
Sekelompok orang datang ke lembah di wilayah utara. Melihat dari jubah hitam dengan garis merah samar sudah menjelaskan siapa mereka sebenarnya. Tak lain tak bukan adalah orang-orang Kedai Bulan Merah.
"Pemimpin, langitnya sudah kembali cerah. Apa itu berarti proses peningkatan itu sudah berakhir?" tanya seorang pria pada Han Wuzhou.
Dengan segera raut wajah pria tua itu berubah. Tanpa banyak bicara dia memimpin kelompoknya untuk bergerak lebih cepat menemukan Zhang Yu.
Sayang sekali, bahkan ketika mereka masuk lebih dalam ke wilayah lembah tersebut, tidak ada tanda-tanda keberadaan Zhang Yu yang dapat ditemukan.
"Pemimpin ...."
"Han Wuzhou, apa yang kau lakukan di sini?"
Merasa tak asing dengan suara ini, Han Wuzhou langsung mengalihkan pandangannya ke balik tebing besar. Dan benar saja. Suara itu adalah milik seseorang yang jelas tak ia harapkan berada di tempat ini.
"Fu Shuang! Apa kau mengikutiku?" balas Han Wuzhou.
Fu Shuang mendengus pelan lalu membantah tuduhan itu. "Omong kosong. Aku tidak mengikutimu. Mungkin kau yang mengikutiku."
Han Wuzhou memalingkan wajahnya. Meski mereka berdua mengenakan pakaian yang sama, tetapi hubungan keduanya tidak harmonis.
"Bagaimana jika kita melupakan sejenak perselisihan kita dan fokus mencari Zhang Yu?" kata Fu Shuang tiba-tiba.
Tentu saja Han Wuzhou merasa aneh dan curiga. Tetapi setelah berpikir sejenak dia merasa ide yang digemakan Fu Shuang cukup bijak.
Lagi pula mereka sama-sama berasal dari Kedai Bulan Merah. Juga memiliki satu target yang sama. Dengan mereka bersatu, akan lebih mudah menemukan Zhang Yu di lembah ini.
"Baiklah. Aku tidak akan mengungkit masalah di antara kita. Tapi tetap, kau tidak berhak ikut campur dalam kelompokku, begitu pun sebaliknya. Kita hanya melakukan penelusuran tanpa mengusik satu sama lain."
Fu Shuang langsung setuju dengan syarat Han Wuzhou. Itu karena Fu Shuang sadar, sebagai pemimpin baru dia masih belum sepenuhnya mendapat kepercayaan anggotanya. Jika sampai perselisihan ini semakin membesar, takutnya tidak akan ada lagi yang berpihak padanya. Lebih baik bergerak mengikuti arus dan melakukannya secara bertahap, pikirnya.
"Semua, dengarkan aku! Kita bagi menjadi tiga kelompok. Berpencar dalam hitungan ketiga!" Fu Shuang berseru membagi kelompoknya. Tak mau membuang banyak waktu dia segera memberi tugas untuk setiap anggota di bawah otoritasnya.
Han Wuzhou tentu tak ingin kalah. Dia juga membagi kelompoknya menjadi tiga lalu segera berpencar untuk menelusuri lembah.
Pada saat itu pria bertopeng berusaha memisahkan diri dari kelompok. Dia mengendap-endap sambil mengintai situasi sampai benar-benar tidak ada yang memperhatikannya.
Di sisi lain, Zhang Yu yang baru saja berhasil menerima anugerah surga harus segera bersembunyi ketika melihat kedatangan kelompok Kedai Bulan Merah.
Dari tempat persembunyian dia dapat melihat dua kelompok yang bersitegang. Tetapi tak lama dua kelompok itu seperti telah membuat kesepakatan sehingga keduanya menjadi lebih akrab.
Zhang Yu melihat semua. Tetapi jarak membuatnya tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Sayang sekali anugerah surga membuat tubuhku sangat lemah. Aku tak mungkin bisa pergi tanpa ketahuan dalam keadaan seperti ini. Hanya bisa bersembunyi sampai mereka pergi," batin Zhang Yu.
__ADS_1
Zhang Yu berusaha menarik sulur yang menjadi penghalang gua tempat persembunyiannya. Akan tetapi tepat pada saat ini sebuah tangan tiba-tiba menahan sulur itu dari luar.
"Ternyata kau di sini," ucapnya.
Mata Zhang Yu terbelalak melihat siapa yang ada di depannya. Pria bertopeng anggota Kedai Bulan Merah.
Seketika Zhang Yu mengeluarkan pedangnya hendak menyerang pria bertopeng tapi mendadak dia menahan tangannya begitu melihat wajah di balik topeng tersebut.
"Kakek!"
Pedang di tangan Zhang Yu langsung terlepas begitu saja. Dia mundur menarik dirinya sambil memperhatikan wajah di hadapannya ini apakah benar kakek atau bukan.
Tapi sebanyak apapun Zhang Yu berusaha mengedipkan mata, wajah Xiao Nie tidak akan mungkin berubah.
"Akhirnya kau menemukanku Kakek!" Zhang Yu tak bisa menahan kebahagian.
Xiao Nie tertawa. "Bagaimana mungkin aku tak menemukanmu saat kau menantang salah satu kekuatan terbesar di Benua Naga. Kau membuat begitu banyak kehebohan. Jadi tak perlu waktu lama untuk menemukanmu."
