Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 275 : Misteri Warisan Leluhur Suku Niao


__ADS_3

Pembersihan mayat sudah selesai dilakukan. Hal itu pun membuat pemandangan pantai tampak lebih baik meski noda darah masih terlihat jelas di beberapa titik.


"Yi, apa kau menemukan sesuatu?" tanya Shin dari kapal ragu pencari pertama.


Yi yang ada di kapal regu pencari kedua menggelengkan kepala dengan pasrah. "Tidak Pangeran. Kami tidak menemukan apapun di sini."


Raut wajah Shin menjadi kurang semangat saat mendengar jawaban Yi.


Tujuan mereka datang memeriksa kapal adalah untuk mencari peta kembali ke pulau. Meskipun hidup di Kota Qian Gu cukup baik, tapi mereka harus kembali ke pulau yang mana adalah tanah milik Suku Niao. Terlebih ada warisan leluhur yang harus dipertahankan dari orang-orang menara iblis yang kemungkinan masih di sana.


"Pangeran, kami akan memeriksa kapal ketiga. Mungkin di sana kami menemukan petunjuk."


Shin menganggukkan kepala. Tidak hanya diam, dia juga kembali mencari di kapal pertama. Memeriksa beberapa ruangan yang belum sempat diperiksanya secara langsung.


Pada saat itu Shin menemukan peti berukuran sedang ada di kolong tempat tidur. Warnanya perak dilapisi dengan emas. Sepertinya adalah tempat menyimpan barang berharga.


"Aku harap isinya adalah peta," gumam Shin.


Namun ketika membukanya, bukan peta sepertinya yang ia harapkan, melainkan sebuah batu berwarna merah dengan garis-garis api.


"Yang aku inginkan hanya peta. Batu apa ini? Apakah berharga?" Shin mencoba menelisiknya.


Di waktu yang sama Zhang Yu datang lalu menepuk pundaknya. "Apa yang kau lakukan di sini?"


Shin yang terkejut sontak menyentuh batu di dalam peti. Batu itu pun mengeluarkan energi panas yang membakar sehingga langsung melukai telapak tangan Shin.


Akh!


Peti itu hampir jatuh terlempar tapi Zhang Yu berhasil menangkapnya.


"Kakak Yu?" Shin mengangkat wajahnya sambil mengibaskan tangannya yang memerah. Dia perlahan berdiri, lalu menggeser tubuhnya ke samping Zhang Yu yang terlihat fokus dengan Batu merah tersebut.


"Kakak Yu, apa kau tahu batu apa itu? Tanganku benar-benar terbakar saat tak sengaja menyentuhnya." Shin sebelumnya berpikir itu adalah batu vulkanik yang berasal dari perut bumi. Tapi semakin memperhatikannya, dia semakin yakin jika itu bukan jenis batu yang sama dengan yang ada di pulaunya. Lebih halus dan lebih panas.


"Batu ini ...." Zhang Yu masih berusaha menafsirkannya. Long Shen yang ada di dalam gelang segera keluar karena merasakan energi dari batu tersebut.


"Kristal inti api!"


Apa?

__ADS_1


Zhang Yu menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Long Shen. "Apa kau yakin ini kristal inti api?"


"Tentu saja. Bahkan kristal inti api ini sudah diolah. Itu membuat energi di dalamnya semakin pekat dan murni."


"Bukankah kau membutuhkan kristal inti api untuk menyempurnakan senjatamu? Benar-benar kebetulan bisa mendapatkan di sini."


Zhang Yu menutup peti itu. "Shin, apa kau tidak masalah jika aku mengambilnya?"


Sejenak Shin terlihat penasaran karena masih tidak tahu batu apa itu. Tapi dia segera menganggukkan kepala tanpa ada keraguan di matanya.


"Kakak Yu boleh menyimpan batu itu jika menginginkannya."


"Benarkah? Apa kau tahu jika batu ini sangat berharga?" tanya Zhang Yu setelah melihat Shin begitu mudah menyerahkan kristal inti api.


Shin mengedikkan bahu. "Apa batu itu benar-benar berharga?" tanyanya.


"Tentu saja. Batu ini adalah kristal inti api ...." Zhang Yu pun menjelaskan sedikit tentang kristal inti api.


Namun, reaksi Shin setelah mengetahui betapa berharganya batu yang ditemukannya sedikit di luar bayangan Zhang Yu. Bukan hanya tidak terkejut, Shin bahkan terlihat biasa-biasa saja. Dia hanya membulatkan bibirnya sambil berkata "Oh".


