
"Zhang Yu, siapa yang memberitahumu aku di aula pelatihan?"
Wu Zetian bertanya dengan penasaran setelah sampai di kediaman. Dalam ingatannya Zhang Yu masih berada di menara kultivasi, jadi pasti ada yang memberitahu hingga datang lalu membantu dirinya.
"Tang Yue. Dia menunggu di lantai pertama untuk mencariku."
Mendengar nama Tang Yue, raut wajah Wu Zetian menjadi kusut. Dia tampak ragu.
"Apa sungguh memang dia?"
"Aku tidak perlu berbohong untuk hal sepele. Tang Yue sangat panik saat datang ke menara kultivasi. Jika buka karenanya, aku tidak akan tahu kau berada di aula pelatihan."
Wu Zetian merenung. Tidak disangka, dari sekian banyak orang yang ia pikirkan ternyata itu adalah Tang Yue.
Tapi kenapa gadis itu begitu peduli padanya?
"Sebenarnya ada masalah apa sehingga kau terlibat dengan mereka?" tanya Zhang Yu.
Mengingat kembali akar masalah ini membuat Wu Zetian kesal. Dia berkata dengan marah. "Keparat itu tidak bisa mendahuluiku saat mendapatkan ruangan di lantai tiga. Dia marah lalu mengancam akan mencariku ketika keluar. Tapi dia kalah saat bertarung satu lawan satu."
"Aku berpikir ini akan berakhir. Siapa yang mengira pagi ini dia datang dengan tiga kenalannya yang satu adalah murid dalam. Aku sudah bertarung sekuat tenaga tapi tetap tidak bisa mengalahkan mereka. Beruntung kau datang tepat waktu dan memberi mereka pelajaran."
Zhang Yu manggut-manggut mendengar bagian akhirnya. Setelah pergi dari menara kultivasi dia melesat tanpa peduli apapun agar segera sampai di aula pelatihan. Ketika melihat Wu Zetian terdesak dia spontan maju membantunya.
"Bocah, kau sudah keluar dari menara kultivasi tapi tidak pergi mencari gurumu. Apa sudah lupa punya guru?"
Zhang Yu tertegun mendengar suara dalam kepalanya. Dia melirik Wu Zetian sekilas lalu berjalan menjauh darinya.
"Aku baru saja keluar guru dan ada sedikit masalah. Tapi semua sudah teratasi, aku akan menemuimu setelah ini."
"Baiklah, aku tunggu sekarang. Cepatlah karena ada satu tugas khusus untukmu."
Tugas?
Kening Zhang Yun mengerut ketika guru mengatakan ini. Dia bertanya-tanya dengan penasaran apa tugas yang dimaksud. Apa ini misi khusus untuknya? Atau tugas lain seperti membersihkan halaman?
Zhang Yu segera pergi menemui guru untuk mencari tahu tugas yang dimaksud. Dia meninggalkan Wu Zetian saat membelakanginya. Katika Wu Zetian berbalik dan tak menemukan Zhang Yu, dua alisnya spontan menyatu.
"Kemana dia pergi? Padahal aku ingin meminjam beberapa ratus poin kontribusi untuk membeli ramuan penyembuhan." Wu Zetian mencari di balik sekat kamar mandi tapi tidak menemukannya, di bawah tempat tidur juga tidak ada. Dia berdiri di dekat kasur sambil berkacak pinggang.
__ADS_1
"Keterlaluan! Sepertinya dia tahu jika aku ingin meminjam poin kontribusinya."
...
Di kediaman kepala akademi.
"Guru, sebenarnya ada tugas seperti apa sehingga kau memintaku segera datang ke sini?"
Melihat guru yang begitu serius, Zhang Yu merasa tugas ini bukan suatu yang sepele. Tapi dia masih tidak tahu tugas seperti apa itu karena sampai saat ini guru masih diam dan berheming di kursinya.
Beberapa detik kemudian Wang Chen menghela nafas. "Aku memiliki misi untukmu."
"..."
Karena Zhang Yu diam Wang Chen kembali melanjutkan kalimatnya. "Ini misi khusus yang aku pilihkan untukmu. Aku berpikir kau adalah orang yang tepat untuk melakukan misi ini."
Zhang Yu mendengar dengan seksama apa yang dikatakan guru kepadanya. Tapi masih terdapat banyak pertanyaan dalam benaknya.
