
Satu bulan kemudian.
"Zhang Yu, sepertinya aku melihat daratan."
Zhang Yu hanya diam saat mendengar ucapan Long Shen. Karena pernah ditipu dengan cara yang sama dia tidak akan mengulangi kesalahannya.
Long Shen menoleh pada Zhang Yu yang masih bergeming. "Aku tidak membohongimu. Sepertinya kita benar-benar akan sampai."
Meski begitu Zhang Yu masih ragu untuk mengangkat tubuhnya dari tempat duduk. Sampai Song Yixue datang dan memberitahu hal serupa.
"Yu Gege, lihat! Ada daratan di depan kita. Apa itu Daratan Zhen Yang?"
Zhang Yu langsung melompat karena penasaran. Dia segera menyingkirkan kabut yang menghalangi pandangan mereka dan menemukan daratan yang amat luas.
"Lihat, aku tidak bohong kan? Kau saja yang tidak percaya," dengus Long Shen.
Zhang Yu meliriknya sekilas. Dia berkata, "Belum dapat dipastikan apakah itu daratan Zhen Yang atau bukan. Kita harus lebih dekat untuk memastikannya."
Untuk beberapa waktu mereka masih berdiri di depan ambil melihat daratan tersebut. Seiring bergeraknya kapal, penampakan daratan itu semakin jelas.
"Tidak salah lagi. Itu adalah Kekaisaran Xuan. Kita sudah masuk wilayah daratan Zhen Yang." Zhang Yu segera memberi tahu kakeknya tentang hal ini.
Tentu saja, Xiao Nie sangat senang karena telah berhasil menemukan jalan pulang.
"Semua ini karena bantuan peta yang diberikan Kepala Keluarga Gong. Dan juga kapalnya, tanpa bantuan mereka kita tidak akan bisa sampai."
Zhang Yu dan Song Yixue menganggukkan kepala.
"Kakek, apa kita tetap akan naik kapal angkasa untuk sampai di Klan Xiao?" tanya Song Yixue. Dia sudah mempelajari wilayah Daratan Zhen Yang, terkhusus Kekaisaran Xuan dan Kekaisaran Yang. Dia tahu wilayah Klan Xiao berada di Kekaisaran Yang dan untuk sampai ke sana harus melewati Kekaisaran Xuan.
"Lebih baik kita melakukan perjalanan darat. Selain karena terlalu menarik perhatian, menggunakan kapal angkasa juga terlalu memakan tenaga." Bukan Xiao Nie tapi Zhang Yu yang bicara.
Namun Xiao Nie sepenuhnya setuju dengan hal itu. Mereka bertiga turun serentak dari kapal saat kapal berada di wilayah pesisir Kota Qian Gu. Yang mana merupakan kita ujung timur Kekaisaran Xuan.
"Zhang Yu, bukankah kota ini tempat Klan Zhang?" tanya Xiao Nie.
"Sudah sejak lama kakek ingin mengunjungi Klan Zhang untuk meminta maaf atas kejadian puluhan tahun silam. Apa kau tidak keberatan untuk mengantar kakek mampir sebentar?"
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang Zhang Yu langsung menganggukinya. "Aku akan mengantar kakek. Juga, sudah cukup lama aku tidak bertemu dengan bibi."
Mereka sepakat untuk mampir ke kediaman Klan Zhang. Klan yang sekarang adalah penguasa tunggal dan terkenal cukup maju di Kota Qian Gu. Begitu mereka sampai di gerbang utama, tampaknya dia penjaga yang sedari tadi memperhatikan mereka.
"Kalian mencari siapa?" tanya dia penjaga itu bersamaan.
Karena gak melihat adanya tanda pengenal atau sabuk klan Zhang membuat mereka berpikir jika tiga orang yang datang adalah tamu.
Namun Zhang Yu segera menunjukkan tanda pengenalnya.
"Zhang Yu?" gumam mereka.
Dua penjaga ini adalah pekerja baru. Mereka tidak mengenali Zhang Yu. Tapi ketika melihat namanya, keduanya seperti mengingat sesuatu.
"Zhang Yu! Apa kau Zhang Yu!" Tiba-tiba satu dari dua penjaga itu berseru. Dia sudah mengingatnya. Zhang Yu adalah putra Tertua Kedua yang terkenal sebagai genius klan.
