Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 247 : Musuh Selalu Bertemu


__ADS_3

Sudah setengah hari total peserta berada di dalam dunia yin dan yang. Akan tetapi Zhang Yu bahkan belum mendapatkan satu pun tambahan bendera selain miliknya sendiri.


Dua peserta yang bertemu dengannya sama-sama sudah tidak membawa bendera. Zhang Yu pun memutuskan berdiam diri di tempatnya karena berpikir mereka yang datang pasti akan datang dengan sendirinya.


Awalnya ini hanyalah alasan Zhang Yu untuk bisa bersantai. Siapa yang mengira benar-benar ada yang datang dari kejauhan.


Saat itu Zhang Yu berada di atas pohon. Dua peserta yang datang adalah perwakilan akademi pulau selatan. Lou Xian dan temannya yang memiliki tubuh tinggi besar.


Di pinggang mereka terlihat masing-masing dua bendera yang membuat mata Zhang Yu berkilau menemukan tujuan. Dia segera turun dari atas pohon dan mengejutkan dua orang itu.


Lou Xian mengerutkan kening. Begitu pula dengan temannya. "Lou Xian, bukankah dia yang membuatmu babak belur sebelumnya?" tanya teman Lou Xian.


Namun Lou Xian sangat malu untuk mengakuinya. Dia berkata, "Xu Welin, bagaimana jika kita menghadapinya berdua? Lihat di pinggangnya, ada satu bendera. Aku tak menginginkan bendera itu, kau dapat mengambilnya selama membantuku mengalahkannya."


Xu Welin sejenak berpikir. Tak butuh waktu lama baginya untuk setuju karena dia sungguh menginginkan bendera itu untuk menambah perolehannya.


"Baik. Ayo lawan dia bersama-sama."


Zhang Yu mendengus pelan. Melihat dua orang maju, tanpa segan mendorong telapak tangannya menghempaskan mereka.


Tidak cukup sampai di sana. Zhang Yu kembali menyerang mereka sehingga tidak memiliki kesempatan untuk bertahan.


Baik Lou Xian maupun Xu Welin terkejut karena tak mengira kekuatan Zhang Yu sangat besar. Mereka berpikir dengan bertarung bersama akan dapat mengalahkannya, tapi itu semua salah besar.


"Jadi saat itu bukan hanya kebetulan. Dia memang sangat kuat!" batin Lou Xian.


Penyesalan memang selalu datang belakangan. Pada saat itu Lou Xian berniat menyerahkan benderanya. Tetapi bersama dengan itu sebuah energi pedang tiba-tiba muncul dan menusuk tubuhnya dari belakang.


Bruk!


Tubuh Lou Xian langsung terjatuh. Xu Welin mengangkat wajahnya saat memastikan pelaku itu bukanlah Zhang Yu. Dia menoleh ke belakang, lalu melihat beberapa orang berjubah hitam.


"Siapa kalian ...." Sebelum Xu Welin bertanya, satu energi pedang menembus tubuhnya. Xu Welin pun mati menyusul Lou Xian.

__ADS_1


"Mereka jelas bukan bagian dari turnamen ini. Lantas bagaimana mereka bisa sampai di sini?" gumam Zhang Yu.


Di saat yang sama, layar proyeksi tiba-tiba tidak berfungsi. Sontak semua orang di sana, terkhusus perwakilan akademi yang membawa murid terbaik datang ke turnamen ini menjadi panik.


"Kepala Akademi Zhu, apa yang terjadi?" tanya beberapa orang di sana.


Namun Zhu Yuan juga tak tahu ada apa dengan layar proyeksi. Ini sungguh tidak pernah terjadi.


"Pertarungan Zhang Yu, Lou Xian dan Xu Welin masih berlangsung. Kita tidak bisa melihat akhir pertarungan mereka. Ini benar-benar konyol."


Zhu Yuan berusaha menenangkan semua orang di sana. Dia segera mengumpulkan para tetua untuk mencari tahu masalah ini.


Tidak ada yang menduga jika dunia yin dan yang telah kedatangan tamu tak diundang. Ada pintu lain untuk masuk ke sana dan sekarang telah menjadi mala petaka bagi peserta yang ikut serta dalam turnamen babak pertama.


