Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 184 : Menjadi Terkenal


__ADS_3

"Bibimu ...."


Pada saat itu pintu terbuka. Seorang wanita duduk di atas kursi roda memasuki gubuk.


"Kakak, aku dengar Xiao Yu telah kembali. Apa kau sudah mengetahuinya?" Zhang Bing baru saja kembali dari taman herbal yang ada di sekitar tempat persembunyian. Mendengar banyak orang membicarakan Zhang Yu yang telah kembali membuatnya tak sabar ingin segera pergi ke gubuk mencari kakaknya.


Siapa yang mengira saat dirinya sampai, Zhang Yu sudah ada di sini bersama kakak dan kakak iparnya.


"Xiao Yu? Kakak Ipar?"


Xiao Mei pun segera bangkit mendengar suara Zhang Bing. Tapi raut wajahnya berubah ketika melihatnya berada di atas kursi roda. "Zhang Bing, Kenapa kau duduk di kursi roda? Apa yang terjadi?"


Zhang Yu ikut menyimak pertanyaan ibunya. Sejak lama dia juga penasaran dengan kondisi bibi yang seperti itu. Namun setiap kali bertanya padanya, Zhang Bing selalu mencari alasan untuk tidak menjawabnya.


Selain itu ketika Zhang Yu bertanya pada ayahnya atau orang di dalam klan, tidak ada satu orang pun yang memberinya jawaban. Seolah keadaan yang sesungguhnya sengaja ditutupi dan orang-orang yang mengetahuinya di larang untuk mengungkapkannya.


"Itu semua terjadi ...."


"Kakak," Zhang Bing berusaha menghentikan Zhang Long yang ingin bercerita. Tapi Zhang Long segera menggelengkan kepala memintanya diam.


"Sudah terlalu lama untuk tetap dirahasiakan. Ini juga bukan kesalahan yang harus disembunyikan. Zhang Yu memiliki kemampuan untuk menyembuhkan racun. Mungkin dia dapat membantumu agar kembali sehat seperti semula."


Sontak Zhang Bing mengangkat wajahnya menatap Zhang Yu. "Benarkah?"


"Kurang lebih seperti itu," jawab Zhang Yu.


Pada detik ini Zhang Bing mulai menghela nafas. "Jika begitu aku keluar sebentar."


Zhang Bing merasa dirinya akan canggung dan aneh ketika mendengar kisahnya sendiri. Jadi memutuskan untuk keluar saat kakaknya menceritakan semua kepada Zhang Yu dan kakak iparnya.

__ADS_1


"Saat itu kau masih berusia satu tahun." Zhang Long melirik Zhang Yu. "Bibimu merupakan generasi muda yang berbakat dan dikenal banyak orang karena parasnya. Bukan hanya di Kota Qian Gu, tapi juga Kota Heishan."


"Dari sinilah semua masalah itu berasal. Bangsawan Ming, keluarga bangsawan terkaya di kota Heishan tertarik dengan bibimu. Mereka datang meminang untuk Ming Jun, tuan muda pertama keluarga bangsawan Ming. Namun bibimu menolaknya karena sudah menyukai pria lain bernama Zhen Rui."


"Penolakan itu tentu saja membuat Ming Jun sangat marah. Ketika Ming Jun mengetahui alasan penolakan itu karena pria lain, dia pun bertekad menyingkirkannya. Terlebih saat mengetahui pria itu adalah Zhen Rui, anak dari keluarga Zhen yang sudah mengabdi pada Keluarga Ming puluhan tahun."


"Meski Zhen Rui termasuk genius dan dia memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi dari Ming Jun, tapi dengan bantuan tetua keluarga Ming, Zhen Rui ditemukan meninggal dengan mengenaskan."


Seketika tangan Zhang Yu terkepal mendengar cerita ayahnya. Tidak disangka ada orang yang begitu tidak malu seperti Ming Jun. Bahkan jika Ming Jun adalah satu-satunya pria yang tersisa di dunia, bibi pasti tidak akan mau menikah dengannya.


“Jadi Ming Jun jugalah yang meracuni bibi?" tanya Zhang Yu. Namun Zhang Long segera menggelengkan kepala membantah hal itu.


