
Hanya satu orang yang tak berkomentar tentang Zhang Yu yang mengambil batu perunggu. Dia tak lain adalah Gu Bo.
Hal itu karena Gu Bo sudah melihat Zhang Yu membuat senjata kelas atas kategori langka. Seharusnya membuat senjata kelas atas bukan hal sulit baginya.
"Ketua, apa ini akan baik-baik saja?" tanya tetua di sampingnya.
Tapi Gu Bo hanya berkata "Tenang dan lihat saja" yang membuat tetua itu menyadari jika sang ketua menaruh harapan pada pemuda itu.
"Apa tetua berharap Zhang Yu membuat senjata kelas atas?" batin tetua tersebut. Dalam hati ada keraguan tentang hal itu. Masalahnya, Dan Rui yang merupakan murid terbaik asosiasi pun hanya bisa membuat senjata kelas menengah. Jadi dia menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pada saat ini Dan Rui sudah menyelesaikan peleburannya. Dia masuk ke tahap penggabungan.
Zhang Yu jauh tertinggal di belakang. Dia bahkan baru setengah jalan dalam proses peleburan.
Namun ini bukan tentang siapa yang cepat. Sehingga Zhang Yu tak terlalu terburu-buru.
Setelah memakan waktu berjam-jam, akhirnya Dan Rui menyelesaikan terlebih dahulu pedangnya. Dia mengangkat pedangnya yang terlihat berkilau dengan warna merah yang cantik. Dia tersenyum bangga sambil melirik ke arah Zhang Yu.
"Kenapa kau tidak menyerah sekarang! Dengan begitu kau tidak perlu membuang waktu dengan hal yang sia-sia."
Beberapa orang berpikir pertandingan sudah berakhir. Dan Rui mengalahkan Zhang Yu dengan pedang kelas menengahnya. Tetapi tak berselang lama, pedang setengah jadi yang masih dalam proses itu memancarkan aura yang kuat.
Saking kuatnya, bahkan aura itu sanggup menelan aura yang dikeluarkan pedang kelas menengah milik Dan Rui.
Tak ayal kejadian ini membuat semua mata terpukau. Mereka yang sebelumnya memandang Zhang Yu sebelah mata kini terlihat seperti memuja.
"Itu adalah senjata kelas atas! Dia benar-benar bisa membuat senjata kelas atas!" Mereka berseru dengan histeris.
Tetua yang ada di samping Gu Bo menyipitkan mata. Dia lalu melirik sang ketua yang tidak terlihat terkejut seolah sudah menduga ini yang akan terjadi.
"Pantas saja ketua begitu tenang. Zhang Yu jelas memiliki kemampuan yang luar biasa di usia yang masih muda," ucap tetua tersebut.
Berbeda dengan sebagian orang lainnya, Dan Rui terlihat kesal menyaksikan pedang kelas atas yang masih dalam proses. Dalam hati dia terus menolak fakta jika Zhang Yu lebih baik darinya.
__ADS_1
"Tidak! Itu belum pasti berhasil. Dia akan gagal dalam proses terakhir," ucapnya.
Karena hanya itu yang dapat dilakukan olehnya. Dia juga tidak bisa membuat senjata kelas atas untuk mengalahkannya. Jadi satu-satunya harapan adalah ketika Zhang Yu gagal dalam proses terakhirnya.
Sayang. Pengalaman Zhang Yu dalam meningkatkan kualitas pedang semesta berbicara di sini. Meski tidak cepat, dia benar-benar menyelesaikan pedang buatannya.
"Akhirnya ini selesai," ucapnya.
Murid dan tetua yang menyaksikan langsung bertepuk tangan untuk mengapresiasinya. Karena mereka baru pertama kali melihat penempa senjata kelas atas yang begitu muda. Ini adalah bakat yang luar biasa dan juga motivasi agar mereka lebih berusaha.
Tetapi bagi orang yang penuh dengan kebencian, hal ini hanya akan membuatnya semakin tidak menyukai Zhang Yu.
Dan Rui membanting pedangnya lalu pergi dari sana.
Tidak ada yang peduli padanya atau mencoba untuk menghiburnya. Itu karena sikapnya yang arogan yang selalu merasa lebih tinggi membuat para murid sedikit tidak menyukainya.
"Zhang Yu, ikut denganku." Suara Gu Bo membuat tempat itu langsung hening.