"Guru, misi seperti apa yang harus aku lakukan?"
Wang Chen bangkit dari kursi, lalu menyerahkan sebuah gulungan kepada Zhang Yu. "Tidak sulit. Kau hanya perlu mengembalikan Stempel Kekaisaran dan menyerahkannya secara langsung kepada Yang Mulia."
"Ini tidak bercanda. Satu minggu lagi kau harus berangkat, setelah sampai istana tunjukkan gulungan ini pada Yang Mulia dan misi selesai."
Terdengar sangat mudah. Tapi Zhang Yu yakin itu tidak semudah yang terdengar. Terlebih ini berhubungan dengan kekaisaran. Semua akan menjadi lebih rumit.
"Aku akan berusaha, Guru!"
"Bagus!"
Wang Chen kembali duduk setelah melihat Zhang Yu setuju untuk melaksanakan misi. Dia memejamkan mata sementara tangan melambai dengan mulut berkata, "Sekarang kau dapat kembali. Kau memiliki waktu tujuh hari untuk melakukan persiapan."
…
Tujuh hari kemudian.
Diberikan waktu satu minggu sungguh sudah lebih dari cukup bagi Zhang Yu untuk mempersiapkan kepergiannya. Dia tidak perlu membawa banyak barang bawaan, semua ada dalam cincin penyimpanannya.
Zhang Yu keluar dari ruangan berniat pergi ke kediaman gurunya. Dia berpapasan dengan Wu Zetian yang juga baru saja kembali entah dari mana.
__ADS_1
Hem..
"Zhang Yu, kemana kau akan pergi?" Wu Zetian bertanya sembari menampilkan wajah penasaran.
"Aku akan menjalankan misi."
Sontak ucapan Zhang Yu membuat Wu Zetian mengerutkan kening. "Misi? Misi apa? Kenapa tidak mengajakku?"
Wu Zetian menanyakan pertanyaan beruntun Zhang Yu tidak bisa menjawab semua pertanyaannya. "Ini adalah misi khusus yang diberikan kepadaku. Aku juga tidak tahu mengapa harus aku seorang yang pergi. Tapi yang pasti aku akan berangkat sekarang."
Zhang Yu melambaikan tangan dan pergi meninggalkan Wu Zetian yang masih termenung di halaman. Dia melesat menuju kediaman gurunya untuk mengambil stempel kekaisaran yang menjadi objek misinya kali ini.
Saat sampai di sana Zhang Yu bukan hanya menerima kotak berisi stempel tapi juga satu plakat emas.
"Kau harus menyerahkan kedua benda itu pada Kaisar secara langsung. Mengerti?"
"Aku mengerti Guru."
Misi ini terdengar mudah dan sederhana. Tapi Wang Chen mengingatkan tentang tingkat bahaya dari misi dapat dikategorikan misi tingkat S.
"Guru, kau berkata tingkat bahaya misi ini sangat tinggi. Mengapa tidak meminta murid inti yang melakukannya?"
Wang Chen tersenyum mendengar pertanyaan Zhang Yu. "Kau ingin alasan? Itu sangat sederhana. Pertama kau murid ku. Kedua, bukankah sangat mudah ditebak jika mengirim murid dalam?"
"Jika mengirim murid dalam, musuh yang mengincar akan dapat menebak dengan mudah. Jadi keputusan yang terbaik adalah mengirim wajah baru sepertimu. Lagi pula aku percaya dengan kemampuanmu."
Zhang Yu memandang kotak di tangannya, lalu menganggukkan kepala. "Jika begitu aku akan melaksanakan tugas ini dengan baik."
Wang Chen tersenyum. "Aku mengandalkanmu bocah. Kau harus tiba di istana dengan dua benda itu di tanganmu."
Sekali lagi Zhang Yu mengangguk.
"Baiklah, kau dapat meninggalkan akademi setelah ini." Wang Chen mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya, menyerahkan itu kepada Zhang Yu.
"Apa ini, Guru?" Zhang Yu menyipitkan mata heran.
"Anggap saja imbalan awalmu. Aku akan memberikan sisanya setelah kau kembali dan berhasil menjalankan misinya."
"Aku sangat menantikan hadiahnya." Setelah itu Zhang Yu pamit pergi memulai misinya.
__ADS_1