Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 283 : Bencana Dahsyat


__ADS_3

Shin dan beberapa orang Suku Niao baru saja sampai. Jelas mereka terlambat jika dibandingkan dengan Zhang Yu yang bergerak sangat cepat. Musuh yang melarikan diri pun sudah dibunuh olehnya.


Pada saat itu, suara ledakan yang memekak terdengar dari balik punggung mereka. Shin dan yang lain segera berbalik, tak ketinggalan juga Zhang Yu. Mereka dengan kompak menatap ke atas, menyaksikan petir yang turun dari langit dengan cahaya kuning keemasan.


"Apa itu?" gumam mereka.


Zhang Yu mengangkat tangan kirinya, lebih tepatnya memperhatikan gelang naga yang seperti kehilangan kekuatan di dalamnya. Mati. Benar-benar mati dan lenyap.


"Long Shen!"


Seketika Zhang Yu memiliki firasat buruk. Dia segera menyimpan batu kristal inti api dan melesat kembali.


"Cepat! Kita juga harus kembali!" teriak Shin kemudian bergegas mengejar.


Saat mereka sampai, petir yang terlihat kecil dari kejauhan ternyata sangat besar. Bahkan energi kekuatannya begitu menakutkan sampai membuat tubuh kelompok Suku Niao yang ada di sekitar diam terpaku.


"Long Shen!"


Zhang Yu berlari ke arah gua raja. Dia kembali mengangkat wajahnya menatap petir yang menakutkan itu sambil menggertakkan gigi sebelum memaksa masuk ke dalamnya.


Meskipun hidup dan mati Long Shen tidak akan mempengaruhi hidupnya, tapi Zhang Yu tetap tidak bisa membiarkannya begitu saja. Terlebih dengan apa yang sudah mereka lalui bersama, dan bagaimana Long Shen membantunya di setiap masalah yang dihadapinya.


"Tidak! Aku akan masuk ke dalam!"


Shin yang melihat Zhang Yu masuk ke gua raja berpikir untuk menghentikannya. Dia mengejar, tapi saat jarak hanya tersisa beberapa meter, tubuhnya mulai tak bisa menahan tekanan dari petir tersebut.


Blam!


Shin pun terhempas puluhan meter ke belakang. Yi dan Shihwa yang melihatnya dengan segera menangkap tubuh sang pangeran.


"Pangeran, kau baik-baik saja?" tanya mereka.


Namun perhatian Shin masih tertuju ke pintu masuk gua raja. Zhang Yu tak lagi terlihat, besar kemungkinan sudah masuk ke gua warisan leluhur.


Pada saat yang sama, tekanan kekuatan dari petir itu terus bertambah kuat. Yang tadinya di tempat mereka tak terpengaruh, tekanan itu mulai membuat nafas mereka sesak.


"Pangeran! Kita harus menjauh!"

__ADS_1


Shin hanya dapat menggertakkan gigi. Padahal Zhang Yu sudah banyak membantunya, tapi dia tak bisa melakukan apapun dalam situasi ini.


"Hah!" Shin memukul wajahnya dengan menyesal.


Di gua raja. Zhang Yu terus melangkah masuk meski tekanan dari petir itu sangat kuat. Bahkan ketika tubuhnya mulai merasakan rasa sakit, dia tak berhenti bergerak sebelum mencapai gua warisan leluhur.


"Long Shen,"


Pintu batu yang sebelumnya sangat kokoh kini hancur berkeping-keping. Zhang Yu melihat ke dalam gua warisan leluhur, cahaya yang sangat terang sedikit menganggu penglihatannya, tapi dia masih dapat melihat sesosok bocah laki-laki yang berdiri di depan prasasti batu.


Siapa dia?


Zhang Yu sempat berpikir mungkin bocah itu adalah Long Shen. Namun Zhang Yu tak bisa merasakan kekuatan jiwa Long Shen dari tubuh bocah itu yang membuatnya ragu.


Suara gemuruh petir bertambah kuat. Hal itu juga dibarengi dengan tekanan kekuatan yang juga semakin kuat


Blar!


Sambaran petir emas mengenai bocah laki-laki yang berdiri di depan prasasti batu. Tubuhnya pun bersinar dan tampak asap berwarna putih berkumpul di atas kepalanya.


Tak lama kemudian petirnya menghilang. Zhang Yu yang sudah sangat penasaran ingin menghampiri bocah laki-laki itu untuk memastikan apakah dia benar-benar Long Shen atau bukan.


