Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 281 : Kemenangan Suku Niao


__ADS_3

Zhi Zou menyerang beberapa orang Suku Niao yang berada cukup dekat dengannya. Tidak tanggung-tanggung, dia mengerahkan teknik serangan pedang terkuatnya dengan niat membunuh.


Shuut...


Serangannya melaju dengan cepat. Dengan setangan itu dia yakin mampu membunuh setidaknya satu orang. Namun siapa yang mengira, tepat sebelum serangan itu mampu menjangkau orang-orang Suku Niao, sebuah bola energi datang menghancurkannya sampai benar-benar lenyap.


Apa?!


Zhi Zou menekuk wajahnya dengan tidak senang. Matanya beralih kepada sosok yang ada di mulut gua, orang yang telah menghalau serangannya.


"Cih! Aku akan mengurusmu terlebih dahulu!"


Setelah berkata Zhi Zou melesat dari tempatnya sambil mengangkat pedangnya. Dia menyerang dengan serangan terkuatnya berpikir dapat mengalahkan Zhang Yu.


Naas baginya karena tidak mengetahui siapa lawan yang dihadapinya.


Zhang Yu hanya mengangkat telapak tangannya, lalu energi yang terlepas langsung menghempas tubuh Zhi Zou dari hadapannya.


Blam!


Batu besar yang ada di belakang pun hancur dihantam tubuhnya. Zhi Zou berusaha bangkit, tapi dia malah memuntahkan darah dari mulutnya.


"Ti-tidak mungkin! Bagaimana bisa dia sekuat itu?!" Zhi Zou mengeluarkan seruling kecilnya, dia meniupnya dengan keras berharap kelompok Phan Gu segera datang membantu.


Zhang Yu sengaja tidak menghentikannya. Malah dia berharap jika semua orang menara iblis berkumpul di sini. Dengan sinyal suara, seharusnya mereka akan segera tiba.


...


"Apa kalian mendengarnya?" tanya Phan Gu pada puluhan orang di belakangnya.


Mereka saling memandang sebelum menganggukkan kepala dengan serentak.


"Bukankah suara itu dari arah gua?" kata satu orang dari mereka yang membuat Phan Gu mengerutkan keningnya.


"Benar. Itu dari arah gua. Mungkinkah terjadi sesuatu dengan kelompok Zhi Zou?"


Phan Gu memiliki firasat buruk. Namun dia tak mau banyak berpikir dan segera membawa kelompoknya pergi ke gua.

__ADS_1


Karena jarak yang cukup jauh mereka membutuhkan sepuluh menit untuk sampai di sana. Tapi saat sampai, pemandangan di depan mata membuat wajah mereka seketika membeku.


Tidak ada yang bereaksi dalam kurun waktu tertentu. Phan Gu menjadi orang pertama yang melangkah mendekati mayat-mayat yang berserakan. Perhatiannya tanpa sengaja tertuju pada mayat seseorang yang dikenalnya.


"Zhi Zou?!"


Phan Gu bertanya-tanya siapa pelaku yang sudah membantai ratusan orang anggota menara iblis. Darahnya berdesir dan matanya menjadi tajam.


Pada saat itu Zhang Yu dan orang-orang Suku Niao menunjukkan diri. Phan Gu dan kelompoknya segera berbalik.


"Kau pasti yang melakukannya!" tunjuk Phan Gu pada Zhang Yu.


Tetapi Zhang Yu sangat tenang dan tak mudah terprovokasi. Bahkan dia dengan sangat enteng menunjuk Shin yang berdiri di sebelahnya.


"Tidak, bukan aku. Merekalah yang melakukannya."


Hem?


Phan Gu mengerutkan keningnya. "Kau pikir aku bodoh? Mereka adalah makhluk tak berguna yang tak memiliki Qi. Jangankan untuk membunuh, mereka bahkan tak tahu cara menggunakan senjata dengan benar."


"Kau memang bodoh," ucap Zhang Yu spontan.


"Serang!"


Kali ini Zhang Yu hanya diam di tempatnya. Yang bertarung dengan kelompok Phan Gu adalah Shin dan orang-orang Suku Niao.


Meskipun dalam pertarungan satu tahun yang lalu orang-orang Suku Niao kalah telak, tapi setelah mendalami ilmu pedang, kemampuan mereka meningkat pesat. Terlebih ditunjang dengan fisik yang kuat. Sekarang, menghadapi kelompok Phan Gu yang lebih sedikit bukanlah sebuah masalah.


