorang pria berusia lima puluhan tahun.
Zhang Yu sebenarnya tidak perlu terlalu memperhatikannya. Akan tetapi pakaian coklat yang tak asing membuat Zhang Yu kembali mengingat pertemuannya dengan Xiao Yuze.
Dia adalah orang Klan Xiao!
"Anak muda, apa ada yang salah sehingga kau memperhatikanku seperti itu?" tanya pria itu. Liu Bei sontak mengangkat wajah setelah mendengar pertanyaan ini.
Ehem...
Liu Bei memberi tanda pada Zhang Yu untuk menurunkan pandangannya dan menunjukkan rasa sopannya. Tapi alih-alih menurunkan pandangannya dia malah menatap semakin lekat.
__ADS_1
"Zhang Yu, dia adalah patriark Klan Xiao. Alangkah baiknya kau menyapa mereka dan meninggalkan kesan yang baik bagi mereka."
Zhang Yu melirik Liu Bei sekilas. Dia memejamkan mata beberapa kali sebelum menyatukan tangan acuh tak acuh.
Sikapnya yang seperti ini membuat jantung Liu Bei berdetak dua kali lebih cepat. "Sejak kapan sikapnya jadi seperti ini? Padahal biasanya dia sangat sopan, tapi sekarang ...."
Liu Bei melihat kerutan di kening Xiao Lang, Putri Klan Xiao dan segera menarik Zhang Yu duduk sambil menetralisir situasinya.
"Patriark Xiao Lang, dia perwakilan yang aku maksud sebelumnya. Dia yang akan mewakil Saturnus dalam pertarungan surga, Zhang Yu."
Xiao Lang menelisik Zhang Yu dari atas ke bawah. Dia dapat memastikan usianya sedikit lebih muda dibanding putranya, tapi aura kekuatannya tidak jauh berbeda.
"Tuan Besar Liu, ini sudah malam. Sepertinya aku harus kembali ke penginapanku." Setelah mengatakan itu Xiao Lang berdiri dari kursinya. Liu Bei juga spontan berdiri lalu berinisiatif mengantarnya.
"Patriark Xiao Lang, aku akan mengantarmu," ucapnya.
Zhang Yu berada di ruangan itu sendiri. Dia ikut bangkit lalu mengikuti mereka dari kejauhan.
Di waktu yang sama Liu Mengqi yang akan kembali ke ruangannya kebetulan melihat Zhang Yu berjalan mengendap-endap seperti pencuri. Dia menghampirinya berusaha berusaha mengejutkannya.
Namun sebelum membuka suara Zhang Yu menoleh ke belakang dengan tenang kemudian menatapnya penuh rasa heran. "Nona Liu, kenapa kau berjalan mengendap-endap seperti itu?"
Liu Mengqi terkejut. Dia langsung menegakkan tubuhnya. "Siapa yang mengendap-endap. Aku hanya mengikutimu. Kenapa kau mengendap-endap seperti pencuri? Apa yang kau incar dengan mengikuti ayahku dan Patrick Klan Xi?"
Zhang Yu sejenak diam. Tiba-tiba dalam kepalanya muncul ide untuk memancing Liu Mengqi dengan sebuah pertanyaan. "Nona Liu, kau tahu tentang peristiwa dua puluh satu tahun yang lalu yang terjadi pada Klan Xiao?"
Liu Mengqi terlihat mengerutkan keningnya. Dia tak langsung menjawabnya malah kembali bertanya. "Kenapa kau bertanya hal itu?"
"Emm … Aku mendengar jika Klan Xiao sebelumnya masih menutup diri dari dunia luar. Tapi sekarang tiba-tiba ikut dalam pertarungan surga. Tentu saja aku merasa penasaran dengan situasi mereka," ucap Zhang Yu yang berhasil mengelabui Liu Mengqi.
Gadis itu sama sekali tidak curiga. Dia mengatakan apa yang dia ketahui.
"Terdapat konflik internal yang memaksa mereka membatasi diri dengan dunia luar. Aku tidak tahu banyak, tapi jika tidak salah saat itu putri patriark Klan Xiao terdahulu yang juga saudari Patriark Klan Xiao saat ini, menentang aturan klan dengan menikahi seorang pria yang tak pantas. Karena hal itu putri patriark terdahulu itu dikurung dan dipisahkan secara paksa dari pria pilihannya."
__ADS_1
Mendengar hal ini mata Zhang Yu berubah kemerahan. Tidak salah lagi, wanita dalam cerita sudah pasti ibunya dan pria tak pantas yang dimaksud adalah ayahnya.
Dia tidak tahu secara pasti akar permasalahan ini. Tapi mendengar secuil kisah ketua orang tuanya, dia merasakan seluruh tubuhnya panas dan darah dalam nadinya mendidih.