Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 169 : Penyusup


__ADS_3

Hari demi hari berlalu. Bulan bahkan tahun pun perlahan berganti. Namun sampai sekarang seseorang yang diharapkan kembali tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda kepulangan.


Di ruangan rahasia, tepatnya di depan pintu menuju altar leluhur, dua orang wanita berdiri di sana dengan wajah gelisah.


"Bibi, sudah dua tahun Zhang Yu tidak kembali. Apa dia baik-baik di dalam sana?" tanya Xuan Yin.


Akan tetapi jawaban untuk pertanyaan ini terlalu sulit untuk dijawab oleh Xiao Mei. Tentu saja sebagai ibu Xiao Mei berharap Zhang Yu baik-baik saja. Meski tak jarang dirinya khawatir setiap kali memikirkan kesulitan yang mungkin dialaminya.


"Dia akan baik-baik saja. Kalian harus percaya padanya."


Xiao Mei dan Xuan Yin dengan kompak membalikkan badan mendengar suara ini.


"Ayah!"


"Patriark Sepuh!"


Xiao Nie tersenyum. Lalu berkata, "Zhang Yu bisa bertahan sampai waktu ini pasti telah mendapatkan sesuatu. Bukankah kalian tahu sendiri jika setiap orang yang memasuki altar leluhur akan kembali dengan selamat? Dia sekarang sedang berjuang mendapatkan warisan leluhur, jadi kita harus berdoa agar Zhang Yu berhasil melakukannya."


Xiao Mei dan Xuan Yin mengangguk. Tepat pada saat itu Tetua Ketiga turun dari lantai atas mendatangi mereka.


"Patriark! Patriark!" serunya.


Kedatangan yang cukup membuat heboh tentu saja membuat Xiao Nie, Xiao Mei dan Xuan Yin menautkan kedua alis dengan heran.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Xiao Nie.


Sejenak Xiao Zhiqian menarik nafas untuk menenangkan diri. "Patriark Sepuh, pelindung di gerbang utara hancur."


Raut wajah Xiao Nie berubah mendengar hal ini. Akan tetapi dia masih berusaha tenang. "Apa ini ulah binatang spiritual?" tanyanya.


"Kami berharap begitu, tapi melihat fluktuasi yang ada di ruang pengamatan sepertinya itu adalah ulah seseorang."


Ciao Nie yang berusaha bersikap tenang tak lagi dapat menyembunyikan keterkejutannya.


Seseorang? Itu berarti ada orang kuat yang menyusup ke wilayah Klan Xiao tanpa izin. Meski tidak dapat dipastikan kekuatannya, seharusnya itu berada di tingkat setengah dewa.


"Tetua Ketiga, apa kau sudah memberitahu masalah ini pada tetua yang lain?" tanya Xiao Nie.


"Sudah Patriark Sepuh. Tapi aku tidak bisa menemukan keberadaan Patriark."


"Satu lagi Tetua Ketiga, jangan lupa arahkan anak-anak dan wanita ke tempat perlindungan darurat."


"Baik Patriark Sepuh."


Xiao Zhiqian dengan cepat pergi menunaikan perintah. Xiao Nie juga bersiap, tapi tak lupa juga memberitahu Xiao Mei dan Xuan Yin.


"Kalian juga harus pergi ke tempat perlindungan darurat. Gunakan lorong bawah tanah di kamar utama agar lebih cepat sampai."

__ADS_1


Xiao Mei dan Xuan Yin seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi Xiao Nie sudah melesat pergi meninggalkan mereka.


"Bibi, apa kau tahu musuh yang menyerang kali ini? Seberapa kuat mereka?" tanya Xuan Yin. Dia ingin memutuskan apakah pergi ke tempat perlindungan darurat atau tetap menunggu di ruangan ini.


Namun Xiao Mei tidak dapat memastikannya.


"Musuh Klan Xiao bukan hanya dari kekaisaran Yang. Tapi banyak dari Kekaisaran Long. Kali ini musuh yang datang bisa menghancurkan pelindung gerbang utara yang sangat kuat. Setidaknya di antara mereka ada yang di tingkat setengah abadi. Kita harus pergi ke tempat perlindungan darurat untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan."


"Bagaimana dengan Zhang Yu?" tanya Xuan Yin gelisah.


"Dia akan baik-baik saja. Selama tidak ada seseorang di tingkat abadi, pintu ini tidak akan hancur."


Mereka pun pergi ke tempat perlindungan darurat dengan mengikuti petunjuk Xiao Nie tentang lorong bawah tanah.


Sementara itu di gerbang utara, lima orang berpakaian hitam sedang mengumpulkan kekuatan setelah menghancurkan pelindung. Bertahap mereka bangkit dari posisi bersila kemudian melangkah melewati gerbang wilayah Klan Xiao.


"Tetua, kita harus berpencar untuk menemukan wanita pemilik tubuh dewi bulan," kata seorang dari mereka.


Pria tua yang mengenakan sarung tangan sejenak diam, kemudian menganggukkan kepala setuju. "Aku yakin sekarang orang-orang Klan Xiao sudah bersiaga. Kalian harus waspada karena ada satu orang yang sudah di tingkat setengah abadi."


Empat pria yang lebih muda saling memandang dengan senyum meremehkan. "Kami tahu. Hanya satu orang yang harus diwaspadai. Untuk yang lain bukanlah lawan yang sepadan bagi kami."


Dengan cepat mereka berempat pergi ke empat titik yang berbeda. Setelah hanya tersenyum saat dirinya sendiri di sana, pria tua itu mengangkat wajahnya lurus dan melirik ke sebuah pohon yang ada di samping kanannya.

__ADS_1


"Kau melakukannya terlalu jauh. Apa kau tidak akan menyesalinya?"


Terlihat sesosok bayangan di balik pohon tersebut. Namun dia tak menjawabnya dan pergi begitu saja.


__ADS_2