Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 290 : Kabar dari Kekaisaran Long


__ADS_3

Hari ini sudah sepuluh hari sejak Zhang Yu menerima anugerah surga. Sudah sepuluh hari pula dia secara resmi mensejajarkan diri dengan sang kakek yang juga sudah menerima anugerah surga ketiga.


Sekarang ada tiga orang yang berada di tingkat setengah abadi di Klan Xiao. Selain Xiao Nie dan Zhang Yu, ada Tetua Pertama, Xiao Fang, yang dua tahun lalu baru menerima anugerah surga pertama.


Mereka bertiga saat ini berada di kediaman Xiao Nie. Duduk bersama dengan beberapa gulungan di meja.


Tok tok tok...


Suara ketukan pintu tiba-tiba terdengar. Xiao Nie segera memalingkan wajahnya sebelum berseru untuk orang yang ada di luar. "Masuk,"


Pintu pun terbuka. Seorang anggota klan berjalan setahap demi setahap berusaha mendekat ke meja tiga orang tersebut.


"Patriark, ada surat yang datang dari Tetua Ketiga."


"Xiao Zhiqian? Surat apa itu? Coba bawa ke sini," pinta Xiao Nie.


Zhang Yu dan Tetua Pertama hanya menatap anggota klan yang mengantarkan surat tersebut. Mereka ingat jelas jika Tetua Ketiga sedang dalam perjalanan ke Kekaisaran Long bersama beberapa orang. Mereka jadi semakin penasaran dengan isi surat tersebut.


"Kau boleh kembali," lambai Xiao Nie pada anggota klan itu. Dia lantas menaruh surat itu di meja dan mulai membacanya dengan hati-hati.

__ADS_1


Setelah selesai, Xiao Nie mendorong surat itu ke hadapan Zhang Yu dan Tetua Pertama. Dia menggaruk pelipisnya dengan raut wajah yang rumit.


"Tetua Ketiga saat ini sedang berkunjung ke kediaman Keluarga Hao di Kekaisaran Long. Dia melihat ada kekacauan di sana yang disebabkan oleh kelompok pemberantas. Kelompok ini merupakan kelompok baru, tapi mereka mengenakan pakaian istana roh."


Zhang Yu dan Tetua Pertama yang mendengar kalimat Xiao Nie langsung mengerutkan kening.


"Bagaimana itu mungkin? Bukankah istana roh sudah lenyap di tangan Zhang Yu. Zhang Yu, bukankah begitu?" tanya Tetua Pertama.


Zhang Yu menganggukkan kepala dengan ragu. Seharusnya kelompok istana roh sudah lenyap saat dirinya membunuh pemimpin mereka, Gao Feng Shui dan meluluhlantakkan markas mereka.


Xiao Nie beberapa saat terdiam. Tentu saja dia tahu hal itu karena dalam beberapa tahun ini Istana Roh benar-benar lenyap tanpa pemberitaan. Tidak ada yang dapat mengungkap keberadaan mereka, dan semua pihak percaya jika Istana Roh sudah dilenyapkan.


Namun Xiao Nie tidak berpikir Tetua Ketiga akan menyampaikan sesuatu secara sembarangan. Karena dia bilang kelompok itu mengenakan pakaian Istana Roh, maka itu adalah pakaian yang sama.


Xiao Fang manggut-manggut. "Itu bisa saja terjadi."


Xiao Nie masih menatap surat di atas meja. Entah kenapa dia memiliki firasat buruk tentang semua ini. Istana Roh yang sebelumnya dipastikan telah hancur, kini tiba-tiba muncul dengan nama baru. Apakah mungkin akan terjadi sesuatu pada Klan Xiao?


Tidak ada yang dapat mereka lakukan atas surat yang dikirim Tetua Ketiga. Untuk saat ini, mereka memilih untuk menunggu. Mereka berharap mendapat surat lanjutkan dari Xiao Zhiqian yang masih berada di Kekaisaran Long.

__ADS_1


Tidak sia-sia. Dua hari kemudian, tepatnya saat sore hari datang lagi surat yang dikirim ke klan. Seorang anggota klan berlari dari wilayah luar ke kediaman Xiao Nie.


Zhang Yu dan beberapa tetua lain ikut berkumpul. Tak terkecuali Zhang Long yang sudah dianggap bagian klan juga.


"Dari surat yang dikirim Tetua Ketiga, dapat dipastikan jika kelompok pemberantas masih memiliki keterkaitan yang erat dengan Istana Roh. Itu karena yang mereka targetkan adalah keluarga, klan atau sekte yang pernah bersinggungan dengan Istana Roh. Mereka bergerak saat malam, dan menghancurkan musuh-musuhnya dalam kegelapan."


Belasan orang yang ada di ruangan itu terdiam dan tak bisa berkata-kata. Mendengar bagaimana kelompok pemberantas itu mengincar keluarga, klan ataupun sekte, sudah menjelaskan betapa kuat kelompok mereka.


"Patriark, di tempat kita pernah menjadi kuburan puluhan anggota Istana Roh. Bahkan dua pemimpin fraksi meregang nyawa di wilayah kita. Jika menurut apa yang disampaikan Tetua Ketiga, bukankah target kelompok ini setelah menyelesaikan masalah di Kekaisaran Long akan datang ke Klan Xiao?"


Kalimat Tetua kedua membuat ruangan menjadi hening beberapa saat. Tetua yang lain pun sependapat dengannya.


Xiao Nie mengelus dagunya sambil menarik nafas panjang. "Seharusnya mereka tidak akan mengambil keputusan yang sangat gegabah. Meskipun mereka kuat, tapi Klan Xiao juga tidak lemah. Terlebih mereka tidak akan bisa memasuki domain kita dengan leluasa."


"Patriark benar," sahut mereka setelah berpikir dengan tenang.


Zhang Yu yang duduk di tempatnya masih merenungkan masalah itu. Entah kenapa dia merasa jika tujuan kelompok pemberantas itu jauh lebih rumit dari yang dideskripsikan kakeknya.


"Istana Roh," gumam Zhang Yu.

__ADS_1


Padahal saat itu Zhang Yu sudah membunuh pemimpin Istana Roh dengan tangannya sendiri. Dia yakin tidak ada yang tersisa kecuali mayat-mayat yang memang dia tinggalkan di sana.


"Apa mungkin aku benar-benar melewati beberapa orang?" batinnya.


__ADS_2