
"Kalian sebisa mungkin jangan menghadapinya secara langsung. Itu hanya akan membuat diri kalian dalam bahaya," kata Zhang Yu sembari berusaha mengalihkan perhatian serangga raksasa.
"Tapi kami tidak berinisiatif pun serangga jelek ini yang mengincar. Jadi cukup sulit untuk mengatur posisi," balas Wu Zetian dengan nada mengeluh.
Seharusnya dia lebih menjaga mulutnya agar tidak bicara sembarangan. Sekarang benar-benar terjadi dan sudah terlambat untuk menariknya kembali.
"Zhang Yu, awas!" teriak Xuan Yin dengan khawatir melihat gundukan tanah tepat di antara kaki Zhang Yu.
Dalam sepersekian detik gundukan kecil itu melesat ke atas dengan cepat diikuti serangga raksasa yang menyeruduk keluar dari bawah tanah. Zhang Yu melompat. Memanfaatkan pedangnya untuk membelah muntahan tanah besar yang akan menimpa wajahnya.
Di sisi lain Xuan Yin melihat celah dari posisi serangga raksasa. Dia mengayunkan pedangnya, lalu mengeluarkan satu serangan. "Pedang Membelah Bulan!"
Siluet mata pisau berwarna putih melesat dengan cepat menghantam serangga raksasa.
Blam!
Serangan itu benar-benar tepat bersarang di bagian bawahnya. Tapi siapa yang mengira bagian bawahnya ternyata tidak lebih lunak dibanding dengan tempurung atasnya.
Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao termenung. "Serangan sekuat itu tapi masih tidak bisa membuatnya terluka. Bagaimana dengan kita yang masih di tm tingkat ahli bintang lima dan enam?" kata mereka lirih.
Bahkan jika percaya itu sangat penting, tapi sadar diri juga adalah hal yang harus diperhatikan.
Serangga raksasa terdiam beberapa detik setelah menerima serangan. Jika bisa bicara, mungkin dia akan berkata, "Kau mencari mati!"
Sayangnya tidak. Jadi dia hanya menggerakkan kaki kecil dekat kepalanya sembari matanya yang merah menatap dengan marah.
"Apa yang akan dia lakukan? Bersiap terbang kah?" Wu Zetian tertawa lirih seperti mencemooh.
Bagaimana mungkin serangga yang hidup di dalam tanah bisa terbang? Pikirnya.
Namun ketika serangga raksasa menunjukkan sayap di balik tempurungnya, tidak ada yang tidak membulatkan mata.
Tang Yue menatap tajam Wu Zetian.
Wu Zetian sendiri diam-diam menyembunyikan wajahnya dan memukul mulutnya sendiri beberapa kali.
"Mulut busuk! mulut busuk!"
Dia sungguh tidak tahu kenapa begitu sulit untuk menjaga mulut agar tidak bicara sembarangan.
Saat masih memukul mulutnya, Wu Zetian berhenti sejenak ketika menyadari gelagat serangga ini yang bersiap menyerang.
"Zhang Yu! Senior Yin! Hati-hati!"
Bersama dengan kalimatnya, serangga raksasa itu terbang begitu cepat lalu menyerang Zhang Yu dan Xuan Yin.
Menggunakan sepuluh kaki berdurinya, berusaha mencengkeram salah satu dari mereka.
__ADS_1
Namun baik Zhang Yu ataupun Xuan Yin masih cukup sigap berpindah tempat. Kakinya menyeret pada permukaan tanah hingga menciptakan jejak kawah memanjang yang cukup dalam.
"Kau baik-baik saja?" tanya Zhang Yu sambil melirik Xuan Yin.
"Heem. Aku baik-baik saja."
Zhang Yu mengangguk samar, kemudian kembali mengalihkan perhatiannya pada serangga raksasa yang kini terbang di depan mereka.
"Aku punya rencana."
"Apa?"
Ketika Zhang Yu menjelaskan Xuan Yin mendengarnya dengan serius. Matanya sekilas memperhatikan titik bagian belakang kepala serangga itu dan menganggukkan kepala mengerti.
Detik berikutnya Zhang Yu melompat ke samping mengalihkan perhatian serangga itu agar ke arahnya.
Dengan gerakan yang begitu jelas, serangga itu langsung mengincarnya. Dia kembali mengeluarkan suara yang cukup nyaring sebelum terbang dengan kecepatan tinggi.
Kecepatan ini membuat angin berhembus sangat kencang. Saking kencangnya hingga Zhang Yu hampir kehilangan keseimbangan andai tidak dengan cepat menstabilkan posisinya.
