Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 295 : Pertarungan di Akademi


__ADS_3

Pada saat itu Wang Chen baru keluar dari pengasingannya. Dia melihat keadaan kediaman yang jauh lebih sepi dari biasanya. Bahkan Wang Lou yang sering berkeliaran di ruang tamu dan halaman belakang pun tak tampak batang hidungnya.


"Aneh! Kenapa aku memiliki firasat yang buruk, mungkinkah telah terjadi sesuatu?"


Wang Chen baru saja berkata, Wu Zetian berlari memasuki halaman dengan nafas ngos-ngosan. "Kepala akademi,"


Kening Wang Chen mengerut. Dia bertanya, "Ada apa? Kenapa kau terlihat cemas?"


Wu Zetian menunjuk ke arah selatan, letak gerbang utama. "Kepala akademi, kita kedatangan musuh!"


Sejenak Wang Chen terhenyak setelah mendengar ucapan Wu Zetian. Dia mengerjapkan mata, dan bertahap raut wajahnya berubah. "Apa kau bilang? Musuh?"


Sebelum Wu Zetian mengatakan sesuatu yang lain, uap asap membumbung tinggi dari arah gerbang utama. Tak lama juga terdengar yang cukup keras dari tempat yang sama.


"Kepala Akademi, sebagian besar murid dan tetua pelataran luar sudah ada di gerbang. Namun aku berpikir kelompok itu terlalu kuat untuk mereka hadapi. Kau harus pergi ke sana untuk membantu."


"Baiklah. Aku akan pergi ke sana. Kau pergilah ke tempat tetua pelataran dalam dan beritahu mereka tentang situasinya."


"Mengerti!"


Wang Chen segera pergi ke arah gerbang utama. Wu Zetian melakukan tugasnya dengan menyampaikan berita ini pada yang lain. Ketika Wang Chen tiba di pelataran luar, kelompok berpakai hitam sudah menerobos masuk cukup jauh.


Puluhan murid menjadi korban. Entah yang terluka parah atau ringan, rata-rata murid akademi benar-benar bukan lawan yang sepadan untuk kelompok berpakaian hitam.


"Keterlaluan!" Wang Chen menggertakkan gigi dengan marah. Detik berikutnya dia melesat dan mengincar beberapa orang dari kelompok berpakaian hitam yang sedang berhadapan dengan murid-murid akademi.


Tanpa banyak bicara, dia mengayunkan pedangnya membunuh tiga sampai empat orang dalam sekali serangan.


Sreg!


Gludak!


Kedatangan Wang Chen jelas menambah harapan bagi murid-murid akademi yang sempat terpojok. Mereka bangkit kembali dan menunjukkan semangat yang lebih membara.

__ADS_1


"Guru, akhirnya kau datang!" kata Wang Lou, bersemangat.


Wang Chen masih sibuk menyingkirkan musuh yang mendekat padanya. Setelah membunuh sepuluh orang, dia memanggil Wang Lou yang beberapa meter di samping kanannya.


"Wang Lou, pergilah bersama beberapa murid untuk menyelamatkan murid yang terluka. Bawa mereka ke tempat aman agar tak terkena dampak pertarungan."


Sejenak Wang Lou diam. Dia masih ingin bertarung menghadapi kelompok berpakaian hitam. Bagaimana mungkin dirinya harus pergi sedang pertarungan masih berjalan.


"Cepat!" teriak Wang Chen.


Wang Lou pun mengepalkan tangannya. Sekilas melirik ke tempat murid-murid yang terluka dan mungkin ini adalah tugas penting yang harus dilakukannya.


Kebetulan pada saat itu murid-murid yang ada di pelataran dalam dan tetua pelataran dalam datang. Wang Lou tersenyum karena berpikir peluang kemenangan mereka sekali lagi bertambah. Juga, dia bisa lebih tenang meninggalkan sang guru yang masih harus bertarung.


"Guru, kau harus hati-hati!" seru Wang Lou, kemudian bergerak ke tempat beberapa murid dan mengajak mereka untuk mengevakuasi murid yang tak lagi mampu bertarung.


"Kepala akademi, kau dapat menyerahkan situasi di sini kepada kami. Mohon periksalah bagian depan karena sepertinya di sana terjadi pertarungan dalam skala lebih besar."


Mendengar ucapan salah seorang tetua, Wang Chen mengangkat wajahnya ke arah yang dimaksud. Seketika perhatiannya tertuju pada kabut asap yang memang berasal dari sana.


Wang Chen menerobos puluhan kelompok berpakaian hitam dan juga membunuh beberapa orang yang berada dalam jangkauannya. Tak lama dia sampai di sekitar gerbang, lalu perhatiannya tertuju pada Tetua Lou Yi, Tetua Xin Fei, Tetua Yu Han. Tiga tetua tertinggi pelataran luar itu sedang bertarung dengan seorang pria paruh baya. Tapi tetap tak bisa mengalahkannya meski sudah dibantu beberapa tetua pelataran luar lainnya.