Zhang Yu menggaruk tengkuk kepalanya dengan canggung.
Long Shen yang ada di pundak berkata, "Pantas saja aku merasa sangat familiar dengannya kemarin malam. Ternyata dia kakekmu yang sedang menyamar."
Kalimat ini membuat Zhang Yu langsung menatapnya.
...
Kembali ke tempat Han Wuzhou.
"Di mana Nie Xiao?" tanya Han Wuzhou pada sekelompok orang di belakangnya.
Tetapi tidak satu pun dari mereka mampu memberi jawaban atas pertanyaan tersebut.
Tentu saja ini membuat Han Wuzhou semakin kesal. Sulitnya menemukan Zhang Yu sudah membuat amarahnya tak terkendali, sekarang satu orangnya menghilang dari barusan tanpa bicara sepatah kata padanya. Ini sama saja dengan tak menganggap keberadaannya.
"Yun Che,"
Pria berwajah kasar keluar dari barisan dan maju satu langkah. "Di sini, Pemimpin."
"Kau cari Nie Xiao. Temukan dia, lalu bawa ke sini sekarang juga!"
Pria bernama Yun Che segera menganggukkan kepala. Tetapi saat akan berbalik pergi langkah kakinya tertahan melihat kedatangan sosok bertopeng.
"Maaf Pemimpin, aku pergi tanpa memberitahumu," ucap Xiao Nie.
__ADS_1
Han Wuzhou langsung memutar tubuhnya lalu berjalan mendekat dengan tatapan yang tajam. "Dari mana kau?" tanyanya.
Xiao Nie diam sejenak sebelum berkata, "Aku merasakan keberadaan orang lain dari arah sana. Aku pergi ke sana untuk memastikannya."
"Bagaimana hasilnya?" tanya Han Wuzhou masih dengan tatapan yang intens.
"Aku tidak yakin Pemimpin. Tapi sepertinya ada jejak aura seseorang yang pernah singgah di sana."
Han Wuzhou kembali menautkan kedua alisnya. "Itu pasti Zhang Yu. Kita harus cepat ke sana sebelum dia pergi. Nie Xiao, tunjukkan jalannya."
Xiao Nie tersenyum di balik topengnya. "Baik, ikuti aku."
Setelah bergerak beberapa ratus meter mereka sampai di wilayah lembah yang sangat sunyi. Jalan buntu dengan tiga tebing berdiri di depan, kiri dan kanan.
Han Wuzhou mengangkat wajahnya dengan aneh. Tetapi dia lebih tertarik untuk menemukan Zhang Yu dibanding apapun pada saat ini. "Nie Xiao, di mana kau merasakan aura Zhang Yu terakhir kali?"
"..."
Tidak ada jawaban dari Xiao Nie membuat Han Wuzhou mengerutkan kening. Perlahan dia membalikkan badan, tapi apa yang ada di belakangnya benar-benar membuat tubuhnya menegang dan wajahnya berubah merah padam.
Puluhan anggotanya yang beberapa saat lalu masih baik-baik saja, dalam sekejap tergeletak tak bernyawa dengan luka sayatan di leher mereka.
Hanya satu orang yang tersisa, dan Han Wuzhou langsung memperlihatkan aura membunuhnya pada sosok tersebut.
Siapa lagi jika bukan Xiao Nie. Namun aura membunuh itu sama sekali tidak membuat Xiao Nie takut. Bahkan Xiao Nie dengan yakin melepas topengnya lalu menunjukkan aura kekuatannya yang jelas tak kalah dari Han Wuzhou.
Tentu saja ini membuat Han Wuzhou terkejut. Dia bahkan tak pernah berpikir Xiao Nie memiliki kekuatan seperti ini.
"Apa semua ini karena Fu Shuang?!" tanya Han Wuzhou sambil menahan amarahnya.
Xiao Nie yang mendengar lantas tertawa mencemooh. "Ini tidak ada hubungannya dengan Fu Shuang. Sejak awal tujuanku bergabung memang untuk menghancurkan Kedai Bulan Merah. Tidak peduli apa itu kau atau orang lain, aku hanya ingin menghancurkannya."
Han Wuzhou sangat marah sampai mulutnya tak berhenti berkomat-kamit. Dia mengutuk dengan marah dan mencela membabi buta.
Sampai pada waktu itu terdengar suara lain dari balik tubuh Xiao Nie. "Kakek, jangan membuang waktu dengan bicara dengan orang sepertinya. Lebih baik langsung selesai di sini."
Suaranya yang nyaring menarik perhatian Han Wuzhou. Pria tua itu segera mengangkat wajahnya lalu melihat sosok pria yang wajahnya cukup familiar.
"Zhang Yu!"
Awalnya Han Wuzhou masih tak menyadari kalimat Zhang Yu yang memanggil Xiao Nie dengan sebutan kakek. Tetapi beberapa detik kemudian, bertahap raut wajahnya berubah saat menyadarinya.
"Kalian ...." Han Wuzhou menatap Xiao Nie dan Zhang Yu bergantian. Wajahnya sangat buruk ketika memikirkan dirinya saat ini benar-benar masuk dalam perangkap mereka.
__ADS_1