Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 219 : Mereka Datang Lagi


__ADS_3

""Ma-maafkan kami! Kami mengaku salah. Maafkan kami!"


Mereka langsung berlutut dan memohon. Zhang Yu menyimpan pedangnya lalu pergi setelah mengenakan tudungnya.


Tidak perlu baginya merendahkan diri untuk mengangkat tangannya pada sekelompok orang seperti mereka. Bahkan mungkin harus berterima kasih karena sudah mengekspos keberadaannya.


"Yu Gege!"


Song Yixue keluar dari penginapan lalu menghampiri Zhang Yu. Mustahil untuk tidak mendengar pertarungan itu karena suaranya sangat jelas. Tapi dia hanya bisa bersembunyi karena tahu tidak akan dapat membantu.


"Apa kita perlu mencari penginapan lain? Aku khawatir akan lebih banyak yang datang setelah berita ini tersebar."


"Tidak perlu. Kita akan bermalam di sini."


Mendengar hal itu Song Yixue mengerutkan kening. Meski harus mengakui kemalpu Zhang Yu luar biasa, tapi Kedai Bulan Merah memiliki lebih banyak kultivator dari yang dalam mereka pikirkan.


"Apa kau akan tetap di sana? Aku akan masuk terlebih dahulu."


Seketika Song Yixue mengangkat wajahnya dengan terkejut. Dia melirik belasan jasad orang-orang Kedai Bulan Merah kemudian berjalan perlahan menyusul kepergian Zhang Yu.


Jangan ditanya bagaimana dengan kelima pria yang sebelumnya melaporkan keberadaan Zhang Yu. Mereka terdiam di tempat dan masih tidak bereaksi.


"Bahkan Chang Feng yang ada di peringkat lima teratas pun dibuat begitu buruk. Sebaiknya kita tak lagi memprovokasi Zhang Yu."


Kelimanya mengangguk dan pergi dari sana. Orang-orang yang menyaksikan dari kejauhan pun membubarkan diri karena takut terlibat dalam masalah yang bukan skala mereka.


Malam harinya.


"Yu Gege, buka pintunya." Song Yixue mengetuk pintu ruangan beberapa kali berusaha memanggil Zhang Yu. Tetapi sampai saat ini tidak ada jawaban yang membuatnya ragu untuk terus memanggil dari luar.


"Mungkinkah Yu Gege sudah tidur?" gumamnya.


Siapa yang mengira saat Song Yixue hendak kembali ke ruangannya, pintu ruangan terbuka dengan memperlihatkan sosok yang dicarinya.


"Ada apa?" tanya Zhang Yu pada Song Yixue.


Namun alih-alih menjawab pertanyaan tersebut Song Yixue malah melenggang masuk sambil menutup pintu ruangan.


"Yu Gege, kau sudah berjanji untuk membantu kultivasiku yang terhambat. Ini sudah sepuluh hari sejak kau mengatakannya. Apa hal itu benar-benar sulit untuk dilakukan?" tanya Song Yixue.

__ADS_1


Zhang Yu berjalan ke arah tempat tidur. Matanya melirik Long Shen yang ada di sebelahnya.


"Kenapa kau malah menatapku. Cepat bantu dia, bukankah kau bisa melakukannya," ucap Long Shen dengan sarkas.


Tentu saja jawaban itu langsung membuat Zhang Yu berdecak. "Bukankah saat itu dia bilang dapat membantu kondisi Song Yixue? Jika tidak aku juga tidak akan mengatakan sanggup melakukannya," keluhnya dalam hati.


Seolah mendengar keluhan Zhang Yu, Long Shen kembali berkata, "Aku memang dapat membantunya. Tapi aku tidak pernah mengatakan akan membantunya. Kau sendiri yang sembarangan menyimpulkan. Sekarang tanggung sendiri ucapanmu."


"..."


"Baiklah baiklah. Aku akan membantunya," kata Ling Shen tiba-tiba berubah pikiran.


Zhang Yu tak tahu apa yang ada dalam kepala naga tua ini. Entah kenapa ketika melihat raut wajahnya seperti ada suatu rencana yang coba dia lakukan.


"Cepat. Minta dia duduk bersila. Jangan sampai aku berubah pikiran dan tak melakukannya untukmu."


Zhang Yu kembali mengerutkan keningnya. Tapi dia mencoba mengabaikan rasa penasaran dan meminta Song Yixue duduk bersila di hadapannya.


"Seperti ini?" tanya Song Yixue. Dia segera mengerti apa yang diinginkan Zhang Yu. Mengambil posisi duduk bersila di samping tempat tidur menghadap pintu ruangan.


