
"Tuan Besar Liu, sepertinya kau memiliki pandangan yang sangat dalam tentang situasi di Kekaisaran Long. Aku sungguh penasaran dengan respon yang akan diambil oleh keluarga Liu."
Xiao Nie dengan sengaja menguji Liu Bei untuk mengatakan rencananya. Tapi Liu Bei dengan segera mengetahui maksud kalimat tersebut. "Patriark Xiao, meskipun cabang Saturnus sudah berdiri di beberapa tempat di Kekaisaran Long, tapi pondasi kami di sana masih sangat lemah. Tidak ada yang dapat kami lakukan kecuali berusaha membatasi diri dari masalah ini."
Xiao Nie tak lagi bertanya. Zhang Long diam, sementara Zhang Yu masih memperhatikan bagan di atas meja.
"Zhang Yu, sepertinya kau memiliki beberapa pertanyaan," kata Liu Bei.
Zhang Yu segera mengangkat wajahnya, memutar kertas di atas meja sehingga bagian yang ada di depannya berpindah ke sisi Liu Bei. "Paman, kau menempatkan satu nama lain di antara kelima keturunan Fang Shuai. Kau bahkan memberinya tanda lingkaran merah. Apa itu maksudnya?" tangan Zhang Yu.
Xiao Nie dan Zhang Long juga beralih memperhatikan nama tersebut.
"Oh ya, benar. Kenapa ada tanda lingkaran merah di situ?" tanya Xiao Nie, baru menyadarinya.
Liu Bei mengerutkan kening. Dia mengelus dagunya kemudian mengeluarkan beberapa gulungan dari cincin penyimpanannya. "Aku benar-benar melupakannya. Xiang He, jika tidak salah kami sudah berusaha mengumpulkan informasi tentangnya tapi hasilnya tak begitu memuaskan."
Setelah mencari dari beberapa gulungan, Liu Bei mendorong dua gulungan yang mana keduanya memiliki pita berwarna biru.
"Menurut informasi yang kami dapatkan, Xiang He adalah anak angkat Fang Shuai yang dibesarkan sejak bayi. Namun dia sudah pergi meninggalkan wilayah kekaisaran Long bahkan sebelum perang abadi terjadi. Sampai sekarang tidak ada kabar entah itu tentang dirinya maupun keturunannya."
"..."
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang situasi ini. Kami berharap dapat mengungkap apa alasan sebenarnya mereka bertindak begitu berani di Kekaisaran Long. Selain itu, seharusnya kekaisaran tidak akan diam saja mengingat hal ini akan berdampak besar dalam keseimbangan."
Setelah berbicara panjang lebar, Liu Bei dan Xuan Wu meninggalkan domain Klan Xiao saat malam hari. Mereka tak menunggu lebih lama untuk melanjutkan perjalanan ke Kekaisaran Long.
Zhang Yu kembali ke kediamannya. Dia melihat sang putra yang ada di ruang tamu dengan neneknya, sementara sang istri sedang sibuk di dapur.
"Zhang Yu, kau pulang tepat waktu. Istrimu sudah memasak makan malam untuk kita," Xiao Mei berdiri sambil mengajak Zhang Chao ke meja makan.
"Ayah, ibu hari ini memasak daging. Aromanya sangat enak, Chao'er tak sabar ingin mencicipi nya."
"Benarkah? Sepertinya sudah cukup lama ayah tidak mencicipi daging buatan ibumu." Zhang Yu melirik ke arah meja makan, "Biasanya dia hanya memasak sayur," gumam Zhang Yu pelan.
"Memangnya kenapa jika hanya memasak sayur? Tidak enak?"
Punggung Zhang Yu berkeringat menyadari istrinya sudah berdiri di belakangnya. Perlahan dia berbalik, "Te-tentu saja enak. Bagaimana mungkin tidak enak jika aku selalu menghabiskannya tanpa sisa," jawab Zhang Yu sambil menghindari tatapan Xuan Yin.
__ADS_1
Zhang Yu berjalan ke arah meja makan, dia segera duduk di sana meskipun sang istri masih menatapnya tajam.
Tak!
Suara piring ditaruh dengan setengah melempar. "Karena Yu Gege bilang sangat menyukai sayur, maka malam ini semua sayur untuk Yu Gege."
Xuan Yin berkata dengan suara yang lembut. Tatapannya pun terlihat ramah. Tapi meskipun begitu Zhang Yu yang duduk tepat di sampingnya benar-benar mati kutu dan tak berani bicara.
"..."
"Kenapa tidak di makan? Tidak enak?" tanya Xuan Yin, sinis.
"Ibu, daging ini terlalu banyak. Bagaimana jika untuk Ayah?" Zhang Chao mengambil daging dengan sumpit lalu hendaklah memberikannya pada Zhang Yu. Tapi sebelum hal itu terjadi, Xian Yin menahan tangannya.
"Ayahmu lebih suka makan sayur. Dia tidak ingin makan apapun kecuali sayur untuk hari ini."
"Benarkah begitu Ayah?" tanya Zhang Chao.