Kembali ke tempat Zhang Yu.


Setelah Lou Xian dan Xu Welin terbunuh, Zhang Yu masih bergeming di tempat sambil menatap enam sosok berjubah hitam yang menghalangi jalannya.


Zhang Yu awalnya tidak mengenali mereka sampai terlihat ikat pinggang yang khas milik Istana Jiwa.


"Benar kata pepatah. Musuh akan selalu bertemu," gumam Zhang Yu.


Enam orang istana jiwa juga langsung mengenali Zhang Yu karena mereka memiliki rekaman batu perekam.


"Kita bukan lawannya. Sebaiknya segera pergi dan berkumpul ke tempat pemimpin." Keenamnya menganggukkan kepala. Tanpa basa basi mereka kemudian melarikan diri dengan berpencar.


Dengan cara itu mereka berpikir Zhang Yu akan kesusahan mengejar. Namun Zhang Yu hanya menargetkan satu orang sehingga dengan kecepatan yang dimilikinya dapat menghentikannya lari terlalu jauh.


"Mau ke mana?" cegat Zhang Yu.


Nafas pria Istana Jiwa ini tersengal sengal. Dia melihat ke sekitar dengan panik seperti berusaha mencari jalan melarikan diri.


Sayang sekali tidak ada jalan lain di sana. Bahkan jika ada, dalam situasi seperti ini Zhang Yu sudah pasti kembali memojokkannya.

__ADS_1


Dengan perasaan yang sudah terpojok dan tak memiliki harapan, pria itu mengeluarkan pedangnya laku menyerang Zhang Yu sekuat tenaga.


Dia tahu tidak akan bisa mengalahkan Zhang Yu. Tapi itu adalah usahanya terakhir kali sebelum kematian menjemputnya.


Jleb!


Zhang Yu menggunakan pedang pria itu untuk merobek perutnya. Dia mengambil cincin penyimpanannya dan mencari beberapa hal yang mungkin dapat dijadikan petunjuk olehnya.


"Zhang Yu, lihat di lipatan pakaiannya. Sepertinya itu sebuah gulungan." Zhang Yu langsung beralih dari cincin penyimpanannya ke lipatan pakaian yang dimaksud.


Itu benar-benar sebuah gulungan dan ada pesan rahasia di dalamnya.


"Kristal kehidupan?" Itu adalah kalimat yang tertulis paling atas. Selain itu ada peta yang kemungkinan adalah peta dunia yin dan yang.


"Istana Jiwa datang ke sini sudah jelas memiliki tujuan. Kemungkinan besar itu adalah Kristal kehidupan ini." Zhang Yu membaca peta itu dan mencari titik di mana keberadaannya. Dia harus menggagalkan rencana mereka atau suatu yang buruk mungkin terjadi.


Di sebuah gua.


"Kenapa hanya kalian yang kembali? Bukankah kalian pergi berenam?" tanya Zhang Ye.


Kelima orang itu menundukkan kepala dengan menyesal tanpa berani menjawabnya. Hal ini sudah membuat Zhang Ye curiga jika mereka telah melakukan kesalahan.


"Katakan! Di mana teman kalian?"


Satu dari lima orang itu akhirnya membuka suara. "Kami bertemu Zhang Yu dan berpencar untuk melarikan diri. Kemungkinan besar saat ini Zhang Yu sudah menangkapnya dan menemukan gulungan peta ke tempat ini."


Zhang Ye mengepalkan tangan seperti ingin membunuh mereka berlima.


"Sial! Sudah pasti dia sudah membaca petanya. Kemungkinan dia sekarang dalam perjalanan ke sini. Aku bahkan belum menemukan kristal kehidupan itu."


Arg!


"Kalian sangat bodoh!" umpat Zhang Ye. Dia memerintahkan belasan orang lainnya segera mencari keberadaan kristal kehidupan yang tersembunyi di dunia yin dan yang.

__ADS_1


Padahal Zhang Ye berniat mencari Zhang Yu setelah menemukan kristal kehidupan. Ini benar-benar di luar perkiraan.


"Cepat! Temukan kristal kehidupan itu sebelum dia datang ke sini!"


__ADS_2