Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 71 : Mengobati Keluarga Kekaisaran


__ADS_3

Zhang Yu memecah buah naga menjadi sembilan bagian, dia menyerahkan satu bagian kepada kaisar dan memintanya agar segera menghabiskannya.


Xuan Zou menelan bagiannya dalam sekali suapan, lalu dia menyerahkan semua kepada Zhang Yu yang sekarang duduk bersila di belakang tubuhnya.


Zhang Yu seperti sebelumnya meletakkan tangan di punggung Xuan Zou. Terlepas dari identitas pria tua ini yang adalah Kaisar Kekaisaran Xuan, sekarang di matanya tak lebih dari seorang yang membutuhkan perawatannya.


Sementara Zhang Yu telah memulai pengobatannya, Permaisuri Ling Qiao, Ratu Ju Qianchen, Ratu Yu Wen, Jendral Zhao Yun dan empat orang lainnya memandang dengan khawatir. Puncak kekhawatiran terjadi saat Xuan Zou memuntahkan seteguk darah berwarna biru kemerahan.


"Yang Mulia, ...." Akan tetapi sebelum berkata lebih panjang, Xuan Zou yang merasakan tubuhnya lebih ringan segera mengangkat tangannya sebagai tanda kepada mereka agar tidak menganggu jalan pengobatan.


"Jendral Zhao, bagaimana pendapatmu? Yang Mulia terlihat sangat kesakitan." Ling Qiao menyipitkan mata dan tak tega melihat suaminya menahan rasa sakit.


"Seharusnya itu tidak masalah, Permaisuri. Yang Mulia sendiri yang dapat mengetahui situasi tubuhnya saat ini. Karena bagaimanapun untuk menetralkan racun tentu membutuhkan pengorbanan. Terlebih racun yang telah lama di dalam tubuh."


Ling Qiao sejenak melirik Zhao Yun, lalu kembali menatap Xuan Zou yang masih terus kesakitan bahkan menggigit bibirnya untuk menahan suara yang keluar.


Lama setelah itu, Zhang Yu menarik tangannya dari punggung Xuan Zou. Tapi Xuan Zou tidak juga membuka mata dan bergeking pada posisi duduk bersila.


"Apa Yang Mulia baik-baik saja?" tanya Ling Qiao dengan khawatir.


"Yang Mulia baik-baik saja, Permaisuri. Hanya saja Yang Mulia membutuhkan waktu untuk memulihkan diri." Setelah Zhang Yu berkata seperti itu, Xuan Zou membuka matanya.


Ling Qiao segera mendekat.


"Yang Mulia, bagaimana keadaanmu?"


Xuan Zou bangkit dan mulai menggerakkan tubuhnya.


"Ini sangat luar biasa. Aku mendapatkan kembali tubuhku!" ungkap pria tua itu dengan mengembangkan senyum di wajahnya. Meski terdapat noda darah yang sedikit mengering, tapi tidak mengubah suasana hatinya saat ini.


Setelah Xuan Zou berhasil mengeluarkan racun es dan api, sekarang giliran Ling Qiao. Wanita lima puluhan tahun itu duduk bersila atas intruksi Zhang Yu, menelan potongan buah naga dan proses yang sama dilaluinya.


Namun, kali ini tidak terlalu lama. Mungkin karena racun es dan api tidak terlalu banyak seperti dalam tubuh Xuan Zou. Hanya butuh beberapa tekanan di punggungnya dan memuntahkan cairan biru kemerahan dari mulutnya.

__ADS_1


Ling Qiao selesai, Xuan Zou meminta kedua istrinya untuk maju secara bergantian lalu empat orang lainnya.


Zhang Yu pun memberi potongan buah naga kepada mereka, membantu mereka secara bergantian.


"Jendral Zhao Yun, semua sudah selesai, sekarang giliranmu."


Mendengar ucapan sang kaisar, Zhao Yun menganggukkan kepala. Dia melangkah menuju Zhang Yu dan menerima buah naga lalu menelannya.


Zhang Yu mulai mendorong tangannya, menyentuh punggung Zhao Yun yang telah duduk bersila di depannya.


Namun, suatu yang mengejutkan membuat matanya terbuka lebar.


"Ada apa? Apa ada yang salah?" tanya Xuan Zou yang melihat perubahan ekspresi Zhang Yu.