"Tidak mungkin!! Kenapa mereka sangat berbeda dengan yang kami kalahkan satu tahun yang lalu?!" Phan Gu berusaha bertahan dari gempuran pedang Shin dan juga Yi. Dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri tapi dia musuhnya terus mengejar tanpa rasa lelah.


Setengah jam kemudian, Phan Gu semakin terdesak. Tubuhnya penuh dengan sayatan dan Qi dalam tubuhnya benar-benar terkuras untuk memulihkan luka.


Pada saat itu Phan Gu mengingat kalimat Zhang Yu beberapa waktu lalu. "Jadi itu benar. Merekalah yang membunuh kelompok Zhi Zou?!"


"Orang jahat! Kemana kau taruh perhatianmu?! Apa kau sudah cukup bosan untuk hidup? Jika begitu, mati saja!" Shin melepaskan tebasan yang sangat kuat.


Meskipun Phan Gu berusaha bertahan, tapi tubuhnya terhempas dan menghantam dinding gua.

__ADS_1


"Sepertinya aku benar-benar tak harus membantu mereka," gumam Zhang Yu yang melihat kelompok Suku Niao mendominasi pertarungan.


"Tapi aku tidak tahu kenapa kau harus menahan diri. Bukankah akan lebih cepat untuk memberantas mereka dengan kemampuanmu?" tanya Long Shen.


Zhang Yu tertawa lirih. "Mungkin benar jika aku dapat membunuh mereka lebih cepat. Tapi aku ingin memberi kesempatan Shin dan orang-orang Suku Niao membalaskan dendam dengan tangan mereka sendiri."


Long Shen tak bisa berkata-kata setelah mendengar alasan Zhang Yu. Sedari awal dia memang tahu Zhang Yu adalah tipe orang yang peduli meskipun dengan watak yang sedikit dingin dan acuh.


"Inilah alasan kenapa aku menaruh harapan besar padanya," gumam Long Shen dalam benaknya.


...


Tiga puluh menit kemudian pertarungan telah berakhir dengan kematian Phan Gu dan kelompoknya. Gui dan beberapa orang yang sebelumnya bertugas membuat pengalihan pun baru saja sampai di tempat.


Pada detik ini, Suku Niao seperti baru mendapatkan kembali kebebasannya. Wajah mereka berseri dan tampak lebih bahagia dari sebelumnya. Bahkan anak-anak yang sebelumnya hanya menangis, sekarang tertawa sambil memperlihatkan giginya.


"Kakak Yu, mungkin kau mulai bosan dengan rasa terima kasihku. Tapi aku sungguh ingin melakukannya sekali lagi, terima kasih banyak." Shin ingin bersujud di kaki Zhang Yu. Namun Zhang Yu segera menahan pundaknya.


"Kau tidak harus melakukan sesuatu yang berlebihan. Sekarang, bukankah ada hal lain yang lebih penting?"


Sejenak Shin terdiam berusaha memahami kalimat Zhang Yu. Tak lama dia menepuk keningnya setelah mengingat hal penting yang dimaksud. "Ah ... Aku hampir lupa. Kakak Yu, ayo ikut denganku."


Shin mengajak Zhang Yu ke gua raja. Yi dan Gui bertugas mengatur anggota suku yang ada di sana.


"Kakak Yu, ayo masuk." Shin memandu Zhang Yu memasuki gua yang pernah menjadi tempat tinggalnya. Dia masuk lebih ke dalam sampai berhenti di salah satu ruang dengan pintu batu.


"Seharusnya pintu batu ini tersembunyi di balik rak. Tapi kemungkinan mereka sudah menghancurkan semua barang yang ada di ruangan ini." Suara Shin bergetar saat mengatakannya.


Zhang Yu memperhatikan pintu batu yang memiliki jejak serangan. Sepertinya menara iblis bukan hanya menyingkirkan benda-benda di ruangan ini. Tapi juga mencoba menghancurkan pintu batu meskipun berakhir nihil.


"Aku akan membukanya." Shin mengeluarkan kunci rahasia dari balik pakaiannya. Dia meletakkan kunci itu di lubang pintu batu yang ada di bagian tengah, lalu secara ajaib pintu batu itu bergeser dengan sendirinya.


"Hawa keberadaan yang kuat,"


"Kau juga merasakannya?" tanya Long Shen mendengar gumaman Zhang Yu.


"Ya. Sepertinya itu berasal dari prasasti batu."

__ADS_1


"Aku juga berpikir begitu," sahut Long Shen.


__ADS_2