
Setelah beberapa hari menginap di asosiasi pandai senjata, Zhang Yu pergi untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang Istana Jiwa. Namun dia berpikir akan memakan waktu yang sangat lama jika harus mengandalkan dirinya sendiri. Dia pergi ke gedung cabang Saturnus dan mencari Duan Jian.
Meski Saturnus adalah kelompok dagang, mereka memiliki banyak sekali mata dan telinga di setiap sudut kota. Bahkan kawasan yang tidak terpikirkan pun ada mata-mata Saturnus yang ditempatkan di sana.
Duan Jian sangat senang mengetahui Zhang Yu datang mengunjunginya. Dia langsung mengajak Zhang Yu ke ruangannya dengan menyediakan teh berkualitas untuknya.
"Tuan Muda, apa yang dapat aku lakukan untukmu?" tanya Duan Jian.
Tanpa banyak basa-basi Zhang Yu langsung memberitahu Duan Jian keinginannya. "Aku membutuhkan informasi tentang Istana Jiwa. Apa kau dapat membantu ku mengumpulkannya?"
Duan Jian menggaruk pelipisnya dan berkata, "Tuan Muda, sejujurnya Nona Liu Mengqi juga memerintahkan hal yang sama untuk mengumpulkan informasi tentang Istana jiwa."
"Benarkah! Kenapa dia melakukannya?"
Duan Jian mengedikkan bahu. "Nona Liu Meng Qi tidak memberitahu lebih banyak tentang hal itu. Aku hanya diperintah untuk mengumpulkan informasi nya terlebih dahulu."
__ADS_1
Zhang Yu sejenak terdiam, dia bertanya, "Lantas seberapa banyak yang sudah kalian dapatkan?"
Raut wajah Duan Jian menjadi lesu ketika mendengarkan hal itu. Dia menggelengkan kepala tak berdaya. "Sayangnya sampai sekarang kami belum menemukan informasi tentang mereka."
Zhang Yu juga tak bisa melakukan apapun dengan hal ini. Dia hanya meminta Duan Jian agar terus melakukan penyelidikan dan memberitahunya jika menemukan informasi tentang Istana Jiwa.
"Tuan Muda tenang saja. Aku pasti akan memberitahu Tuan Muda jika menemukan informasi tentang mereka. Jaringan orang kami sudah sangat terorganisir, cepat atau lambat pasti menemukan petunjuk."
"Terima kasih," ucap Zhang Yu, kemudian beranjak dari tempat duduknya.
Zhang Yu kembali ke penginapan yang menjadi tempat tinggal pertamanya saat sampai di Kota Xing Zou. Dia pergi ke tempat dirinya bertarung dengan Lou Xian. Tempat di mana ia pertama kali merasakan energi aneh yang mengintainya.
"Saat itu jelas adalah ulah orang Istana Jiwa. Mereka yang mengikutiku."
"Masuk akal. Jika diingat auranya sedikit mirip dengan di gua saat itu," ucap Long Shen.
__ADS_1
...
Pada saat yang sama, di ruangan yang cukup gelap, mata tajam itu menatap ke dalam proyeksi rekaman sebuah pertarungan. Itu adalah saat rekannya yang sangat setia terbunuh oleh bocah dua puluhan tahun bernama Zhang Yu.
"Gao Feng Shui, karena dia sekarang berusaha mencari kita, biarkan aku pergi dan membereskannya."
Gao Feng Shui langsung mengalihkan tatapan tajamnya pada sosok pria di sampingnya. "Yan Baufan, apa kau pikir kemampuan Zhang Yu sangat rendah? Saat dia masih di tingkat surgawi bintang sembilan dia mampu membunuh Yu Dha seorang diri. Sekarang dia sudah berada di tingkat setengah abadi. Apa kau pikir akan mudah mengalahkannya?"
"Terlebih dia memilih serangan jiwa dari Klan Xiao. Kau tidak akan bisa mengalahkannya."
Setelah berkata Gao Fengshui melambaikan tangan meminta Yan Baufan pergi. Yan Baufan pun menggertakkan giginya karena merasa perkataan Gao Feng Shui terlalu meremehkannya.
"Kurang ajar! Kau pikir aku tidak bisa mengalahkan bocah itu? Gao Feng Shui, kau selalu menganggapku remeh," batin Yan Baufan marah. Dia meninggalkan ruangan itu membiarkan Gao Feng Shui sendirian. Kembali menatap layar proyeksi dari batu perekam.
Bagaimana Zhang Yu bertarung, bagaimana Zhang Yu mengalahkan orang-orang Istana Roh. Gao Feng Shui acap kali kehilangan kendali ketika menyaksikannya. Namun dia tak bisa berhenti, karena hanya dengan begitu dia dapat memupuk dendam ini untuk lebih menghancurkannya.
__ADS_1
"Zhang Yu, tunggu sampai aku selesai menyerap khasiat kristal kehidupan. Itu adalah saat kematianmu!"