
"Ibu?" panggil Zhang Yu sekali lagi karena Xiao Mei hanya diam seperti patung.
Xiao Mei perlahan mengerjapkan mata kemudian memeriksa kondisi tubuh Zhang Yu memastikannya baik-baik saja.
"Apa ada yang merasa sakit?" tanyanya.
"Aku baik-baik saja Ibu." Bukan hanya baik. Zhang Yu merasa tubuhnya sangat leluasa. Dia bernafas begitu lancar seolah paru-parunya membesar.
Bukan hanya itu, Zhang Yu juga dapat merasakan kekuatan jiwanya meningkat walau tidak begitu signifikan.
"Syukurlah kau baik-baik saja." Xiao Mei menghela nafas kemudian membalikkan badan sebelum berjalan ke tempat duduk yang ada di sebelah ranjang.
Pada detik ini Zhang Yu baru menyadari kekacauaan yang terjadi di dalam ruangannya. Sekat yang jatuh dan beberapa barang berserakan. Dia penasaran siapa yang telah melakukannya.
"Apa itu terjadi karena ku?" gumamnya. Sulit untuk percaya jika semua ini disebabkan olehnya.
Zhang Yu mengangkat kakinya dari bak air. Dia menata semua kembali lalu mengganti pakaiannya yang basah.
"Ibu, ada urusan apa kau datang mencariku?"
Sejenak Xiao Mei hanya memandang Zhang Yu seolah sedang mengagumi wajahnya. Karena pada dasarnya wajah Zhang Yu cukup mirip dengan ayahnya, Zhang Long. Hal itu dapat mengobati kerinduan dalam hatinya.
"Tidak lama lagi kita akan kembali berkumpul. Ibu harus bersabar, ayah pasti sangat senang saat Ibu pulang menemuinya," kata Zhang Yu menyadari ekspresi sedih ibunya.
Xiao Mei segera menghapus air matanya dan mulai menegakkan tubuhnya. "Kau tak perlu terburu-buru. Ibu sudah menunggu selama ini, beberapa minggu, beberapa bulan lagi juga terasa sebentar."
Setelah mengatakan itu Xiao Mei mengeluarkan selembar daun talas yang berwarna hijau terang.
"Apa ini Ibu?" tanya Zhang Yu penasaran.
Xiao Mei meminta Zhang Yu duduk terlebih dahulu. "Sebelum melakukan tes darah, kita dapat mengetahui tingkat kemurnian darahmu dengan metode khusus ini."
"Memang hasilnya tidak seakurat tes darah, tapi dengan menggunakan metode daun talas dapat membuat perkiraannya. Paling tidak kita dapat menebak secara kasar seberapa besar persentasenya."
__ADS_1
Zhang Yu mengerutkan keningnya. Dia tidak menyangka ada metode semacam ini. Meski hasilnya tidak terlalu akurat, tapi dapat berguna untuk mendapatkan perkiraannya.
"Sekarang teteskan darahmu," pinta Xiao Mei setelah meletakkan daun talas itu di atas meja.
Begitu Zhang Yu meneteskan darahnya, warna daun talas yang semula hijau cerah berubah secara perlahan menjadi merah gelap. Semakin gelap dan semakin gelap.
"Ibu, bagaimana hasilnya?" tanya Zhang Yu.
Namun Xiao Mei masih terdiam dengan matanya yang hanya terfokus pada daun talas di meja. Itu bukan daun talas biasa, melainkan daun talas dari jenis tanaman herbal dalam kategori langka. Fungsi utamanya tentu sebagai sumber daya. Tapi juga punya fungsi untuk menguji kemurnian darah.
Setelah darah menetes di permukaan daun, darah akan terkumpul di pusat tangkai kemudian diserap secara perlahan. Pada waktu yang sama, seiring selesainya proses penyerapan daun talas akan berubah warna mengikuti kemurnian darah tersebut. Semakin gelap berarti semakin murni darahnya.
Xiao Mei sudah beberapa kali menyaksikan metode daun talas termasuk pada dirinya sendiri. Namun baru sekali ini melihat daun talas itu berubah warna menjadi merah kehitaman.
"Zhang Yu, dia ...." Xiao Mei masih tidak bicara. Setiap kata seolah tertahan di pangkal lidahnya.
"Ibu?" panggil Zhang Yu lagi.