Krak Krak...


Ketika Zhang Yu melihat ke bawah, dia menemui lantai gua sudah retak seperti akan terbelah. Tanpa banyak bicara dia melompat ke samping untuk mencari tempat yang lebih aman.


Sayangnya retakan di lantai gua terus menjalar bahkan sampai ke dinding gua.


"Apa-apaan ini?" batin Zhang Yu. Dia kembali menatap ke arah bocah laki-laki yang ada di dalam gua leluhur. Tetapi anehnya bocah laki-laki itu menghilang dan hanya tersisa prasasti batu.


"Kakak Yu! Kau harus cepat keluar!"


Teriakan Shin terdengar dari luar. Hal itu membuat Zhang Yu sungguh ragu. Di satu sisi dia belum menemukan Long Shen, di sisi lain keadaan gua mulai tidak stabil.


Krak!


Muncul satu retakan yang memisahkan gua leluhur dengan gua raja. Perlahan tapi pasti retakan itu terus melebar dan kemudian dalam waktu yang sangat singkat lantai gua leluhur runtuh.

__ADS_1


"Kakak Yu!"


Teriakan semakin kencang tapi Zhang Yu masih bergeming di tempatnya. Sampai satu titik di mana lantai di bawah kakinya tiba-tiba amblas yang membuatnya hampir jatuh terjerembab.


"Cih!"


Zhang Yu melompat untuk bertahan. Mau tidak mau dia harus keluar atau dirinya akan terkubur hidup-hidup dalam gua.


"Kakak Yu, di sini!"


Terlihat Shin yang menunggangi burung raja dan terbang sangat rendah di depan gua. Zhang Yu tidak tahu apa yang terjadi, tapi dengan mengikuti instingnya dia segera menggunakan kekuatannya untuk melompat naik ke burung yang ditunggangi Shin.


Blar!


Ledakan terjadi tepat setelah Zhang Yu keluar dari gua. Beruntung dia mengambil keputusan yang tepat dengan melompat menggapai posisi Shin. Shin pun dengan cepat mengendalikan burung raja terbang menjauh dari tempat tersebut.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Baru juga bertanya, raut wajah Zhang Yu membeku saat melihat kekacauan yang ada di bawah.


Gua raja dan gua lain yang pernah menjadi tempat tinggal Suku Niao amblas ke bawah. Tidak cukup sampai di sana. Tebing, bukit, bahkan tanah lapang sekalipun hancur terbelah.


Hal itu tidak hanya terjadi di sekitar wilayah tersebut, tapi mencakup seluruh pulau.


Fenomena yang mencengangkan ini, bak sebuah bencana dahsyat yang yang mampu menghancurkan peradaban. Dengan waktu yang relatif singkat, pulau yang sebelumnya masih dalam keadaan baik sekarang tak dapat dijadikan tempat tinggal dan perlahan mulai tenggelam.


"Pangeran, semua orang selamat. Tidak ada korban baik dari orang dewasa atau anak-anak." Yi dan Gui bersama-sama menaiki burung raja. Selain mereka, ada dua puluhan burung yang terbang tak begitu jauh sambil membawa empat sampai lima orang anggota suku.


Mereka berada cukup jauh dari gua raja pada saat sambaran petir sampai pada puncaknya. Saat merasakan tanda-tanda pulau akan hancur, mereka segera mengevakuasi diri dengan terbang menunggangi burung raja.


"Yi, Gui, bawa semua orang ke kapal."


"Baik, Pangeran."


Shin tidak tahu apakah kapal mampu bertahan dari guncangan hebat yang terjadi. Tapi mereka benar-benar membutuhkan sebuah kapal untuk mencari daratan.


"Kakak Yu, apa kau baik-baik saja?" tanya Shin.


"Ya." Hanya itu yang dikatakan Zhang Yu. Dia terlihat masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Dia juga masih memikirkan bagaimana keadaan Long Shen yang tidak ada kabar.

__ADS_1


"Seharusnya dia masih selamat kan? Aku dapat merasakan kembali energi pada gelang naga," batin Zhang Yu sambil menatap gelang di tangannya.


Mereka pun pergi ke tempat kapal. Beruntung karena sebelumnya memposisikan kapal agak jauh dari pulau. Itu membuat kapal terhindar dari dampak kehancuran di pulau saat tiga kapal milik menara iblis hancur dan terbelah menjadi beberapa bagian.


__ADS_2