
Satu bulan setelah kembali ke kediaman Klan Zhang, Zhang Yu pindah bersama keluarganya menuju domain Klan Xiao. Ayah, ibu, pastinya Xuan Yin yang sudah menjadi istrinya ikut kembali bersamanya.
Mereka meninggalkan Klan Zhang yang kini telah menjadi penguasa tunggal Kota Qian Gu. Membuka jalur hubungan kerja sama dengan Saturnus yang ada di ibukota sebagai pondasi tambahan untuk ke depannya.
"Zhang Yu, ternyata kau di sini. Ibu sudah mencarimu sejak tadi." Xiao Mei memasuki ruangan sambil melipat tangan. Matanya tak berhenti lepas dari Zhang Yu seolah berusaha memberinya peringatan.
Zhang Yu yang tidak tahu ada apa hanya diam memandang bingung ibunya.
"Ada apa? Kenapa begitu ribut?" tanya Xiao Nie sambil menjulurkan kepalanya dari balik rak. Dia tengah mencari sesuatu yang ingin ditunjukkannya pada Zhang Yu sampai suara Xiao Mei bergema cukup kencang.
"Ti-tidak apa-apa ayah. Hanya saja ada yang ingin aku bicarakan dengan Zhang Yu. Tapi karena dia masih ada urusan di sini jadi aku akan kembali terlebih dahulu." Xiao Mei berpikir Zhang Yu hanya duduk sendiri di ruangan ini. Tidak menyangka ternyata dia bersama kakeknya.
"Temui ibu setelah ini," kata Xiao Mei sebelum benar-benar pergi.
Zhang Yu menganggukkan kepala. "Baik Ibu. Aku akan segera kembali."
Tepat hari ini sudah satu tahun sejak mereka tinggal di domain Klan Xiao. Zhang Yu tinggal dengan menempati bekas kediaman Xiao Lang. Bersama ayah, ibu dan Xuan Yin. Dalam kurun waktu itu Zhang Yu juga membantu kakeknya bertanggung jawab beberapa urusan klan. Seperti hari ini, dia datang begitu pagi bahkan tak berpamitan pada ayah ibu serta istrinya untuk memenuhi panggilan kakeknya.
"Kakek, apa masih ada lagi yang ingin kau sampaikan? Sepertinya ibu memiliki sesuatu yang penting. Aku harus kembali," ucapnya.
Xiao Nie hanya menganggukkan kepala. "Baiklah. Kau boleh pergi."
__ADS_1
Zhang Yu segera bangkit dari kursinya. Dia berpikir untuk meninggalkan ruangan itu sekarang juga dan kembali ke kediaman. Namun pintu ruangan tiba-tiba terbuka oleh Tetua Ketiga, Xiao Zhiqian.
"Zhang Yu, di mana Patriark?" tanyanya dengan wajah yang terlihat panik.
"Paman, ada apa?" tanya Zhang Yu. Xiao Nie yang mendengar dirinya dicari pun segera mendekat.
"Ada apa Tetua Ketiga?" tanyanya.
Tapi belum juga Xiao Zhiqian membuka mulutnya, lantai ruangan tiba-tiba terguncang seperti terjadi gempa.
Tentu saja ini membuat Zhang Yu dan Xiao Nie saling memandang heran.
Kalimat Xiao Zhiqian membuat Xiao Nie mengerutkan keningnya. Begitu pula dengan Zhang Yu yang pernah membacanya sekali di perpustakaan klan tentang fenomena tersebut.
Turbulensi ruang adalah fenomena yang sangat berbahaya dan merupakan ancaman paling nyata yang harus dihadapi oleh mereka yang tinggal di domain khusus seperti Klan Xiao.
Meski begitu menurut informasi, turbulensi ruang belum pernah terjadi selama wilayah Klan Xiao ini tercipta. Tiba-tiba muncul turbulensi ruang tentu saja ini menjadi pertanda fenomena alam semesta.
"Tetua ketiga, di mana lokasinya. Bawa kami ke sana," pinta Xiao Nie.
"Patriark, Zhang Yu, ikut denganku." Xiao Zhiqian pun membawa Xiao Nie dan Zhang Yu ke hutan bambu. Di sana sudah ada beberapa orang yang menjaga wilayah tersebut dan memastikan orang-orang dalam batas aman.
__ADS_1
Awalnya Xiao Nie masih bisa tenang. Tetapi raut wajahnya berubah ketika merasakan fluktuasi udara yang sangat berbeda.
"Ini benar-benar turbulensi ruang," gumamnya.
Pada saat itu juga tampak sayatan ruang seperti portal teleportasi. Tetapi energi di dalamnya sangat kacau dan terus menyedot energi yang ada di sekitarnya.
"Tetua Ketiga, bawa semua orang pergi dari sini," pinta Xiao Nie.
Xiao Zhiqian mengangkat wajahnya dengan terkejut. "Ta-tapi Patriark, jika kita semua pergi, bagaimana dengan turbulensi ruang ini?"
Xiao Nie terdiam untuk beberapa saat. "Turbulensi ruang akan terus membesar dan akan menyerap semakin banyak. Jika tidak pergi dari sini akan ada banyak yang menjadi korban."
Benar saja. Tidak begitu lama sayatan ruang itu bertambah lebar dan menghisap semakin kuat. Seperti lubang hitam yang tak berdasar, itu benar-benar rakus menalan apapun yang mampu ia telan.
Pohon, batu, tebing, sebagian besar hancur tertelan.
Tubuh Xiao Zhiqian berkeringat ketika melihat hal itu. Dia pun segera mengikuti perkataan Xiao Nie dan membawa semua orang pergi dari sana.
"Zhang Yu, kau juga pergi."
Mendengar ini Zhang Yu sontak mengerutkan keningnya lalu menggelengkan kepala. "Tidak. aku tidak akan pergi. Aku sudah berjanji untuk melindungi Klan Xiao. Aku tidak akan pergi. Kakek, kita pikirkan cara. Pasti ada cara untuk mengatasi masalah ini."
__ADS_1