Dia menghadapi serangga raksasa dengan teknik pedang utara. Sedikitnya ini membantu. Meski tidak bisa menembus kulitnya yang keras, tapi selama dapat menahannya cukup lama itu akan membuka peluang bagi Xuan Yin mengerahkan serangannya mengincar bagian belakang kepala.
"Bersiap! Langsung serang saat aku memberi tanda."
"Aku sudah bersiap!" timpal Xuan Yin. Matanya tak berpindah dari titik di mana dirinya harus menyerang.
Ini sangat menegangkan. Jelas kekuatan di antara keduanya memiliki perbedaan yang besar. Tapi Zhang Yu masih bisa bertahan. Benar-benar di luar perkiraannya.
"Sekarang!!"
Eh..
Xuan Yin seperti tersadar dari mimpi. Dia berkedip dua kali dengan cepat lalu mengayunkan pedangnya melihat posisi serangga raksasa tepat tegak lurus di depannya.
"Teknik Pedang Membelah Bulan!"
Siluet mata pisau melesat dengan kecepatan tak kasat mata. Serangga raksasa merasakan bahaya yang datang, tapi terlalu lambat untuk dirinya menghindar.
Boom!
Serangan itu tepat mengenai bagian belakang kepala. Tubuh serangga raksasa tersungkur hingga jatuh terguling. Satu ember darah berwarna hijau muncrat keluar dari tempat yang sama.
"Dia mati?" Wu Zetian yang beberapa detik ini terus menggigit jari mulai mengangkat kepalanya dengan tegak.
Tang Yue menepuk punggung agak keras, sambil mengingatkannya agar tak bicara sembarangan. "Sekali lagi kau bicara omong kosong, aku sendiri yang akan menyumpalnya dengan tanah liat."
Ugh...
__ADS_1
Wu Zetian langsung membungkam mulutnya. "Tidak akan. Bahkan jika ...."
"Hem?"
"Ah, maksudku aku tidak akan melakukannya. Tidak untuk sekarang atau selamanya." Wu Zetian menghela nafas sambil mengelus dada.
"Kalian berdua, ayo kita ke sana!" ajak He Jiao yang segera berlari ke tempat serangga raksasa.
Wu Zetian dan Tang Yue saling pandang beberapa detik. Kemudian mengikuti He Jiao ke tempat serangga raksasa.
"Senior Yin, serangan mulai benar-benar mematikan. Serangga yang memiliki pertahanan tangguh sekalipun langsung tiada di tanganmu." Wu Zetian naik ke atas punggung serangga raksasa dan mengetuk kulit yang keras itu dengan jarinya.
Tak tak tak...
Itu bahkan sudah seperti batu alam. Sangat keras.
"Tapi apa serangga ini benar-benar mati?"
Tang Yue ikut naik ke atas untuk melihat lukanya. Tidak ada yang aneh, sampai perhatiannya tertuju pada antena yang bergerak-gerak.
Keningnya bertahap mengerut. Dia bertanya pada Wu Zetian. "Apa serangga masih bisa menggerakkan antena ketika sudah mati?"
"Apa?"
Wu Zetian terhenyak. Tapi sesaat kemudian matanya terbelalak merasakan getaran tepat di bawah kakinya. "Celaka! Serangga ini tidak mati!"
Benar saja. Telat pada saat itu serangga raksasa menggerakkan kakinya perlahan mengangkat tubuhnya.
Wu Zetian tanpa berpikir panjang langsung memeluk Tang Yue dan melompat turun bersama. Meski harus terjerembab, tapi mereka masih sempat turun sebelum terhempas oleh kibasan sayapnya.
"Kalian terluka?"
Tang Yue dan Wu Zetian saling memandang. Mereka menjawab dengan kompak. "Tidak."
"Tapi serangga jelek ini masih hidup. Bagaimana kita akan membunuhnya?"
"Minggir!"
Suara Zhang Yu datang dari atas. Dia muncul tanpa diduga, tepat di belakang serangga raksasa kemudian melepaskan satu serangan mematikan.
"Teknik Pedang Pembunuh!"
Energi yang kuat dalam wujud bayangan cakar langsung mengincar kepala bagian belakang serangga raksasa.
Begitu cepat dan tiba-tiba. Serangga raksasa bahkan masih menumpulkan kembali kekuatannya, serangan Zhang Yu langsung membenamkan kembali tubuhnya ke tanah.
Blam!
__ADS_1
Satu kawah besar tercipta dengan serangga raksasa itu di pusatnya. Darah yang keluar semakin banyak, luka di kepala bagian belakangnya semakin parah. Antena yang masih bisa bergerak sekarang lemas tertunduk. Mati. Dia benar-benar mati.