Meskipun air liurnya sudah menetes, Zhang Yu juga tak bisa mengatakan tidak untuk pertanyaan putranya. Terlebih dengan tatapan sang istri yang masih berusaha mengintimidasinya.
"Haha ... Chao'er habiskan saja. Daging itu sangat baik untuk pertumbuhanmu. Lagipula benar kata Ibu, Ayah lebih suka makan sayur."
Zhang Chao manggut-manggut. Bocah kecil itu segera memperbaiki posisi duduknya lalu kembali fokus dengan makanannya.
Xiao Mei dan Zhang Long saling pandang. Sedetik kemudian mereka menghela nafas melihat pertengkaran anak dan menantu yang terjadi hanya kerana menu makan malam.
"Mei'er, jika aku ingat-ingat, kau juga pernah seperti itu." Zhang Long tertawa lirih setelah berbisik. Xiao Mei mengerutkan keningnya dan memasang wajah muram.
"Tidak. Aku tidak mengingatnya. Jangan mengada-ngada," balas Xiao Mei sembari menunjukkan lirikan matanya yang tegas.
"Untuk apa aku mengada-ngada. Aku masih ingat jelas. Saat itu kau masih hamil, kau bahkan tak memperbolehkanku makan malam hanya karena tak pulang tepat waktu setelah mengunjungi klan tetangga."
Hem...
Xiao Mei mendengus. Dia meletakkan peralatan makannya dan menatap Zhang Long kesal. "Apa kau sungguh akan membahasnya sekarang? Sepertinya kau memang sangat ingin membuat masalah."
Setelah itu Xiao Mei berdiri dari tempat duduknya. "Kalian ayah dan anak memang sama saja, sangat pandai merusak suasana," dengusnya.
__ADS_1
"Ibu?" Xuan Yin yang melihat Xiao Mei meninggalkan meja makan segera menyusulnya. Tak lupa sebelum menjauh dia melirik Zhang Yu yang bahkan tak bicara sejak terakhir kali mengatakan kalimatnya.
"Ada apa dengan ibumu? Padahal itu hanya bercanda," kata Zhang Long. Dia berusaha memanggil Xiao Mei agar kembali, tapi sepertinya sang istri sudah masuk ke dalam ruangannya.
"Ayah, kau benar-benar merusak suasana," ucap Zhang Yu.
Zhang Long kembali duduk di tempatnya. Keningnya mengerut mendengar ucapan Zhang Yu. "Kenapa itu jadi salah Ayah? Bukankah kau yang menjadi penyebabnya? Kau menyinggung istrimu yang sudah susah payah memasak makan malam. Kau yang sesungguhnya yang telah merusak suasana."
"Enak saja. Semua masih di sini sampai Ibu marah denganmu, Ayah. Jelas semua ini terjadi karenamu."
"Cih! Lebih baik Ayah pergi membujuk ibumu dari pada mendengarkan kau di sini." Zhang Long pergi. Di meja makan hanya tersisa Zhang Yu dan Zhang Chao yang bahkan tidak mengerti situasi yang terjadi.
Zhang Chao perlahan mengangkat wajah bulatnya itu kepada Zhang Yu. "Ayah, kenapa ibu, kakek dan nenek pergi? Apa mereka tidak makan malam?"
Zhang Yu tersenyum sebelum berpindah ke kursi Xuan Yin yang berada tepat di samping Zhang Chao. "Chao'er tidak perlu mengurusi hal lain. Sekarang makanlah yang banyak agar cepat tumbuh menjadi kuat."
Heem...
Chao'er mengangguk. "Ayah juga." Dia memberikan potongan daging di piringnya kepada Zhang Yu.
"Ayah juga harus merasakan sup daging buatan ibu. Ini sangat lezat."
Zhang Yu sejenak diam, kemudian membuka mulutnya saat Zhang Chao menyuapinya dengan potongan daging.
"Sudah. Ayah sudah merasakannya. Memang lezat. Sekarang Chao'er cepat habiskan makannya dan pergi tidur karena ini sudah malam." Zhang Yu mengelus puncak kepala putranya. Setelah Zhang Chao benar-benar kenyang, Zhang Yu mengantarnya kembali ke kamarnya dan menata selimut untuknya.
Saat pergi ke halaman depan, Zhang Yu melihat Long Shen yang bersama dengan Sun. Zhang Yu menghampiri mereka lalu ikut duduk di sana.
"Kau seperti memiliki masalah yang serius," kata Long Shen.
Zhang Yu mengeluarkan informasi yang sudah disalinnya dari gulungan milik Liu Bei. "Kau ingat dengan Istana Roh? Sepertinya mereka bangkit lagi."
Apa?
"Apa maksudmu? Bukankah kau sudah memusnahkan mereka?"
"Ya. Tapi sepertinya aku tidak benar-benar menghancurkan mereka sampai ke akar. Sekarang mereka kembali muncul dan membuat masalah di Kekaisaran Long dengan nama kelompok pemberantas."
__ADS_1
"Apa ini masalah yang kau maksud itu?" Long Shen berdiri dan melihat kertas di tangan Zhang Yu. Ketika dia melihat nama Fang Shuai yang ada di bagian paling atas, matanya secara pasti menyipit.
"Fang Shuai?"