Banyak sekali catatan tentangnya dan semua anggota klan sangat menghargainya. Setelah menyadarinya kedua penjaga langsung meminta maaf karena tak menyambut dengan baik.
Tepat bersama dengan itu beberapa pemuda baru saja keluar melewati gerbang. Saat melihat siapa yang berbicara dengan penjaga, mereka awalnya tidak begitu sadar jika itu Zhang Yu. Tapi tak lama kemudian, mereka benar-benar tak bisa menahan keterkejutan.
Suara mereka menarik perhatian lebih banyak orang. Anggota klan Zhang yang ada di sekitar langsung datang ke gerbang untuk memastikan jika yang kembali adalah Zhang Yu. Bahkan Patriark pun keluar karena rasa penasarannya.
"Zhang Yu, itu sungguh kau!" kata Zhang Lei.
Semua pun memberi jalan pada Zhang Lei saat berjalan menghampiri Zhang Yu.
"Patriark, ini kakek," ucap Zhang Yu memperkenalkan kakeknya.
Zhang Lei sejenak terdiam saat menatap Xiao Nie. Meski tak mencoba mengukur kekuatan, tapi auranya saja sudah membuatnya sadar jika dirinya tidak ada apa-apanya.
"Patriark Xiao, sudah cukup lama aku ingin bertemu denganmu. Tapi kau malah datang secara langsung ke sini, sungguh merepotkanmu."
Xiao Nie membalas dengan senyum. "Ada yang ingin aku katakan padamu, Patriark Zhang."
Zhang Lei segera memahaminya. "Jika begitu mari ke ruangan ku. Mari Patriark Xiao, Zhang Yu, dan ...."
"Yixue, namanya Song Yixue," jelas Xiao Nie.
__ADS_1
Zhang Lei mengangguk. "Baik. Mari masuk ke dalam," ajaknya.
Namun, Zhang Yu memberi waktu bagi kakeknya untuk berbicara empat mata dengan Patriark. Oleh karena itu dia pergi ke kediaman lama untuk mencari bibinya bersama dengan Song Yixue.
"Bibi!" panggil Zhang Yu.
Zhang Yu memasuki halaman setengah berlari. Pada saat itu Zhang Bing baru saja menyelesaikan latihannya. Dia sungguh terkejut dengan suara yang sangat mirip dengan keponakannya.
"Zhang Yu!" Dia bergumam sambil membalikkan badan.
Zhang Bing segera meletakkan pedangnya lalu berjalan ke arah Zhang Yu. Terlihat dari wajahnya dia seperti ingin mengatakan sesuatu. Akan tetapi kalimatnya tertahan saat melihat sosok wanita yang berdiri di belakang keponakannya.
"Xiao Yu, siapa dia?"
Zhang Yu melirik Song Yixue dan menjelaskan panjang lebar pada bibinya.
Huft...
"Syukurlah jika begitu. Bibi pikir kau memiliki wanita lain selain istrimu."
Ucapan spontan Zhang Bing membuat Zhang Yu terbatuk.
Uhuk!
"Bibi, kau jangan bicara sembarangan. Bagaimana jika ada yang mendengarnya, bukanlah namaku akan buruk?"
"Salam Bibi," Song Yixue pun segera menyapa Zhang Bing.
Zhang Bing meraih pundaknya dan tersenyum cukup lembut padanya. "Karena kau memanggilku bibi, aku akan memanggilmu Xue'er."
Song Yixue tersenyum. Dia tak mengira sambutan ini sangat baik padanya. Dia jadi berpikir, sebenarnya terdapat banyak sekali orang baik yang dapat menerimanya layaknya keluarga.
"Xiao Yu, Xue'er, ayo masuk. Bibi akan memasak untuk kalian."
Song Yixue menatap Zhang Yu seolah menunggu jawaban darinya. Zhang Yu menganggukkan kepala. Gadis itu lantas masuk menyusul Zhang Bing sementara Zhang Yu masih berada di halaman.
"Klan Zhang sudah jauh lebih maju dari yang aku harapkan. Bahkan mungkin dibandingkan dengan klan yang ada di ibukota, Klan Zhang masih termasuk dalam kekuatan lima besar." Zhang Yu sangat senang dengan perkembangan klan. Meski dirinya sudah tidak tinggal di Klan Zhang untuk waktu yang lama, tapi tetap Klan Zhang adalah bagian penting dalam hidupnya.
__ADS_1