Zhang Yu meletakkan pedangnya kemudian berjalan ke tempat Gu Bo.
"Sulit rasanya percaya jika kau mempelajari cara menempa seorang diri. Teknik mulai sungguh bagus. Jika kau lebih fokus ke bidang ini, aku yakin kau dapat melampauiku di masa depan."
"Senior terlalu memuji," ucap Zhang Yu.
Namun, meski menempa adalah hal yang cukup menyenangkan, tapi hal pertama yang ingin dia lakukan adalah mencapai puncak kultivasi. Dengan begitu dia tak perlu khawatir dengan musuh-musuh yang datang mencoba mencari masalah dengannya, atau mencoba mencelakai keluarganya.
Jika diingat, sudah sangat lama sejak dia menerima anugerah surga. Itu terjadi sudah setahun lebih tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan menerima anugerah surga kedua.
"Senior, apa aku boleh bertanya?" ucap Zhang Yu tiba-tiba.
Ini membuat langkah keduanya berhenti di sana. "Ada apa?" tanya Gu Bo agak penasaran.
Butuh beberapa waktu bagi Zhang Yu untuk menanyakan ini. Dia bertanya tentang Istana Jiwa. Entah tentang kekuatan mereka, atau juga di mana markas mereka.
__ADS_1
Pembahasan yang tiba-tiba menjadi serius membuat Gu Bo lebih penasaran. Tapi topik tentang Istana Jiwa jelas adalah hal yang sensitif, jadi segera mengajak Zhang Yu menuju ruangannya.
"Kenapa kau sangat tertarik dengan mereka?"
Zhang Yu tak banyak bercerita. Dia hanya berkata jika dirinya penasaran karena kemunculan mereka di dunia yin dan yang.
"Istana Jiwa adalah kelompok yang misterius. Total Istana Jiwa sudah berpindah markas puluhan kali sejak mereka berdiri. Sampai sekarang tidak ada yang tahu di mana markas terbaru mereka. Jika aku boleh mengingatkan, sebisa mungkin jangan berurusan dengan mereka."
Ketika mendengar ini Zhang Yu tak bisa menjanjikannya. Tidak berurusan dengan Istana Jiwa adalah hal mustahil baginya. Bahkan jika bukan dirinya yang mencari masalah, mereka akan datang dengan sendirinya.
"Aku masih tidak mengerti kenapa Istana Jiwa masuk ke dunia yin dan yang. Apa hanya karena ingin mengacaukan turnamen, atau ada tujuan lain yang mereka incar."
Zhang Yu sontak memikirkan tentang peta yang didapatkannya dari anggota Istana Jiwa.
Batu kehidupan. Sudah pasti itu adalah tujuan utama mereka masuk ke dunia yin dan yang.
Tapi kenapa mereka menginginkan batu kehidupan?
"Zhang Yu, metode kultivasi yang mereka gunakan adalah dengan mengorbankan usia. Sementara batu kehidupan memiliki kemampuan untuk menghidupkan orang yang baru meninggal atau menyembuhkan orang yang sedang sekarat."
"Pasti seseorang dari Istana Jiwa sudah mendekati ajalnya sehingga membutuhkan batu kehidupan untuk mempertahankan nyawanya," jelas Long Shen.
Zhang Yu menyipitkan mata. Pada saat itu juga dia mengingat saat Zhang Ye melarikan diri. Dia menyebut nama guru sebelum memasuki portal teleportasi.
"Guru yang dimaksud pasti pemimpin Istana Jiwa. Kemungkinan besar dia jumlah yang membutuhkan batu kehidupan." Zhang Yu menganggukkan kepala merasa itu sangat masuk akal.
Gu Bo menatapnya heran. "Kau kenapa?"
"Tidak apa-apa Senior," balas Zhang Yu canggung setelah sadar dari lamunannya.
Gu Bo menghela nafas. "Aku pikir kau sedang merencanakan sesuatu untuk pergi mencari Istana Jiwa. Syukurlah jika tidak apa-apa," candanya dengan diikuti tawa.
Gu Bo tidak akan menyangka jika Zhang Yu memang berencana untuk mencari markas Istana Jiwa.
__ADS_1
Karena dari informasi Long Shen, membutuhkan waktu untuk mengolah kristal kehidupan, itu adalah waktu yang tepat untuk menghadapinya.
Zhang Yu hanya khawatir, semakin dirinya menunda masalah ini, dampaknya akan semakin besar.