Pada waktu ini Xiao Mei sudah agak tenang. Namun dia masih tidak bisa menahan senyum senang di wajahnya.
Ketika mendengar ini Zhang Yu juga menjadi bersemangat. Karena persentase milik Xiao Yuze adalah empat puluh persen, jadi dia punya harapan besar untuk melampauinya.
"Zhang Yu, Ibu akan pergi bertemu kakekmu. Ibu akan bertanya kapan tes darah itu dilakukan." Xiao Mei merasa dia harus bertindak dan mendesak Xiao Nie agar segera mengadakan tes darah.
Sampai waktunya tiba Zhang Yu akan punya kesempatan untuk membatalkan pernikahan Xuan Yin dan memasuki altar leluhur.
"Xiao Wang, apa yang kau lakukan di sini?" Xiao Mei yang baru keluar dari ruangan Zhang Yu dikejutkan dengan keberadaan Xiao Wang.
"Bibi Xiao Mei ... A-aku datang untuk memberitahu jika kau diminta datang ke kediaman Patriark Sepuh. A-aku langsung masuk karena melihat pintu terbuka dan tidak ada orang di luar."
Xiao Mei menyipitkan mata sambil memperhatikan Xiao Wang.
"Ada apa dengannya. Dia terlihat aneh," gumamnya. Akan tetapi Xiao Mei tak punya waktu untuk memikirkan hal ini karena harus pergi ke tempat Xiao Nie.
__ADS_1
"Kau dapat kembali. Aku memang berniat pergi ke sana."
"Baik," Xiao Wang keluar dengan cepat bahkan lupa memberi salam.
Xiao Mei yang melihatnya begitu gugup pun hanya menggelengkan kepala kemudian pergi ke tempat Xiao Nie.
Setelah sampai di luar kediaman, Xiao Wang tidak langsung pergi melainkan berdiri di samping gapura sambil mengambil nafas menenangkan dirinya.
"Aku tidak salah lihat kan? Itu adalah warna paling pekat yang pernah aku lihat." Xiao Wang tak berani membandingkan hasil uji metode daun talas itu dengan miliknya karena jelas sangat jauh perbedaannya. Namun siapa yang mengira bahkan hasil milik Zhang Yu lebih pekat dari milik Xiao Yuze.
"Zhang Yu terlalu mengerikan. Andai ada yang tahu tentang hal ini pasti semua orang terkejut." Xiao Wang sedikit menyesal saat memikirkan pertemuan yang kurang mengenakan di antara mereka. Namun juga beruntung karena siang tadi berhasil menghindari konflik dengannya.
Xiao Wang sibuk bergumam dalam benaknya hingga tak menyadari seseorang tengah memperhatikannya sejak tadi.
"Apa maksud perkataanmu?"
Seketika Xiao Wang mendongakkan kepala mendengar suara tersebut. Keningnya bertahap mengerut saat menyadari sosok yang berbicara.
"Kak Yuze ...."
"Apanya yang pasti membuat orang terkejut?" tanya Xiao Yuze lagi.
"I-itu ...." Seketika Xiao Wang menjadi gagap. Terlebih dengan tatapan Xiao Yuze yang tajam seperti pedang. Dia menelan ludahnya beberapa kali lalu mengambil nafas besar.
"Zhang Yu, dia ...." Akhirnya Xiao Wang menceritakan semua yang dilihatnya dari celah ruangan Zhang Yu saat berusaha menyampaikan pesan Xiao Nie pada Xiao Mei.
Raut wajah Xiao Yuze berubah dingin dan datar saat mendengar semua hal itu. Tanpa sadar tangannya terkepal. "Warnanya lebih pekat dariku? Apa kau yakin?"
"Tidak mungkin salah. Aku melihatnya secara langsung dan cukup jelas. Warna daun talas itu berubah menjadi merah kehitaman. Benar-benar pekat dan ...."
"Cukup!" potong Xiao Yuze sambil mencengkeram pundak Xiao Wang. Dia menambahkan, "Metode daun talas belum tentu akurat. Merah pekat juga belum tentu menandakan kemurnian darahnya."
"Tapi seingatku metode daun talas dengan tes darah tidak begitu mencolok perbedaannya."
__ADS_1
Xiao Yuze diam beberapa saat sebelum memutar badannya."Jika tidak percaya, tunggu saja saat dia melakukan tes darah. Pada saat itu kau dapat melihatnya sendiri."