
Pembangunan benteng mulai dilakukan. Rencananya benteng di wilayah timur itu akan dibangun setinggi dua puluh meter dengan satu gerbang utama serta tiga gerbang darurat.
Namun membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menyelesaikannya proyek tersebut karena menurut rencana benteng akan dibangun sepanjang pesisir Kota Qian Gu.
Di saat yang sama bala pasukan dari ibukota datang atas perintah kaisar untuk membantu memperketat penjagaan. Mereka ditempatkan di sekitar pantai dan bertugas untuk mengawasi wilayah tersebut.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Xuan Yang pada Zhang Yu yang sedari tadi menatap serius beberapa kepala pekerja yang bertugas mengatur pembangunan benteng.
"..."
Melihat Zhang Yu hanya diam, Xuan Yang kembali berkata, "Aku tahu apa yang kau pikirkan. Dengan perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk membangun benteng ini, mungkin tidak akan sempat jika kelompok menara iblis datang kembali."
"Namun, bukankah tidak ada yang tahu pasti kedatangan mereka? Kita hanya dapat berharap mereka tak kembali dalam waktu dekat. Atau bahkan tidak kembali sama sekali."
Zhang Yu perlahan mengangkat wajahnya sambil menarik nafas dalam. "Aku yakin saat itu sudah membunuh seluruh orang di kapal. Tanpa adanya informasi tentang daratan ini, kelompok menara iblis tidak akan mudah menemukannya."
"Satu sampai dua tahun jelas bukan waktu yang sebentar. Tapi sepertinya kita tidak memiliki pilihan lain untuk saat ini," tambah Zhang Yu.
...
Hari demi hari berlalu. Proses pengerjaan benteng terus dilakukan di sepanjang jalur pantai Kota Qian Gu.
Tetapi bukan hanya para pekerja, anggota Klan Xiao, penduduk kota, bahkan Suku Niao pun ikut mengerahkan tenaga untuk memangkas waktu lebih cepat.
__ADS_1
Satu bulan, dua bulan ....
Benteng yang diperkirakan selesai dalam waktu satu setengah tahun, tapi baru memasuki bulan kesembilan pengerjaan benteng sudah mencapai tujuh puluh persen.
Zhang Yu menyaksikannya dari luar. Senyum di wajahnya tak lagi dapat disembunyikan melihat bagaimana semua orang bahu membahu demi membangun benteng pelindung.
"Ternyata kau di sini." Xuan Yin datang dengan membawa sebuah gulungan.
"Ada surat dari ayah untukmu," ucapnya.
Zhang Yu spontan meraihnya. Ketika membukanya dan membaca baris pertama, dia mengerutkan kening dan menatap sang istri yang kini terlihat bingung.
"Ada apa?" tanya Xuan Yin.
Xuan Yin menatap lekat surat di hadapannya. "Oh, aku baru ingat jika setengah pasukan kekaisaran kembali ke ibukota. Namun seharusnya mereka tidak perlu terburu-buru mengingat mereka sudah susah payah memiliki waktu bertemu keluarga dan saudara tapi malah harus segera kembali ke Kota Qian Gu."
"Lagipula sepertinya keadaan di sini masih aman-aman saja. Benar kan?"
Zhang Yu ingin menganggukkan kepala dengan ucapan istrinya. Tetapi tiba-tiba dia merasakan kegelisahan yang tak bisa dijelaskan. Sebuah aura kekuatan yang berasal dari arah laut.
"I-ini ...." Entah kenapa perasaan ini adalah perasaan yang sama saat kedatangan kapal kelompok menara iblis waktu itu. Namun Zhang Yu tak ingin gegabah dan berniat memastikannya dengan mencari tempat yang lebih tinggi.
Xuan Yin tidak tahu apa yang terjadi. Dia hanya menatap bingung sang suami yang tiba-tiba naik ke atas benteng dan memandang ke tengah laut.
__ADS_1
"Ada apa? Mungkinkah kelompok menara iblis sudah datang?" tanya Xuan Yin dari bawah.
Selain Xuan Yin, beberapa orang yang kebetulan melihat Zhang Yu di atas benteng pun merasa penasaran.
"Zhang Yu, ada apa?" tanya Patriark Zhang Lei. Pria tua itu segera ikut naik karena sudah tak tahan dengan rasa penasarannya.
Ketika dia sudah ada di atas benteng, matanya berkedut menyaksikan tiga kapal yang bergerak cepat dari tengah laut.
"Me-mereka ... Apa mereka benar-benar kelompok menara iblis?" gumamnya.
Semakin dekat jarak di antara mereka membuat Zhang Lei dapat membaca tulisan yang ada di layar ketiga kapal itu. "Menara Iblis" Ditulis dengan sangat jelas sehingga semua orang dapat dengan mudah membacanya.
"Mereka benar-benar datang. Tak kusangka mereka menemukan Daratan Zhen Yang lebih cepat dari yang aku pikirkan." Zhang Yu melihat ke arah para pekerja yang ada di bawah. Mereka yang masih melakukan pekerjaan mungkin sudah waktunya untuk mengakhirinya karena tak lama lagi akan terjadi pertarungan.
"Zhang Yu, kenapa kau berdiri di sini? Apa yang kau lihat?" Xuan Yang ikut naik ke atas benteng dengan rasa ingin tahu yang besar.
Tetapi raut wajahnya benar-benar membeku saat melihat tiga kapal besar dengan bendera hitam.
"Menara Iblis! Mereka adalah kelompok yang kau maksud sebelumnya, kan?" tanyanya.
Zhang Yu menganggukkan kepala. "Benar. Tapi sepertinya kali ini mereka datang dengan lebih banyak orang."
"Apa rencanamu?" tanya Xuan Yang.
__ADS_1
Zhang Yu terdiam beberapa saat sebelum menjawabnya tanpa ragu. "Tidak ada pilihan lain. Kita harus menghadapi mereka."