"Ya, seperti itu." Zhang Yu ikut duduk setelah menerima tanda dari Long Shen. Dia menunggu apa yang harus dilakukan selanjutnya.


Zhang Yu diam seperti tidak mendengar ucapan Long Shen. Sedetik kemudian dia mengerutkan keningnya sambil menatap tajam.


"Apa?!" balas Long Shen.


"Jangan bersikap seperti kau akan rugi saat dia melakukannya. Aku tahu kau bahkan menginginkannya meski kau sendiri tak berani mengungkapkannya," tambah Long Shen.


Zhang Yu berdecak. Kemudian meminta Song Yixue melepas jubahnya.


"Benar-benar payah. Jika aku jadi kau, sudah pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan," dengus Long Shen.


Zhang Yu mengabaikan kalimat tersebut. Dia meletakkan tangannya di punggung Song Yixue lalu mentransfer Qi ke dalam tubuhnya.


Song Yixue mengalami penghambatan dalam kultivasi. Dengan dalam tubuhnya tak berfungsi dengan normal dan membutuhkan metode khusus untuk mengembalikannya.


Metode khusus seperti ini Zhang Yu tidak begitu mengerti. Tapi Long Shen mengetahui lebih banyak informasi tentang hal-hal semacam itu.


Setidaknya dua jam tanpa jeda Zhang Yu mengobati dentian Song Yixue dengan bantuan Long Shen. Dalam kurun waktu itu Song Yixue yang semula berada di tingkat ahli bintang tujuh dengan cepat naik tingkat menjadi tingkat master bintang satu.

__ADS_1


Wajahnya lebih berseri. Senyumnya pun tak bisa disembunyikan karena rasa senang yang dia rasakan saat ini.


"Yu Gege ...." Song Yixue bahkan kehabisan kata untuk mengungkapkan perasaannya.


Zhang Yu berdiri dari tempatnya lalu mengambil gelas air di meja. "Tetaplah duduk seperti ini dan stabilkan kultivasimu.


"Baik."


Zhang Yu berjalan ke arah jendela masih membawa gelas air di tangannya. Sambil menenggak air sambil menikmati langit yang cerah.


"Sepertinya kau menemukan sesuatu yang menarik. Itulah kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran sebelumnya, kan?"


Long Shen terlihat gembira. "Kau penasaran? Aku tidak akan memberitahumu."


Setelah berkata Long Shen langsung masuk ke dalam gelang. Dia bahkan tak memberi satu pun petunjuk tentang hal yang membuatnya senang itu. Tak ayal ini cukup membuat Zhang Yu penasaran.


"Dia benar-benar memiliki niat tersembunyi," batin Zhang Yu.


Sayang sekali Zhang Yu tak bisa mencari tahu lebih jauh karena Long Shen sudah masuk ke dalam gelang.


Huft...


Zhang Yu menghela nafas. Sekilas dia melirik ke arah Song Yixue yang masih fokus dengan kultivasinya. Dia hendak berjalan ke arah meja untuk meletakkan gelas, tetapi pada saat yang sama dia melihat bayangan hitam yang bergerak di antara atap-atap bangunan di sekitar penginapan.


Tanpa banyak bicara Zhang Yu meletakkan gelas itu di jendela lalu melompat keluar untuk memeriksa.


Entah kenapa Zhang Yu merasa curiga. Pergi dari satu atas ke atap yang lain hanya untuk menemukan bayangan bayangan hitam yang sebelumnya terlihat olehnya dari dalam penginapan.


Anehnya, kemanapun Zhang Yu mencari tetap tak bisa menemukan mereka seolah lenyap begitu saja.


"Apa semua itu hanya halusinasi?" gumam Zhang Yu. Tak lama dia pun menyangkal pendapatnya sendiri karena yakin dengan penglihatannya beberapa saat yang lalu.


"Tidak. Aku yakin ada orang di sekitar sini."


Tepat pada waktu itu sebuah suara datang dari balik tubuhnya. "Ternyata kau memang punya kemampuan. Pantas saja banyak rekan-rekanku terbunuh olehmu."


Zhang Yu segera memutar tubuhnya lalu melihat dua sosok yang berdiri di atap bangunan di sebelahnya. Mereka benar-benar Hanya dipisahkan jarak antar bangunan tersebut yang hanya berukuran dua puluh meter.


"Zhang Yu, apa kau sudah siap mati?" tanya pria berambut panjang. Pria itu kemudian tertawa dengan sangat percaya diri seolah dapat dengan mudah mengalahkan Zhang Yu.

__ADS_1


Zhang Yu mendengus. "Kalian atau aku, siapa yang mati belum dapat dipastikan."


__ADS_2