
Enam peserta dipastikan lolos ke babak ketiga. Mereka adalah Zhang Yu, Xiao Yuze, Xiao Yuwen, Guang Zhou, Hong Shen dan Hong Xiu. Setelah mendapat waktu istirahat keenamnya maju ke arena untuk menentukan lawan.
"Sepupu ... Apa aku boleh memanggilmu sepupu?" Xiao Yuwen menyapa Zhang Yu. Pria berusia dua puluh tujuh tahun itu terlihat menyambut kedatangannya. Sama sekali tidak ada jejak ketidaksukaan.
Zhang Yu hanya menatap uluran tangannya. Ketika ingin membalasnya, Xiao Yuze menepis tangan Xiao Yuwen. "Apa yang kau lakukan? Jangan bersikap sok akrab dengannya. Dia bukan bagian dari kita."
Xiao Yuze memperlihatkan aura permusuhan. Terlihat sangat jelas dia tidak menyukai keberadaannya.
"Tapi ...."
"Tidak ada tapi-tapian. Dia bukan bagian dari kita," tegas Xiao Yuze lagi dengan tatapan sinisnya.
Xiao Yuwen pun pasrah ditarik ke arah berlawanan. Kemudian Jendral Ji Han kembali mengeluarkan tiga tapi berwarna merah sebelum meminta keenam peserta memilih.
"Aku akan menghitung satu sampai tiga dan kalian mundur perlahan."
Seperti sebelumnya, ketika Jendral Ji Han menghitung keenam peserta mundur sambil menarik tali. Saat yakin itu menegang, setiap pasang mata menatap ke arah ujung tali yang lain.
"Sial! Kenapa aku harus bertemu dengan Xiao Yuze!" keluh Hong Shen dengan suara lirih. Tapi ekspresi di wajahnya tidak mungkin berbohong tentang apa yang ia rasakan.
Padahal Hong Shen sudah berharap menjadi lawan Xiao Yuwen. Tapi malah berhadapan dengan Xiao Yuze yang dua tingkat di atasnya.
Bukankah ini sama saja dengan memaksanya kalah?
Di sampingnya, Hong Xiu menatap tali merah di tangannya dan beralih pada sosok di seberang. Seulas senyum di wajahnya terlihat ketika sudut bibirnya terangkat. "Sepupu Hong Men selalu membicarakannya dan memujinya, sekarang aku punya kesempatan berhadapan dengannya. Aku ingin menjajal langsung kekuatannya," gumam gadis itu.
Yang tersisa adalah Guang Zhou dan Xiao Yuwen. Keduanya saling tatap tapi tidak mengatakan apapun. Mereka saling menelisik berusaha mengamati lawan dan mencari titik lemahnya.
"Baik, untuk pasangan pertama tidak perlu lembut ke tempat duduk. Sementara yang lain harus menunggu giliran untuk bertarung."
Empat peserta yang belum akan bertanding melangkah keluar arena. Zhang Yu sedang berjalan, Xiao Yuze memasang badan dan sengaja menyenggolnya. Tentu saja hal itu membuat Zhang Yu berhenti sesaat di sana.
"Jangan bermimpi bisa masuk ke dalam Klan Xiao. Tidak akan ada yang menerimamu!" Xiao Yuze bicara dengan suara rendah. Begitu rendah hingga hanya dirinya dan Zhang Yu yang dapat mendengarnya.
Namun Zhang Yu tidak membalas perkataannya secara langsung. Dia melangkah keluar dari arena menuju ke tempat duduknya.
"Lawanmu adalah aku, bukankah seharusnya kau fokus denganku?" kata Hong Shen. Meski tahu kekuatan di antara mereka berdua berjarak dua tingkat, tapi dia juga tidak terima dengan sikap Xiao Yuze yang seolah meremehkannya.
Huh!
Xiao Yuze mendengus. Dia mengeluarkan pedangnya kemudian memberi tanda pada Jendral Ji Han jika dirinya sudah siap memulai pertarungan ini.
"Karena kalian sudah siap, pertarungan ini dimulai dalam hitungan ketiga." Jendral Ji Han mengambil ancang-ancang. Kemudian dia mulai berhitung.
"Satu, dua, ... Tiga!"