"Ambil saja. Benda seperti itu hanya berharga di tangan orang yang tepat. Sedang aku, bahkan tidak tahu apa yang spesial dari batu itu selain energi panasnya."


"Omong-omong, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Zhang Yu, kembali fokus dengan pertanyaannya sebelumnya.


"..."


"Kau mencari ini?" Karena Shin hanya diam dan tak segera menjawab, Zhang Yu mengeluarkan sebuah gulungan dari balik jubahnya. Gulungan peta yang ia dapatkan dari cincin penyimpanan Heng Hao Cun.


"Kakak Yu, kau mendapatkannya dari mana?"


"Mungkinkah dari ketiga pemimpin regu? Ah ... Aku benar-benar lupa untuk memeriksa mereka." Shin menepuk keningnya pelan sambil menggelengkan kepala.


Ketika Shin mulai menatap peta itu dengan seksama, dia mengangkat wajahnya saat menyadari guratan pertanyaan di wajah Zhang Yu.


"Kakak Yu, apa kau memiliki sesuatu untuk dikatakan kepadaku?"


Zhang Yu menarik nafas. "Tidak masalah jika kalian ingin kembali ke pulau? Tapi kemungkinan di sana masih ada kelompok menara iblis. Kalian harus memikirkannya dengan hati-hati."


Setelah mengatakan itu Zhang Yu keluar dari ruangan. Shin menatap lagi peta di tangannya, lalu mengeluarkan kunci rahasia yang ada di balik pakaiannya.

__ADS_1


"Apapun resikonya, aku harus kembali untuk menjaga warisan leluhur. Jangan sampai warisan itu jatuh ke tangan menara iblis." Shin menggelengkan kepala sambil mengumpulkan tekadnya.


Pada saat itu, tiba-tiba seberkas cahaya memasuki kunci rahasia dan membuatnya bersinar cukup terang.


Kening Shin mengerut. Dia menatap kunci rahasia itu dengan lekat. "Apa yang terjadi?" gumamnya.


Shin sudah berada di luar ruangan, ketika dia hendak berjalan, perhatiannya tanpa sengaja tertuju pada sosok naga kecil yang ada di pundak Zhang Yu.


"Apa aku berhalusinasi?" Shin mencoba mengusap matanya. Tetapi pemandangan yang dilihatnya sama sekali tidak berubah. Terdapat sosok naga kecil yang bertengger di pundak Zhang Yu.


"..."


"Kakak Yu, tunggu!"


Zhang Yu sontak berhenti mendengar panggilan Shin. "Ada apa?" tanyanya.


Namun Shin hanya diam sembari tatapannya yang hanya tertuju pada sosok dewa naga.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia menatap ke pundak ku?" Zhang Yu membatin, kemudian menoleh ke samping mengikuti arah tatapan Shin yang ternyata melihat Long Shen yang ada di pundaknya.


Apa?!


Zhang Yu masih ragu jika Shin dapat melihat Long Shen. Dia memberi tanda pada Long Shen untuk pindah ke pundak sebelah kiri untuk mengujinya.


Siapa yang menyangka, Shin dengan respon yang cepat mengikuti kemana Long Shen bergerak.


"Kakak Yu, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


Zhang Yu merasa Shin akan membicarakan sesuatu yang penting. Sesuatu yang jelas berhubungan dengan alasan kenapa dia bisa melihat Long Shen. "Baiklah, aku penasaran dengan apa yang ingin kau bicarakan."


Mereka pergi ke geladak depan yang sebelumnya memang setengah hancur karena terkena serangan. Mereka berdiri di samping pembatas, lalu Shin menunjukkan kunci rahasia sukunya kepada Zhang Yu.


Sekali lihat Zhang Yu dapat menebak jika itu adalah kunci yang sebelumnya dimaksud Heng Hao Cun dan kedua rekannya. Kunci rahasia yang menjadi alasan kenapa menara iblis mengejar Suku Niao yang melarikan diri sampai ke Daratan Zhen Yang.


Tapi anehnya, kunci yang semula tenang tiba-tiba bersinar setelah seberkas cahaya masuk ke dalamnya.


Tidak sampai di sana. Sinar yang cukup terang itu menciptakan sulur-sulur cahaya yang bergerak ke tempat Long Shen.


"Apa maksud semua ini? Kenapa kunci rahasia itu terhubung dengan Long Shen? Apa keduanya saling berkaitan?" batin Zhang Yu.

__ADS_1


__ADS_2