Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 44 : Latihan Pertama


__ADS_3

Keesokan harinya. Setelah diperingatkan Meng Hua untuk datang ke lapangan pagi-pagi sekali, tidak ada satu pun yang berani datang terlambat.


Seluruh murid baru termasuk Zhang Yu berbaris seperti kemarin sambil menunggu Meng Hua datang.


"Untung saja kita tidak terlambat. Jika sampai terlambat, aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Senior Meng Hua nantinya." Wu Zetian terus menarik nafas dalam sambil mengelus dada. Dia melirik Zhang Yu yang terlihat tenang.


Aneh! Padahal dia datang paling akhir, tapi dia seolah tidak takut terlambat.


"Karena kalian sudah berkumpul. Aku akan langsung memulai latihannya." Meng Hua datang dengan watak khasnya yang keras. Wanita dua puluh lima tahun itu lalu mengeluarkan puluhan kendi besar dan menatanya di depan barisan.


"Semua ambil satu!"


Begitu suaranya berkumandang. Satu persatu mengambil kendi lalu kembali ke barisan masing-masing. Namun saat Zhang Yu mengambil kendi, Meng Hua sendiri yang berinisiatif mengambilkannya.


Tak ayal sikap perhatian ini membuat cemburu. Bukan hanya murid-murid baru, tapi juga murid lama yang sedang berlatih di sekitar.


"Siapa murid baru itu? Beraninya dia mendekati Senior Meng Hua! Ini tidak boleh dibiarkan!"


Zhang Yu tidak tahu apa yang terjadi. Tapi semua mata seperti menatapnya sebagai musuh. Bahkan Wu Zetian, pria ini sekarang menunjukkan tatapan yang iri kepadanya.


"Zhang Yu, bukankah hubunganmu dengan Senior Meng Hua sangat buruk kemarin malam? Kenapa dia menjadi begitu perhatian? Apa terjadi sesuatu di antara kalian?" Wu Zetian memberondong dengan pertanyaan ketika Zhang Yu baru kembali ke tempatnya.


"Tidak. Tidak ada yang terjadi."


Sekarang Zhang Yu tahu kenapa mereka menatap nya dengan tatapan permusuhan. Itu karena Meng Hua.


Tapi Zhang Yu sendiri juga tidak tahu kenapa Meng Hua bersikap demikian. Bukankah kemarin masih bermusuhan dengannya? Bahkan sampai memperingatinya. Apa dia merencanakan sesuatu?


"Dengar! Dalam latihan pertama ini kalian harus menempatkan kendi di atas kepala. Aku akan mengisinya dengan air, lalu kalian akan berdiri satu kaki." Meng Hua memanggil beberapa murid yang sedang berlatih di sekitar untuk membantu.


"Oh ya, satu lagi. Tidak diperbolehkan menggunakan Qi. Hanya kekuatan fisik semata."


Ketika mendengar syarat ini, murid baru yang semula percaya diri langsung lemas seketika. Mereka beramai-ramai protes kepada Meng Hua.

__ADS_1


"Senior Meng Hua, bukankah ini sedikit berlebihan?"


"Ya. Ini berlebihan! Setiap kultivator dianugerahi Qi untuk dimanfaatkan. Tidak menggunakannya sama saja dengan menyia-nyiakan kemampuan."


Meng Hua hanya tersenyum dingin menanggapi protes mereka. "Tidak ada yang memaksa kalian untuk bertahan. Tidak ada yang memaksa kalian untuk mengikuti latihan ini. Jika kalian merasa tidak mampu, kalian bisa pulang. Akademi Kekaisaran bukan tempat untuk mengeluh."


Egh...


Pulang?


Mereka sudah melewati seleksi yang sangat ketat dengan menyingkirkan lebih seribu pesaing. Bukan perkara mudah untuk masuk ke sini. Jadi menyerah bukan pilihan yang ada dalam kepala mereka.


Melihat tidak ada lagi yang protes, Meng Hua meminta murid baru untuk menempatkan kendi di atas kepala sambil mengangkat sebelah kaki.


Saat sudah selesai Meng Hua ganti meminta murid-murid yang telah berkumpul untuk mengisi air dalam kendi.