"Gao Feng Sha, jangan bermain-main. Cepat habisi mereka!" teriak Jia Li dari belakang.


Bukannya melakukan seperti ucapan Jia Li, Gao Feng Sha malah tertawa seperti anak kecil yang sedang bermain.


"Aku pikir akan sehebat apa Tetua Akademi Kekaisaran. Tapi siapa yang mengira jika sebenarnya kalian sangat lemah," kata Gao Feng Sha.


Tetua Xin Fei mencengkeram pedangnya dengan erat. Matanya dipenuhi amarah. "Kurang ajar! Aku akan memberimu pelajaran!"


Melihat satu orang datang kepadanya dengan amarah yang menggebu, Gao Feng Sha tersenyum mencibir, sebelum melapisi tangannya dengan Qi. "Maju, maju jika kau ingin mati!"


Xin Fei semakin marah. Dia berteriak keras sambil mengayunkan pedangnya. Namun, perbedaan kekuatan yang jauh membuatnya tak bisa melakukan apapun saat Gao Feng Sha menerjang dengan teknik telapak tangan besinya.

__ADS_1


Blam!


Tubuh Tetua Xin Fei terhempas. Tetua Lou Yi dan Tetua Yu Han segera datang menahan tubuhnya.


"Dia terlalu kuat! Kami tidak akan bisa mengalahkannya." Tetua Lou Yi membatin, cemas. Pada detik ini dia melihat Gao Feng Sha masih tidak puas dengan serangan itu. Dia datang lagi dengan teknik telapak tangan besi yang sama, berniat membunuh mereka bertiga dalam waktu bersamaan.


"Tetua Yu Han, keluarkan pertahananmu!" teriak Tetua Lou Yi. Tentu saja dia juga mengeluarkan teknik pertahanannya. Entah akan berhasil atau tidak, dia sungguh tidak mengetahuinya.


Krak!


Lapisan perisai Qi retak. Wajah Tetua Lou Yi dan Tetua Yu Han sangat buruk. Mereka berpikir akan mati dengan serangan itu, tapi siapa yang mengira Wang Chen yang menyadari keadaan kritis ini melesat dengan cepat lalu menyerang Gao Feng Sha.


Blar!


Gao Feng Sha spontan kembali ke tempat awalnya. Dia memegang tangan kanannya sambil mengelusnya. "Hampir saja! Aku benar-benar akan kehilangan tanganku jika tidak segera menarik serangan," batinnya.


Wang Chen menarik pedangnya yang menancap ke tanah. Tak dipungkiri dia sangat menyesal karena tidak bisa memenggal tangan Gao Feng Sha. Siapa yang mengira reaksi pria itu sangat cepat.


"Tetua Lou Yi, Tetua Yu Han, Tetua Xin Fei, bagaimana keadaan kalian?"


"Aku dan Tetua Yu Han baik-baik saja. Tapi Tetua Xin Fei terluka cukup parah."


Mendengar jawaban Tetua Lou Yi membuat Wang Chen kembali menatap Gao Feng Sha. Pria yang tampaknya juga sudah berada di tingkat setengah abadi sama seperti dirinya.


Namun, dibandingkan dengan Gao Feng Sha, Wang Chen merasa sosok pria tua di belakang Gao Feng Sha sepertinya jauh lebih berbahaya.


"Tetua Lou Yi, Tetua Yu Han, kalian bawalah Tetua Xin Fei pergi." Awalnya mereka berdua ragu, tapi melihat kekuatan lawan yang jauh di atas, mereka juga tidak akan bisa membantu bahkan jika tetap berada di sini. Lebih baik mereka pergi dan menghadapi ratusan orang lainnya bersama murid dan tetua yang sudah berkumpul.


"Pak Tua, apa kau berpikir dapat mengalahkanku? Kau terlalu percaya diri!" Gao Feng Sha bersiap bertarung. Dia bahkan sudah melapisi telapak tangannya dengan Qi. Akan tetapi pada saat itu Gao Ran sang kakak menahan pundaknya.


"Biar aku yang menghadapinya. Kalian pergilah mencari pasangan ibu dan anak itu."


Gao Feng Sha tidak suka dengan hal itu. Sayangnya dia tak memiliki keberanian untuk membantah kakaknya. Dia pun pergi dengan Jia Li masuk ke dalam akademi.

__ADS_1


Wang Chen yang mendengar pembicaraan mereka sejenak mengerutkan kening karena tidak mengerti. "Pasangan ibu dan anak? Siapa yang mereka cari?"


__ADS_2