Saat kata terakhir diucapkan. Xiao Yuze tiba-tiba menghilang dari tempatnya. Mata Hong Shen terbelalak. Dalam kepalanya hanya memikirkan cara untuk menciptakan wujud jiwa saat ini juga.
__ADS_1
"Pedang Dewa Agung!"
Kerangka terbentuk dengan cepat menjadi perisai yang menutup tubuhnya. Xiao Yuze muncul sekitar lima langkah di balik punggungnya, begitu dia melihat Hong Shen sudah mengeluarkan tekniknya, dia menarik sudut bibirnya dengan mencibir.
"Kau pikir ini cukup?"
"Mata pedang!" Xiao Yuze berseru dengan suara tertahan. Tiga siluet tebasan meluncur bersamaan seperti jejak cakar.
BLAR!!
Tidak ada yang mengira serangan Xiao Yuze begitu kuat. Wujud jiwa yang hampir sempurna milik Hong Shen yang harusnya menjadi pertahanan terkuatnya, tapi hancur hanya dengan satu serangan saja.
Seluruh penonton terkejut. Hong Shen sendiri juga tidak percaya. Meski dalam hati sudah yakin Xiao Yuze mampu menghancurkan wujud jiwanya, tapi tidak menyangka akan hancur dalam sekali serang.
"Ck! Benar-benar sial bertemu dengannya dalam babak ini. Aku tidak punya peluang untuk menang," gumam Hong Shen. Sekilas matanya melirik ke bangku ayahnya dan para tetua Klan Hong. Dalam waktu yang singkat itu dia seperti mengumpulkan kembali harapannya.
Walau tidak menang dia juga tidak bisa menyerah. Setidaknya harus kalah dengan terhormat, pikirnya.
"Apa yang dia lakukan? Apa dia ingin menciptakan wujud jiwa lagi? Itu hanya akan menguras Qi dalam tubuhnya. Lagi pula dengan tingkat kultivasi nya itu tidak akan bisa membuatnya mengalahkan Xiao Yuze." Hong Xiu sangat tidak percaya dengan keputusan kakaknya. Seharusnya dalam situasi ini lebih baik menyerah. Bertahan hanya akan membuang tenaga dan bisa terluka lebih parah.
Belum kering bibirnya setelah bicara, Xiao Yuze kembali mengeluarkan serangan dengan teknik yang sama. Untuk kedua kalinya wujud jiwa milik Hong Shen hancur, tubuhnya terhempas dan memuntahkan beberapa teguk darah.
"Sial!" Hong Shen mengumpat dengan nafas ngos-ngosan. Jarak dua bintang ternyata sangat jauh. Dia tidak bisa memberi perlawanan barang satu serangan pun.
Jendral Ji Han segera turun ke arena melihat pertarungan sudah menentukan pemenang. Beberapa orang membantu Hong Shen meninggalkan arena, sementara Xiao Yuze kembali ke tempatnya.
Menyambut kalimat Jendral Ji Han, Zhang Yu dan Hong Xiu turun ke arena. Beberapa orang mulai berkomentar, semua sangat tertarik dengan pertarungan mereka.
Di tempat Klan Xiao, Xiao Lang menatap Zhang Yu dengan tatapan yang berbeda. Dia jelas tidak menghendaki keberadaannya.
"Ayah, apa kau benar-benar akan mengakuinya sebagai keturunan Klan Xiao?" tanyanya.
Xiao Nie menyipitkan mata dan melirik Xiao Lang, putra tertuanya. "Jika tidak apa yang harus aku lakukan? Dia putra adikmu, cucuku juga keponakanmu. Apa aku sebagai kakek bisa tutup mata dengan hal ini? Terlebih aku masih belum mendengar penjelasanmu tentang pengurungan Xiao Mei. Bukankah aku sudah bilang untuk membebaskannya sejak sepuluh tahun yang lalu?"
Xiao Lang mendadak gugup dengan tatapan Xiao Nie. "A-Ayah, itu karena Xiao Mei begitu ingin bertemu dengan pria itu. Aku tentu saja tidak akan membiarkannya. Ini demi nama baik Klan Xiao," jelasnya.