Zhang Yu memiliki kepercayaan diri karena fisiknya sudah terlatih. Hari-hari di lembah tengkorak selain berkultivasi gurunya tak jarang memintanya berburu tanpa menggunakan Qi dan hanya mengandalkan tangan kosong.


Hanya menahan kendi berisi air. Ini tidak akan sulit.


"Senior Meng Hua, sampai kapan kita harus menahan kendi ini?" tanya seorang pemuda dari barisan. Tubuh kerempengnya terus bergoyang karena menahan berat sambil menjaga keseimbangan.


Meng Hua melirik ke beberapa arah. Perlahan mulai mengayunkan kakinya dan berdiri di depan Zhang Yu. "Kalian harus bertahan sampai langit berubah gelap."


"A-apa?!"


Jawaban Meng Hua membuat lapangan itu menjadi hening untuk beberapa saat. Lima puluh murid mengeluh secara bersamaan, mereka ingin meminta keringanan. Tapi saat mengingat perkataan Meng Hua beberapa waktu lalu, satu persatu akhirnya pasrah menerima putusan.


Meng Hua masih berdiri di depan Zhang Yu. Senyum di wajahnya terlihat aneh. "Semoga beruntung."


Tiba-tiba dia mengatakan itu lalu beranjak pergi. Tidak ada yang tahu motifnya. Zhang Yu tidak mempedulikan dan hanya fokus dengan aktivitasnya. Namun tak berselang lama sesuatu terjadi pada kendi di atas kepalanya.


"Apa-apaan ini?! Kenapa kendi nya bertambah berat?"

__ADS_1


Zhang Yu yang hanya bertumpu pada kaki kanannya hampir kehilangan keseimbangan saat merasakan kendi itu menjadi dua kali lebih berat. Beruntung dia masih bisa bertahan meski beberapa tetes air melompat keluar dari kendi.


"Zhang Yu, kau baik-baik saja?" tanya Wu Zetian.


"Aku baik-baik saja. Tapi apa kau merasakan kendi di atasmu semakin berat?"


Mendengar pertanyaan ini Wu Zetian menggelengkan kepala bingung. "Tentu saja. Sejak diisi air kendi nya terasa lebih berat."


Sejak diisi air? Tentu saja Zhang Yu tahu akan hal itu. Tapi di sini sedang tidak membahas saat diisi air.


Baru saja. Benar-benar baru saja kendi di atas kepalanya terasa lebih berat dari sebelumnya.


Zhang Yu mengedarkan pandangan ke sekitar dan melihat puluhan murid baru lainnya. Melihat mereka yang tenang tidak banyak protes sudah menjelaskan jika hal ini hanya terjadi padanya.


Namun bagaimana bisa ....


Bersama dengan itu kalimat Meng Hua terlintas dalam kepalanya. "Semoga beruntung"


Terlebih senyumnya yang aneh seperti orang yang memiliki rencana tertentu. Kemudian kendi ini juga dipilihkan olehnya.


Mata Zhang Yu terbuka sempurna ketika merangkai kejadian ini. Semua sudah jelas. Meng Hua, wanita itu sengaja menindas orang dengan memanfaatkan kekuasaannya!


"Zhang Yu, kau terlihat baik-baik saja. Apa kau sudah tidak kuat?" Wu Zetian bertanya seperti biasa. Tapi tatapannya terlihat mengejek.


"Aku baik-baik saja," balas Zhang Yu datar.


Mengingat karena Meng Hua sengaja menyulitkannya. Dia tidak akan menyerah begitu saja. Bukankah hanya sampai langit berubah gelap? Itu bukan masalah!


Wu Zetian melihat Zhang Yu yang tidak seperti biasa. Entah kenapa dia merasa takut untuk melihat matanya.


"Sebenarnya dia berada di tingkat apa sekarang?" batin Wu Zetian penasaran. Dia sendiri berada di tingkat ahli bintang lima. Memang bukan yang terkuat di angkatan murid baru. Tapi dia masih masuk posisi sepuluh besar.


Sedang Zhang Yu, melihat dari usia jelas dia lebih muda darinya. Tapi entah kenapa dia merasa Zhang Yu lebih kuat darinya.

__ADS_1


Apa jangan-jangan dia memang lebih kuat dirinya?


__ADS_2