"Tidak Yang Mulia, tidak ada." Sembari menjawab Zhang Yu memandang sosok Zhao Yun dengan lekat.


"Sangat mengejutkan dia masih terlihat baik-baik saja." Zhang Yu membatin dan mulai menekan punggung Zhao Yun.


Zhao Yun langsung muntah darah dan wajahnya menjadi pucat menahan rasa sakit.


"Jendral Zhao, apa kau baik-baik saja?" tanya Zhang Yu masih menekan beberapa titik di punggungnya.


"Ya, aku baik-baik saja. Lanjutkan!"


Zhang Yu tanpa menjawab lagi menarik tangannya dan memberi tekanan kuat dengan penuh tenaga.


Sontak apa yang dilakukannya ini membuat Zhao Yun memuntahkan seember darah dari mulutnya. Aroma yang busuk dan warna yang pekat, itu jauh lebih buruk dari kondisi Xuan Zou.


Zhang Yu ikut menandang darah yang dikeluarkan oleh Zhao Yun. "Racun di tubuhnya jauh lebih banyak dari pada di tubuh Yang Mulia, tapi dia masih terlihat baik-baik saja. Itu menunjukkan basis kultivasinya yang tidak bisa dianggap enteng."


"Jendral Zhao, apa kau merasa lebih enak?"


Zhao Yun sejenak masih diam sembari menundukkan wajahnya. Setelah menyeka darah di sudut bibirnya dia menunjukkan seulas senyum. "Yah. Ini terasa lebih baik. Jauh lebih baik."

__ADS_1


Zhang Yu bangkit dari duduknya, berjalan menuju Xuan Zou. "Yang Mulia, meski racun es dan api telah dihilangkan, tapi masih membutuhkan masa pemulihan."


"Aku mengerti," Xuan Zou kembali berjalan menuju ruang penyimpanan sumber daya, membuka pintu rahasia itu seperti sebelumnya.


"Ada banyak sumber daya di sini. Mengambil beberapa untuk memulihkan diri juga bukan hal buruk. Lagi pula sumber daya dapat meningkatkan kapasitas Qi."


Sementara Xuan Zou dan beberapa orang lainnya tengah fokus mengembalikan kekuatan, di salah satu bagian istana, Song Wejin masih dalam suasana hati yang buruk.


Pria tua itu memanggil beberapa komandan yang sebelumnya telah ia beri tugas untuk memperketat penjagaan.


"Bagaimana? Apa kalian sudah menangkapnya?"


Lima komandan hanya saling pandang dan tak berani mengeluarkan satu pun kata.


Tentu saja hal ini membuat Song Wejin semakin murka. "Dasar bodoh! Kalian sangat tidak becus. Bahkan menangkap orang yang terjebak dalam istana saja tidak bisa. Aku yakin sekali dia masih di istana. Kalian harus mencarinya sampai ketemu."


"Pe-Perdana Menteri, kami sudah menyusuri semua tempat di istana. Tapi tetap tidak menukannya. Sepertinya dia menemukan tempat bersembunyi yang aman."


Song Wejin mendengus mendengar ucapan salah satu komandan. "Itu hanya alasan kalian. Aku tidak ingin tahu, kalian harus menemukannya. Jangan berhenti sampai menangkapnya!"


Kelima komandan tidak bisa menolak, mereka mengangguki perintah itu lalu berjalan meninggalkan Song Wejin sendiri dalam ruangannya.


Menemukan tempat yang aman? Heh. Tidak ada tempat rahasia kecuali ruang tahanan tempat aku menahan kaisar." Song Wejin duduk lalu mengambil cangkir di atas meja. Tapi saat akan menenggak minuman itu, raut wajahnya berubah dan kembali mencermat kalimatnya.


"Tempat rahasia ...."


Oh...


"Apa mungkin dia tampa sengaja menemukan keberadaan tempat tahanan itu dan bersembunyi di sana?" Song Wejin segera bangkit dari tempat duduknya, membuang cangkir di tangannya lalu bergegas menuju ke tempat ruang tahanan rahasia berada.


Begitu sampai di sana, matanya langsung tertuju pada lantai dengan lambang kepala naga.


Hem...

__ADS_1


"Apa ini?" Tepat di dekat lantai bergambar kepala naga Song Wejin melihat cap alas kaki. Sontak saja hal ini mengubah raut wajah pria tua itu menjadi lebih buruk.


__ADS_2