Xiao Nie menghela nafas berat. "Aku juga berpikir begitu puluhan tahun lalu. Aku tidak ingin Xiao Mei menikah dengan pria yang tidak setara. Tapi setelah mengurungnya beberapa tahun aku sadar kebahagiaan bukan aku ataupun orang lain yang menentukan. Itu hidupnya, Xiao Mei berhak atas pilihannya."
"Tapi Ayah, ...."
"Tidak ada tapi!" tegas Xiao Nie.
"Setelah pertarungan surga aku akan membawanya kembali ke klan. Dia harus mendapat apa yang didapat keturunan Klan Xiao pada umumnya."
Xiao Lang tidak bisa membantah kalimat Xiao Nie. Dia hanya diam, tapi terlihat sekali ketidakpuasan di wajahnya.
Sementara itu di atas arena pertarungan sudah akan dimulai. Hong Xiu sudah menggenggam pedangnya, begitu pula dengan Zhang Yu.
__ADS_1
"Kalian sudah siap?" tanya Jendral Ji Han.
Setelah mendapat anggukan dari kedua peserta Jendral Ji Han mengambil ancang-ancang untuk meninggalkan arena.
"Satu, dua, tiga!"
Angin berhembus secara teratur, tapi tekanan di arena tiba-tiba meningkat pesat. Hong Xiu mengayunkan pedangnya, tak lama di sekitar tubuhnya terbentuk wujud jiwa dengan susunan yang lebih komplek dan lebih besar dari milik Hong Shen sebelumnya.
"Beginikah wujud jiwa yang sempurna?" gumam sebagian besar orang yang baru pertama kali melihat penampakannya. Sosok seperti manusia pada umumnya tapi memiliki wujud yang lebih besar.
"Sepupu dan saudaraku banyak bicara tentangmu. Jadi aku ingin melihat kemampuanmu." Setelah bicara Hong Xiao menebaskan pedangnya. Wujud jiwa yang juga memegang pedang seketika mengikuti gerakannya.
Whut..
Boom!
Pedang cahaya itu menghantam permukaan arema cukup keras. Zhang Yu berhasil menghindar setelah menarik tubuhnya ke samping. Tapi serangan belum berakhir.
Hong Xiu menekuk kakinya sedikit, lalu melesat dengan wujud jiwa yang masih mengikutinya.
Tiba-tiba di depan tubuh Zhang Yu muncul bayangan cakar raksasa. Saat wujud jiwa mengayunkan pedang cahaya, bayangan cakar itu melesat mengincarnya.
Blar!
Ledakan sangat kuat. Hong Xiu terhempas beserta wujud jiwanya.
Kejadian ini tentu saja mengejutkan semua orang. Mereka yang tidak tahu secara pasti kekuatan Zhang Yu mulai menebak-nebak tingkat kekuatannya. Begitu pula dengan Hong Xiu, gadis itu menatap dengan lekat, matanya yang bulat terlihat tidak percaya.
"Jangan-jangan benar yang dikatakan Hong Men. Dia berada di atas tingkatanku?"
Wujud jiwa adalah teknik rahasia Klan Hong. Sangat terkenal dengan pertahanan yang sangat kuat. Xiao Yuze dapat menghancurkan wujud jiwa kakaknya dua kali karena tingkat kultivasi nya lebih tinggi, juga karena penguasaan kakaknya belum sempurna. Tapi penguasaannya terhadap teknik ini sudah sangat tinggi. Namun Zhang Yu dapat membuat kerusakan yang parah dengan satu serangannya. Ini menjelaskan perbedaan tingkat kultivasi di antara mereka.
"Tapi ini belum pasti. Aku akan mencobanya lagi!" ucapnya kemudian menyalurkan Qi memperbaiki kerusakan pada wujud jiwanya.
Setelah selesai Hong Xiu kembali bersiap menyerang. Akan tetapi pada saat ini tiba-tiba Zhang Yu sudah tidak berada di tempatnya.
"Eh, di mana dia?"
Tekanan udara berubah. Energi yang pekat berkumpul di atasnya.
Sial!
Hong Xiu mengangkat wajahnya ke atas. Benar saja Zhang Yu datang dengan serangan kedua.
Blam!
Untuk kedua kalinya wujud jiwanya menerima serangan secara langsung. Hong Xiu sudah memperbaiki kerusakan sebelumnya, tapi serangan ini seperti membuka luka lama.
__ADS_1