"Tidak. Bibimu tidak diracun. Dia meminum racun itu sendiri berharap wajahnya menjadi buruk. Dia berharap dengan begitu Ming Jun tidak lagi tertarik dengannya. Tapi siapa sangka racun itu sangat ganas. Dengan cepat semua sel tubuhnya mati, dia bahkan hampir kehilangan nyawa andai klan tidak punya ramuan penawar racun."


Zhang Yu terdiam. Karena racun terlalu ganas, ramuan penawar saja tidak cukup. Meski dapat menyelamatkan bibi, tapi efek racun itu membuat kakinya lumpuh.


Tok tok tok...


"Tetua Kedua, Patriark sudah sadar. Sekarang dia ingin bertemu denganmu dan juga Zhang Yu."


Zhang Yu pun segera bangkit dari tempat duduknya mendengar Patriark sudah sadar. Mereka semua berbondong-bondong pergi ke gubuk Patriark untuk melihat kondisinya. Tapi karena gubuknya tidak begitu besar mereka harus bergantian.


"Bagaimana perasaan Patriark sekarang? Apa sudah lebih bugar?" tanya Zhang Long.


Patriark perlahan mengubah posisinya dari berbaring menjadi duduk. "Jika bukan karena putramu yang membantuku menetralkan racunnya, mungkin aku sudah mati."


Zhang Yu yang mendengar tidak mengatakan apapun untuk meresponnya. Bahkan orang awam pun dengan mudah tahu kondisi Zhang Lei sangat buruk. Sungguh beruntung karena ada dewa naga yang membantu menyerap energi gelap tersebut.


"Zhang Yu, apa berita itu benar?" tanya Zhang Lei beralih pada Zhang Yu.

__ADS_1


Mungkin yang dimaksud kali ini adalah kemusnahan Klan Wen. Jadi Zhang Yu segera menganggukkan kepala. "Benar. Aku sudah melenyapkan mereka."


"..."


Zhang Lei tidak tahu harus berkata apa lagi melihat Zhang Yu begitu tenang. Dia bersikap seolah mengalahkan Klan Wen bukan lah hal yang begitu menakjubkan.


Walau bagaimanapun Klan Wen termasuk Klan terbesar di Kota Qian Gu yang hanya sedikit lebih lemah dibanding Klan Zhang. Tapi Zhang Yu meratakan mereka semua seorang diri yang bahkan Zhang Lei sendiri tidak yakin dapat melakukannya.


"Patriark, karena keadaan di kota sudah terkendali dan Klan Wen juga sudah tiada, sekarang waktunya kita meninggalkan lembah tengkorak."


Kalimat Tetua Keempat langsung mendapat respon tetua yang lain. Mereka juga sependapat agar Klan Zhang kembali ke kota.


Dengan tidak adanya Klan Wen, otomatis Klan Zhang adalah satu-satunya klan besar yang masih bertahan. Seluruh wilayah kota dan belasan klan tingkat kedua berada di bawah kekuasaan mereka.


Telah diputuskan. Saat itu juga orang-orang Klan Zhang bersiap meninggalkan lembah tengkorak. Ketika mereka berjalan melewati jalanan utama, penduduk yang berlalu lalang seketika berhenti sekadar menyaksikan ratusan orang dalam rombongan.


"Lihat! Klan Zhang telah kembali!" seru mereka.


"Klan Zhang kembali setelah Klan Wen hancur. Apa jangan-jangan ini saling berkaitan?"


Orang yang tidak tahu mulai bertanya-tanya. Sedang orang yang sudah mendengar berita terbaru segera memberitahu semua orang apa yang mereka ketahui.


"Kalian belum mendengarnya? Yang menghancurkan Klan Wen adalah putra tetua kedua, Zhang Yu. Dia menghancurkan Klan Wen dalam satu malam."


Sontak gerombolan orang di pinggir jalan membulatkan mata dengan tercengang. Mereka langsung mencari di mana Zhang Yu dalam rombongan Klan Zhang. Begitu menemukannya, mereka terus menatap tak membiarkannya lolos dari pandangan.


Zhang Yu tidak tahu siapa yang memberitahu mereka tentang hal ini. Seingatnya tidak ada orang lain di sekitar kediaman Klan Wen karena sudah sangat malam.


Namun ketika dia memikirkan tentang empat pria setengah baya yang ditemuinya di rumah makan, dengan segera wajahnya menjadi kusut.

__ADS_1


"Tidak salah lagi. Pasti mereka pelakunya!"


__ADS_2